
"Bunda belajal apa?" tanya suara imut Tristan ketika melihat ibunya sibuk dengan buku bacaan.
Windi yang medengar langsung menoleh dan tersenyum, merentangkan tangan untuk mendekap pangeran kecilnya.
Setelah Tristan sudah ada dalam pelukannya ia kemudian melepasnya dan membawa Tristan ke pangkuannya.
"Belajar tentang menulis habibi!" balas Windi mencium rambut putranya.
"Udah jam 12 nih sayang, kita sholat yuk!" ajaknya pada putra kecilnya.
Rutinitas itu terus dilakukan, pada putra kecilnya yang baru berusia 3,5 tahun, ia tanamkan nilai Islam.
Setelah sholat mereka menuju ke kantor Melvin untuk mengantarkannya makan.
...•...
@Kantor Dannis
__ADS_1
Semua orang yang ada si kantor menatap Windi dengn tatapan beragam, kebanyakan mengandung cemooh. Namun, Windi tetap berusaha ceria menanggapi ocehan putranya. Ketika itu di loby, ia menelpon Melvin, tetapi sudah 5 kali dan kali kelimanya tidak diangkat.
Kemudian, Windi menghubungi Sekretaris Melvin. Akhirnya resepsionis percaya. Tidak masuk akal sebenarnya jika orang-orang khususnya karyawan Melvin, tidak tau siapa istri Melvin. Sebab Melvin dan Windi menjadi bahan pembicaraan ketika dilansungkannya pernikahan sampai 2 minggu setelahnya. Seorang resepsionis mengantarkan Windi ke ruangan suaminya. Di lift menuju ke tempat itu, resepsionis bernama Bianca berkata.
"Tadi juga nona Jennifer ke sini, ke ruangan bos. Saya tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar informasi jika dulunya Jennifer adalah teman kencan bos. Dia saingan model dari nona Celin."
Nyes!
Ada sesuatu yang menusuk ulu hati Windi, sakit. Bianca ingin Windi tau posisinya, walau statusnya adalah istri sah dari Melvin tetapi ia bukanlah satu-satunya. Kini, Bianca dan yang lainnya membenci Windi yang beruntung memiliki Melvin. Andai semua orang tau, Melvin lah yang beruntung memiliki Windi.
...•...
"Di negara ini aku tau seperti apa bebasnya kehidupan kalian, akupun tak akan terlibat dengan perzinahan kalian. Tetapi, kalian melakukan perzinahan di atas ikatan rumah tangga yang belum genap setengah tahun berjalan. Siapapun yang ada diposisiku akan merasakan sakit hati," kini air mata mulai mengalir di pelupuk mata indahnya.
Windi terisak, hal itu menyayat hati Melvin juga Jennifer sebagai pihak ketiga.
"Hiks...aku bingung harus bagaimana dalam bersikap. Aku cemburu...hiks...hiks!" ia memegangi dadanya yang sesak
__ADS_1
Melvin juga menangis saat itu, "tolong jelaskan, mengapa kalian melakukan ini?" ungkapnya berusaha tetap berkaat baik-baik.
"Aku ingin kau meminta maaf pada nona Jennifer sebagaimana seorang laki-laki gantle bersikap, Melvin. Kau sadar perlakuanmu pada nona Jennifer itu salah kan?" Melvin diam.
Windi memejamkan mata sejenak sebelum menghampiri Jennifer dan menggenggam tangannya. Tentu saja Jennifer terkejut, ia spontan menarik tangannya dari genggaman Windi. Namun, detik berikutnya, Windi memegang bahu kanannya dan menatapnya dengan permohonan maaf yang tulus.
Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍
Melvin berdiri, mendekati dua wanita dalam hidupnya itu dan menatap Jennifer merasa bersalah.
.
.
.
Ikuti kisahnya😉
__ADS_1
Jangan lupa like and coment!