Ayame Kurogane

Ayame Kurogane
Permintaan Terakhir


__ADS_3

Dengan suara yang lemah, Ryuji menarik nafas dalam-dalam dan memandang tajam ke arah Ayame. Dia mengangkat tangannya gemetar dan menyebut nama Akademi Osei di kota Kanazawa.


Dengan susah payah, dia mengucapkan kata-kata terakhirnya, "Pergilah... ke Akademi Osei... belajarlah... ilmu-ilmu baru." Matanya yang penuh tekad menggambarkan keinginannya yang kuat.


Ryuji, yang terbaring lemah karena luka-lukanya, memandang Yuki dengan tatapan penuh kepercayaan.


Dalam suara yang terengah-engah, dia berkata, "Yuki... Aku memohon padamu... Temani Ayame pergi ke Akademi Osei... Jaga dia... Lindungi dia... Dia adalah harapan terakhir klan Kurogane."


Yuki menatap Ryuji dengan penuh emosi, air matanya tergenang. Dengan tegas, dia menjawab, "Tentu sensei. Aku akan menjaga Ayame sepenuh hati. Aku tak akan membiarkan apa pun terjadi padanya."


Ryuji tersenyum lemah, merasakan kelegaan di hatinya. "Terima kasih, Yuki... Aku tahu kamu adalah sahabat yang setia... Percayakan Ayame padamu..."


Tanpa sepatah kata lagi, Ryuji menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan Ayame dan Yuki dengan tekad yang lebih kuat menjalani perjuangan dan mempelajari ilmu-ilmu baru di Akademi Osei.


Yuki menggenggam tangannya dengan erat, mengucapkan doa dalam hati untuk arwah gurunya. Dalam saat-saat berduka itu, Yuki berjanji melindungi Ayame dengan segala yang dia miliki, menjaga warisan klan Kurogane dan mewujudkan impian Ryuji yang tak tercapai.


Yuki menatap Ayame dengan tatapan lembut, matanya masih berkabut oleh kesedihan atas kepergian Ryuji.


Dia menatap Ayame dengan penuh perhatian, lalu dengan suara yang gemetar namun penuh tekad, dia berkata, "Ayame... Guru berpesan agar kamu pergi ke Akademi Osei di kota Nagakawa. Dia ingin kamu melanjutkan perjuangan kita, mempelajari ilmu-ilmu baru, dan menjadi lebih kuat."


Ayame merasa dilematis dengan tawaran Yuki untuk pergi ke Akademi Osei. Meskipun dia menyadari pentingnya melanjutkan perjuangan dan mengembangkan kemampuannya, dia juga menyadari bahwa dia sedang dalam buruan pasukan Oda Nobunaga.


"Dia... Dia mengejarku," ucap Ayame dengan napas tersengal-sengal. "Aku tidak bisa meninggalkan Ryuji begitu saja dan pergi ke Akademi Osei. Bagaimana jika mereka menemukanku di sana?"


Yuki menggenggam tangan Ayame dengan erat. "Ayame, aku mengerti kekhawatiranmu. Tapi Ryuji ingin kamu tetap hidup dan melanjutkan perjuangan. Jika kita tetap berada di sini, bahaya akan mengancam kita setiap saat. Di Akademi Osei, kita akan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dengan aman."


Ayame menghela napas agak panjang, mempertimbangkan kata-kata Yuki. Akhirnya, dia mengangguk dengan perasaan berat. "Baiklah, aku akan pergi ke Akademi Osei. Tapi kita harus berhati-hati dan menghindari kontak dengan pasukan Oda Nobunaga sebisa mungkin."


Yuki tersenyum lega, merasakan keputusan Ayame yang berani. "Tentu, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi diri kita. Bersama-sama, kita bisa melewati segala rintangan."


...***...


Ren dan Haru, setelah mengalami kekalahan dalam pertarungan melawan Ayame, melaporkan kekuatan dan potensi Ayame kepada organisasi kriminal mereka, Hoseki.


Mereka mengakui bahwa Ayame memiliki keterampilan luar biasa dalam seni bela diri ninja dan mampu menggunakan teknik Sakura no Tsubasa yang cukup terkenal dari Kurogane.


Dalam laporan mereka, Ren dan Haru menyebut Ayame sebagai ancaman serius bagi kepentingan organisasi mereka.


Mereka mengungkapkan bahwa Ayame memiliki kecepatan, ketangkasan, dan kekuatan yang luar biasa, membuatnya sulit untuk ditaklukkan dalam pertempuran.


Mereka juga melaporkan tentang teknik-teknik unik yang digunakan Ayame, termasuk teknik Hattori Ryu dan Sakura no Tsubasa, yang membuatnya menjadi lawan yang tangguh.


Tsubaki, pemimpin Hoseki, menerima laporan dari Ren dan Haru mengenai kekuatan dan keberadaan Ayame. Dia duduk di ruangannya yang tenang, memeriksa dengan cermat setiap detail yang disampaikan oleh kedua anggotanya.


Wajah Tsubaki mengungkapkan ketertarikan dan pertimbangan serius. Dia mengevaluasi informasi yang diberikan, mempertimbangkan implikasi dan potensi yang terkait dengan Ayame.

__ADS_1


Tsubaki tahu bahwa Ayame memiliki bakat dan potensi luar biasa, yang dapat menjadi ancaman atau aset bagi organisasi Hoseki.


Setelah mempertimbangkan dengan seksama, Tsubaki mengambil keputusan strategis. Dia menyadari pentingnya melacak dan mengawasi Ayame, karena kehadirannya dapat mengganggu rencana organisasi Hoseki.


Tsubaki juga menginginkan Ayame untuk bergabung dengan Hoseki, melihat potensi besar yang dimilikinya.


Tsubaki memerintahkan Ren dan Haru untuk terus memantau dan melacak pergerakan Ayame.


Dia ingin mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kemampuan dan niat Ayame sebelum mengambil langkah-langkah selanjutnya.


"Kekuatan Ayame yang luar biasa ini membuatku tertarik padanya. Dia bisa menjadi ancaman, tapi juga potensi besar bagi Hoseki. Karena itu, aku ingin kita mengawasi setiap gerakannya dengan ketat."


"Apakah maksud Tsubaki-sama kita harus terus mengikuti dan melacak Ayame?" tanya Haru.


"Ya, tepat sekali. Ayame harus tetap dalam pantauan kita. Aku ingin kita memantau setiap pergerakannya, mencatat setiap tindakan yang dia lakukan. Kita harus memahami niatnya dan mengukur potensinya. Jika ada kesempatan, kita bisa mendekatinya dan menjalin hubungan."


"Apakah Tsubaki-sama ingin Ayame bergabung dengan Hoseki?" tanya Ren.


"Ya, itu salah satu kemungkinannya. Jika Ayame memiliki kekuatan dan loyalitas yang kita cari, kita dapat mempertimbangkan mengajaknya bergabung dengan kita. Namun, kita harus berhati-hati dan memastikan niatnya tidak bertentangan dengan kepentingan Hoseki."


"Bukankah tindakan tersebut akan mengusik dan menyulut emosi orang-orang Kanazawa?" tanya Ren lagi.


"Persetan dengan orang-orang Oda. Jika mereka ingin menyingkirkan mutiara, aku justru ingin mengambil mutiara itu."


"Kami akan melaksanakan perintah Tsubaki-sama dengan sebaik-baiknya. Kami akan mengawasi Ayame dengan ketat dan memberikan laporan rutin."


"Kami akan melakukannya, Tsubaki-sama. Kami tidak akan mengecewakanmu."


Setelah berbicara dengan Ren dan Haru, Tsubaki duduk dalam pikirannya sendiri. Dia menyadari bahwa masa depan Hoseki mungkin akan dipengaruhi oleh Ayame.


Tugasnya adalah menjaga keamanan dan kekuatan Hoseki, dan itu berarti dia harus menghadapi situasi ini dengan kecerdasan dan kehati-hatian.


...***...


Di sisi lain, organisasi Hoseki juga melaporkan kepada Keshogunan Oda di Kanazawa bahwa Ayame masih hidup, namun mereka sama sekali tak memberikan informasi seputar hal-hal yang detail kepada Oda.


Bagi Tsubaki, membocorkan informasi tentang Ayame akan merugikan organisasinya sendiri. Dia pun berniat menjaga rahasia itu sebaik-baiknya.


Sementara itu, Shingen mendengar informasi itu dan langsung mengirimkan informasi kepada Shiranui.


Shingen merasa keberadaan Ayame akan menjadi ancaman bagi Shiranui, karena itu berarti Hirotada akan memiliki bukti lain, meski Pengadilan Hukum telah memberikan keputusan menghukum Hirotada.


Para pemimpin Shiranui sangat terkejut ketika menerima informasi dari Shingen bahwa putri pemimpin Kurogane, Ayame masih hidup. Jelas, keberadaannya membahayakan klan Shiranui. Mereka menduga Ayame bukan lagi sosok anak kecil seperti yang terjadi dalam invasi ke Kurogane pada 9 tahun lalu. Bahkan, umur Ayame sekarang lebih tua dari Kaori, kakak Ayame yang terlibat dalam invasi Kurogane itu.


Pemimpin Shiranui memutuskan mengirim para ninja terbaik dari klan Shiranui untuk mengejar Ayame. Mereka tahu Ayame adalah ancaman bagi kepentingan dan kekuasaan mereka di dunia ninja.

__ADS_1


Ninja-ninja klan Shiranui yang terpilih memiliki kemampuan luar biasa dan pengalaman bertahun-tahun dalam pertempuran. Mereka menguasai berbagai teknik ninja yang mematikan dan sulit dikalahkan.


Tak tanggung-tanggung, Shiranui mengutus 5 ninja hebat mereka untuk mengejar Ayame. Mereka adalah ninja-ninja dari pasukan khusus Kuroi Kage.


Raiden: Seorang ahli pedang yang lihai dan cepat. Dia mampu menggabungkan kecepatan dan kekuatan dalam serangan pedangnya, membuatnya menjadi lawan yang mematikan.


Ayumu: Seorang spesialis dalam ninjutsu elemen angin. Dia memiliki kemampuan untuk menciptakan badai angin yang menghancurkan, membingungkan lawan, dan melindungi dirinya sendiri.


Kageko: Seorang ahli dalam seni persembunyian dan infiltrasi. Dia mampu menyelinap dan menghilang dalam kegelapan, menjadikannya sulit dilacak oleh musuh.


Haruki: Seorang ahli dalam senjata rahasia seperti kunai dan shuriken. Dia memiliki akurasi yang tinggi dalam melemparkan senjata, dan mampu mengenai target dengan sempurna dari jarak yang jauh.


Hana: Seorang ahli dalam ilmu obat-obatan dan racun. Dia mampu menciptakan ramuan dan racun yang mematikan, serta memiliki pengetahuan tentang kelemahan tubuh manusia yang bisa dieksploitasi dalam pertempuran.


...***...


Ayame dan Yuki tiba di desa Kiri setelah perjalanan panjang selama beberapa hari. Desa itu terletak sekitar 80 kilometer di selatan Kanazawa. Mereka merasa lega bisa beristirahat sejenak setelah melewati berbagai rintangan dan bahaya di jalan.


Desa Kiri adalah sebuah tempat yang tenang, dengan pemandangan alam yang indah dan udara segar. Rumah-rumah tradisional Jepang terhampar di sepanjang jalan desa, memberikan suasana yang hangat dan ramah.


Ayame dan Yuki mencari tempat beristirahat sejenak dan mendapatkan makanan dan minuman. Mereka menemukan sebuah kedai kecil yang ramai dikunjungi oleh penduduk desa. Mereka memasuki kedai tersebut dan duduk di meja kosong.


Pelayan yang ramah segera datang mendekati mereka. "Selamat datang! Apa yang bisa saya bantu untukmu?" kata pelayan dengan senyum ramah.


"Kami ingin memesan makanan dan minuman terbaik di tempat," kata Ayame.


"Apa yang kamu rekomendasikan di sini?" tanya Yuki.


"Untuk makanan, kami memiliki hidangan khas desa ini seperti soba dan tempura yang sangat lezat. Sedangkan untuk minuman, kami memiliki teh hijau yang segar dan juga minuman buah-buahan lokal yang terkenal di daerah ini," balas pelayan itu.


"Baiklah, kami akan memesan soba dan teh hijau itu," kata Ayame.


"Baik, akan saya siapkan segera. Silakan nikmati suasana di sini dan beristirahat sejenak."


Ayame dan Yuki duduk di meja, menikmati suasana yang tenang di kedai tersebut. Mereka saling berbicara tentang perjalanan mereka dan apa yang akan mereka temui di Akademi Osei nanti.


Sambil menunggu makanan mereka datang, Ayame melihat sekeliling desa. Dia melihat anak-anak bermain di jalanan, warga desa yang berjalan-jalan, dan seorang wanita tua yang menjual bunga di pinggir jalan.


"Ayame, bagaimana perasaanmu tentang desa ini?" tanya Yuki.


"Desa ini begitu damai dan tenang. Aku merasa sedikit terlepas dari kehidupan ninja yang penuh dengan bahaya dan konflik. Tapi, kita tidak bisa terlalu lama beristirahat di sini. Kita harus tetap waspada dan terus bergerak menuju Akademi Osei."


"Kamu benar, Ayame. Tapi, setidaknya kita bisa mengambil waktu sejenak untuk memulihkan tenaga dan menikmati keindahan alam di sekitar kita. Kita sudah melewati banyak rintangan, dan aku yakin kita akan berhasil mencapai tujuan kita."


"Terima kasih, Yuki. Aku berterima kasih telah menemaniku selama perjalanan ini. Kita akan melalui semuanya bersama."

__ADS_1


Makanan mereka akhirnya tiba, dan mereka mulai menikmati hidangan mereka sambil menikmati kehangatan dan keramahan desa Kiri.(FA)


__ADS_2