
"Jadi tidak ingin mencoba jalan damai?"
"Tidak... teruskan saja kasus nya" jawab Yoga cepat dia tidak ingin berdamai.
"Mas-"
"Sayang, kalau kita damai Angga akan semena-mena dengan kamu biarkan dia mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya" potong Yoga membuat Kinan terdiam
"Kecuali kalau kamu masih cinta"ketus Yoga membuat Kinan terdiam,dia tidak ingin membuat keributan dengan Yoga
"Biarkan bang Yoga saja yang menyelesaikan nya Ki" ucap Sela menimpali
"Ya sudah kalau memang tidak ada upaya damai kasus nya akan di lanjutkan " ujar Cipto polisi yang menangani kasus Kinan yang sekaligus teman baik Yoga.
"Sekali lagi terimakasih bro atas bantuannya" ucap Yoga menyalami tangan Cipto sang teman baik.
****
"Mas aku tidak suka ya kalau kamu mengatakan aku masih cinta sama Si Angga,kau tu yang masih ada rasa sama si Belle"
"Sembarangan,kamu tuh"
"Kamu" kesal Kinan
"Terus kamu cinta nya sama siapa?"tanya Yoga membuat Kinan terdiam
"Terserah aku mau sama siapa, untuk sekarang sama Amora aja nggak ada yang lain" jawab Kinan ketus mengalikan pandangan nya dari Yoga.
__ADS_1
"Sama Papa nya Amora cinta nggak?" goda Yoga mendekati Kinan
"Apa an sih mas,jangan ngarang deh kamu"
"Ngarang apa nya,aku sedang nanya nyonya Yoga!"
"Jangan yang aneh-aneh pertanyaan nya,aku nggak suka"
"Kok aneh sih, orang kita suami istri, tinggal jawab aja kok susah"
"Udah deh aku mau main sama Amora dulu"ujar Kinan malu-malu
"Sayang" pekik Yoga sambil memegang tangan Kinan
"Mas lepas deh ntar Amora nangis di luar cari aku" alasan Kinan
"Mas...lepas!! jangan gila kamu ya ini siang"
"Jadi kalau malam boleh?" tanya Yoga bersemangat
"Gila kamu"
"Ya aku udah gila sama kamu Ki,aku jatuh cinta sama kamu"aku Yoga membuat Kinan mendorong tubuh Yoga yang berusaha mendekati nya
"Mas ntar Amora datang"
"Biar saja nanti dia juga tau kalau papa dan mama nya mau buat adik buat dia"
__ADS_1
"Mas!" bentak Kinan malu karena Yoga terus saja berbicara Vulgar
"Apa sayang,mau jerit palingan juga mama sama yang lain ketawa di luar dengar jeritan manja kamu di sini"
"Mas jangan aneh-aneh deh,aku teriak beneran ini" ancam Kinan ketakutan saat Yoga sudah memeluk tubuh nya dan mencium leher Kinan membuat Kinan kegelian bercampur gugup.
"Teriak aja,kamu makin cantik kalau teriak gitu, kedengaran mendesah"
Kinan yang merasa malu terus menerus di goda oleh Yoga justru menginjak kaki Yoga dan membuat lelaki beranak satu ini menjerit lalu Kinan segera keluar.
"Ki.....Sakit" pekik Yoga tapi Kinan tak mempedulikannya, dia justru tertawa kecil dan segera mencari Amora.
"Kenapa ketawa gitu ki,ada yang lucu?" tanya mama Yoga yang melihat menantunya keluar dari kamar senyam-senyum sendiri
"Nggak ma, nggak ada apa,mana Amora?" tanya Kinan tidak melihat anak sambung nya itu
"Di bawa Sela keluar katanya mau beli Es krim"
"Mama bolehin?"
"Ya boleh lah Ki, yang bawa juga Sela"
"Bukan itu ma,beli es krim nya nanti Mora malah pilek lagi,demam! dia kan nggak terbiasa ma"Ujar Kinan cemas
"Kalau satu nggak papa lah Ki, hitung-hitung perkenalan dengan makanan luar, sudah jangan khawatir Mora anak kuat kok,kalau hanya satu es krim nggak akan demam Ki"
"Kalau udah pulang bilang ke aku ya ma"
__ADS_1
"Iya" sahut sang mertua,mama Yoga sangat bersyukur memiliki menantu seperti Kinan yang perduli pada cucu nya meskipun bukan anak kandung Kinan sangat sayang pada Mora.