BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
7


__ADS_3

beberapa hari telah berlalu semenjak Alexa pindah ke rumah Sean. Callie sudah menghangat pada Alexa dan tidak secerewet di hari pertama. Mereka sedang berada di ruang keluarga setelah Alexa menjemput Callie dari sekolah. Alexa saat ini berteman dengan supir orang india yang mengajarkan Alexa bahasa Hindi.


Saat ini Callie sedang bercerita tentang kegiatannya di sekolah yang membuat Alexa mulai bertanya pada dirinya sendiri. Dimana ibunya Callie? Alexa tidak bertanya apapun saat wawancara karena ia tidak ingin terlihat berisik. namun saat ini Alexa sangat penasaran.


Callie meneruskan membuat Alexa melupakan batinnya.


" lalu Sheila bilang aku harus mendorong Lou dan memanggilnya ku nil gendut." ucap Ceallie.


" apakah kamu melakukannya?" tanya Alexa.


" tidak." balas Callie.


" itu bagus." ucap Alexa lagi sembari mengacak rambut Callie.


" hentikan itu." ucap Callie, " aku bukan anak kecil." ucapnya lagi.


" oh lalu kamu apa?" tanya Alexa dengan penasaran.


" aku seorang wanita." ucap Callie dengan angkuh. hal itu sontak membuat Alexa tertawa.


" kamu sungguh an-. maksud ku wanita yang menyenangkan." ucap Alexa dan Callie tersenyum dengan anggun kepada Alexa.


*******


setelah makan malam, Alexa meletakkan Callie di kasur lalu mencium kepalanya.


" mimpi indah, malaikat kecil ku." ucap Alexa lalu kembali ke kamarnya.


Alexa terbangun saat tengah malam karena mendengar suara teriakan yang sangat mengejutkannya. Tadi sangat tenang jadi Alexa tidak mengerti siapa yang berteriak. Alexa segera menyadari suara tersebut berasal dari kamar Callie, Alexa bergegas ke kamar Callie.


Alexa membanting pintu dan melihat sebuah pemandangan yang menyedihkan dan menyakitkan yang ia pernah lihat. Callie menggeliat di kasur, wajah berkerut kesakitan. Dia masih sangat kecil untuk sesakit ini.


Alexa menuju kasur Callie dan membangunkannya dengan mengguncangkan badannya dengan lembut. Alexa meletakkan tangannya di kepala Callie lalu mengelusnya berdoa agar Callie tidak menjerit lagi.


Alexa menggendong Callie di lengannya dan membuatt Callie terbangun dan mulai mengoceh menenangkan Callie.


" sstt, jangan nangis, sayang. tidak apa-apa, itu hanya mimpi buruk, oke?" ucap Alexa.

__ADS_1


Callie menenggelamkan dirinya dalam pelukan Alexa dan kembali terisak.


" kumohon, berjanji kamu tidak akan pernah meninggalkan ku." ucap Callie.


" janji." ucap Alexa


" mimpi apa kamu, sayang?" tanya Alexa.


" aku bermimpi kamu pergi seperti ibu ku." balas Callie.


" jangan khawatir, sayang. aku tidak akan pernah meninggalkan mu." balas Alexa.


" janji?" ucap Callie.


" janji." balas Alexa saat memeluk erat tubuh Callie. Dan sekarang Alexa menjadi lebih penasaran tentang ibu kandung Callie.


****


Sean terbangun dari tidurnya saat mendengar jeritan putrinya yang seperti biasa dia alami setiap malam saat putrinya mengalami mimpi buruk. Dia berasumsi Alexa sudah berada di kamar putrinya tapi dia tau bahwa hal itu tidak akan berguna.


Hal itu membuat Sean sangat mengagumi Alexa tapi bukan berarti dia tidak bernafsu terhadap Alexa. Sial! apa yang dia pikirkan? Alexa adalah pengasuh putrinya. Dia tidak memiliki keinginan untuk menginginkan Alexa. Sean mengambil nafas yang dalam lalu menutup pintu kamar putrinya setenang mungkin dan kembali ke kamarnya.


****


keesokan harinya, Alexa bangun pagi lebih dahulu sebelum Callie. Dia turun dari ranjang dengan hati-hati agar tidak membuat Callie terbangun. Namun sayangnya, rencana Alexa gagal karena Callie terbangun dan meregangkan tubuhnya.


" halo, malaikat kecil ku, apakah tidur mu nyenyak?" tanya Alexa.


" ya. Aku bahagia karena kamu akan bersama ku selamanya." balas Callie saat memeluk Alexa dengan erat.


" Sayang, kamu tau tidak selamanya aku akan berada disini. suatu hari aku harus pergi." ucap Alexa dengan lembut.


Callie langsung menjerit dan berteriak.


" tidaaakkkk,kamu berjanji. kamu bilang tidak akan pernah pergi. kamu bilang akan tetap bersama ku. Jangan tinggalkan aku, Alexa." ucap Callie dengan terisak.


" jangan khawatir, manis. aku tidak akan meninggalkan mu, oke?" ucap Alexa sambil menggigit bibirnya.

__ADS_1


" sungguh?" tanya Callie dengan suara nyaring sambil berlinang air mata.


" ya, sungguh." balas Alexa sambil tersenyum.


" hooreee." ucap Callie dengan berteriak yang membuat Alexa sedikit ngeri.


***


Sean sedang mengambil kopi paginya saat dua malaikatnya sedang tersenyum. Tunggu, bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu? Alexa bukan miliknya. Alexa bukan miliknya. Sean mengucapkan kembali mantra itu hingga dia yakin pikiran terkutuknya sudah hilang.


Pagi ini Sean tidak bangun lebih seperti biasanya, dia biasanya bangun jam 5.30 pagi. untuk olahraga paginya.


Namun hari ini dia bangun jam 6.30. pagi itu sungguh aneh dan membuat Hale si asisten rumah tangga menatapnya dengan mengangkat alis pertanda kebingungan.


" Selamat pagi, daddy." ucap Callie dengan suara nyaring dan cerah. Sean tersenyum lalu mengacak rambut Callie dan terkejut dengan omongan Callie.


" berhenti, daddy. aku bukan anak kecil, aku seorang wanita. benarkan, Alexa?" ucap Callie.


Alexa menganggukkan kepala namun Sean melihat Alexa yang mencoba menahan tawanya.


" dad, dad. tadi malam aku tidur bersama Alexa dan dia sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku." ucap Callie.


Alexa merasa malu, ia segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sean melepaskan tangan Alexa yang sedang menutupi wajahnya.


Alexa tidak nyaman saat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Dia merasakan sebuah tangan yang melepaskan tangannya dan menatap mata abu-abu milik Sean.


" jangan lakukan itu. kamu terlalu baik untuk nya." ucap Sean.


" Terima kasih." ucap Alexa dengan malu. Pria di hadapannya ini sungguh membingungkan. sesaat, pria itu tidak berbicara padanya dan kemudian dia menghibur. Alexa tidak memiliki pengalaman terhadap pria, jadi dia tidak mengerti apakah ini normal.


Saat Alexa mengangkat wajahnya menatap Sean, Alexa terpesona. Seperti ada sengatan yang masuk hingga ke tulangnya. Alexa berpikir bahwa Sean memiliki mata abu-abu yang paling indah.


Alexa mendengar sebuah tawa kecil dan menyadari bahwa Sean telah melepaskan tangannya dari tangan Alexa dan Alexa berbicara dengan suara nyaring.


Wajah Alexa merona hingga ke ubun-ubunnya dan segera membuatkan sarapan untuk Callie.


# jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2