
Yoga berdiri diri di balkon kamar tamu rumah Bulik nya ini dia merenung sendiri memikirkan ucapan nya semalam dengan Kinan, mungkin memang keterlaluan dia harus minta maaf dan meralat semua nya.
Yoga menghela nafas panjang dia bingung dengan dirinya saat ini apa dia harus melepaskan Bella dan mencoba mencintai Kinan? jika itu yang membuat mama nya bahagia dan bisa hidup lebih lama dengan nya seperti nya Yoga harus lakukan apalagi Amora sudah menyukai Kinan jika hanya sampai Kinan tamat kuliah lalu bagaimana dengan nasib Amora? kenapa dia sangat egois memikirkan dirinya sendiri sementara anak nya tersiksa.
"Bodoh... lelaki bodoh kamu Yoga!" umpat Yoga pada dirinya sendiri,kenapa hanya karena mempertahankan diri sampai melupakan Amora.
Cukup lama duduk termenung di balkon Yoga melihat mobil masuk ya mobil bulik nya dan Kinan yang keluar dari mobil sambil memapah mama nya, perempuan itu sungguh baik,jika di perhatikan seksama Kinan sangat cantik bahkan nyaris sempurna tapi kenapa Yoga tak memperhatikan nya selama ini apa karena cinta gila nya pada Bella hingga perempuan di hadapan nya tak menarik menurut Yoga.
Kinan terus tersenyum sambil membantu mama nya wajar saja mama nya menyukai Kinan dia perempuan penyayang apa karena perjanjian itu membuat Kinan seperti ini, lagi-lagi Yoga berpikir buruk dia memukul kepalanya sendiri menghilangkan pikiran itu.
"Sus mana Amora?" tanya Kinan
"Sedang tidur siang bu"
Kinan memang sudah terhipnotis dengan bayi menggemaskan itu,pergi sejenak saja dia sudah merindukan Amora terkadang Kinan sendiri berpikir apa dia mampu berjauhan dengan Amora nanti saat pekerjaan selesai.
__ADS_1
"Yoga mana bik?" tanya Mama Tania
"Di kamar bu, tidak keluar dari tadi" jawab pembantu di rumah bulik Citra
Kinan menuntun sang mertua hingga masuk ke dalam kamar nya.
"Mama istirahat dulu ya,nanti aku minta bibi membuat kan bubur untuk mama dan teh hangat, karena sore ini harus minum obat" ingat Kinan
"Terimakasih sayang"
Kinan begitu sempurna menjadi menantu sesuai dengan keinginan nya tapi kenapa Yoga tidak juga bisa melupakan perempuan pelacur itu pikir mama Tania,tanpa di sadari air mata perempuan paruh baya ini jatuh dia sedih melihat nasib Kinan yang bertahan dengan lelaki brengsek seperti Yoga anak nya,andai saja Kinan yang menjadi anak kandung nya sudah pasti dia akan meminta Kinan meninggal kan Yoga.
"Ma kenapa lagi?" tanya suaminya
"Mama merasa bersalah pa pada Kinan"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Mama yang meminta Sela membujuk Kinan menikah dengan Yoga tapi Yoga malah menyia-nyiakan dia pa,apa mama menyerah saja pa membiarkan Kinan bahagia dengan pilihan nya dan Yoga juga puas dengan pilihan nya"
"Kamu ngomong apa ma"?
"Jika mama mati mama merasa berdosa pa pada Kinan,dia perempuan baik harus terjebak dalam situasi ini hanya karena dia yatim piatu kita membuat nya menderita"
"Kinan tidak keberatan bukan?"
"Itu karena dia butuh uang pa untuk biaya kuliah nya"jelas mama Tania lagi
"Ma,jangan terlalu banyak pikiran nanti kumat lagi asma nya"
"Mama bisa mati kapan saja pa,tapi kebahagiaan orang-orang di sekitar mama harus jadi korban nya,sudah lah biar mama yg mengalah dari pada harus terus berperang begini" isak Mama Tania,Yoga yang ingin meminta maaf pada mama nya justru merasa semakin bersalah mendengar mama nya sudah menyerah,dia sangat egois mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan perasaan mama nya dan anak nya Amora,Bella memang perempuan yang bisa membuat Yoga tunduk tapi Bella bukan ibu yang baik dia tidak suka pada anak-anak dan Bella juga tidak mau melahirkan anak Yoga berikut nya dia hanya suka pada Yoga bukan keluarga nya.
__ADS_1
Yoga mengurungkan niat nya untuk masuk kedalam kamar mama nya dia memilih pergi karena dia sudah merasa menjadi anak yang durhaka.