
Vote jangan lupa!😁
.
.
.
"Kita sampai!" ujar Melvin ketika mobilnya sudah terparkir.
Ia menoleh ke arah Windi yang terlihat gugup, walau begitu ia berusaha tenang, sebab sedari tadi Tristan sudah antusias ingin bertemu kakek dan neneknya.
"Alhamdulillah, kita ketemu glendma dan glendpa!" teriak Tristan membuat Windi terkejut.
Windi memperhatikan tingkah buah hatinya, hingga sebuah tangan mengambil alih Tristan sekaligus menggenggam tangannya erat. Hal itu membuat Windi mendongak, kemudian terpampanglah wajah tampan nan segar milik sang suami. Malam ini, Melvin tampil dengan tampilan kasual dengan gaya rambut rapih nan keren. Wajah Melvin menampilkan senyum tipis, namun genggaman tangan itu cukup meyakinkan Windi untuk menghadapi semuanya dengan tenang.
@Ruang Tamu
"Yuhu!!! Cucu grandma datang!" ujar wanita berusia 60an tahun itu dengan hebohnya.
__ADS_1
Miranda dan seorang anak laki-laki datang juga dari arah ruang keluarga, suasana rumah sangat ramai. Windi menebak jika di dalam masih banyak orang yang tengah berkumpul.
Tristan sudah beralih turun bersama Damian anak pertama Miranda, namun genggaman tangan Melvin masih sama. Mereka berdua digiring masuk ke ruang keluarga, menyusul 2 anak laki-laki yang berian girang.
"Aku harap semua bisa menerima Windi, apapun alasan dia masuk di keluarga ini. Salahkan Melvin jika harus ada yang disalahkan, Windi sekarang anakku juga. Hargai dia dan terimalah dia, tapi kalau kalian tidak bisa menerima jangan hinakan dia. Itu cukup!" ujar Jhon pada seluruh kerabatnya.
-
•
Belinda dan Windi duduk di bangku ruang belajar, tempat paling tenang dan tentunya hanya ada mereka berdua di sana.
Ia sedikit terkjut melihat foto itu terlihat agak kuno, namun pertanyaannya langsung dijawab oleh Belinda.
"Di sofa ada Jordan Dannis, alm. kakek Melvin yang sedang memangku Melvin kecil. Dia sudah tampan dari kecil." ujar Belinda terkekeh sembari mengenang.
Windi mengakuinya, hingga usianya sematang ini pun ketampanannya masih terus melekat.
"Di belakang ada ayahnya, Jhon Will dan pamannya Wilson. Kami hanya memiliki 3 anak, Wilson, Jhon dan Emmy. Namun, yang memiliki jiwa pemimpin hanya Jhon. Wilson punya jiwa seni, dia penyanyi senior di negeri ini. Kau pasti terkejut!" tebak Belinda melihat wajah kaget Windi.
__ADS_1
Windi langsung mengangguk, kemudian mereka berdua tertawa kecil.
"Sedangkan Emmy, ia lebih tertarik di dunia design. Jadi pilihan kami ada pada Jhon, sebagai pewaris. Dan akhirnya dia memiliki anak yaitu Melvin, setelahnya Melvin memiliki jagoan, Tristan." tambah Belinda tersenyum lebar
"Kau kira, apa yang membuat seorang gadis lugu sepertimu bisa menyatu dengan orang bebas seperti Melvin?" tanya Belinda mematap Windi yang sedang bergikir.
"Itu karena sebuah kesalahan..."
"Benar, tapi pasti ada hal lain di baliknya. Bayangkan, kau dari Indonesia sayang. Dan Melvin? Kalian sangat jauh dari segi fisik dan non fisik."
Windi mengangguk, mengakuinya. Belinda menggenggam tangan Windi dan menatapnya dalam.
"Kalian ditakdirkan bersama untuk mengarungi kehidupan, hadirnya Tristan adalah kesalahan tapi takdir memanggil kalian menyatu. Terlepas dari sikap Melvin yang diktator, namun ia merindukan sosok sepertimu di sisinya." ucapnya mengelus tangan Windi dalam genggamannya.
.Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍
.
.
__ADS_1
Akan saya lanjut dengan mempertimbangkan pembaca dan pendukung😍