
Wanita itu sangat cantik. Wanita itu mengenakan dress dari sebuah brand fashion terkenal yang membuat Alexa hanya dapat bermimpi untuk bisa memilikinya namun tidak bisa mendapatkannya.
" sialan dari mana saja kamu, jal*ng? dan siapa kamu?" tanya wanita cantik tersebut.
sial, wanita sungguh menyebalkan membuat Alexa ingin mencakar nya.
" Callie, sayang naik ke atas, oke? sudah waktunya kamu tidur siang." ucap Alexa pada Callie.
Callie menuruti perkataan Alexa dan peri ke lantai dua menuju kamar Callie.
" aku menyayangi mu, anakku." ucap Alexa setelah memasukkan Callie ke dalam kamarnya.
" aku juga menyayangi mu, Alexa." gumam Callie dengan mengantuk.
***
Alexa segera turun ke lantai bawah dan melihat wanita menyebalkan itu sedang menatap sambil memainkan kukunya.
" halo, madam, siapa anda? dan apa yang bisa saya bantu?" tanya Alexa pada wanita itu.
" apakah kamu hidup dia abad pertengahan atau apa? aku adalah Ella Hepburn dan calon nyonya Hendrick." ucap wanita tersebut kepada Alexa dengan tatapan sombong sembari menyeringai.
__ADS_1
Saat Alexa mendengar perkataan wanita tersebut, dunianya seakan runtuh. Sean bahkan tidak pernah menatapnya seperti itu jadi dia paham dengan reaksinya. kemungkinan jal*ng itu akan menjadi ibu tiri Callie.
" saya adalah pengasuh putri tuan Hendrick. dan madam, aku akan menghargai jika anda memudahkan pekerjaan saya dengan tidak membuat masalah di depan anak itu." ucap Alexa.
" kamu pikir kamu siapa? secara praktis aku adalah bos mu jadi jangan ikut campur yang bukan urusan mu, urusi saja anak hama nakal itu dan tutup mulut mu, sampah." ucap wanita tersebut.
wahh,. wanita betul-betul jal*ng seutuhnya.
" hanya karena kamu bertunangan atasan ku bukan berarti kamu memiliki hak untuk menghina ku seperti itu." ucap Alexa. Alexa mencoba menahan amarahnya, dia tidak ingin mengambil resiko untuk pekerjaannya gara-gara jal*ng ini. Dia mengambil nafas yang dalam lalu berkata,
" omong-omong tuan Hendrick sedang tidak ada di rumah saat ini. dia dalam perjalanan bisnis."
" aku tau itu. aku kesini hanya untuk melihat calon putriku." ucapnya.
Alexa jelas harus berbicara dengan Sean, wanita sungguh bebal dan benar-benar seorang jal*ng, dia tidak peduli jika kehilangan pekerjaannya. itu lah yang Alexa pikirkan saat berjalan keluar.
Gadis itu adalah sebuah ancaman. itulah yang di pikirkan oleh Ella Hepburn dan dia harus melakukan sesuatu terhadap Alexa.
***
Dua hari kemudian, Alexa memutuskan untuk menghubungi Lizzie.
__ADS_1
" halo, orang asing." ucap Lizzie saat menjawab panggilan dari Alexa.
" hai, Liz." ucap Alexa.
" ya hanya ' hai'. bukan ' hai Lizzie, aku sangat merindukan mu! bagaimana kabar mu. aku harap bisa tinggal dengan mu' ." ucap Lizzie.
" Lizzie..." ucap Alexa.
" tidak apa-apa, aku mengerti." ucap Lizzie memotong ucapan Alexa.
" sungguh?" tanya Alexa terkejut. Lizzie tidak pernah seperti itu. biasanya dia akan mengoceh, menjerit dan merajuk.
" banyak hal yang terjadi dan aku menyadari aku sangat membutuhkan mu." ucap Alexa.
" oh beb,. jangan khawatir, hubungi saja aku kapan pun dan aku akan menghubungi mu juga, oke?" ucap Lizzie.
" yey. beberapa hari lagi aku akan libur. aku akan datang menemui mu." ucap Alexa.
" oke, baiklah. aku aka menunggu." balas Lizzie.
# jangan lupa like dan komen.
__ADS_1