
"Pa, mama kenapa?" tanya Sela yang baru datang,Kinan juga memberikan Amora pada baby sitter nya dan segera mendekati sang mertua,dia ikut panik melihat mama Tania yang seperti kekurangan oksigen menahan sesak nafas nya.
"Ma kenapa? ini Kinan ma,apa ada yang sakit?beritahu aku ma" tanya Kinan lembut sambil menggenggam tangan Mama Tania,dia takut jika mama Tania meninggal kan nya,Kinan sudah terlanjur sayang dengan sang mertua dan tidak ingin kasih sayang seorang ibu hilang lagi.
"Bawa mama kerumah sakit sekarang Ga,mama mu sesak,butuh pertolongan dokter"
"Iya pa"jawa Yoga cepat sambil menggendong sang mama yang sudah mulai melemah.
"Sus titip Mora ya,aku pergi ke rumah sakit" pamit Kinan dan diangguki suster Amora.
Sela dan Kinan ikut masuk ke dalam mobil memegang mama Tania.
"Ma,tahan ya sebentar lagi kita sampai" ujar Sela sambil menangis,dia dari tadi memegang tangan kanan sang mama dan di kiri ada Kinan, kedua perempuan cantik ini sangat panik, tadi sebelum mereka pergi mama nya baik-baik saja,apa yang terjadi hingga bisa begini pikir Sela.
Sesampainya di rumah sakit Yoga segera membopong mama nya ke UGD dan meminta penanganan segera.
__ADS_1
Semua panik menunggu di luar,Yoga sendiri mengusap wajah nya kasar, dia bingung apa yang terjadi pada mama nya terakhir mama nya sesak nafas saat di bercerai dengan Raya dan itu sudah cukup lama tapi kenapa sekarang kambuh lagi,apa ada yang memancing kemarahan mama nya.
"Pa,kenapa mama?" tanya Yoga tapi tak di jawab oleh papa nya,papa Yoga hanya memberikan ponsel Yoga yang dia kantongi setelah istrinya sesak.
"Kenapa pa?"
"Mama mu bertengkar dengan Bella"
Deg
"Kamu masih berhubungan dengan Bella ga?" tanya papa nya pelan tapi Yoga hanya menunduk kan kepalanya dia tau dia salah, karena kecerobohan nya tadi jadi mama nya begini.
"Pa aku dan Bella saling-"
"Plak" satu tamparan di layangkan papa Yoga di pipi anak lelakinya ini, tidak pernah lelaki paruh baya ini marah tapi kali ini dia emosi melihat istri nya yang hampir kehilangan nyawa karena ulah anak lelakinya ini,papa Yoga benar-benar kecewa dengan sikap Yoga kali ini.
__ADS_1
"Apa kamu ingin membunuh mama mu perlahan? apa kamu tidak kasihan dengan mama mu,dia perempuan yang sudah melahirkan mu Yoga apa kamu mau jadi anak durhaka dengan terus menentang kemauan nya?"cecar lelaki paruh baya ini sedangkan Yoga hanya tertunduk,dia merasa sangat bersalah.
"Bukan begitu pa dengar kan dulu penjelasan ku,aku-"
"Jika penjelasan mu hanya untuk membela perempuan itu tidak usah Ga, tidak akan ada yang mau mendengar kan nya bahkan papa pun sudah kecewa pada mu"potong papa Yoga
Kinan melihat kemarahan sang mertua pada suaminya ini,apa yang membuat mama mertua nya sangat menolak Bella padahal Bella cukup cantik menurut Kinan, mungkin ada penyebab yang tidak di sukai dari Bella tapi Kinan tidak mau ikut campur.
"Jika memang kamu tidak bisa di atur silahkan pergi dengan perempuan itu,kamu boleh tinggal kan keluarga ini dan jangan pernah kembali lagi, Amora kami yang urus!" tegas pala Yoga
"Maaf kan aku pa" ujar Yoga bersimpuh di kaki sang papa
Baru kali ini Kinan melihat Yoga sangat terpuruk, Mungkin dia benar-benar mencintai Bella hingga dia mampu untuk mengeluarkan air mata karna mempertahankan cinta nya.
Papa Yoga menepis tubuh Yoga dengan kaki nya dan meninggalkan Yoga tapi dia melihat Kinan yang berdiri di depan pintu di mana mama Tania sedang di tangani dokter tadi nya Kinan ingin memanggil papa mertua nya ini karena mama Tania sudah sadar tapi melihat pertengkaran ayah dan anak membuat Kinan mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Maaf kan Yoga,Ki" ujar Papa Yoga pelan,hanya itu yang bisa dia ucapkan saat ini pada Kinan
Kinan hanya menunduk pelan,dia juga ikut berperan dalam hubungan Yoga dan Bella saat ini membuat nya merasa bersalah pada orang tua Yoga.