Baby Sister Untuk Amora

Baby Sister Untuk Amora
Mall


__ADS_3

Tiga Minggu sudah berlalu Kinan sudah semakin dekat dengan Amora bahkan mereka sekarang sudah tidur bertiga dan kini Amora yang menjadi pembatas mereka, seringkali Mama Tania marah pada Sela karena Amora tidur dengan Kinan tapi Kinan yang bersikeras dia ingin merawat Amora siang malam kecuali jika dia sedang ke kampus.


Kinan sendiri sudah mulai terbiasa dengan tingkah anak tiri nya ini, Amora anak yang sangat lucu dan menggemaskan.


"Mandi ya sayang,nanti siang kita ke Mall bareng Aunty Sela" ujar Kinan sambil menyabuni bayi menggemaskan itu, tubuh bongsor Amora menjadi daya tarik tersendiri, meskipun belum genap satu tahun tapi Amora tumbuh dengan sehat.


"Udah wangi anak mama, lanjut mimi susu nya ya sayang" ucap Kinan membuatkan susu untuk Amora


Hari ini memang Kinan dan Sela sudah janjian akan ke Mall bareng tapi karena tidak mau meninggalkan Amora,Kinan berinisiatif membawa anak sambung nya itu.


"Yakin bawa Mora ,Ki! ntar nangis lagi dia"


"Gue nggak tega Sel kalau ninggalin Mora,dia udah pinter kok sekarang,anteng kalau di bawa kemana-mana"


"Kaya' nya Mora benar-benar dapet mama yang baik deh Ki"puji Sela


Kinan mengganti pakaian nya dengan Dress bunga-bunga selutut, wajah nya yang imut dan cantik membuat orang berpikir kalau Amora adalah keponakan Kinan bukan anak Kinan karena memang body langsing Kinan menandakan kalau dia belum pernah melahirkan.


"Matching banget kalian,kompak" ujar Sela melihat Amora juga mengenakan gaun bunga-bunga yang senada dengan Kinan


"Ya iya lah,orang kita ibu dan anak,iya kan sayang"jawab Kinan sambil tersenyum kecil dan mencium pipi gembul Amora membuat Sela berharap kalau Kinan akan menjadi mama selama nya untuk Amora tapi sayang sahabat nya ini menikah dengan Abang nya dengan kontrak perjanjian sampai selesai lulus kuliah saja.


"Giman Ki selama jadi mama Amora,loe betah?" tanya Sela saat mereka sudah di dalam mobil


"Gue udah mulai nyaman Sel, Amora anak nya anteng banget nggak rewel,kalau haus itu biasa ya anak kecil pada umumnya" jawab Kinan


"Ki,loe nggak mau coba ambil hati Abang gue?" tanya Sela tiba-tiba


"Maksud loe?"


"Ya,coba jadi istri beneran untuk bang Yoga"Kinan terdiam sejenak


"Uupss sorry kalau pertanyaan gue buat loe nggak nyaman"

__ADS_1


"Gini aja dulu Sel,gue masih nikmati peran seperti ini,belum mau terlibat jauh dalam kehidupan abang loe"


"Loe nggak malu momong Mora ke Mall,gimana kalau ketemu teman-teman kampus?"


"Ya nggak masalah, Status gue kan emang udah jadi istri sekarang,mau di sembunyikan bagaimana pun juga percuma La,toh saat cerai nanti gue bakal menyandang predikat janda kan,cuba beda nya janda yang masih perawan" jawab Kinan sambil tertawa kecil


"Gue harus akui kebaikan keluarga loe Sel,tanpa kalian gue nggak tau hidup gue gimana sekarang,di putusin Angga terus kerja mondar-mandir,belum tentu bisa bayar kuliah kan" lanjut Kinan pelan


"Ki,gue sahabat loe! Gue pengen kita bahagia sama-sama,maaf kalau cara nya sedikit berbeda ya Ki"


"Nggak masalah buat gue Sel,loe tetap sahabat terbaik buat gue" ujar Kinan tersenyum kecil pada Sela yang sedang mengemudikan mobil nya.


"Mora sampai ngelihatin loe mewek gitu,dia bingung kali Ki,lihat mama nya sedih"


"Iya sayang,maaf ya Mora jadi bingung" ujar Kinan mencium pipi bayi gembul ini


Sesampainya di Mall Sela memarkir kan mobil nya dan mereka turun,Kinan mengeluarkan stroller Mora dan memasukan bayi nya kedalam stroller lalu mendorong pelan.


Minggu kemarin Yoga sudah memberikan Kinan kartu sakti agar Kinan bisa belanja keperluan nya dan Mora,Yoga memang tak membatasi Kinan belanja apapun selagi itu memang dia dan Amora butuhkan Yoga setuju saja.


"Tas gue masih banyak yang belum di pakai Sel,gue temenin elu aja ya"


"Ya nggak asik dong,kaya' dulu napa Ki, rebutan gitu kalau ada yang baru"


"Gue emang lagi nggak pengen belanja tas Sel"


"Kalau sepatu gimana,ada snicker terbaru gue lihat di I toko langganan kita"tawar Sela lagi


"Boleh deh lihat-lihat dulu mana tau ada yang gue suka" jawab Kinan


Akhirnya dua perempuan cantik ini ke toko sepatu,tapi sedang asik memilih sepatu tiba-tiba Kinan melihat sosok Yoga yang sedang menggandeng tangan perempuan.


"Bang Yoga!" pekik Sela,Kinan sempat menarik Sela untuk tidak mendekat tapi Sela menepis tangan sahabat nya ini.

__ADS_1


"Hay Sel" sapa Bella sok ramah


"O...jadi ini kerja yang abang bilang tidak bisa di tinggal" sindir Sela karena tadi pagi Sela sempat mengajak abang nya ini untuk ikut dengan mereka jalan-jalan tapi Yoga menolak dengan alasan ada pekerjaan penting.


"Jadi karena perempuan ini!"


"Sel,jangan buat keributan di sini" ingatan Yoga


"Wajar saja mama nggak suka sama ini perempuan Bang,dia udah jauh ngeracunin abang sampai lupa sama anak"


"Sela!"bentak Yoga


"Apa?? abang marah sama aku!" balas Sela mulai emosi


"Sel,udah!! malu di lihat orang Sel"ujar Kinan menenangkan sahabat nya ini.


"Biar aja Ki,biar ini pelakor yang malu,gedek banget gue sama ni perempuan matre"


"Siapa yang pelakor ha,itu perempuan yang di samping kamu yang pelakor" tunjuk Bella membuat Kinan terkejut


"Enak aja loe nuduh sahabat gue pelakor,elu tu yang nggak tau malu,cewek nggak benar"


"Plak!!!" Yoga menampar Sela membuat Kinan menarik Sela ke dalam pelukan nya.


"Bang,loe tampar gue karena perempuan itu bang"ujar Sela tak percaya sedangkan Bella tersenyum puas melihat Yoga membela nya kali ini.


"Ma-af Sel" Yoga berusaha mendekati Sela tapi di tepis oleh perempuan itu, tangisan Amora membuat mereka tersadar kalau ada anak kecil yang memperhatikan keributan mereka.


"Sayang,,,cup..cup....anak mama"bujuk Kinan langsung menggendong Amora yang terlihat ketakutan karena teriakan Sela bahkan ada beberapa orang yang memperhatikan mereka.


Sela menarik stroller Amora lalu mengajak Kinan untuk pergi.


"Sel" panggil Yoga hendak menyusul tapi di tahan oleh Bella

__ADS_1


"Aku harus kejar Sela, Bel nanti dia akan mengadu pada mama"


"Tidak mungkin, sudah kita lanjut belanja beb,kamu belum belikan aku sepatu kan, nggak usah di kejar" ingat Bella membuat Yoga menghela nafas berat,dia sedikit khawatir saat ini,kalau saja Sela marah dan mengadu pada mama nya tamat lah riwayat Yoga.


__ADS_2