BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
13


__ADS_3

Alexa masuk ke dalam ruang kerja Sean dan tersenyum cerah lalu berkata, " Selamat pagi, Sean." ucapnya.


Sean menatap Alexa selama beberapa saat dan Alexa menjentikkan jarinya lalu berkata,


" Halo! Sean." ucap Alexa.


Sean mengejutkan Alexa karena ia berdiri dengan tiba-tiba dan memberikan Alexa kiss yang keras namun penuh gairah.


" itu lah cara bagaimana kamu akan menyapa ku setiap pagi. dengan sebuah kiss, oke." ucap Sean dengan memerintah. Alexa dengan cepat menganggukkan kepalanya.


setelah menyadarkan dirinya, Alexa berkata , " hari ini Callie tidak pergi ke sekolah dan aku bertanya-tanya jika aku boleh membawanya keluar? untuk mengunjungi teman ku? sudah lama aku tidak bertemu dengannya. jadi aku.."


" ya, kamu boleh membawanya. tapi Suresh ( supir) akan pergi bersama mu." ucap Sean.


"baik bos, bye." ucap Alexa. Sean hanya menganggukkan kepala.


Alexa segera menuju kamar Callie dan membangunkannya dengan lembut dan berkata, " Callie, apakah kamu ingin penyihir baik OZ?" ucap Alexa.


Saat mendengar kata ' penyihir OZ' Callie segera bangun dan melompat


" yes, yes." ucap Callie. Alexa tersenyum padanya dan berkata,


" kalau begitu ayo bangun dan mandi." ucap Alexa. Callie berlari menuju kamar mandi dengan antusias lalu berkata,


" Lexa, ayo cepat atau penyihir baik OZ akan pergi." ucap Callie. Alexa tersenyum melihat kelakuan Callie.


" ayo, sayang." ucap Alexa sambil tersenyum.


selesai mandi, Alexa membantu Callie berpakaian dam sekarang mereka sudah siap untuk pergi.Pak Suresh, sang supir mengantar mereka ke tempat tujuan dan Alexa mengobrol dengan pak Suresh sepanjang perjalanan.


Suresh berbicara tentang negaranya, India dan dia membanggakannya. terlihat sangat jelas bahwa dia mencintai negaranya dan bernostalgia.


akhirnya Suresh menurunkan mereka di depan apartemen Lizzie dan Suresh segera pergi.

__ADS_1


" hubungi aku jika membutuhkan ku, nak." ucap Suresh sebelum ia pergi.


Nak. Alexa tersentuh, ia bahagia Suresh memanggilnya anak. Alexa tersenyum dan berterima kasih sebelum Suresh pergi.


Alexa dan Callie memasuki apartemen Lizzie dengan kunci yang ia miliki dan berteriak, " hey.. damselle."


" hey, bi...tch." ucap Lizzie sembari keluar dari kamar dan sedikit terkejut saat ia melihat Callie.


" dan siapa bocah lucu ini?" tanya Lizzie tersenyum. Lizzie terlihat baik, ia mengenakan celana jeans dan tank top. rambut hitam ikalnya terlihat rapi.


" Halo, saya callie. apakah kamu sungguh penyihir OZ yang baik karena Lexa mengatakan kamu seperti itu dan Lexa tidak berbohong." ucap Callie dengan sangat lucu.


" ya, itu benar." balas Lizzie.


Callie meneliti dan mengangkat bahunya lalu berkata, " dimana tongkat sihir mu?" tanya Callie dengan curiga.


" aku meninggalkannya di dalam kamar ku." balas Lizzie.


Callie cemberut dan berkata, " jadi aku tidak bisa mendapatkan keinginan dan barang-barang peri."


Callie berjinjit saat Lizzie membungkukkan badannya dan bocah imut itu berbisik di telinga Lizzie.


Alexa menatap Lizzie namun ia hanya mengangkat sedikit bahunya dan berkata, " keinginannya pasti akan terwujud."


" Callie, mon chou, apakah kamu meminta banyak es krim?" tanya Alexa.


Callie terkekeh dan berkata, " kamu sungguh bodoh! aku sangat menyukai es krim. suatu hari, aku dan daddy makan es krim dan aku makan sangat banyak hingga perut ku sakit." setelah berkata tuan putri kecil itu cemberut.


Alexa dan Lizzie mencoba dan berhasil menyembunyikan seringai mereka dari Callie.


" baiklah, kita akan makan es krim." ucap Lizzie.


" horeee!! kita akan bersenang-senang." ucap Callie sembari bertepuk tangan dengan antusias.

__ADS_1


mereka menuju kedai es krim dan berdiri di depan stan. Callie es krim rasa coklat kesukaannya dengan ukuran yang banyak dan mulai menikmati es krim dengan bahagia. Alexa dan Lizzie memesan rasa vanila.


setelah menikmati es krim, mereka menuju taman untuk anak-anak lebih tepatnya taman bermain. mereka duduk di sebuah bangku sebelum Callie berbicara.


" Alexa, bolehkah aku bermain perosotan?" tanya Callie.


" tentu, sayang tapi aku akan menemani mu." balas Alexa dengan tersenyum.


" tidak, aku bukan bayi. aku bisa bermain sendiri seperti mereka." ucap Callie dengan cemberut


" tapi kamu bisa terluka-" ucap Alexa namun Callie menyela ucapannya


" aku janji, aku tidak akan terluka. lihat, mereka tidak terluka." ucap Callie dan orang-orang dewasa tersenyum dengan kecerdasannya.


" baiklah, sayang tapi hati-hati, oke?" ucap Alexa.


" yeah, lexa. aku akan berhati-hati." balas Callie lalu ia. berlari menuju perosotan.


" jadi, bagaimana ciuman pertama mu?" ucap Lizzie sembari menaik-turunkan alisnya menggoda Alexa.


" itu sungguh, menggemparkan." balas Alexa dengan tersenyum kecil.


" hmmmm, sayang ku, ini menjadi lebih dan semakin menarik. apakah kamu melanjutkan ke tahap kedua?" tanya Lizzie.


" tahap kedua?" Alexa bertanya dengan tertarik.


" terkadang aku lupa terhadap kepolosan mu untuk dirimu. ngomong-ngomong, apakah kalian saling menyentuh?" tanya Lizzie.


" hmm, dia mencium seluruh wajah ku termasuk leher ku. apa itu juga terhitung?" tanya Alexa.


" tidak. itu tidak terhitung." balas Lizzie


" oh." ucap Alexa suram, malu dengan ketidaktahuannya.

__ADS_1


# jangan lupa like dan komen. dukung terus author ya.


__ADS_2