
Selesai makan siang mereka langsung pulang di perjalanan Kinan tertidur mungkin karena kekenyangan,Yoga memarkir kan mobil nya di garasi setelah itu menggendong Kinan.
"Kenapa Kinan Ga?" tanya mama nya khawatir melihat Yoga menggendong menantu nya ini,dia pikir Kinan sakit.
"Husfff.... tidur ma! mungkin kelelahan jangan berisik ntar Kinan malah bangun" jawab Yoga pelan dan di anggukki sang mama
Mama nya sudah mendengar kabar kalau tadi Yoga mengusir Bella di kantor, mungkin ini awal yang baik untuk pelakor itu dan semoga hubungan Yoga bisa akur bersama Kinan yang kini di takutkan mama Tania adalah Kinan, takut kalau Kinan tidak mampu bertahan dengan Yoga tapi sepertinya Kinan anak yang baik dan bisa di andalkan.
"Mam-ma" panggil Amora yang baru belajar bicara, melihat sang papa yang akan naik ke lantai atas
"Mama lagi bobok sayang,nanti ya tunggu mama bangun baru Mora main sama mama nya" bujuk Yoga, Suster Amora segera membawa Amora menjauh dari Yoga dan Kinan.
****
"Aku tidak bisa begini aku harus bisa membuat Yoga kembali percaya pada ku,aku tidak mau kehilangan semua nya" kesal Bella
"Bima Brengsek kenapa aku sampai larut dalam dekapan nya,gila!!! siaal" pekik nya
Tapi tidak bisa Bella pungkiri dia menyukai permainan Bima malam itu hingga dia benar-benar larut, meskipun dalam keadaan mabuk Bella masih bisa merasakan nikmatnya bercinta.
"Kalau sampai Yoga pergi dari ku hidup ku bisa-bisa melarat,aku tidak mau itu terjadi,Yoga jauh segala nya dari Bima" umpat nya kesal
__ADS_1
Ya,selain Yoga memang tampan dia ATM berjalan untuk Bella,siapa yang tidak mau di posisi Bella, Semua kebutuhan nya di tanggung Yoga hingga apartemen yang dia tempati di sewa oleh Yoga bahkan Yoga berjanji akan membeli kan Apartemen dengan nama nya jika mereka menikah nanti tapi kini justru Bella malah mengkhianati Yoga.
"Aku tidak bermaksud untuk itu ga, percaya aku ,aarggghhh" kesal Bella kenapa semua nya jadi berantakan begini.
****
"Ehmmmm" lenguhan pelan terdengar di bibir Kinan, perempuan cantik ini membuka mata nya perlahan dan menggeliat kan tubuh nya, terasa enak sekali mungkin karena tidur Kinan pulas tak ada yang mengganggu bahkan baru kali ini dia bisa menikmati tidur siang lagi.
Kinan melirik jam dinding ternyata sudah pukul lima sore dan dia berada di ranjang kamar,jadi dia tertidur sangat pulas.
"Astaga" pekik Kinan dia melupakan anak nya pasti Amora mencarinya bocah itu sudah sangat dekat dengan Kinan bahkan Amora sudah merasakan Kinan seperti mama kandung nya.
"Amora mana mas? aku meninggalkan nya cukup lama hari ini"ujar Kinan hendak bangkit
"Mandi sana,kita makan malam di luar"
"Amora?" tanya Kinan lagi
"Amora di bawa mama sama papa keluar"
"Kemana?"
__ADS_1
"Mana aku tau! masa' di bawa mama sama papa aku harus tanya,kesan nya aku tidak percaya sama mereka"
"Bukan begitu mas-"
"Sudah biarkan saja Mora jalan sama mereka,ayo siap-siap" ujar Yoga melempar handuk nya membuat Kinan terpekik sambil menutup mata
"Aaaaakkkkkk"
"Kenapa?"
"Mmmm"Kinan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"kamu pikir aku telanjang?"
Kinan hanya menyengir kuda membuat Yoga gemas.
"Kamu pake acara lepas handuk segala"
"Pikiran mu aja yang kotor tapi kalau mau lihat juga boleh,aku bersedia" goda Yoga membuat Kinan melotot kan mata nya galak lalu lari ke dalam kamar mandi
"Hahaha"Yoga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ketakutan Kinan, perempuan itu benar-benar enak untuk di jahili pikir Yoga.
__ADS_1