
"Daddy lagi apa?" tanya Tristan menengok ayahnya yang tengah sibuk dengan laptop di pangkuannya.
Melvin menoleh ke arah Tristan kemudian tersenyum, "kerja sayang."
"Kelja?"
"Ya, besok kalau Tristan sudah besar pasti tau. Mana bunda?" tanya Melvin mengelus kepala putranya sayang.
"Sedang keljain tugas kuliah!"
"Oh, sini Tristan sama daddy!" ia mengangkat tubuh kecil anaknya untuk duduk di sampingnya.
"Daddy kelja apa? Besok kalo Tan cudah besal, Tan boleh jadi sepelti daddy?" tanya suara polos itu.
Melvin terkekeh mendengarnya, ia segera menyerang wajah puranya dengan ciuman sayang dan mulai menanggapi.
"Tristan memang harus menjadi seperti daddy, menjadi seorang pebisnis. Okey?"
Tristan mengangguk semangat, tetapi ia masih bingung.
"Memang, pebisnis itu apa daddy?" tanyanya polos.
__ADS_1
Melvin terkekeh dan mecubit kedua pipi putranya, "orang yang membuat sebuah produk yang belum ada di dunia!"
Penjelasan sederhana itu cukup membuat Tristan dengan antusias mendengar penjelasan lanjutan.
Akhirnya Melvin bekerja dengan ditemani Tristan yang terus mengoceh, ia pun tidak keberatan.
•
Di sisi lain, Windi sedang pusing-pusingnya dengan tugas kuliah, ia sampai lembur dan menitipkan Tristan pada pengasuh. Ketika hari ke-3 ia menyelesaikan tugasnya, ia tidak menemukan Tristan di rumah. Ia juga bertanya pada pengasuh dan mencari di seluruh penjuru rumah.
Setelah sekian lama mencari, pengasuh yang sudah tua itu baru ingat kalau terakhir kali Tristan bersama Melvin. Windi menghela nafas halus, kemudian mengelurakan androidnya untuk menghubungi sang suami.
"Assalamu'allaikum Melvin, apakah Tristan ikut ke kantor?" tanya Wina to the point.
"Syukurlah, oke aku akan bersiap."
•
@Taman Hiburan
Windi kebingungan mencari dimana keberadaan suami dan putranya, ia menelpon Melvin beberapa kali tetapi belum juga diangkat. Ketika ia sampai di wahana Bianglala, ia melihat satu kurungan dengan diisi orang paling familiar. Adalah Melvin dan Tristan yang sedang berbahagia melihat pemandangan area taman hiburan dari atas sana.
__ADS_1
Windi menghela nafas, mereka tidak sadar membuatnya khawatir setengah mati. Ia terus menunggu sampai wahana selesai dan keduanya belum juga menyadari keberadaan Windi yang masih setia menunggu.
Ketika Melvin yang menggendong Tristan keluar area wahana, Windi berkecak pinggang menatap sebal ke arah suami dan putranya.
"Seneng yah buat bunda khawatir?"
Melvin dan Tristan terkejut, tetapi selanjutnya mereka nyengir kuda merasa tidak enak. Melvin segera mendekat dan menurukan Tristan kemudian memeluk pinggang sang istri membujug.
"Aku gak mau ganggu kamu yang lagi pusing dengan tugas sayang, jadi aku ajak Tristan ke taman hiburan. Bukan karena aku ak mau ngajak kamu, serius! Aku cuma gak mau ganggu kamu."
Windi mulai melembutkan tatapannya,
"Setidaknya kamu kasih kabar sama aku, aku khawatir!" tegas Windi.
Melvin mengangguk.
Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍
"Tristan kemana!?" tanya Windi panik.
Melvin juga shock, spontan ia langsung mencari ke segala arah diikuti Windi.
__ADS_1
•
Bersambung...