
Ayame dengan hati-hati mendekati lokasi tempat Ren dan Haru menahan Ryuji dan Yuki. Dia mengintai dari bayangan dan berusaha mencari cara untuk menyelamatkan teman-temannya tanpa terdeteksi.
Dengan gerakan yang lincah dan tak terduga, Ayame menyusup ke dalam tempat itu. Dia menggunakan keahliannya dalam bergerak tanpa suara dan berpindah dari bayangan ke bayangan. Mata Ayame terfokus, siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul.
Saat Ayame mendekati tempat Ryuji dan Yuki disandera, dia melihat Ren dan Haru yang sedang berjaga-jaga dengan hati-hati. Dia merasa adrenalin mengalir di tubuhnya, menantang batas-batasnya menyelamatkan teman-temannya.
Ren dan Haru dengan cepat menyadari kehadiran Ayame di tempat mereka. Meski demikian, Ren dan Haru sama sekali tak terkejut karena Ayame berhasil menyusup tanpa terdeteksi. Tanpa kata-kata, mereka saling berpandangan dan merencanakan serangan balasan.
"Ooh... Tak salah lagi, kau pasti Ayame. Akhirnya kau muncul juga. Cukup berani untuk seorang gadis muda mendatangi kami," kata Ren.
"Lari Ayame! Mereka bukan tandinganmu. Aku sudah siap untuk mati," teriak Ryuji.
"Diamlah! Setelah gadis itu, selanjutnya adalah giliran kalian berdua menyusulnya ke alam baka. Sungguh aku menjadi terharu," kata Haru.
"Lepaskan mereka yang tak ada urusan dengan kita," pinta Ayame. "Aku akan meladeni kalian!"
"Ooh... Cukup punya nyali kau bocah!"
Tanpa memberikan kesempatan Ayame untuk bersiap, Ren dan Haru meluncur menuju Ayame dengan serangan yang ganas.
Mereka menggunakan kemampuan dan teknik mereka yang telah terasah dengan baik. Ayame terpaksa harus menghadapi dua lawan yang tangguh dan memiliki pengalaman bertarung yang kuat.
Ayame menggunakan kecepatan dan kelincahannya untuk menghindari serangan mematikan yang dilancarkan oleh Ren dan Haru.
Dia menggabungkan teknik-teknik ninja yang dimilikinya dengan kecerdikan dan kekuatan yang luar biasa. Meskipun dihadapkan pada situasi yang sulit, Ayame tidak menyerah dan terus melawan dengan tekad yang kuat.
Pertarungan itu berlangsung dengan sengit. Serangan-serangan yang tajam dan gesit dilancarkan oleh Ayame, namun Ren dan Haru juga tak kalah tangguh dalam membalasnya. Pertarungan itu berlangsung dalam ketegangan yang tinggi, dengan serangan dan pertahanan yang berkejaran tanpa henti.
Namun, meskipun Ayame bertarung dengan gigih, jumlah dan kekuatan Ren dan Haru yang lebih besar akhirnya memberikan tekanan yang tak terelakkan.
Ayame mulai merasa kelelahan, tetapi dia tidak menyerah. Dia terus berjuang dengan segenap kekuatannya, berusaha melindungi dirinya sendiri dan mengalahkan musuh-musuhnya.
Tetapi pada akhirnya, kekuatan dan kelincahan Ren dan Haru terbukti lebih unggul. Mereka berhasil mengepung Ayame dan mengalahkannya dengan pukulan yang mematikan. Ayame jatuh ke tanah, terhempas oleh kekuatan mereka.
"Gadis muda ini yang sangat ditakuti oleh keshogunan? Apakah mereka sudah semakin lemah, sampai-sampai mengurus gadis muda ini mesti menyewa organisasi Hoseki. Benar-benar mengejutkanku!"
Ren dan Haru, dengan senyuman mengejek di wajah mereka, merasa puas dengan kemenangan mereka atas Ayame. Mereka merasa dominasi mereka atas Ayame telah terbukti, dan mereka bersiap untuk mengambil langkah selanjutnya dalam rencana jahat mereka.
Dalam posisi terdesak, Ayame menggunakan teknik Hattori ryu, yang merupakan keahlian klan ninja terkenal, untuk melawan Ren dan Haru.
Dia mengeluarkan gerakan-gerakan yang menggabungkan kecepatan, ketepatan, dan kekuatan, berharap bisa mengalahkan musuh-musuhnya.
Namun, saat Ayame melancarkan serangan menggunakan teknik Hattori ryu, dia menemui hambatan yang tidak terduga.
Ren dan Haru, yang juga terlatih dengan baik dalam seni bela diri dan memiliki pengalaman bertarung mendalam, mampu mengantisipasi gerakan Ayame dan menghindari serangannya.
"Hebat juga kau. Ternyata masih menyimpan teknik lain," kata Ren santai, lalu menoleh ke arah Ryuji dan Yuki. "Apa itu muridmu? Sebab, gerakan itu mirip dengan gerakanmu dan 2 orang yang kubunuh di dekat hutan beberapa hari lalu."
__ADS_1
"Jadi kau yang membunuh Riku dan Emi? Aku tak akan melepaskanmu."
"Sudahlah Ayame! Lari, kau bukan tandingan mereka berdua."
"Hei, Haru! Bukankah ini momen yang sangat mengharukan saat guru dan murid akan segera menemui ajal mereka."
"Kurasa gadis muda itu benar-benar bodoh. Dia tak mengerti bagaimana perbedaan kekuatan kita. Atau mungkin dia sudah bosan hidup."
Ayame, meskipun menggunakan teknik yang ia kuasai dengan baik, menyadari pertarungan ini tidak akan mudah. Dia harus mengubah strategi dan mencari celah baru dalam pertahanan musuhnya.
Ayame mencoba berbagai strategi dan teknik bertarung untuk mengatasi ketangguhan Ren dan kekuatan Haru. Dia mengandalkan kecepatan, kecerdikan, dan kekuatannya yang luar biasa untuk mengimbangi keduanya.
Meskipun Ayame tidak berhasil mengalahkan Ren dan Haru dengan teknik Hattori ryu, dia tidak menyerah. Dia terus berjuang dengan tekad yang kuat, berusaha mencari celah dan peluang untuk mengubah jalannya pertempuran.
Hattori ryu level 4, Zetsubou no Uragiri..
Tiba-tiba, Ayame melakukan gerakan serangan yang tak terduga, mengandalkan kecepatan dan kelincahannya mengincar Ren. Serangan itu membuat Ren dan Haru terkejut.
Teknik-tekniknya begitu lincah dan mematikan, tetapi Ren menunjukkan kemampuannya yang tak kalah hebat. Dia mampu mengantisipasi gerakan Ayame dan melakukan kontra serangan dengan keahlian yang luar biasa.
Dalam salah satu serangannya, Ayame hampir berhasil mengenai Ren dengan pedangnya, namun Ren dengan refleks yang cepat berhasil menghindar. Serangan Ayame tersebut membuatnya tergores di pipi, meninggalkan luka yang memancarkan darah.
Pipi Ren tergores pedang Ayame, meninggalkan noda darah simetris dengan luka yang didapat. Sementara Ayame sendiri juga terkejut karena serangan dadakannya meleset.
Kekuatan dan pengalaman Ren yang lebih besar mulai menunjukkan pengaruhnya. Dia berhasil menahan serangan-serangan Ayame dan bahkan melakukan serangan balasan yang lebih kuat. Ayame terpelanting ke belakang.
"Orang ini... Aku harus mengakui dia sangatlah kuat. Meski aku terkejut Ayame menggunakan teknik level 4, yang bahkan aku hanya sekali saja memperlihatkan teknik itu pada Ayame, tapi aku lebih terkejut Ren mampu menangkisnya. Kupikir gerakan Ayame sudah sangat bagus," kata Ryuji menganalisa pertarungan.
Yuki menoleh ke gurunya. "Apa ini berarti bisa disimpulkan bahwa Ayame akan kalah dalam pertarungan kali ini?"
"Secara matematis Ayame kalah telak dalam pertarungan ini. Tapi, ada hal yang membuatku berpikir Ayame mungkin sedang mencoba sesuatu. Aku tidak tahu itu, tapi seharusnya teknik Hattori ryu, apalagi level 4, sangat sulit diatasi, sekalipun olehku sendiri."
...***...
Ren, yang merasa marah dan kesal karena pipinya tergores oleh serangan Ayame, merasakan amarah membara dalam dirinya. Dia menatap Ayame dengan pandangan yang penuh kemarahan dan kebencian.
"Kau berani melukai wajahku!" seru Ren dengan suara penuh kemarahan. "Kau akan membayar atas keberanianmu ini!"
Ren melangkah maju dengan sikap yang agresif, mempersiapkan serangan balasan yang lebih kuat. Amarahnya menggerakkan setiap serat otot dalam tubuhnya, memberinya kekuatan tambahan.
Dia berusaha mengalahkan Ayame dengan segala cara yang ada, bertekad untuk membalas dendam atas luka yang diterimanya.
Haru yang melihat partnernya terbawa emosi itu langsung menahannya untuk tidak menyerang dalam situasi tak terkendali.
"Ren, apakah kau mulai terpancing emosimu?" tanya Haru.
"Tidak kok," jawab Ren, menoleh ke arah Haru, dengan wajah tertawa. "Luka kecil ini bukanlah luka yang bisa memancing emosiku. Kau pasti tahu itu, Haru."
__ADS_1
"Orang ini benar-benar berbahaya dan sangat kuat. Aku harus melindungi Ayame. Dia tak akan mungkin menang melawan 2 orang ini. Astaga, aku meremehkan kemampuan 2 orang ini," batin Ryuji.
Ren kembali menoleh ke arah Ayame yang tak kuasa berdiri. Tubuhnya tersungkur di antara puing-puing bangunan bekas pertarungannya melawan Ren.
Ren mulai menggunakan teknik andalannya, membuat tangannya seperti pistol, memadatkan tanah ujung jari telunjuk layaknya sebuah peluru. Serangan itu diarahkan ke Ayame, fokus pada titik vitalnya.
"Selamat tinggal gadis kecilku," kata Ren.
Swoosh!
Ayame tak bisa bergerak, sementara serangan Ren semakin mendekat. Ayame memejamkan mata, siap menghadapi kematian. Serangan tak mungkin bisa dihindarinya.
Tiba-tiba saja, Ryuji melompat ke arah Ayame untuk melindunginya. Serangan Ren mengenai bagian dada Ryuji yang membuatnya langsung sekarat.
"Larilah, Ayame! Kau tidak boleh mati di sini. Dia bukan tandinganmu yang sekarang. Pergilah ke Desa Sakura. Kudengar, desa itu adalah desa moyang dari Kurogane. Mereka pasti menerima kedatanganmu."
"Haha... Bodoh sekali, menukarkan nyawa gadis kecil dengan nyawamu sendiri," ledek Ren.
Dengan terbata-bata, Ryuji mengatakan bahwa bakat Ayame lebih hebat ketimbang teknik yang baru saja diperlihatkan Ren.
"Orang sekarat lebih sering menghayal. Itulah mengapa aku benci melihat orang yang sekarat. Dia lupa dirinya akan segera mati."
Mendengar ucapan Ren, Ayame menjadi sangat marah. Matanya memerah dan mengarah pada Ren.
Tiba-tiba saja, bunga sakura berguguran yang membuat Ren dan Haru terkejut. "Ren, kita harus segera keluar dari tempat ini," kata Haru yang menyadari akan bahaya setelahnya. "Ini bukan teknik ninja biasa. Sebenarnya siapa gadis muda itu?"
Ren dan Haru mencoba keluar dan menghindari bunga sakura yang mulai berguguran. "Ini adalah teknik ilusi tingkat tinggi. Bunga sakura yang berguguran bukan bunga sakura sembarangan. Akan sangat merepotkan jika kita terjebak di dalamnya."
"Apa kau bilang?" Ren tak percaya mendengar penjelasan Haru. Namun, keduanya menghindar dari tempat itu.
Ayame tak membiarkan kedua lawannya kabur. Dengan gerakan yang elegan dan lincah, dia melancarkan serangan yang menggabungkan kecepatan dan kekuatan yang memukau.
Serangannya begitu cepat sehingga Ren dan Haru terkejut dan tak mampu mengantisipasinya.
Setiap serangan Ayame membawa keindahan dan kekuatan yang mengesankan, seolah-olah ia melambangkan kekuatan dan keanggunan bunga sakura yang mekar.
Ren dan Haru menyerang balik Ayame yang mengejarnya. Namun, dengan teknik Sakura no Tsubasa memungkinkan Ayame menghindari serangan musuh dengan gesit dan melancarkan serangan balasan yang mematikan.
"Teknik yang sangat hebat. Kita harus pergi dari tempat ini, Ren."
"Kurang ajar! Gadis itu menyimpan teknik yang sangat kuat."
Ren dan Haru berjuang untuk melawan serangan-serangan Ayame yang begitu intens dan sulit dihindari. Mereka terpaksa bertahan dan mencoba menemukan celah dalam pertahanan Ayame, tetapi teknik Sakura no Tsubasa terbukti sangat kuat dan sulit diatasi.
"Teknik ini? Apakah kau berhasil menguasainya, Ayame?" Ryuji bertanya yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.
Sementara Ayame mulai membalikkan keadaan usai memakai teknik Sakura no Tsubasa. Hanya saja, Ayame gagal membunuh Ren dan Haru yang telah kabur dari tempat itu. (FA)
__ADS_1