
Dengan gaun hitam khas Jawa Tengah, kedua mempelai terlihat elegan dan itu pemandangan unik bagi orang Inggris. Semua kerabat datang, mereka menguatamakan tamu dari Indonesia yang langsung akan pulang nanti sore. Entah sudah berapa banyak air mata yang keluar dari Windi, menyalami sanak saudranya, kemudian sahabat lama bu ya dan beberapa rekan kerja yang ikut bersama bibi Jihan. Dan ia sangat terharu ketika dalam pelukan bibi Jihan, ia menangis tersedu. Kemudian, ia memeluk Reno dengan sangat erat, bagaimanapun Reno adalah pengganti orang tua mmbaginya.
Semua itu tak luput dari pandangan Melvin, Windi selalu baik pada orang lain bahkan pada orang yang menghancurkannya.
Seperti halnya bunga, Ali Bin Abi Talib berkata. "Jadilah seperti bunga, yang akan mengharumkan walau pada tangan yang menghancurkan"
Mereka cantik-cantik, tampan, tinggi dan body goals semuanya. Windi hanya menyalami para laki-laki yang tersenyum padanya, sementara itu para wanita dan pria memeluk Melvin dengan agresif. Bahkan ada yang cipika-cipiki dengan Melvin.
"Jangan buat istrimu cemburu bro!" ujar Glen teman tengil Melvin sembari bersalaman khas laki-laki.
"Haha, siap bro!" ia melirik Windi, berniat menggoda.
Sementara Windi mengalihkan perhatiannya pada para tamu yang masih menyalaminya tanpa putus.
"Kau cemburu?" tanya Melvin berbisik ketika tamu sudah tidak padat.
__ADS_1
Windi terkejut dan mengeryit, "tidak. Untuk apa?" tanyanya ketus.
Melvin malah terkekeh dengan tanggapan itu, Windi terlihat lucu ketika sedang kesal.
"Ayolah jangan berpura-pura, kau tidak pandai berakting. Mau aku peluk dan cium sekarang?" tawarnya sontak membuat Windi mendorong bahu Melvin keras.
"Apa-apaan kau ini!" sinisnya tersenyum paksa.
Ia masih sadar ada beratus pasang mata yang mengawasi mereka di ruangan luas itu. Namun, mereka melihat kedua mempelai seperti sedang mengobrol mesra, saling melempar candaan. Padahal Windi telah menahan dongkolnya sejak tadi.
Windi langsung membawa Tristan pada pangkuannya, memeluk hangat dan menciumi pipinya gemas. Dari setelah sesi foto ia tak melihat anaknya, ternyata sedang bersama Diana dan bibi Jihan yang terlihat akrab.
"Bunda tantik!" ujarnya dengan bahasa Indonesia.
Windi langsung terkekeh kecil, ia mengecup kening Tristan lagi dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Syukron jazakallah khoir, habibi!" ujarnya menggunakan bahasa Arab.
"Waiyaki bunda!" balas Tristan membalas pelukan ibunya erat.
Melvin menatap keduanya dengan bahagia, ia tak pernah menyangka akan berada pada titik ini.
"Kalian sedang bicara pakai bahasa apa sih? English please!" ujar Melvin mengelus kepala Tristan.
"Pakai bahasa Arab daddy! Kata bunda bahasa Arab itu wajib dipelajari oleh setiap muslim, agal kita bisa memahami Al-qur'an dan Sunnah yang memakai bahasa Arab, dad!" ujarnya lucu.
Melvin merasa kecil ketika mendapat jawaban itu dari sang anak. Ia menatap Windi yang hanya diam tersenyum tipis pada Tristan yang masih mengoceh dipangkuannya.
...•...
Vote yang banyak biar saya semangat 😁
__ADS_1
Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍