Ayame Kurogane

Ayame Kurogane
Ingatan


__ADS_3

Istana Kanazawa merupakan pusat kekuasaan Keshogunan Oda. Di dalam istana terdapat ruang-ruang penting seperti ruang audiensi, ruang perundingan, dan ruang pertemuan para pemimpin.


Dilihat dari sisi manapun, Istana Kanazawa mencerminkan kesenjangan sosial yang ada pada era Sengoku, namun masyarakat tak ada yang berani berkomentar. Di dalam istana terdapat kelas samurai yang tinggi dan elit, tapi juga terdapat kelas pekerja seperti pelayan, pengawal, atau ninja yang bekerja di balik layar.


Meski demikian, ninja-ninja kelas atas dari klan besar memiliki potensi menduduki posisi yang penting dan strategis di Istana Kanazawa.


Istana Kanazawa juga memiliki akademi ninja yang sangat terkenal bernama Akademi Osei. Akademi ini menjadi tempat pelatihan bagi ninja-ninja muda yang bercita-cita menjadi kuat dan terampil.


Istana Kanazawa menjadi salah satu bangunan paling megah di wilayah Keshogunan Oda dan memiliki arsitektur yang megah dan indah. Bangunan-bangunan istana yang kokoh dan bertingkat tinggi memberikan kesan keagungan dan kemewahan.


Lingkungan sekitar Istana Kanazawa dipenuhi dengan taman yang indah dan air mancur yang menambah suasana yang sejuk dan menenangkan. Suara gemercik air dan angin sepoi-sepoi memberikan sensasi ketenangan.


Istana Kanazawa memiliki sejarah panjang yang terkait selaras dengan bermulanya Keshogunan Oda yang dipimpin oleh Oda Nobugawa I. Suasana di dalam istana menjadi cerminan kejayaan masa lalu dengan dekorasi dan artefak bersejarah yang ditempatkan di berbagai ruangan.


Di sekitar Istana Kanazawa, terdapat beragam aktivitas dan keramaian. Pengunjung dari wilayah sahabat Keshogunan Oda bisa mengelilingi area istana, berinteraksi dengan pemandangan, dan menikmati keindahan alam sekitar. Ada juga acara atau perayaan yang menambah semarak suasana.


Meskipun ada keramaian dan kunjungan, Istana Kanazawa juga memiliki area yang tenang di dalamnya, seperti taman-taman tersembunyi atau ruang meditasi. Tempat ini memungkinkan untuk merasakan ketenangan dan kedamaian di tengah kesibukan istana.


...***...


Arsitektur Istana Kanazawa mengikuti gaya arsitektur tradisional Jepang yang khas pada era saat itu, yakni Era Sengoku.


Istana Kanazawa mengadopsi gaya arsitektur Shoin-zukuri, yang merupakan gaya arsitektur yang banyak digunakan dalam bangunan bangsawan pada masa itu.


Ciri khasnya adalah penggunaan sekat-sekat kayu (shoji) yang dapat digeser, lantai tatami, dan dinding dengan panel kayu (fusuma) yang dihiasi dengan lukisan atau karya seni klasik.


Istana Kanazawa memiliki pagoda, menara bertingkat yang sering ditemukan dalam arsitektur klasik masa itu. Pagoda memiliki atap bertingkat dengan penutup genting khas dan sering digunakan sebagai simbol keagamaan.


Selain sebagai tempat tinggal Keluarga Nobunaga, Istana Kazanawa ini juga menjadi tempat berkumpul Dewan Agung Keshogunan Oda. Masing-masing dari mereka berasal dari 12 klan paling terpandang dan besar di kawasan itu.


Dewan Agung Keshogunan Oda atau sering disebut 12 Dewan Agung Kanazawa dibentuk sebagai sebuah lembaga pemerintahan untuk menjaga perdamaian, mengambil keputusan penting, dan mengkoordinasikan kegiatan politik dalam keshogunan.


Pada abad ke-15, Keshogunan Oda didirikan oleh Oda Nobunaga I, seorang daimyo yang memiliki ambisi untuk menyatukan Jepang di bawah kekuasaannya.


Setelah berhasil memperluas wilayahnya dan mengamankan posisinya sebagai pemimpin, Oda Nobunaga I melihat perlunya adanya sebuah lembaga khusus yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif.


Pada suatu waktu setelah penaklukan sejumlah wilayah, Oda Nobunaga I mendirikan Dewan Agung sebagai lembaga pemerintahan tertinggi di bawah kekuasaan Keshogunan Oda. Dewan Agung terdiri dari para pemimpin dan perwakilan dari klan-klan terkemuka yang mendukung dan bersekutu dengan Oda Nobunaga I.


Dewan Agung mengatur kebijakan rotasi kepemimpinan setiap periode tertentu, biasanya dalam rentang waktu lima tahun. Pergantian kepemimpinan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan mencegah dominasi satu kelompok atau klan tertentu.

__ADS_1


Dewan Agung terdiri dari anggota-anggota yang mewakili klan-klan terkemuka dalam keshogunan, termasuk Klan Kurogane, Shiranui, Hattori, hingga Hanzo. Pengaruh klan-klan besar ini mempengaruhi dinamika dan keputusan yang diambil dalam Dewan Agung.


Masyarakat percaya, Dewan Agung Keshogunan Oda menjadi salah satu pilar penting dalam Keshogunan Oda. Keputusan-keputusan yang diambil oleh Dewan Agung memengaruhi jalannya sejarah dan perjalanan kekuasaan Keshogunan Oda.


Setiap klan yang menjadi anggota Dewan Agung memiliki suara yang sama dalam pengambilan keputusan. Mereka bekerja sama untuk membahas dan memutuskan kebijakan, strategi, dan masalah penting lainnya yang berkaitan dengan keamanan keshogunan.


Dengan adanya Dewan Agung, diharapkan setiap keputusan yang diambil dapat mewakili kepentingan bersama dari klan-klan anggota. Dalam proses pengambilan keputusan, penting bagi setiap anggota untuk menyampaikan pandangan mereka dan mencapai konsensus yang menguntungkan bagi semua pihak.


Peran Dewan Agung sangat penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di keshogunan. Melalui diskusi, perundingan, dan kolaborasi antara klan-klan anggota, Dewan Agung bekerja mencapai keadilan, perdamaian, dan kemakmuran bagi seluruh keshogunan.


Daftar 12 anggota Dewan Agung Kanazawa.



Klan Hanzo: Hanzo Yasunaga (Pemimpin 12 Dewan Agung periode sekarang)


Klan Tokugawa: Tokugawa Ieyasu


Klan Date: Date Masamune


Klan Shiranui: Shiranui Shingen


Klan Hojo: Hojo Ujiyasu


Klan Maeda: Maeda Toshiie


Klan Mori: Mori Motonari


Klan Imagawa: Imagawa Yoshimoto


Klan Shimazu: Shimazu Yoshihiro



Catatan: 2 klan lainnya, Kurogane dan Hattori telah musnah oleh invasi klan Shiranui.


Sementara anggota Dewan Penasihat Umum Keshogunan Oda yang dikenal sebagai anggota Sanbo memiliki 9 anggota, antara lain:


__ADS_1


Mitsuhide Akechi (Ketua Dewan Penasihat)


Nagahide Niwa


Tadashi Hirotada


Hideyoshi Hashiba


Yoshikage Asakura


Katsuie Shibata


Nagamasa Azai


Ranmaru Mori


Kanbei Kuroda



Untuk Dewan Penasihat Umum Keshogunan Oda, biasanya dipilih langsung oleh pemimpin Oda yang tengah berkuasa. Tugas mereka hampir mirip seperti Dewan Agung, hanya saja dipilih berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki.


Baik Dewan Agung maupun Dewan Penasihat Umum, keduanya memiliki pengaruh tersendiri di dalam Istana Kazanawa. Kedua kelompok ini sering terlibat ke dalam perdebatan yang runcing, sehingga kadang membuat pemimpin Oda turun tangan menanganinya sendiri.


...***...


Perseteruan antara Dewan Agung dan Dewan Penasihat Umum telah terjadi sejak era Oda Nobunaga III. Perseteruan berawal dari keputusan Oda Nobunaga III yang lebih memilih Dewan Penasihat Umum ketimbang Dewan Agung.


Konon, Oda Nobunaga III kurang menyukai Dewan Agung karena cenderung berpegang pada tradisi dan menjaga kekuasaan serta keistimewaan klan-klan mereka.


Sementara Dewan Penasihat Umum menganut pandangan progresif dan berupaya membawa perubahan positif bagi seluruh keshogunan dengan mengurangi ketidaksetaraan.


Sikap Oda Nobunaga III membuat kecemburuan dari pihak Dewan Agung yang terdiri dari anggota klan-klan yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang signifikan dalam keshogunan. Mereka mewakili kepentingan klan-klan tersebut dan bertujuan untuk mempertahankan dominasi mereka di pemerintahan.


Di sisi lain, Dewan Penasihat Umum adalah kelompok yang terdiri dari penasihat-penasihat yang dipilih berdasarkan kemampuan dan kebijaksanaan mereka. Mereka lebih berfokus pada kepentingan umum dan stabilitas keshogunan.


Dalam perseteruan ini, muncul potensi untuk terbentuknya aliansi antara beberapa klan yang memiliki kepentingan yang sama. Beberapa di antaranya adalah klan Shiranui yang berteman dekat dengan klan Hanzo.


Sementara klan Kurogane memilih mendekat dengan klan Hattori. Kedua aliansi ini kemudian membentuk sekutu masing-masing yang dapat memuluskan rencana mereka. (FA)

__ADS_1


__ADS_2