
Setelah 2 hari dirawat Ayame seorang diri, Riku akhirnya tewas mengikuti jejak Emi. Ayame pun mengubur Riku di sisi makam Emi yang telah dikubur 2 hari yang lalu.
Ayame memilih bergerak sendiri, tanpa ada lagi dukungan orang lain. Ketika sedang melewati sebuah jalan di tengah hutan, dia melihat sosok gadis muda yang terjebak dalam situasi berbahaya.
Ada 3 pria hidung belang yang berusaha mencegahnya melarikan diri dan bermaksud melakukan tindakan asusila terhadapnya. Tanpa ragu, Ayame menghardik 3 pria itu.
"Kalian hanya beraninya melawan perempuan yang tak berdaya."
Ketiga orang itu langsung menoleh ke arah datangnya suara.
"Wah, duren jatuh. Malah ada wanita lain yang ingin ikut berpesta dengan kita," kata salah satu dari mereka seraya tertawa.
"Sikaat boss!"
"Sepertinya dia tak kalah cantik."
Dengan kecepatan dan keahliannya yang luar biasa, Ayame menghadapi ketiga pria itu. Meski begitu, Ayame tak perlu menggunakan teknik serangan terlatih untuk mengalahkan mereka satu per satu.
Kemampuan bertarungnya yang tangguh dan ketangkasannya dalam menggunakan senjata ninja membuatnya memiliki keunggulan yang jelas.
Sambil melindungi gadis itu, Ayame memastikan dia aman. Dia mengingatkan gadis itu berhati-hati dan berlari menjauh dari tempat itu. Ayame sendiri tak ingin menarik perhatian lebih banyak musuh, jadi dia memilih untuk menyelinap keluar dari situasi itu dengan hati-hati.
Setelah menyelamatkan gadis itu, Ayame melanjutkan perjalanannya dengan tekad yang lebih kuat.
"Terima kasih," kata gadis itu sambil menarik menarik pergelangan tangan Ayame, menahan.
Ayame menoleh ke arah gadis itu. "Tidak perlu berterima kasih padaku. Aku hanya kebetulan lewat."
"Bolehkah aku ikut bersamamu? Aku merasa bahwa perjalanan ini bisa menjadi kesempatan bagiku untuk memulai hidup yang baru."
"Aku menghargai keinginanmu ikut bersamaku, tapi kehidupan seorang ninja penuh dengan bahaya. Aku khawatir kamu tidak siap untuk menghadapinya. Lebih baik kamu kembali ke keluargamu."
"Sebenarnya, aku tak punya siapa-siapa lagi. Ayah dan ibuku dibunuh oleh pria kejam. Kakak pertamaku juga dibunuh saat menyelamatkan aku dari orang-orang tadi."
Ayame memandang gadis muda itu dengan perasaan campur aduk, merenungkan permohonannya.
"Baiklah. Jika kamu benar-benar ingin ikut bersama, aku akan menerimanya. Tapi ingatlah, ini bukanlah kehidupan yang mudah."
Gadis tersebut tersenyum bahagia, merasa lega Ayame telah menerima permohonannya.
"Aku belum tahu siapa namamu?" tanya Ayame kepada gadis itu. "Namaku Ayame."
"Namaku Yui. Nama kakak bagus."
Ayame berhenti sejenak, menoleh ke arah gadis yang mengaku bernama Yui. "Kakak? Aku masih berumur 15 tahun."
"15 tahun?"
Yui tampak terkejut. Dari perawakan Ayame, seharusnya mungkin telah berumur 18 atau 19 tahun. Hal itu wajar mengingat penampilannya yang adalah seorang ninja wanita.
...***...
__ADS_1
Setelah berjalan cukup lama, Ayame dan Yui memutuskan beristirahat di hamparan rumput pinggir sungai. Cahaya matahari terik yang menyinari mereka menciptakan suasana yang tenang dan damai.
Ayame merasa lega setelah perjalanan panjang yang mereka lalui, sementara Yui menatap indahnya aliran sungai dengan penuh kagum.
Mereka duduk bersama, menyelami ketenangan alam sekitar. Suara gemericik air sungai dan kicauan burung di sekitar menciptakan latar belakang yang menenangkan.
Dalam kesunyian yang nyaman, Ayame dan gadis itu saling bertukar senyuman. Mereka merasakan ikatan persahabatan yang kuat, yang tumbuh dalam perjalanan mereka bersama. Ayame merasa terinspirasi oleh semangat gadis itu untuk menjalani kehidupan yang damai dan bermakna.
Tiba-tiba saja, Yui mengajukan permintaan kepada Ayame, memohonnya meninggalkan jalan menjadi seorang ninja dan mencari kedamaian sebagai wanita biasa.
Menurutnya, Ayame akan terlihat lebih cantik dan indah jika tidak terlibat dalam tindakan membunuh.
"Ayame, kau masih sangat muda dan cantik. Dunia ninja bukanlah tempat yang pas untukmu. Bertarung, saling membunuh, hanya akan menambah rantai kebencian yang panjang."
Ayame memandang gadis itu dengan penuh pengertian. Dia memahami keinginan Yui untuk melihat keindahan dan ketenangan dalam hidup, tanpa terlibat dalam kekerasan.
Yui pun mengambil pedang Ayame, kemudian meletakkannya di tengah-tengah mereka. Usai menikmati alam, Yui berdiri diikuti Ayame.
Yui mengambil perlengkapannya dan memanggil Ayame. Dengan penuh kasih sayang Yui mendadani penampilan Ayame yang awalnya identik sebagai seorang ninja tanpa ditolak.
Dia mengubahnya menjadi seorang gadis desa dengan pakaian kimono yang indah. Pakaian itu mencerminkan keindahan dan keanggunan tradisi serta kedamaian yang ada di desa.
Sementara pakaian ninjanya disimpan ke dalam tas kain yang dibawa Yui.
"Kamu tampak lebih cantik dan natural, Ayame."
Ayame memandang dirinya di cermin dengan terkejut. Dia terlihat berbeda, tetapi dalam pandangan gadis itu, Ayame tetap memancarkan kecantikan yang unik dalam kelembutan dan kebijaksanaannya.
Ketika terbangun, Ayame telah ditindih oleh salah satu preman, kedua tangannya dipegangi preman lainnya. Pakaian Ayame tersingkap hingga ke atas lutut. Sementara Yui dipeluk dari belakang oleh preman lainnya yang mungkin adalah pemimpinnya.
Yui terus meronta-ronta. Di sisi lain, Ayame tak memikirkan nasibnya sendiri. Dia menoleh ke arah Yui yang pakainnya ditanggalkan paksa, menyisakan pakaian dalamnya.
Karena terus meronta, preman itu akhirnya membunuh Yui dengan cara menyayat lehernya dengan senjata tajam yang dia bawa. "Berisik, kubunuh kau!"
Darah muncrat dan berceceran. Ayame melihat tragedi itu dengan kemarahan. Tiba-tiba saja, bunga sakura berguguran di sekeliling tempat itu yang membuat para preman bingung. Sebab, itu adalah tempat terbuka, dan tidak ada pohon sakura di dekat tempat itu.
Arrgghhh!
"Sakit."
"Apa-apaan ini."
"Kurang ajar!"
Dan umpatan lainnya. Bunga sakura itu bukan bunga sakura biasa. Itu merupakan teknik ninja Hanabira Shuriken, sebuah teknik dasar milik klan Kurogane.
Dengan teknik Hanabira Shuriken, Ayame bisa menciptakan shuriken berbentuk bunga sakura yang berguguran. Meski terlihat sangat indah dan lembut, tapi jika terkena tubuh akan berefek seperti terkena shuriken.
"Apakah wanita itu seorang ninja?" tanya salah satu di antara mereka penuh ketakutan. Mereka melirik ke arah Ayame. "Siapa kau?"
Dalam sekejap, Ayame membunuh gerombolan preman itu dengan sangat mudah. Ayame yang sebelumnya berubah menjadi gadis desa yang cantik dan menawan, mengambil kembali baju miliknya.
__ADS_1
...***...
Ryuji mendapat informasi tentang keberadaan Ren dan Haru yang telah membunuh Emi dan Riku. Ryuji pun berniat membalaskan dendam 2 muridnya itu.
Ryuji dan Yuki berjalan dengan hati-hati menuju tempat istirahat dimana Ren dan Haru berada. Namun, sebelum mereka bisa mengucapkan sepatah kata pun, tiba-tiba mereka disergap oleh Ren dan Haru yang telah siap sedia.
"Jadi kalian berani datang ke sini dengan niat apa, huh?" tanya Ren.
"Kalian telah mengganggu rencana kami terlalu banyak. Sekarang, saatnya kalian membayar harga yang pantas."
Ryuji dan Yuki berusaha melawan, tetapi dengan keahlian yang luar biasa, Ren dan Haru berhasil menundukkan mereka. Mereka mengikat tangan dan kaki Ryuji dan Yuki, menjadikan mereka tawanan tak berdaya.
Ren dan Haru menatap tajam kepada Ryuji dan Yuki yang terikat sebagai tawanan. Dalam keheningan yang tegang, mereka saling berpandangan, menunjukkan pertanyaan yang tak terucapkan.
"Di mana Ayame?" tanya Ren tanpa basa-basi.
"Kalian tahu di mana dia berada?"
Ryuji dan Yuki mempertahankan diam yang teguh, menolak memberikan jawaban apapun. Mata mereka penuh dengan keteguhan dan tekad yang tak tergoyahkanberusaha melindungi rahasia Ayame, bahkan jika itu berarti mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.
"Kalian benar-benar keras kepala, bukan?"
"Kalian pikir dengan tetap diam, kami tidak akan bisa mengetahui keberadaannya?"
Ryuji dan Yuki hanya menggelengkan kepala, menunjukkan bahwa mereka tidak akan memberikan informasi apa pun kepada Ren dan Haru. Keteguhan mereka tidak tergoyahkan, meskipun mereka menyadari betapa berbahayanya situasi ini.
"Baiklah, kalau begitu biarlah waktu dan keadaan yang membuktikan segalanya," Ren menghela nafas panjang.
Setelahnya, Ren dan Haru menyusun rencana licik. Mereka memutuskan untuk memberikan informasi ke masyarakat bahwa mereka akan membunuh Ryuji dan Yuki dalam beberapa hari ke depan.
Ren dan Haru berharap kabar tersebut akan mencapai telinga Ayame. Mereka menganggap ancaman terhadap nyawa Ryuji akan menjadi daya tarik yang cukup kuat bagi Ayame keluar dari persembunyian dan menghadapi mereka.
Di tempat persembunyian, Ryuji dan Yuki terikat dalam keterbatasan, menyadari bahwa mereka telah menjadi umpan dalam rencana jahat Ren dan Haru.
"Apakah kau senang mendengar informasi yang telah beredar di tengah masyarakat?" tanya Haru sambil tertawa.
"Beraninya memakai cara pengecut seperti itu. Kau menganggap dirimu kuat dan hebat? Sama sekali bukan lawan yang pantas bagi Ayame."
"Tikus yang terjebak akan panik, lalu mati dalam kepanikannya. Kau pikir Ayame bisa melawan kami berdua, hah?"
Namun, meskipun terancam nyawa, mereka tetap tegar dan bertekad untuk melindungi Ayame. Mereka mempersiapkan diri secara mental dan fisik, siap menghadapi segala kemungkinan yang akan datang.
Di sisi lain dalam perjalanannya yang tak punya arah tujuan, Ayame mendengar dari orang-orang bahwa beberapa hari ke depan ada eksekusi mati terhadap 2 orang bernama Ryuji dan Yuki.
Awalnya, Ayame mengira itu hanyalah omong kosong belaka, sebab Ryuji adalah pengguna teknik Hattori ryu yang andal. Sementara Yuki juga bukan ninja sembarangan. Jika itu terjadi, hanya ada 2 kemungkinan, ditangkap pasukan Oda, atau kalah melawan ninja lebih hebat.
Setelah dikofirmasi bahwa informasi tersebut adalah valid, Ayame dipenuhi kecemasan dan kegelisahan. Meskipun dia tahu itu bisa menjadi perangkap, dia tak bisa membayangkan kehilangan temannya.
Pertarungan yang akan datang akan menjadi ujian nyata bagi Ayame. Dia harus berjuang tidak hanya untuk melindungi nyawa Ryuji, tetapi juga untuk mengungkap dan menghentikan rencana jahat Ren dan Haru.
Saat ini, ketegangan di antara mereka mencapai puncaknya, dan keberanian serta kesetiaan akan diuji dalam pertempuran yang akan datang. (FA)
__ADS_1