BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
11


__ADS_3

Sean menc*umnya, dia sungguh melakukannya. Alexa berdiri disana tercengang dan tak bergerak. Alexa hampir ketakutan saat dia merasakan lidah Sean memaksa masuk ke dalam mulutnya.


Alexa ragu-ragu lalu dia membuka mulutnya dan membiarkan lidah Sean masuk ke dalam mulutnya.


Oh my God.. Oh..my.. god. Sean menc*umnya dan itu terasa enak. Sean mulai menjelajahi mulut Alexa dengan lidahnya dan Alexa ingin mati karena kenikmatan tersebut.


Alexa tidak bisa menjelaskan emosi dan sensasi yang menjalar di tubuhnya. yang dia tahu itu sungguh nikmat dan dia merasa seperti di atas awan.


Sean melepaskan bibirnya dari bibir Alexa lalu mencium seluruh wajah Alexa. Lalu c*umannya turun ke leher. Sean menyentuh titik sensitif di belakang telinga Alexa dan menciumnya, lalu ia menggigit daun telinga Alexa.


Alexa mendengar suara ******* dan ia tersadar suara tersebut keluar dari mulutnya. Alexa membeku di tempat seperti seember air dingin membasahi tubuhnya.


pria ini, Sean, yang berc*uman dengannya adalah bosnya dan.. oh tuhan, dia mempunyai tunangan yang pasti merindukannya saat ini.


Alexa meletakkan tangannya di pundak Sean lalu mendorongnya. Sean menunduk menatap Alexa dan Alexa menatap balik lalu dia berlari keluar dari ruangan Sean.


Sean menolak keras untuk mengejar Alexa. Dia sungguh kacau. dia harus melakukannya secara perlahan namun Alexa telah membuat Sean terpikat, menjerat Sean dengan kecantikan dan kepolosannya. Sean mengusap rambutnya, hal yang dia lakukan saat dia gugup, yang jarang terjadi.


Sean berdiam di ruang kerjanya sementara untuk menenangkan dirinya ( dan meredakan sesuatu yang mengeras di bawah)


Sean keluar dari ruang kerjanya dan dia mendengar suara ribut dari ruangan multimedia, suara anak-anak dan suara lembut milik Alexa yang Sean bisa kenali dimana pun. Sean memasuki ruangan tersebut dan melihat siaran Cartoon Network.


Alexa dan Callie, mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Sean menatap mereka dan tersenyum dengan penuh sayang. rambut Callie yang hampir mendekati warna pirang terlihat seperti putri Alexa.


***


Alexa berlari keluar dari ruangan Sean dan memutuskan untuk pergi memeriksa Callie. Alexa melihat Callie yang seperti tak memiliki jiwa sedang berada di tengah kasurnya. saat Callie melihat Alexa, wajahnya berubah menjadi cerah lalu berseru,


" Exa." ucap Callie.


Alexa tersenyum lalu berkata, " halo, my princess."


" Exa, bisakah aku pergi menonton 'The Amazing World Of Gumball' (TAWOG) ?" tanya Callie sambil melototkan matanya dengan lucu.


Alexa mengangkat alisnya, bingung dan sebelum ia berbicara, Callie menghela nafas dan memutar matanya.

__ADS_1


" kamu tidak tau TAWOG? jangan di pikirkan, aku akan menunjukkannya padamu, oke?" ucap Callie.


Alexa baru menyadari dirinya sudah berada di dalam ruang hiburan menonton Cartoon Network. lalu, Alexa dan Callie tertawa terhadap kejenakaan Gumball, Darwin dan Anais.


" Exa?" Callie memanggil Alexa.


" ya, sayang ku." balas Alexa.


" apakah kamu menyukai daddy ku? karena tadi aku melihat kalian berc*uman." tanya Callie.


" uh, ya aku menyukai daddy mu." balas Alexa. mendengar ucapan Alexa, mata Callie berbinar.


" lalu kalian bisa menikah, bukan?" ucap Callie.


" Callie, bukan begitu." balas Alexa.


" tapi kamu harus menikah dengan daddy jadi kita bisa tinggal bersama selamanya." ucap Callie dengan sangat antusias.


".."


.. bibi Hale, menatap mereka dengan penuh kasih sayang dan tersenyum. pipi Alexa memanas karena malu saat dia menyadari wanita tua itu telah mendengar semua perbincangan mereka. bibi Hale tertawa dengan sepenuh hati lalu berkata,


" sayang, jangan malu. aku juga pernah muda, kamu tahu? tadi aku mendengar suara tawa dan memtuskan untuk datang kesini untuk melihat apa yang terjadi?* menatap ke arah Callie, terlihat Callie asyik dengan acara TVnya, lalu berbisik*, kamu telah mengubah rumah ini, Alexa. Pria itu harus menjaga mu." ucap bibi Hale lalu dia keluar dari ruangan tersebut.


Alexa mengutuk kulitnya yang mudah merona dan mengetahui dia sudah pasti terlihat seperti tomat saat ini. lalu Callie menatap Alexa dengan matanya yang melotot penasaran dan berkata,


" Exa, wajah mu merah. apakah kamu sakit?" tanya Callie. mendengar ucapan Callie, Alexa hanya tertawa lalu menepuk punggung Callie lalu berkata,


" tidak, sayang. aku baik-baik saja." ucapnya.


Alexa lanjut menonton acara TV dan tertawa sampai Callie berseru,


" Daddy, ayo gabung dengan kami. ini lucu." ucap Callie.


Alexa berbalik menghadap Sean dan ia merasakan pipinya memanas saat dia mengingat c*uman mereka.

__ADS_1


Sean ragu-ragu dan Callie merajuk lalu memasang wajah puppy kepada Sean.


" ayolah, daddy. ayo?" ucap Callie. Sean tidak dapat menahan akhirnya dia duduk di sofa dan menarik Callie ke lengannya.


Tak berapa lama, Callie tertidur dan Sean mengangkatnya lalu meletakkan Callie di atas kasurnya. Alexa tersenyum dan saat dia ingin masuk ke dalam kamarnya sendiri, Alexa merasakan sebuah tangan yang kuat memegang lengannya.


" apakah kamu pikir kamu dapat kabur dari ku lagi?" tanya Sean dengan suaranya yang dalam dan serak. Alexa berbalik menghadap Sean dengan mata melebar.


" aku tidak mencoba kabur dari mu, aku hanya mau.. membaca." ucap Alexa. Sean berdecak mendengar ucapan Alexa.


" sungguh?" tanya Sean. lalu dia mendorong Alexa masuk ke dalam kamar dengan lembut dan dia juga masuk, lalu mengunci pintu dan mengambil kuncinya. lalu Sean tersenyum jahat terhadap Alexa dan berkata,


" dengan begitu kamu tidak akan kabur lagi." ucap Sean. Alexa mencoba memberi jarak antara mereka namun Sean menolaknya.


" S-sean, ka-kamu tahu ini ti-dak tepat untuk ki-ta berada di ruangan yang sama." ucap Alexa dengan tergagap.


" emang kenapa, Alexa?" tanya Sean sembari berjalan menuju Alexa. Alexa menghirup nafas dalam dan berkata,


" karena kamu sudah mempunyai tunangan, jadi begitulah." balas Alexa. Sean mengerutkan alisnya kebingungan lalu bertanya,


" tunangan ku, siapa?" tanya Sean. kini giliran Alexa yang kebingungan dengan ucapan Sean.


" Ella Hepburn? model yang berambut pirang?" ucap Alexa.


Kebingungan Sean menghilang di gantikan dengan sebuah hiburan dan itu membuatnya tertawa. Alexa mengerucutkan bibirnya lalu berbalik membelakangi Sean.


" jangan khawatir, pendek. aku tidak mentertawakan mu tapi memikirkan tentang Ella dan aku yang tinggal bersama membuat ku tertawa dan jijik bersamaan." ucap Sean meyakinkan Alexa.


" tapi... tunggu, apa?pendek? aku memiliki tinggi yang pas untuk seorang wanita tapi aku tidak pendek." ucap Alexa. lalu Sean menunduk menatap Alexa. Di bandingkan dengannya yang memiliki tinggi 185 cm, Alexa jelas pendek.


" sungguh?" tanya Sean dengan mengangkat alisnya.


" ya, aku meyakinkan mu." balas Alexa seperti seorang nyonya.


# bersambung.

__ADS_1


# jangan lupa like dan komen.


__ADS_2