
Ayame terbangun dari tidurnya dengan napas yang terengah-engah. Dia melihat seorang pria misterius yang mirip dengan ayahnya, muncul dalam mimpinya.
Orang itu muncul dengan senyum lembut di wajahnya, mulai memperlihatkan gerakan ninja yang asing bagi Ayame. Hanya saja, orang itu memiliki tanda seperti luka bakar di dahinya yang berbentuk bunga sakura.
Ayame terpesona oleh keindahan dan kekuatan gerakan itu. Ia melihat pria itu menggabungkan kelenturan dan ketepatan dalam setiap gerakan pedangnya. Setiap gerakan mengalir dengan keindahan dan kelembutan yang mengingatkan Ayame pada kelopak bunga sakura yang jatuh perlahan.
Ayame memperhatikan dengan seksama, mencoba menyerap setiap detail gerakan dari mimpinya. Ia merasakan getaran energi yang melintasi tubuhnya, seakan-akan merasakan kehadiran pria itu di sisinya.
Setelah gerakan terakhir diselesaikan, pria misterius itu menghilang dengan senyuman yang memancar kepercayaan diri dan kebanggaan. Ayame terdiam sejenak, merenungkan makna dari mimpi tersebut.
Ayame terbangun dari tidurnya. "Seperti nyata, tapi ternyata hanya mimpi. Siapa sebenarnya orang itu?"
Masih teringat jelas mimpi itu di ingatan Ayame. Bahkan, dia merasa seperi bertemu langsung dengan pria misterius itu. Di sisi lain, Ayame merasa familiar dengan wajah pria yang hadir ke dalam mimpinya. Tapi, siapa gerangan.
"Mungkin Ryuji sensei tahu sesuatu tentang arti mimpiku. Aku harus bertanya padanya," gumam Ayame.
Dia keluar dari kamarnya dan mencari Ryuji. Dia sendiri masih penasaran dengan teknik yang diperlihatkan pria misterius itu. Ayame sangat kagum pada keindahan teknik itu.
...***...
Ayame duduk di samping Ryuji, wajahnya penuh kebingungan. "Ryuji sensei, aku bermimpi bertemu dan seorang pria yang misterius. Dia memperlihatkan padaku suatu teknik ninja yang begitu indah dan kuat."
Ayame pun menjelaskan detail soal mimpinya bertemu pria misterius itu beserta dengan ciri-ciri fisiknya serta gerakan dari teknik yang dia perlihatkan.
Ryuji memandang Ayame dengan penuh perhatian, sejenak diam, lalu mengatakan beberapa kalimat yang sulit dipahami Ayame.
"Ayame, mimpimu itu sangat menarik. Aku menduga bahwa pria yang kau lihat dalam mimpimu mungkin adalah sosok Takeshi Kurogane, leluhur klan Kurogane. Jika itu adalah orang itu, maka deskripsimu tentang gerakan yang indah dan kuat sangat cocok dengan ciri khas dari teknik Sakura no Tsubasa."
"Sakura no Tsubasa? Lalu, siapa pria misterius itu?" Ayame sepertinya bingung dengan penjelasan Ryuji.
"Aku tidak tahu persis siapa orang itu. Tapi jika mendengar ciri-ciri orang itu, sepertinya dia leluhur klan Kurogane yang legendaris. Konon, leluhur klan Kurogane adalah pengguna teknik Sakura no Tsubasa terkuat, hingga orang pertama yang memunculkan sebuah tanda di dahinya."
"Apa maksudnya?" tanya Ayame.
"Hiroshi pernah bercerita bahwa keturunan klan Kurogane yang telah mewarisi teknik Sakura no Tsubasa akan memunculkan tanda di dahinya sebagai bukti bahwa dia adalah keturunan murni anggota inti klan Kurogane."
Ryuji melanjutkan, "Ketika kita berlatih kemarin, secara tak sadar kau menggunakan gerakan dasar untuk membuka teknik Sakura no Tsubasa level pertama. Aku cukup terkejut karena kau mampu memakai teknik itu. Meski tak terlalu sempurna, namun itu cukup berbahaya jika aku sampai terkena teknik itu."
"Aku menggunakan teknik Sakura no Tsubasa? Mengapa Ryuji sensei tak menceritakan padaku kemarin?"
"Aku khawatir kamu merasa bersalah jika teknik itu sampai melukaiku, karena aku sampai harus membuka teknik Hattori ryu level kedua. Karena itu, aku memilih tak bercerita padamu. Mungkin inilah waktu yang tepat untuk bercerita padamu."
__ADS_1
Ryuji mulai bercerita akan pengetahuannya soal teknik Sakura no Tsubasa.
"27 tahun yang lalu, ketika desa Hayagami diserang oleh ninja Shiranui, Hiroshi Kurogane, ayahmu yang ketika itu sedang berada di rumah ayah angkatku, menggunakan teknik Sakura no Tsubasa untuk melawan mereka. Adegan itu masih terpatri dalam ingatanku. Ia bergerak dengan kecepatan kilat dan keahlian yang tak tertandingi. Dengan setiap gerakan pedangnya, ia mampu mengalahkan musuh-musuhnya dengan gemilang."
"Walaupun luka-lukanya parah, Hiroshi Kurogane berhasil menyelamatkanku dan membawaku pergi. Namun, sayangnya, teknik Sakura no Tsubasa jarang terlihat sejak saat itu. Banyak yang menganggap teknik ini telah lenyap bersama dengan Hiroshi Kurogane yang tewas pada invasi Shiranui ke Kurogane."
Ryuji menatap Ayame dengan penuh harap, "Namun, Ayame, kau adalah pewaris langsung dari keluarga Kurogane. Mimpi yang kau lihat tentang gerakan Sakura no Tsubasa menunjukkan bahwa teknik ini masih ada dalam darahmu. Kau memiliki potensi yang luar biasa untuk menghidupkan kembali kejayaan teknik ini."
"Dengan latihan yang keras dan tekad yang kuat, kau bisa menguasai teknik Sakura no Tsubasa. Bersama-sama, kita akan menghidupkan kembali warisan keluarga Kurogane dan menghadapinya dengan keberanian dan kebanggaan."
Ryuji menyentuh pundak Ayame dengan penuh kepercayaan. "Aku percaya padamu, Ayame. Bersama-sama, kita akan menghadapi tantangan yang menghadang dan membuktikan kepada dunia bahwa teknik Sakura no Tsubasa masih hidup dalam dirimu."
Ayame merasa hatinya dipenuhi semangat yang membara. Ia merasa terhormat dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan Ryuji kepadanya. Dengan tekad yang membara, Ayame berjanji untuk melanjutkan perjalanan belajarnya dan menguasai teknik Sakura no Tsubasa dengan sebaik-baiknya.
Dari titik ini, Ayame dan Ryuji memulai latihan mereka dengan semangat yang berkobar-kobar. Setiap gerakan, setiap detik, mereka menyatu dengan esensi teknik Sakura no Tsubasa, mengembangkan keahlian mereka dalam memadukan kekuatan dan kelenturan.
Mimpi tentang leluhur Takeshi Kurogane dan cerita tentang teknik Sakura no Tsubasa memberikan Ayame kekuatan dan inspirasi yang tak terbatas.
Ryuji yakin di bawah bimbingan guru yang tepat, kejayaan teknik ini akan terwujud kembali melalui Ayame, menghormati warisan keluarga Kurogane dan menjaga kehormatan klan mereka dengan teguh. Meski, Ryuji sendiri tak yakin ada orang yang mampu mengajarkan teknik langka dan legendaris ini.
...***...
Teknik Sakura no Tsubasa adalah salah satu teknik legendaris yang dimiliki klan Kurogane. Teknik ini memiliki sejarah yang kaya dan melambangkan kekuatan dan keindahan klan tersebut.
Pada suatu hari, ketika Takeshi sedang berlatih di hutan, ia menyaksikan keindahan bunga sakura yang melayang di udara, ditiup oleh angin.
Gerakan lembut dan anggun bunga sakura tersebut menginspirasinya untuk menciptakan teknik yang dapat mencerminkan kekuatan dan keindahan alam.
Dalam perjalanannya, Takeshi mengamati gerakan alami bunga sakura dan mencoba mengaplikasikan kecepatan dan kekuatan yang dimilikinya ke dalam teknik pertempuran.
Ia menggabungkan gerakan lincah dan elegan dengan serangan tajam dan kuat, menciptakan teknik yang menjadi ciri khas klan Kurogane.
Teknik Sakura no Tsubasa segera dikenal di kalangan ninja sebagai teknik yang unik dan mematikan.
Gerakan-gerakan cepat dan presisi dalam teknik ini membuat pengguna mampu mengelak dan menyerang dengan kecepatan yang mengagumkan.
Namun, tak hanya kecepatan dan kekuatan, teknik ini juga mengandung elemen keindahan dan ketenangan, sebagaimana bunga sakura yang membawa pesan kedamaian.
Seiring berjalannya waktu, teknik Sakura no Tsubasa menjadi warisan berharga bagi klan Kurogane.
Teknik ini diajarkan secara turun-temurun kepada para anggota inti klan, menjadikannya salah satu keunggulan klan dalam pertempuran.
__ADS_1
Setiap anggota klan Kurogane yang menguasai teknik ini dianggap sebagai ninja yang mampu menggabungkan kekuatan dan keindahan dalam setiap gerakannya.
Gerakan Sakura no Tsubasa memiliki kelebihan dalam kombinasi serangan dan pertahanan, serta kecepatan dan keanggunan yang luar biasa.
Anggota inti terakhir yang terlihat menggunakan teknik Sakura no Tsubasa adalah Hiroshi Kurogane, ayah dari Kaori Kurogane dan Ayame Kurogane. Bahkan, Kaori sendiri belum pernah memperlihatkan teknik ini.
Pada latihan pedang, Ayame secara tak sadar menggunakan gerakan pembuka teknik Sakura no Tsubasa dan mengaktifkannya. Hal tersebut membuat Ryuji terkejut, karena memang teknik tersebut rahasia dan langka.
Ryuji sendiri mengetahui teknik Sakura no Tsubasa karena dia pernah melihat Hiroshi menggunakan teknik itu saat melawan ninja-ninja Shiranui yang menyerang desa Hayagami.
...***...
Ketika menggunakan teknik Sakura no Tsubasa, Ayame atau pengguna lainnya akan menggabungkan gerakan pedang yang lincah dan presisi dengan kecepatan yang menakjubkan.
Gerakan mereka akan terlihat seperti sayap sakura yang bergerak dengan lembut namun kuat, mampu menangkap dan mengalir dengan aliran energi yang mempesona.
Sakura no Tsubasa memiliki level pertama hingga ketiga.
Level pertama: Sakura no Mai (Tarian Sakura): Gerakan ini meniru gerakan daun sakura yang berjatuhan dengan lembut.
Ayame akan menggunakan serangkaian serangan dan putaran anggun, menghindari serangan lawan sambil secara efektif melancarkan serangan balik yang cepat dan tajam.
Level kedua: Sakura no Utsukushisa (Keindahan Sakura): Gerakan ini menampilkan keanggunan dan ketepatan dalam setiap gerakan.
Ayame akan menggunakan gerakan melengkung dan memutar pedangnya dengan indah, menghasilkan serangan yang presisi dan mematikan.
Level ketiga: Sakura no Kaze (Angin Sakura): Gerakan ini menekankan kecepatan dan ketepatan.
Ayame akan bergerak dengan lincah seperti angin, mampu menghindari serangan lawan dengan gesit dan melancarkan serangan balik yang tak terduga dengan kecepatan yang mengejutkan.
Setiap gerakan dalam Sakura no Tsubasa menggabungkan kekuatan, kecepatan, keanggunan, dan presisi. Teknik ini mencerminkan esensi dan keunikan dari klan Kurogane, serta simbol dari warisan ninja yang mereka perjuangkan.
...***...
Ciri khas dari pengguna teknik Sakura no Tsubasa adalah munculnya tanda seperti luka bakar berbentuk bunga sakura di dahinya. Tanda ini merupakan penanda spiritual dan fisik dari pengguna yang telah menguasai teknik ini dengan sempurna.
Tanda tersebut memiliki bentuk bunga sakura yang indah dan terlihat seperti luka bakar di kulit. Warna tanda dapat bervariasi, umumnya berwarna merah muda atau merah terang, seperti warna bunga sakura yang mekar di musim semi.
Tanda tersebut melambangkan ikatan antara pengguna dengan teknik Sakura no Tsubasa, serta menggambarkan bahwa mereka telah mencapai tingkat keahlian yang tinggi dalam menggunakan teknik tersebut. Tanda ini juga dapat menjadi pengenalan bahwa seseorang adalah anggota klan Kurogane yang memiliki warisan Sakura no Tsubasa.
Selain sebagai tanda pengenal, tanda ini juga memiliki makna simbolis. Bunga sakura adalah simbol keindahan, kekuatan, dan kehidupan yang singkat namun indah.
__ADS_1
Tanda ini mencerminkan keahlian dan dedikasi pengguna dalam menguasai teknik Sakura no Tsubasa, serta semangat mereka dalam mempertahankan kehormatan dan warisan klan Kurogane.(FA)