Baby Sister Untuk Amora

Baby Sister Untuk Amora
Cemburu


__ADS_3

"Bentar Sel,gue ke toilet sebentar,udah kebelet dari tadi" pamit Kinan saat mereka hendak ke kantin.


"Kebiasaan deh loe,gue pesenin dulu ya,mau apa?"


"Oke,kaya' biasa aja"


Kinan berjalan cepat ke arah toilet tanpa di ketahui nya kalau dirinya di ikuti oleh Angga


"Mana Kinan,Sel?" tanya Danu yang baru datang


"Ke toilet"


"Toilet?"


"Hmmmm,mau pesan apa? " tanya Sela tapi Danu segera berlari meninggalkan Sela membuat Sela cemburu padahal Danu sudah tau kalau Kinan menikah tapi kenapa dia masih mencari Kinan pikir Sela.


"Dan pesan apa?" pekik Sela tapi Danu terus pergi,Sela ikut menyusul Danu dia penasaran kenapa Danu meninggal kan nya mencari Kinan.


"Mhppppp"


Angga menutup mulut Kinan saat keluar dari Toilet dan menyeret perempuan itu masuk kembali ke toilet.


"Diam....!!!" bentak Angga


"Elu"

__ADS_1


"Iya,gue Ki, kenapa kaget?"


"Lepas,gue mau keluar kalau nggak gue teriak"tepis Kinan


"Coba aja teriak,elu keluar bakalan nggak perawan lagi,atau memang elu udah nggak perawan dengan lelaki itu"


"Plak" satu tamparan di layangkan Kinan untuk Angga


"Berani elu sama gue Ki" marah Angga sambil menarik rambut Kinan


"Awww...lepas Ngga sakit"


"Sakit!! elu bakalan ngerasain lebih sakit dari ini kalau elu ngelawan gue"


"Apa mau lu brengsek!"


"Bukan nya elu yang minta kita putus dan elu udah punya pacar baru kenapa elu mau balik lagi sekarang"


"Karena elu bohongi gue,elu nggak bangkrut elu aja yang mau lepasin gue,gue nggak terima"


"Bangkrut nggak bangkrut itu bukan urusan elu,gue nggak mau balik lagi sama elu, lelaki bangsat,parasit loe!"pekik Kinan


"Plak....." Angga menampar pipi Kinan hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


"Awww...lepas"

__ADS_1


"Mampus lu" marah Angga,Angga segera menarik baju Kinan hingga robek dan memperlihatkan bra Merah yang di pakai nya,Kinan berusaha menutupi tubuh nya yang terbuka tapi hanya tertutup sebagian.


"Tolong!"


"Plak" Angga menampar pipi Kinan lagi agar perempuan itu tidak berteriak, toilet yang sempit membuat Kinan kesulitan bernafas.


"Jangan sok jual mahal loe,gue tau elu udah nggak perawan lagi,atau elu udah jual perawan loe sama tu cowok buat hidupin loe,iya kan?"


"Bukan urusan elu,kita nggak ada hubungan lagi Ngga, lepasin gue"


"Nggak akan!"


"Mas Yoga tolong.....Tolong!" pekik Kinan,hanya Yoga yang dia ingat saat ini tapi hal itu justru membuat Angga semakin marah, Angga mencoba mencium paksa Kinan tapi Kinan terus berontak


Brak.....


Brak.....


Beberapa kali percobaan Danu mendobrak pintu toilet dan akhirnya terbuka,Angga menatap Danu dengan wajah memerah menahan marah,sedangkan Kinan sudah tak sadar kan diri terbaring di lantai toilet.


Brugk.....


Brugk....


Brugk....Danu menghajar Angga membabi buta,dia tidak peduli Angga sahabat nya yang jelas dia ingin melindungi Kinan dari kebejatan Angga saat ini,tak berharap apapun yang pasti Danu tidak ingin Kinan celaka apalagi di tangan Angga lelaki brengsek.

__ADS_1


"Kinan" pekik Sela yang melihat sang sahabat sudah terbaring lemah tak berdaya dengan pakaian yang robek membuat Sela juga murka dia membiarkan Danu menghajar Angga,Sela segera menghubungi Yoga agar datang ke kampus untuk menyelesaikan permasalah ini.


__ADS_2