
beberapa saat kemudian, setelah Sean dan Callie pergi, Alexa sedang berada di dapur membantu bibi Hale.
" mba Hale, anda sudah lama bekerja disini?" tanya Alexa karena ia penasaran.
" oh iya, sejak tuan Hendrick menikah dengan nona muda." balas bibi Hale. rasa penasaran Alexa belum pada lalu ia bertanya lagi.
" apa yang terjadi padanya?" tanya Alexa. Bibi Hale membalas hanya dengan gelengan kepala.
" itu bukan cerita saya untuk memberitahu." ucap bibi Hale.
Alexa menunggu dengan sabar karena dia tau selama dua bulan dia bekerja di kediaman Hendrick, bibi Hale orang yang suka bergosip dan tidak bisa menahan untuk tidak berbagi informasi yang menarik.
" oh, yang terjadi waktu itu.."
" bibi Hale." Sean memotong omongan bibi Hale dengan nada dingin.
bibi Hale seketika membeku dan lanjut memotong bawang. Alexa melirik ke arah Sean dan melihat Sean menatapnya dengan tatapan dingin.
Alexa segera menundukkan kepalanya, merona dan merasa seperti orang bodoh. Alexa sebenarnya bukanlah orang yang banyak bicara tapi rasa penasarannya merupakan hal yang besar. Dia merasa bodoh dan mengutuk rasa penasarannya yang besar.
***
Setelah Alexa selesai memasak makan siang bersama bibi Hale, dia pergi ke ruang kerja Sean. Dia mengetuk pintu dengan pelan dan mendengar suara yang kasar.
" masuk."
Alexa masuk ke dalam ruang kerja Sean dan berdiri di depan meja Sean. Sean berkata dengan tidak sabar.
__ADS_1
" ya?" tanya Sean.
" aku ingin minta maaf. tidak seharusnya aku bertanya seperti itu karena itu bukan masalah ku dan aku seharusnya tidak terlalu penasaran.." ucap Alexa.
Dia mengoceh sambil mencoba tersenyum. Alexa tersenyum tapi seketika luntur saat melihat ekspresi serius di wajah Sean.
" tolong, jangan pernah mengulanginya, oke? aku lebih suka menjaga urusan pribadi ku." ucap Sean.
" oke, Sean." ucap Alexa lalu keluar setelah Sean memberitahunya.
***
Alexa keluar dari ruangan Sean dengan senyum lega di wajahnya. Itu adalah terakhir kalinya dia melakukan hal seperti itu. Alexa berlari cepat ke dapur untuk menemui bibi Hale.
" bibi Hale, aku minta maaf. yang aku lakukan membuat pekerjaan mu menjadi terancam. aku sungguh-sungguh minta maaf." ucap Alexa kepada bibi Hale.
" hanya mulut besar ku yang membuat ku dalam masalah." ucap bibi Hale lagi sambil tertawa.
" aku akan menjemput Callie, oke?." ucap Alexa setelah sedikit tertawa mendengar ucapan bibi Hale.
" ya, sayang." balas bibi Hale tanpa sadar.
Alexa tertawa dalam hati dan berkata pada dirinya sendiri, dia harus menghubungi Lizzie untuk terus memperbaruinya.
***
keesokan harinya, Callie tidak pergi ke sekolah dan Alexa mengetahui dengan senang Callie itu sangat menyukai air sama seperti dirinya.
__ADS_1
"Callie, apa kamu mau bermain di kolam, hari ini?" tanya Alexa.
" Goss ( astaga, Callie sedang mencoba mempertahankan citra 'wanita' nya), ya aku mau. horee, kita akan bersenang-senang.", ucap Callie.
Setelah sarapan, mereka pergi ke kolam. Alexa mengenakan satu potong pakaian renang karena dia merasa tidak nyaman mengekspos banyak tubuhnya.
Callie berada di ujung kolam yang lebih dangkal dan menyemburkan Alexa air dari lalu tertawa. Mereka menikmati diri mereka sendiri dengan puas saat mereka mendengar suara melengking.
" Hello? uh f*ck, dimana semua orang?"
Alexa keluar dari kolam dan menutup telinga Callie jika masih ada lagi suara memaki.
"Alexa, apa maksud dari 'f*ck?" tanya Callie.
" itu adalah kata yang buruk. sungguh perkataan yang buruk dan kamu jangan mengucapkan kata itu, oke?" ucap Alexa.
.
" kenapa? wanita itu mengucapkannya." ucap Callie saat masuk ke dalam rumah.
.
" jangan mengucapkannya."
" ya, tapi.." ucapan Callie terputus saat ia melihat wanita tersebut.
# jangan lupa like dan komen
__ADS_1