BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
3


__ADS_3

" lihat sendiri kan, betapa dia sangat hebat?" tanya Lizzie, saat mereka selesai membaca artikel tentang Sean Hendrick dan memilih untuk tidak melanjutkan membaca artikelnya.


" dia terdengar sangat mengintimidasi, aku rasa aku tidak akan mendapatkan pekerjaan." ucap Alexa yang terdengar patah semangat.


" hei, jangan bicara seperti itu." ucap Lizzie sembari menjitak kening Alexa.


" kamu itu orang yang luar biasa dan juga cantik. aku yakin kamu bahkan tidak harus membuka mulut mu memintanya untuk mempekerjakan mu, hahaha." ucap Lizzie lagi sambil tertawa.


Alexa pun ikut tertawa tapi dia masih tidak yakin. biar bagaimana pun Alexa akan berusaha, karena baginya bekerja adalah segalanya.


" wawancaranya akan dilakukan besok jam 9 pagi, jadi aku akan datang untuk membantumu bersiap." ucap Lizzie sembari menatap mata Alexa.


Alexa berusaha berpikir positif. dia berharap wawancaranya besok akan berjalan lancar.


******


" banguunn, banguunn." terdengar suara Lizzie berteriak.


Alexa terbangun lalu melihat jam yang ada di ponsel masih menunjukkan pukul 7 pagi. Hal itu membuat Alexa ingin mencekik Lizzie.

__ADS_1


" Lizzie, ini baru jam 7 dan wawancaranya jam 9, masih terlalu pagi." ucap Alexa sambil bangkit dari kasur kecilnya dengan malas.


" hmm, Alexa, kira-kira kita punya waktu dua jam, bahkan itu tidak cukup untuk ini semua. Aku ingin kamu mendapat tidur cantik yang cantik tapi untuk sekarang pergi mandi." Ucap Lizzie dengan memerintah, lalu meletakkan sebuah tas yang terlihat mencurigakan sepertinya dari Princesse ( merk pakaian).


" apa itu?" tanya Alexa penasaran sembari mendekati Lizzie.


" ini kejutan untuk mu. pergilah mandi lalu aku akan menunjukkannya padamu." ucap Lizzie sembari menjauhkan barang tersebut dari Alexa sehingga dia tidak mendapatkannya.


" baiklah." ucap Alexa lalu mengambil handuk dan perlengkapan mandi dan masuk ke dalam kamar mandi umum.


tak beberapa lama, Alexa sudah menyelesaikan mandinya. Alexa kembali ke kamarnya dengan berjalan cepat sembari pura-pura tidak mendengar saat pemilik rumah memanggilnya.


akhirnya Alexa tiba di apartemennya atau lebih tepat kamarnya. Lizzie telah meletakkan pakaian di atas kasur. Alexa berbalik dan menatap Lizzie.


" bisakah kamu menerima hadiah dari ku sekali saja, Alexa? menelan harga dirimu." ucap Lizzie lalu saat Alexa ingin berbicara Lizzie langsung memotongnya.


" tidak, Alexa, kamu tau kan aku mengatakan yang sebenarnya. Aku meminta mu untuk menjaga teman sekamar ku tapi kamu menolak. Orang tua ku menawarkan untuk membantu menyelesaikan kuliahmu, kamu tolak. apapun yang aku tawarkan padamu, kamu menolaknya. kali ini aku tidak ingin ada penolakan." ucap Lizzie dengan keras kepala, diam-diam berani memprotes Alexa.


Alexa menggantung kepalanya. dia tau yang di katakan oleh Lizzie adalah kebenaran. Alexa tidak suka menerima bantuan dari orang lain. Sebagai manusia, Alexa tau harga dirinya adalah titik kelemahannya, jadi tanpa Alexa duga, ia meminta maaf.

__ADS_1


" Lizzie, bestie, maafkan aku oke? aku bersungguh-sungguh. aku tidak tau telah menyakiti perasaan mu dan tidak bermaksud menyakiti mereka saat ini. Aku hanya.. hanya tidak ingin berhutang kepada orang lain." ucap Alexa sembari meminta maaf.


" tapi aku bukan orang lain ale. Aku sahabat mu, aku ingin selalu ada untuk mu dan kamu tidak berhutang sama sekali pada ku karena aku tidak melakukannya dengan niat terselubung. Aku melakukan karena aku menyayangi mu, oke. jangan pernah melupakan itu, mon bébé, oke?" ucap Lizzie sembari memeluk Alexa.


Alexa tersenyum dan mengusap air matanya yang telah lolos dari matanya, lalu berkata dengan gembira.


" jadi apa yang ada dalam menunya?" tanya Alexa.


Alexa menatap rumah itu dengan terkejut. Rumah itu sungguh besar namun memiliki perasaan yang nyaman. Alexa telah tiba di kediaman tuan Hendrick dan merasa gugup. Telapak tangannya sudah berkeringat.


Alexa terlihat profesional atau setidaknya begitu. Alexa memakai kemeja putih sepasang dengan rok sepanjang lutut dan high heels berwarna hitam dengan tinggi 3 inci.


Lizzie memakai riasan wajah yang natural, hanya dengan foundation, eyeshadow berwarna nude, eyeliner yang tipis dan lipstik berwarna peach.


Alexa mengambil napas yang dalam dan menunggu pembantu rumah tersebut menunjukkan Alexa ruang kerja calon bosnya dengan tenang. semoga saja.


seperti yang di harapkan, seorang wanita bertubuh montok, baik dan terlihat keibuan menghampiri Alexa dengan tersenyum. Alexa tau jika dia di terima bekerja, maka dia akan bergaul dengan baik dengannya.


Wanita itu meminta Alexa untuk mengikutinya dan meninggalkan Alexa sendirian di depan ruang kerja bosnya. Alexa mengambil nafas yang dalam dan mengangkat tangannya ingin mengetuk pintu. Alexa ragu-ragu lalu langsung mengetuknya, mencoba menghilangkan rasa takutnya.

__ADS_1


Terdengar suara yang dalam dan maskulin menyuruh Alexa untuk masuk. Alexa mengumpulkan keberanian di tangannya lalu membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


# jangan lupa like dan komen ya


__ADS_2