BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
5


__ADS_3

" haruskah aku memberitahukan mu sebuah rahasia?" tanya Alexa sambil tersenyum, gadis cilik itu segera berlari mendekati Alexa lalu menganggukkan kepalanya dengan antusias.


" jangan beritahu siapa-siapa tentang ini oke? aku adalah seorang peri yang tersembunyi, seorang peri api." ucap Alexa berbisik di telinga gadis cilik tersebut lalu mengedipkan matanya.


Gadis cilik itu terkesiap dan memutarkan badannya lalu menatap ayahnya dengan melebarkan matanya.


" daddy, bolehkah dia tetap disini dan bermain bersama ku?" tanya Callie dengan wajah memohon.


" tentu saja sayang. tapi pergilah menemui Edith, daddy akan memanggil mu nanti oke." ucap Sean sembari mengedipkan matanya kepada Alexa yang sontak membuat wajah Alexa merona seperti rambutnya.


Callie segera pergi dengan gembira lalu berteriak


" Edith! kata daddy kemari jemput aku. aku tidak akan bermain dengan mu lagi."


Alexa sedikit tertawa mendengar ocehan gadis cilik itu dan ia tersadar saat melihat tampang wajah Sean


" Alexa, selamat kamu telah mendapatkan pekerjaan ini. Callie langsung terhubung dengan mu dan kamu tidak membiarkan statusku mengaburkan pikiranmu dan membuat mu lupa telah membicarakan tentang seperti yang lain." ucap Sean tersenyum lalu loncat dengan gembira.


" Terima kasih tuan Hendrick. saya berjanji tidak akan mengecewakan anda." ucap Alexa sembari tersenyum lebar.


" aku harap tidak akan ada masalah jika kamu pindah ke rumah ini besok, bukan? aku akan menyuruh supir ku untuk menjemputmu." ucap Sean sambil mengerutkan keningnya.


" Ya tuan." balas Alexa.


" apa saya boleh pergi sekarang?" tanya Alexa dengan tersenyum.


" ya silahkan. oh ya, satu lagi nona Durand." ucap Sean.


" ya tuan?" tanya Alexa dengan gugup.

__ADS_1


" panggil saja aku Sean." ucap Sean.


******"


" Lizzieeeee." ucap Alexa saat menghubungi Lizzie.


" ya beb." balas Lizzie sambil bertanya-tanya mengapa Alexa menghubunginya.


" datang lah ke kamar ku." ucap Alexa lalu menutup sambungan teleponnya.


tak berapa lama Lizzie datang dan Alexa sedang berbaring di atas sofanya sambil makan es krim. Lizzie berjalan menuju Alexa dan terlihat khawatir.


" Apa kamu baik-baik saja? es krim adalah tanda sebuah keputusan, bukan?" tanya Lizzie sambil menyentuh kening Alexa.


" Lizzie-"


" stt, aku tau kamu terluka dan maafkan aku.. aku tidak tau, aku pikir dia akan melihat mu dan menawarkan memberi mu pekerjaan. Ya tuhan, sungguh pria yang bodoh." ucap Lizzie.


" dia sungguh pria paling bodoh. aku akan memberitahunya pemikiran ku." ucap Lizzie yang terlihat marah.


" ini tidak lucu, lexa." ucap Lizzie lagi


" yaa karena sebenarnya aku sudah di terima bekerja di sana." ucap Alexa sambil menyuapkan es krim ke mulut Lizzie.


" damai, oke?" ucap Alexa. Lizzie langsung menatapnya dengan tatapan membunuh lalu tertawa.


" aku akan membunuh mu, lexa. bagaimana bisa kamu melakukan itu?" ucap Lizzie yang langsung lompat ke atas Alexa lalu menggelitiknya. Mereka makan es krim bersama sambil mendengar Lizzie memberikan tips cara menggoda seorang milyarder.


" kamu harus berpenampilan berkelas namun tidak berlebihan. dia mungkin akan berpikir kamu adalah orang yang sopan. banyak tersenyum. puji perut berototnya sambil terkikik." ucap Lizzie.

__ADS_1


" Lizzie stop." ucap Alexa menatap Lizzie lalu tertawa hingga hampir membuatnya tersedak.


" tidak, aku bersumpah. aku selalu melihat para gadis melakukan hal itu saat di pesta. itu terlihat sungguh berhasil bagi mereka." ucap Lizzie dengan terkekeh.


Alexa tertawa bersama Lizzie lalu meminta Lizzie membantunya mengemas.


******


keesokan harinya telah tiba dan Alexa telah mengemas barang-barangnya lalu menunggu Sean atau lebih tepatnya supir yang di minta Sean untuk menjemput Alexa.


Alexa berpenampilan casual mengenakan dress sepanjang lutut dan flatshoes. sebuah ketukan di pintu dan Alexa segera melompat turun dari kursi. saat membuka pintu, alangkah terkejutnya Alexa melihat Sean berdiri di depan ruangannya.


" tuan Hend- maksud ku Sean! apa yang kamu lakukan disini" tanya Alexa pada Sean tanpa sadar bahwa ia berkata dengan tidak sopan. pria di hadapannya tersenyum.


" hari ini aku free jadi aku memutuskan aku saja yang datang menjemput mu." ucap Sean lalu Alexa membalas senyuman Sean.


Dia sungguh seorang pria yang baik. seorang CEO sebuah perusahaan besar dan ia meluangkan waktunya hanya untuk membantu Alexa pindah rumah.


"bagaimana dengan perabotan milik mu?" tanya Sean saat Alexa membiarkannya masuk.


Alexa menatap sofa yang sekaligus kasurnya, meja pendek yang berantakan dan meja belajar yang menampung buku-buku milik Alexa. Dia mencoba menatap dari pandangan seorang milyarder dan itu sungguh terlihat sangat tidak bagus. Karena semua perabotan itu bukan milik Alexa, ia akan membiarkannya saja.


" tidak ada tuan, itu bukan milik saya." ucap Alexa. Sean hanya menganggukkan kepala sambil berpikir.


"Sean." ucap Sean tiba-tiba.


" Hah?" tanya Alexa dengan bingung.


" Sean. aku sudah bilang panggil aku Sean." ucapnya lagi sambil menyeringai.

__ADS_1


" oh maaf." ucap Alexa sampai wajahnya merona. terkadang dia membenci kulitnya yang mudah merona.


# Jangan lupa like dan komen


__ADS_2