Ayame Kurogane

Ayame Kurogane
Pengorbanan


__ADS_3

Aizawa Yumi merupakan pengikut setia Tadashi Hirotada. Dia diminta secara langsung oleh Hirotada untuk kembali ke Desa Kurogane yang telah musnah.


Hirotada berharap masih bisa menemukan bukti-bukti yang kuat. Hirotada tahu betul, Kurogane Hiroshi maupun istrinya, Kurogane Emiko, pasti menyimpan bukti agar tak jatuh ke tangan musuh.


Yumi menerima titah Hirotada dengan semangat luar biasa. Meski dia bukan berasal dari klan Kurogane, tetapi peran Hiroshi membantu klan Yumi membuatnya harus ikut membantu. Yumi terkenal sebagai mata-mata yang lihai. Meski demikian, jika mendesaknya bertarung, dia akan meladeni dengan senang hati.


Salah satu kemampuan utama Yumi adalah aliran Katori Shinto ryu. Meski tak seterkenal aliran Hattori ryu, namun teknik ini juga cukup kuat. Setelah menerima perintah dari Hirotada, Yumi langsung bergegas ke Desa Kurogane. Dia menuju ruang rahasia untuk mendapatkan bukti.


Rupanya, rencana Hirotada telah diendus oleh perwakilan Shiranui di Istana Kanazawa bernama Shiranui Shingen. Dia pun langsung mengirim surat darurat ke pemimpin Shiranui memberikan informasi penting itu.


Hirotada sama sekali tak mengetahui akal bulus Shingen, sehingga dia tak memberikan bantuan ninja tambahan untuk Yumi. Sebab, Hirotada yakin mengumpulkan bukti tak perlu bertarung dengan Shiranui. Pun dia berpikir Shiranui akan melakukan hal yang sama. Jelas, perkiraan dari Hirotada jauh panggang dari api.


...***...


Yumi pergi tanpa mengetahui bahwa ninja-ninja Shiranui mengejar dirinya. Pergi ke Kurogane sendirian jelas bukan pilihan bagus untuk Yumi, mengingat tempat itu telah kosong. Ini menjadi waktu yang menguntungkan bagi Shiranui untuk merebut sekaligus menghabisi Yumi tanpa perlu khawatir diketahui Pengadilan Hukum Oda.


Ketika sampai di Desa Kurogane, Yumi terkejut dengan situasi yang dilihatnya sendiri. Tempat itu sangat berantakan, nyaris seluruh rumah di Kurogane terbakar habis. Puing-puing rumah yang hangus terbakar pada tragedi 9 tahun lalu membuatnya bertekad segera menemukan bukti agar Shiranui segera dihukum berat.


Yumi menuju lokasi rahasia yang dimaksud oleh Hirotada. Dia langsung ke tempat yang telah ditunjukkan melalui ciri-ciri yang diungkapkan Hirotada.


"Tak kusangka, bukti itu ada di tempat yang hangus seperti ini. Kami terlalu ceroboh tidak melakukan pencarian secara detail," kata salah seorang yang tak jauh dari tempat Yumi.


Yumi kaget dengan kehadiran orang itu. Dia tak mengira ada orang lain yang juga mengincar sesuatu yang sama dengannya. Yumi melihat sosok hitam di balik kabut.


"Siapa kau?" tanya Yumi, sedikit gugup.


"Serahkan gulungan yang ada di tanganmu, aku akan mengampuni nyawamu. Kuyakin kau bukan ninja Kurogane, sehingga tak perlu membuang nyawamu dengan sia-sia."


"Kau, kau pasti ninja Shiranui. Ternyata dugaan tuan Hirotada sebelum mengirimku ke sini benar. Meski aku tahu misi ini akan sulit, aku tetap mengambilnya. Tuan Hirotada bersikap seolah tak mengetahui tindakan Shiranui."


"Rupanya, kau cukup cerdas."


Yumi dan ninja misterius yang dia yakini adalah ninja Shiranui saling berhadapan di dalam suatu ruangan yang gelap dan tertutup. Keduanya berdiri dengan sikap waspada, mata mereka fokus dan tajam, siap untuk memulai pertarungan yang menentukan.


"Tanpa ada orang lain, aku bisa menggunakan kemampuanku sesuka hati. Aku akan membuat kau dan klanmu menyesal."


"Apakah aku tak salah dengar?"


Dalam keheningan yang tegang, Yumi mencoba melangkah maju dengan mantap, tubuhnya tertutup rapat oleh kain yang mengalir dengan lekuk dan lipatan yang sempurna. Kain tersebut menutupi seluruh tubuhnya kecuali bagian mata yang terlihat jelas.


Dengan gerakan yang gesit, Yumi membuat gerakan lincah dan keahliannya dalam pertempuran. Setiap langkahnya terasa pasti dan mantap, seolah-olah tubuhnya menjadi bagian dari bayangan yang bergerak di kegelapan.


Namun, ninja Shiranui tidak kalah tangguh. Ia dengan sigap menghindari serangan-serangan tersebut, dengan gerakan yang lincah dan mengelak dengan tepat. Kemahiran dalam bertarungnya tampak jelas saat ia melancarkan serangan balik yang membingungkan dan memaksakan Yumi bertahan.


Dalam ketegangan yang melanda, pertarungan berlangsung dengan cepat dan tak terduga. Gerakan-gerakan lincah, serangan beruntun, dan perlindungan yang tangkas menjadi pemandangan yang memukau. Setiap langkah mereka didasari oleh niat untuk mendapatkan bukti yang menjadi tujuan utama pertarungan ini.


Meskipun tanpa kata-kata yang terucap, bahasa tubuh mereka menyampaikan intensitas dan determinasi yang menggebu. Pertarungan ini menjadi simbol perjuangan dan perseteruan antara kubu Hirotada dan kubu Shiranui, yang mencari kebenaran dan keadilan di tengah situasi yang rumit.


Pertarungan berlanjut, menciptakan aura keganasan dan ketegangan di dalam ruangan tersebut. Kedua belah pihak bertekad untuk tidak menyerah dan melanjutkan pertarungan sampai salah satu dari mereka berhasil mendapatkan bukti yang mereka inginkan.


Hanya ketika kekuatan dan stamina mereka mulai menipis, pertarungan akhirnya mencapai puncaknya.

__ADS_1


"Aku akan mengakhiri pertarungan ini," kata Yumi, dia bersiap dengan teknik pedang khas klan Aizawa.


Katori Shinto ryu level 4: Mengkyo Kaiden..


Yumi melancarkan teknik pamungkas sekaligus terkuat yang dia kuasai. Ninja Shiranui tersebut terkena serangan telak yang membuat tubuhnya compang-camping. Serangan itu pula membuat kain penutup wajah Yumi robek.


"Pertarungan.. selesai," batin Yumi. "Aku bisa menyerahkan bukti ini pada tuan Hirotada."


...***...


"Aizawa Yumi... Ternyata benar, kau ninja yang sangat hebat. Aku kagum padamu yang mampu memojokkan bayangku."


Yumi yang kelelahan dan terengah-engah kaget melihat sosok ninja lain. Dia melihat lawan yang baru saja dihadapi, tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya. Dia baru menyadari masuk ke dalam jebakan ninja Shiranui.


"Hahh!"


"Kau tak perlu kaget, Yumi. Aku tahu betul salah satu kelemahan utama dari klan Aizawa adalah mereka tak bisa membedakan teknik bayangan."


"Orang ini..."


"Tempat ini mengingatkanku pada Kaori, putri Hiroshi Kurogane. Bahkan, Kaori tak gegabah untuk menyerang teknik bayanganku. Dia nyaris membunuhku andai aku melawannya sendirian."


"Kaori? Ternyata kau juga ikut menjadi korban orang-orang bengis ini," Yumi membatin sendiri. "Aku tak akan memaafkanmu, Shiranui!"


"Tawaran terakhir, Yumi. Biarkan aku pergi dengan damai membawa bukti itu, atau kau akan pulang tinggal nama. Aku masih terlalu baik pada klan kecil sepertimu. Mudah saja bagi Shiranui melenyapkan Aizawa."


"Bahkan, jika nyawaku yang menjadi bayarannya, aku tak akan menyerahkan gulungan ini."


Yumi memilih mundur dan pergi secepatnya dari tempat itu. Dia tahu, kemampuan ninja Shiranui itu jauh di atasnya. Sekali pun Yumi memakai teknik Katori Shinto ryu, dia tak akan menang.


Tiba-tiba saja, ninja Shiranui ini menghilang dari tempat itu. Dia telah berpindah tempat di sisi Yumi yang sedang berlari dengan kecepatan yang sama. "Tak perlu buru-buru, Yumi. Kau bisa menikmatinya."


Yumi kaget dan menghentikan gerakannya. Dia mulai menyadari tak akan mudah untuk kabur dari ninja Shiranui ini. "Hmm... Ternyata kau tak akan membiarkanku begitu saja."


"Serang aku dari mana saja yang kau suka, Yumi. Atau aku yang akan menyerangmu dalam sekali serangan?" ninja Shiranui ini meremehkan Yumi.


"Maafkan aku, tuan Hirotada. Aku mungkin gagal dalam misi ini. Tolonga maafkan aku."


Katori Shinto ryu level 4: Mengkyo Kaiden..


Yumi kembali menggunakan pamungkasnya ke ninja Shiranui. Dia berharap dengan serangan itu, kali ini bisa mengalahkannya.


"Kau bodoh! Menyerangku dengan teknik yang sama."


Ninja Shiranui itu menghindar dan melakukan serangan balik dengan cepat. Dalam sekali serangan, Yumi terkena dampak yang sangat parah. Darah keluar dari mulut dan hidungnya.


Yumi terengah-engah, tubuhnya lelah setelah pertarungan yang panjang sebelumnya. Dia memegang pedangnya dengan erat, gerakannya mulai terhenti.


Tatapan mata Yumi penuh dengan kekecewaan karena dia menyadari bahwa dia mungkin tidak bisa mengalahkan ninja Shiranui.


Sekali lagi, Yumi kembali mencoba melakukan serangan terakhir, ninja Shiranui itu dengan gesit menghindari serangan Yumi dan dengan cepat menghantamnya ke tanah. Yumi jatuh dengan berat, tanda kekalahan yang jelas.

__ADS_1


Dia mengambil gulungan di balik pakaian Yumi, kemudian pergi meninggalkan ninja wanita yang sudah tak berdaya itu.


Ninja Shiranui memberikan bukti yang direbut dari Yumi kepada pimpinan mereka dengan penuh kepercayaan. Dia menyerahkan bukti itu sebagai bukti keberhasilan dalam pertarungan melawan Yumi dan sebagai tanda kesetiaan mereka terhadap pimpinan Shiranui.


Pimpinan Shiranui menerima bukti tersebut dengan puas dan mengakui keberhasilan tim mereka dalam misi tersebut.


Bukti tersebut akan digunakan melancarkan langkah-langkah lebih lanjut dalam rencana mereka melawan klan Kurogane dan memperkuat posisi Shiranui dalam perseteruan antara klan-klan ninja.


...***...


Tenggat waktu pengumpulan bukti untuk diserahkan kepada Pengadilan Hukum Oda semakin dekat, namun Hirotada menghadapi kendala dalam menyerahkan bukti dengan lengkap, sambil terus berharap Yumi kembali dengan selamat.


Meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga mengumpulkan bukti yang kuat, terdapat beberapa informasi penting yang masih sulit ditemukan atau tersembunyi dengan baik oleh pihak lawan.


Hirotada merasa tertekan dengan situasi ini, karena ia sadar bahwa bukti yang tidak lengkap dapat membahayakan posisi klan Kurogane dan pendukung mereka dalam upaya penyelesaian kasus.


Dia berusaha mencari jalan keluar dengan berkoordinasi dengan anggota timnya dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencari bukti yang masih kurang.


Dalam beberapa kesempatan, Hirotada dan timnya melakukan upaya penyelidikan yang lebih intensif. Mereka bekerja dengan cepat dan hati-hati, berharap dapat menemukan bukti yang diperlukan sebelum tenggat waktu berakhir.


Dalam perjalanan perjuangan mereka, Hirotada tidak hanya berusaha menyelesaikan tugasnya, tetapi juga membantu memperkuat semangat dan keyakinan rekan-rekan sejawatnya. Mereka tetap teguh dalam tekad mereka untuk membela kehormatan klan Kurogane dan membuktikan ketidakbersalahan mereka.


Namun, waktulah yang memutuskan akhir dari perjuangan ini. Hirotada dan timnya bekerja keras, menempuh berbagai rintangan, dan memanfaatkan keahlian ninja mereka untuk menyelesaikan tugas ini dengan sebaik mungkin.


Hirotada menyadari Yumi mungkin terjebak dalam sebuah masalah, sebab dia tak kunjung kembali. Di sisi lain, Hirotada berharap bahwa bukti yang mereka kumpulkan mampu membela kebenaran dan mengubah nasib klan Kurogane dalam pertarungan di Pengadilan Hukum Oda, tapi tak yakin itu akan cukup.


...***...


Saat tiba waktunya mengumpulkan bukti ke Pengadilan Hukum Oda, Hirotada dan timnya mempersiapkan diri dengan cermat. Mereka menyusun semua bukti yang berhasil mereka kumpulkan selama penyelidikan intensif mereka.


Dengan hati-hati, mereka memilah-milah bukti itu berdasarkan kepentingan dan relevansinya dengan kasus. Setiap bukti dikelompokan dan dengan rapi agar mudah diakses saat dibutuhkan.


Hirotada berjalan menuju ruang Pengadilan Hukum Oda di Kanazawa. Pengadilan Hukum Kanazawa ini memiliki atap bergaya gable (atap miring) yang terbuat dari bahan seperti genteng keramik.


Atap-atap ini sering kali memiliki hiasan atau ornamen khas, seperti naga, singa, atau burung, yang melambangkan kekuasaan dan keberanian. Bangunan pengadilan ini terdiri dari beberapa ruangan yang terhubung.


Ruangan utama, yaitu ruang sidang, biasanya memiliki lantai yang terbuat dari tatami (karpet jerami), serta dinding yang dihiasi dengan panel kayu atau kain yang indah. Di tengah ruangan terdapat meja atau podium tempat masing-masing pembela berdiri saat menyampaikan argumen mereka.


"Apa yang terjadi pada Yumi?" tanya Hirotada lirih kepada Shingen yang berjalan di sebelah kirinya menuju ruang utama Pengadilan Hukum Oda.


"Yumi? Ha ha ha... Mengapa kau tanyakan nasib orangmu padaku?" Shingen tertawa.


"Kau dan klanmu memang terkutuk!"


"Nikmatilah kekalahanmu, tuan Hirotada. Juga, jangan lupa enyahlah kau dari Dewan Penasihat Umum. Kurasa, Akechi seharusnya memberikan usul pada tuan Nobunaga untuk segera mencari penggantimu," Shingen puas dengan awal dari kemenangannya atas Hirotada.


"Hari ini, kau mungkin akan menang. Tapi, ingatlah, Shingen! Suatu saat akan ada pembalasan yang kuat dari keturunan Kurogane."


"Kau bercanda? Setelah kalah dalam perang, juga akan kalah di pengadilan, sekarang malah kau mengatakan keturunan Kurogane. Kau ingin membangkitkan mereka dari kuburnya? Malang benar nasibmu, tuan Hirotada."


Hirotada tersenyum. "Apa kau dan klanmu lupa dengan Ayame, Shingen?"

__ADS_1


"Ayame? Kurasa saat ini dia sedang berada di neraka. Aku akan mengatakan hal penting ini hanya padamu, tuan Hirotada. Ayame, yang kau sebut itu telah tewas dalam penyerangan. Dia memohon-mohon agar tak membunuh kedua orang tuanya. Lagi pula, apa yang bisa dilakukan bocah itu sekarang?"


Hirotada kembali tersenyum. "Kau salah! Ayame selamat, dan dia akan kembali." (FA)


__ADS_2