BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
6


__ADS_3

" Lain kali jika kamu keliru lagi, aku mungkin akan menghukum mu." ucap Sean dengan seringainya tambah lebar.


" menghukum ku?" tanya Alexa yang sungguh tidak mengerti maksud perkataan Sean bahkan pipinya semakin memanas.


" menghukum mu." Sean mengucapkan lagi secara samar dengan seringai.


Alexa yang yakin saat ini wajahnya seperti tomat segera memalingkan wajahnya dan memegang pipinya. Melihat tingkah Alexa yang lucu membuat Sean tertawa ringan dan Alexa terpesona dengan suaranya. sungguh indah. suaranya terdengar dalam namun tidak terlalu, hanya sempurna.


" dimana tas mu?" tanya Sean.


Alexa menunjuk ke arah tiga buah tas yang berisi pakaiannya dan dua buah kardus yang berisi buku-bukunya. Alexa melihat Sean yang sedang berjalan menuju tas-tas milik Alexa. Saat Alexa ingin mengambil tas, Sean menghentikannya dengan melirik Alexa. Sean dapat mengatakan apapun hanya dengan tatapan. Saat Alexa ingin membenarkan tindakannya, Sean mengangkat alisnya sontak membuat Alexa terdiam dengan baik.


Semuanya sudah Sean masukkan ke dalam mobilnya, sebuah SUV mewah dan mereka segera pergi. saat pertama mobil berjalan suasana sedikit canggung namun tidak terlalu lama. Alexa terdiam melamun saat Sean bertanya.


" jadi asal mu darimana, lexa?" tanya Sean.


Alexa terguncang, terkaget sejenak. lalu ia menyadari Sean telah bertanya padanya.


" oh! ayah ku adalah orang perancis dan ibuku dari Texas." balas Alexa sembari masih menatap keluar jendela. Saat ini Alexa sungguh tidak nyaman berbicara tentang keluarganya.

__ADS_1


" dan kamu tinggal disini sepanjang hidup kamu?" tanya Sean lagi yang masih ingin berbincang tanpa menyadari mood Alexa saat ini.


" tidak Sean. Aku pindah kesini bersama orang tua ku saat aku masih berumur 3 tahun. aku sudah tinggal disini sejak saat itu." ucap Alexa sambil menatap Sean.


" dan berapa umur mu saat ini?" ucap Sean yang kembali bertanya.


"seharusnya anda tau kan, tuan? anda kan satu-satunya yang memiliki berkas ku." ucap Alexa dengan bercanda, mencoba meringankan suasana namun Sean menanggapinya dengan serius dan terdiam hingga Alexa berkata,


" aku hanya bercanda." ucap Alexa yang membuat Sean menghela nafas lega dan akhirnya mereka tertawa bersama.


" anda harus melihat wajah anda, tuan." ucap Alexa terengah di antara tawanya.


" apa kamu sungguh-sungguh ingin menghukum ku, Sean?" tanya Alexa, tidak ingin mengakui ia sedikit takut.


" tidak semua hukuman itu buruk." jawab Sean dengan samar, berhenti di depan gerbang rumahnya untuk memasukkan kode dan langsung masuk ke dalam garasi.


Alexa bertanya-tanya maksud perkataan Sean saat pria itu menuntunnya masuk ke dalam rumah.


" selamat datang di rumah ku atau kamu bisa mengucapkannya dalam bahasa perancis, BIE venue chez moi." ucap Sean.

__ADS_1


" kamu bisa bahasa perancis?" tanya Alexa yang terkesan dengan mengangkat alisnya.


" Je fais de mon mieux." balas Sean yang membuat Alexa terpekik girang dan bertepuk tangan.


Sean berbicara dengan baik dan bahasa Perancisnya tidak memiliki aksen. Sean membungkuk, membuat Alexa tertawa dengan keras sebelum menunjukkan dimana Alexa akan tidur. Mereka naik tangga ke lantai dua lalu Sean membuka pintu dan terlihat sebuah ruangan yang besar dan indah. Ruangan itu di dekorasi dengan warna patel dan Alexa yakin kasurnya berukuran queen size. Apartemen Alexa yang lama bisa muat dalam ruangan itu dan masih memiliki ruang untuk pakaian Lizzie dan percayalah bahwa itu sungguh besar.


"Wow." ucap Alexa saat melihat ruangan itu.


" aku harap kamu menyukainya." ucap Sean sembari tersenyum ramah.


" aku menyukainya, tuan Hendr- Sean. ini luar biasa." ucap Alexa yang sekali lagi salah memanggil Sean. pria itu tersenyum tulus yang membuat Alexa membalas senyum Sean.


lalu mereka menuju ruangan yang di sebelah. Sean mendorong pintu hingga terbuka dan Alexa merasa nafas tersangkut di tenggorokannya.


itu adalah kamar impian setiap anak perempuan di luaran sana. Cerah, indah dan di buat untuk seorang putri. Warna utamanya adalah baby pink kalau tidak salah menurut pendapat Alexa. Ranjangnya di desain seperti sebuah istana namun memiliki pencahayaan yang cukup sehingga tidak terlalu pengap. Di satu sisi ruangan terdapat sebuah meja teh berukuran kecil dengan empat buah kursi yang mengelilinginya. Alexa tersenyum, dia yakin Sean telah menghabiskan banyak momen di meja itu. Di sisi lain, terdapat sebuah cermin plastik cantik dengan sebuah meja rias. Di atas meja rias terdapat kuas dan mainan makeup. Alexa tersenyum melihat itu.


Di tengah kasur terlihat Callie yang sedang tidur siang. Alexa kembali tersenyum karena Callie sangat menggemaskan.


" nanti aku akan mengajak mu berkeliling rumah. atau jika kamu mau, kamu bisa minta pada nona Jones." ucap Sean dengan tersenyum. Alexa jelas tahu pilihan yang mana yang akan dia ambil.

__ADS_1


" jangan lupa like dan komen


__ADS_2