BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
1


__ADS_3

" Alexa". terdengar sebuah suara yang tegas memanggil Alexa dari ruangan disebelah.


Alexa terkejut dan mengerutkan keningnya kebingungan. Saat ini dia sedang beristirahat dan tidak mengerti mengapa Gisele memanggilnya. akhirnya Alexa masuk ke dalam ruangan milik Gisele.


Alexa berdiri di depan pintu ruangan milik Gisele dan mengetuknya lalu terdengar suara dari dalam


" masuk."


ceklek!


Alexa membuka pintu lalu berjalan masuk ke dalam ruangan dan berdiri di depan meja Gisele.


" Ya bos, anda memanggil saya?". tanya Alexa.


"Silahkan duduk." ucap Gisele yang membuat Alexa mengangkat sebelah alisnya karena kebingungan.


sejak dia bekerja disana, Gisele tidak pernah sopan terhadapnya. tanpa pikir panjang, Alexa menarik sebuah kursi lalu duduk dengan hati-hati tanpa ekspresi.


" apakah kamu suka bekerja disini?" tanya Gisele yang membuat Alexa langsung berdiri.


Apakah dia akan memecat Alexa? itulah mengapa dia memanggil Alexa ke ruangannya untuk pertama kali sejak Alexa telah bekerja selama 5 bulan?


" jangan khawatir, aku tidak akan memecat mu." ucap Gisele saat ia melihat ekspresi takut Alexa.


Alexa merasa tenang dan tersenyum erat, lidah nya juga terasa kaku untuk berbicara.


Gisele tertawa nyaring terdengar sangat menyeramkan. Alexa tidak mengerti mengapa Gisele tiba-tiba jadi baik.

__ADS_1


" jangan takut." ucap Gisele seraya meletakkan tangannya di atas tangan Alexa. ia sungguh tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


" Alexa ku sayang." ucap Gisele lalu Alexa menatapnya.


" aku tau ini aneh. hampir 6 bulan kamu telah bekerja disini dan hari ini adalah pertama kalinya aku memanggilmu kesini." ucap Gisele.


" aku telah memperhatikan mu dan menyadari betapa keras kamu bekerja dan betapa kamu menikmati bekerja disini. kamu membuatku sangat terkesan, itulah mengapa aku punya penawaran untukmu." ucap Gisele lagi.


' apa sebenarnya yang kamu mau' membuat Alexa ingin berteriak seperti itu tapi tentu tidak bisa. walaupun gajinya tidak di berikan dengan benar tapi itu sangat membantunya.


" penawaran apa?" tanya Alexa


Gisele tersenyum lalu berkata, " Alexa, jika kamu mengizinkan , aku ingin mengurusmu." sambil mengelus tangan Alexa dengan cara yang sangat mengganggunya.


" mengurus ku, nyonya George? aku sungguh tidak mengerti maksud anda itu." ucap Alexa. sebenarnya Alexa mengerti maksud dari perkataan Gisele, tetapi ia tidak ingin menerimanya.


Alexa menarik tangannya lalu meletakkan di atas pahanya, membuat Gisele menekan bibirnya dengan sangat menyebalkan.


" nyonya George, bukankah anda sudah menikah?" tanya Alexa. Alexa seorang perempuan yang menganggap pernikahan adalah hal sakral/ suci dan menganut paham monogami. ( monogami adalah menikah dengan satu orang perempuan saja/ kebalikan dari poligami).


" Tuan George bukanlah masalah. bahkan aku bisa meyakinkan dia untuk bersama kita." balas Gisele dengan tersenyum. Hal itu membuat Alexa merasa jijik.


" maafkan saya, nyonya George. tidak hanya penawaran anda yang tidak senonoh dan menjijikkan, hal itu bisa di anggap sebagai pelecehan seksual jika di bawa ke pengadilan. Jadi, dengan sangat menyesal saya menolak itu." ucap Alexa dan ia segera keluar dari ruangan Gisele.


.......


" dia memecat mu?" Lizzie memekik sembari menggelengkan kepalanya heran.

__ADS_1


Alexa sedang berada di tempat Lizzie dan dia menceritakan semua yang terjadi kepada Lizzie.


" iya Lizzie, aku sudah 20 kali mengatakannya padamu." ucap Alexa dengan lusuh. Alexa menyayangi Lizzie tapi tidak dapat di pungkiri terkadang Lizzie sangat menyebalkan.


" hanya saja ini sungguh mengejutkan dan kamu tidak ingin menuntutnya. Apa kamu bodoh?" ucap Lizzie lagi membuat Alexa mengurut keningnya. Ia merasa pusing.


" Lizzie, tidak ada yang akan mempercayai ku dan lagian berapa banyak yang akan aku dapatkan? itu sangat tidak pantas." ucap Alexa.


" bisakah setidaknya aku pergi memukulnya karena omong kosongnya yang menjijikkan itu?" ucap Lizzie.


" kamu tahu aku mempunyai sabuk biru taekwon-something?" ucap Lizzie lagi. Alexa yang mendengar itu pun tertawa.


" apakah sabuk biru itu sungguh ada? tapi jangan, sayangku. Aku tau kamu bisa melakukannya tapi aku tidak ingin kamu terkena masalah." ucap Alexa.


" kamu terlalu pemaaf. omong-omong, bagaimana kalau kita keluar nanti malam? kamu perlu menenggelamkan penderitaan mu sebentar di club dan bahkan mungkin mendapatkan pria keren dan menenggelamkan penderitaan mu sepenuhnya dengan cara berbeda." ucap Lizzie sembari tersenyum penuh harap.


" Lizzie.. saat ini aku tidak bisa, aku sungguh stres." ucap Alexa sembari menghela nafas.


" dan keluar rumah adalah cara sempurna untuk menghilangkan stres mu. ayolah, kumohon." ucap Lizzie dengan memasang wajah imutnya.


" katakan iya, kumohon! S'il te plait, bébé, ditoui. pleeeeaaaasssseee". ( kumohon, sayang katakan iya) ucap Lizzie.


" D'accord, d'accord. T'as gagné on yva." balas Alexa. ( baiklah, baiklah. kamu menang. ayo pergi).


" yeeyy! aku berjanji, kita akan menikmatinya." ucap Lizzie, lalu menarik Alexa ke dalam kamar mandi. aku menyesali ini.


# jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2