Ayah Anakku

Ayah Anakku
Keluarga Dannis 2


__ADS_3

Celin melihat Melvin tengah bersenda gurau dengan beberapa sepupunya. Ia tersenyum ketika tidak menemukan Windi di sekitanya. Merasa ada peluang, ia mendekati Melvin dengan bahagia.


"Si*lan!"


Tanpa pikir panjang, Melvin langsung masuk ke dalam kolam. Windi tak bisa berenang, ia sudah hampir kehabisan tenaga tatkala suaminya datang menolong.


Melvin membawa Windi kembali ke permukaan, ia sangat-sangat khawatir. Setelah Melvin sudah berhasil membawa  Windi ke pinggiran kolam, ia langsung memberikan pertolongan pertama sampai memberikan nafas buatan pada istrinya.


Diana berlari terbirit menghampiri mereka, membawa handuk. Sementara itu Windi baru saja sadar ketika Melvin memberikan nafas buatan 2 kali.


Setelah Windi terbatuk dan membuka matanya, Melvin langsung mengangkat Windi ke dalam rumah. Ia bertekad untuk membuat Celin bertanggung jawab atas sikapnya pada istri tercintanya.


...•...


Puk! Puk!


"Bunda! Hiks..." Tristan menepuk-nepuk wajah Windi yang masih menutup mata.

__ADS_1


Ia menangisi bunda tercinta karena belum juga bangun setelah di dorong kekolam renang oleh Celin. Anak laki-laki tampan itu tak mau lepas dari bundanya, memeluk dan berbaring di samping sang bunda berharap bahwa Windi lekas membuka mata.


"Bunda angun! Bunda...hiks!" ia menangis terus-terusan.


Puk! Puk!


Ia menepuk wajah Windi, sudah 2 jam ia melakukan itu. Sementara Melvin dan yang lainnya membiarkan Tristan melakukan apapun. Kata dokter pribadi keluarga Dannis, Windi hanya butuh istirahat.


Melvin dan keluarga Dannis melihat betapa Tristan menyayangi ibunya, di usia yang masih sangat kecil ia begitu mengerti ibunya tengah kesulitan. Melvin membujug Tristan beberapa kali, namun Tristan terus memeluk Windi erat.


Sampai akhirnya Tristan tertidur pulas di samping Windi, disusul Melvin yang terus menjaga istri dan anaknya dalam dekapan hangat.


...•...


Ia beranjak dari kasur, melepas pelukan Tristan dan Melvin dengan hati-hati. Ia menoleh ke arah jam dinding, menunjukan pukul 4 pagi. Dengan halus, ia mengelus rambut Melvin dan membisikan,


"Tuan Melvin," mulia bergerak, namun belum membuka mata.

__ADS_1


"Bangunlah, kita sholat subuh dulu," sambung Windi tepat di depan telinga sang suami.


Bohong jika ia tidak baper dengan kata-kata Cekin tadi, tapi kembali lagi. Banyak yang menginginkan Melvin lebih dari dirinya, banyak yang akan memperjuangkan Melvin di atas segalanya walau harus dianggap sebagai pelakor.


"Aku minta maaf karena selalu membuatmu diejek, karena aku tidak cantik dan tidak memiliki hal yang dapat ku banggakan pada semua orang. Juga... karenaku semua orang menjatuhkanmu di media sosial, bahkan...hiks...hiks...orang terdekatmu...hiks!" ucap Windi menangis dalam prlukan suaminya.


Melvin melepas pelukannya dan menatap istrinya dalam, "no!"


Melvin menghapus air mata istrinya dan mengecup kedua matanya.


"Mata ini..." Windi menatap Melvin yang tengah tersenyum, "tak aku izinkan untuk menangis lagi. Oke?"


Windi jadi tersipu dengan rayuan itu, ia tersenyum dan mereka kembali berpelukan hangat.


Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍


**Like yang banyak biar lanjut cepet😍

__ADS_1


Nih tak kasih hadiah fotonya daddy Melvin🤣**



__ADS_2