
"Kamu bisa sabar nggak sih Bel,aku lagi pusing sekarang ini,mama masuk rumah sakit karena ulah kamu"
"Kok kamu jadi nyalahin aku mas? aku begini juga karena kamu, sekarang kamu udah berani bentak aku ya,ini pasti gara-gara perempuan kampung itu, sudah di kasih apa kamu sama dia,apa jangan-jangan kamu sudah mencoba milik nya?" tanya Bella kesal membuat Yoga mengusap wajah nya kasar
"Ya jelas aku nyalahin kamu,aku begini karena ingin mempertahankan kamu,aku ingin mengenal kan kamu pada orang tua ku pelan-pelan tapi kamu nya tidak sabaran dan terlalu banyak menuntut dari ku"
"Mas aku itu takut! Takut kamu justru terpikat sama perempuan kampung itu dan meninggalkan aku mas,aku cinta sama kamu dan sekarang apa terbukti kan kamu lebih membela mama mu dari pada aku,itu semua karena hasutan perempuan itu"
"Ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan Kinan,aku dan Kinan hanya menikah pura-pura tidak akan ada cinta di antara kami karena aku mencintai kamu Bel,tapi kau terus saja curiga nggak jelas" marah Yoga lalu menutup ponselnya kesal.
Kinan yang sedang berdiri di pintu mendengar semua ucapan Yoga melalui sambungan telepon tadi nya dia ingin mengajak Yoga untuk makan malam tapi justru mendengar kan percakapan Yoga membuat nya membalikkan badan.
"Ki...."panggil Yoga membuat langkah Kinan terhenti.
"Makan malam sudah siap mas,makan dulu setelah itu baru lanjut telpon lagi" ucap Kinan sambil terus berjalan ke luar,ini yang Kinan takut kan jika dia bermesraan dengan Yoga, perasaan! Kinan takut terbawa perasaan sedangkan Yoga tidak akan pernah meninggalkan Bella perempuan yang dia cintai.
Yoga hanya mengusap wajah nya datar, mungkin Kinan mendengar obrolan nya dengan Bella tadi membuat Mood Kinan memburuk padahal Yoga hanya membujuk Bella agar saat ini jangan menghubungi nya dulu.
Yoga ikut keluar kamar dan bergabung di meja makan, ternyata Sela sudah pulang ke rumah eyang nya.
"Mama bagaimana Sel?"
__ADS_1
"Sudah membaik bang"
"Kamu kenapa pulang?"
"Tadi papa bilang aku di rumah saja, kondisi mama juga sudah baik jadi biar papa saja yang menemani di sana"jawab Kinan
"Alhamdulillah kalau begitu"
"Amora mana Ki?" tanya Yoga yang tidak melihat anak perempuan nya itu.
"Sama suster nya mas, mungkin sudah ketiduran nanti aku ke sana setelah makan malam"
"Mas mau pergi?"
"Tidak,malam ini aku ingin tidur berdua dengan mu" ujar Yoga membuat jantung Kinan berdegup kencang begitu juga Sela,kenapa abang nya ini tiba-tiba meminta Kinan menemaninya tidur apa mereka akan??
"Aku harus lihat Amora dulu mas,takut nangis" alasan Kinan
"Setelah itu kembali ke kamar,ada yang harus aku bicarakan"
"Iya mas" jawab Kinan segera pergi dia terlalu gugup berhadapan dengan Yoga saat ini.
__ADS_1
****
"Ma,jangan marah-marah lagi,bisa saja perempuan itu yang terus mengejar Yoga"
"Pa,kalau Yoga tidak mau pasti bisa memblokir nya atau cara lain tapi ini jelas-jelas nama pelacur itu Sayang di ponsel Yoga apa nama nya kalau bukan mereka masih berhubungan"
"Ya mama ingat kalau mama ada riwayat asma,jangan terlalu ambil pusing semua nya bisa di bicarakan baik-baik"
"Dada mama sesak ma saat tau Yoga dan dia masih sama-sama,papa tau sendiri kan kalau Raya dan Yoga bercerai karena dia,mama takut Amora kehilangan ibu untuk kedua kalinya,Kinan sudah sangat baik pada Mora cucu kita pa"
"Iya ma,papa tau tapi papa juga takut dengan kondisi mama"
"Pokoknya papa harus bertindak tegas,jika Yoga memilih Bella lepaskan Kinan dan lepaskan perusahaan,biar Sela yang urus!"
Papa Yoga hanya menghela nafas panjang melihat istri nya yang kekeh tidak ingin punya menantu seperti Bella.
"Besok kita bicarakan ya, sekarang mama istirahat dulu,takut nya malah kumat lagi, pasti sekarang eyang juga khawatir dengan kondisi mama"
"Apa Yoga kita minta tinggal di sini saja pa dengan Kinan dan Mora"usul mama Tania
"Nanti di bicarakan ma, tidur dulu sudah malam" bujuk papa Yoga
__ADS_1