
kini jam makan siang tiba, Alexa mencoba membujuk Callie untuk makan.
" ayo, malaikat kecil, kamu harus makan." ucap Alexa.
" aku tidak mau makan, aku ingin daddy." ucap Callie.
" kamu ingin daddy?" tanya Alexa. Callie menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca. ekspresi di wajah bocah itu sangatlah lucu namun Alexa menahan diri untuk tidak tertawa.
" kalau begitu makanlah, jika tidak makan maka daddy akan marah kepadamu dan dia tidak akan pulang. kamu ingin daddy pulang, bukan? jadi ayo makanlah." ucap Alexa.
Callie menatap Alexa lalu dia makan dengan cepat, sontak membuat Alexa tidak bisa menahan tawanya. Dia tertawa dengan keras dan memberitahu Callie untuk makan dengan pelan. Callie sangat keras kepala terhadap fakta bahwa dia bisa makan sendiri dan tidak ingin di suapi oleh siapapun.
Alexa tidak menyadari bahwa Callie keluar dari dapur lalu berteriak.
" Daaddyy." ucap Callie.
mendengar ucapan Callie, Alexa segera berbalik dan terkejut saat matanya bertemu dengan mata indah milik Sean Hendrick.
*****
Sean memarkirkan mobilnya di garasi lalu ia memasuki rumah melalui pintu yang terhubung ke garasi. Sean dulu tinggal dengan Jessie mantan istrinya selama hampir empat tahun namun mereka tidak pernah mempertimbangkan tempat tinggal mereka sebagai rumah.
Dia masih mengingat hari saat ia menyadari bahwa cinta hanyalah sebuah emosi bodoh.
flashback on.
__ADS_1
Dua tahun yang lalu....
" aku mengakui bahwa aku melakukannya! dan? kamu yang bertanggung jawab terhadap semua ini! pertama, kamu mengetuk ku lalu kamu mengabaikan ku saat presentasi rapat bisnis. kamu pikir aku tidak tahu yang kamu lakukan." ucapnya dengan amarah.
Sean menatap langit-langit rumah lalu berkata.
" Jessie..." belum selesai Sean berbicara, jessie memotong perkataannya.
" aku tidak mau mendengar alasan bodoh mu! kamu meninggalkan ku disini sendiri dan kamu mengharapkan ku tidak mencari perusahaan?" ucapnya hampir menangis.
" kamu bertanggung jawab untuk ini. jangan menyalahkan ku atas perilaku mu yang tak terpikirkan. kamu melanggar janji yang kita buat dengan merasa nyaman dengan saingan bisnis ku. dan bahkan kamu tidak pernah memperhatikan Callie sekali pun. Sudahkah kamu introspeksi diri?" tanya Sean dengan tenang dan dingin.
" blah.blah. blah. sangat dingin, tanpa emosi. dan apakah kamu tahu mengapa aku berhubungan badan dengan Rodrigo? karena aku menyadari perasaan ku terhadap dia berbeda dengan perasaan ku terhadap mu! jadi lebih baik kamu mengucapkan selamat tinggal kepada Callie karena aku akan pindah ke Italia dan aku akan membawanya. aku akan pergi berkemas." ucap Jessie. Jessie berbalik dan ingin pergi namun tangannya di tahan oleh Sean.
mereka berdebat, Sean membalas perkataan Jessie dengan nada dingin dan tenang. Setelah berdebat, Jessie mengambil mobilnya dan pergi di bawah hujan lebat dan keesokannya di pagi hari, Sean mendapatkan pemberitahuan tentang kematian Jessie yang mendadak.
flashback off
Sean tersadar dari lamunannya karena sebuah suara tawa perempuan yang terdengar lembut. Sean berjalan mengikuti sumber suara dan mengetahui dirinya berada di dapur. sangat jarang ia berada di dapur.
Dia menatap pengasuh anaknya., semua imajinasi tentang seberapa panjang kakinya akan terasa saat melingkar di pinggangnya lalu ia tersadar oleh teriakan dari suara kecil.
" Daddy." ucap Callie lalu memeluk ayahnya dan di balas oleh Sean namun dia menyadari dirinya larut terhadap mata Alexa.
Sean kembali berimajinasi tentang Alexa yang tanpa sehelai benang pun di tubuhnya kecuali heels yang runcing, duduk di kasurnya dan mengintip Sean melalui bulu matanya yang tebal.
__ADS_1
" daddy,daddy! apakah daddy mendengar ku?" tanya Callie sambil menarik-narik baju Sean dan membuat Sean tersadar dari imajinasinya. Lalu ia menunduk menatap gadis kecilnya dan menggendongnya.
" ya Callie, daddy mendengar mu." ucap Sean.
"daddy, apakah benar jika aku tidak makan daddy akan marah padaku?" tanya Callie.
Sean menatap Alexa yang tersenyum licik.
" tidak, tidak terlalu. tapi daddy tidak akan menyukai itu. jadi kamu harus makan, oke?" ucap Sean.
" oke daddy." balas bocah kecil yang menggemaskan itu lalu dia kembali melanjutkan makannya.
Alexa memberikan Sean senyuman yang tulus dan dia ingin berbicara namun Callie memotong ucapannya.
" Exa, aku mau makan." ucap Callie. ( Exa panggilan callie untuk Alexa).
Alexa kembali tersenyum lalu ia pergi ke dapur.
Dua jam kemudian.
Sean sedang duduk di dalam ruang kerjanya lalu terdengar pintu ruangannya di ketuk dengan pelan. Alexa masuk ke dalam ruang kerja Sean lau berjalan mendekati Sean dan berkata,
" aku tahu aku tidak seharusnya ikut campur urusan pribadi mu, tapi aku aku harus memberitahumu..." Sean memotong ucapan Alexa dengan menc*um Alexa. Itu adalah c*uman yang luar biasa walaupun Alexa belum berpengalaman. Ini seperti c*uman pertama Sean sekali lagi bahkan tidak sehebat yang sebelumnya. Sean tidak pernah merasakan seperti ini dengan wanita manapun. Sean memutuskan dia menginginkan Alexa dan pasti akan mendapatkannya..
# jangan lupa like dan komen. dukung author terus ya.
__ADS_1