Ayah Anakku

Ayah Anakku
Paksaan


__ADS_3

Melvin kembali lagi, 2 bulan ia membujuk Windi dari jauh nyatanya tidak juga bisa membuat perempuan itu menyerah untuk menolaknya. Sementara itu syarat agar ia bisa menguasai seluruh aset keluarga Dannis adalah dengan keturunan. Ia belum menikah, bagaimana bisa mendapatkan keturunan? Namun, kenyataan bahwa Windi hamil anaknya seolah menjawab kegelisahannya.


Awalnya ia berfikir bahwa PR besarnya adalah menikahi Windi, tapi ia lupa siapa Windi itu? Gadis cerdas yang telah ia nodai, bahkan semakin kuat ketika sudah ia rusak dengan bejatnya. Gadis yang sudah menjadi wanita itu melahirkan anaknya dengan sehat, mengurusnya dengan kasih walau tanpa ayah, mempertaruhkan jiwa raganya untuk anak mereka.


Yah, Melvin harus mendapatkan Windi apapun caranya. Walau harus memaksa atau membuat Windi semakin membencinya.


...•...


Rumah bak istanah itu tak bisa merubah situasi hati Windi yang terlanjur terluka oleh sang pemilik rumah. Ia menatap ke arah luar jendela, matahari hampir saja kembali ke peraduan masa. Terhalang oleh dedaunan dari pohon yang ada di taman samping rumah.


Windi belum juga keluar kamar, iapun belum mau memakan makanannya karena tidak tau akan kehalalan dari makanan yang disediakan. Sementara Tristan, masih terlelap di antara 2 bantal guling dan selimut yang membungkus tubuh kecilnya.

__ADS_1


Dalam lamunan Windi yang tenang itu, tiba-tiba suara Melvin mengagetkannya. Melvin masuk ke kamar itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Windi!"


Windi langsung menoleh, kemudian berbalik. Ia melirik Tritan sejenak, hingga akhirnya...


"Kita bicara di luar saja, Tristan masih tidur." ia kemudian berjalan ke arah pintu, membuat Melvin langsung keluar duluan di susul Windi.


Sudah menunggu Leonel dan Alvin--pengacara Melvin, yang langsung berdiri ketika Melvin dan calon Mrs. Dannis itu berjalan ke arah mereka.


Setelah perkenalan, mereka duduk di bangku taman dengan meja lingkaran di tengahnya. Melvin menyerahkan amplop coklat yang tadi pagi di berikan oleh Leonel. Windi mengeluarkan isinya dan membaca kata perkata dalam kertas bermaterai itu.

__ADS_1


Perlahan Windi meletakkan kertas itu di atas meja, ia tidak menyentuh bolpoint yang tersedia untuknya, melainkan menatap Melvin serius dan bertanya.


"Kamu boleh berambisi, tapi tidak untuk mempermainkan sebuah keimanan." ujarnya membuat ketiga pria dewasa di sana terperangah.


Seorang perempuan muda berani memberikan tatapan menusuk pada Melvin si raja iblis. Leonel dan Alvin sampai kesulitan menelan ludahnya sendiri.


"Aku serius, semuanya aku serius. Menikahimu, menjadi ayah Tristan dan masuk Islam demi menikah deganmu. Aku serius, Windi." ujarnya menahan diri untuk tidak membentak.


"Tidak, kamu tidak serius karena masuk Islam demi menikahiku. Aku tidak menerima ini tuan Melvin!" ujarnya lagi-lagi menusuk.


"Makanya ajari aku Windi, please. Jangan lagi menghakimiku, aku sudah cukup. Aku bersalah dan seluruh dunia menyalahkanku, aku sudah sampai di sudut paling gelap. Beri aku penerang jika langkahku salah, aku ingin serius tapi aku tak tau mulai dari mana. Tapi sekarang aku adalah muslim. Beri aku kesempatan, Win!" balasnya meraup wajahnya yang sudah memerah.

__ADS_1


Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍


__ADS_2