BABYSITTER KESAYANGAN CEO

BABYSITTER KESAYANGAN CEO
2


__ADS_3

" cepat, bicara padanya." ucap Lizzie mencoba mendorong Alexa masuk ke dalam sarang singa.


Mereka telah berada di klub sejak satu jam yang lalu. Lizzie memaksa Alexa untuk berbicara pada seorang pria yang telah memperhatikannya sejak setengah jam yang lalu.


" tidak. aku yakin dia tidak ingin di ganggu dan kamu ingin kami membicarakan apa?" tanya Alexa sembari menolak.


" dasar perusak suasana." ucap Lizzie menggerutu.


" itulah yang kamu dapatkan karena memaksa ku kesini." balas Alexa sembari menatap Lizzie. Alexa merasa pusing mendengar suara bising dan kakinya terasa sakit karena Lizzie memaksanya memakai high heels.


" uhh, Alexa. baiklah, ayo kita pulang." ucap Lizzie membuat Alexa tersenyum lebar.


" baiklah." ucap Alexa yang ingin sekali keluar dari klub.


akhirnya mereka sudah berada di dalam taksi. Alexa menghela nafas lalu menyenderkan kepalanya di sandaran kursi mobil.


" Alexa, maafkan aku karena memaksa mu untuk ke klub tapi aku pikir ini sangat menyenangkan. aku pikir kamu akan menikmatinya." ucap Lizzie dengan wajah bersalah.


" tidak apa-apa, sayang. aku tau kamu tidak punya apa-apa selain niat baikmu. bukan salah mu aku yang menjadi perusak suasana." ucap Alexa dengan bercanda, membuat mereka tertawa.


" tapi sekarang aku harus kembali mencari pekerjaan, huh." ucap Alex dengan nada menyebalkan.


" jangan khawatir, bébé, aku akan membantu mu." ucap Lizzie sembari memeluk erat Alexa. Alexa merasa beruntung memiliki teman seperti Lizzie.


.......


" Alexaaaa." Lizzie berteriak dengan bahagia saat masuk ke dalam apartemen milik Alexa.

__ADS_1


Alexa menghela nafas. saat seperti ini Lizzie dapat membuat Alexa kesal dan membuatnya bertanya bagaimana bisa dia mempunyai teman seperti Lizzie.


Alexa bangkit dari kasurnya dan membuka jendela. Alexa baru saja bangun dari tidurnya karena Lizzie tidak mau berhenti memaksa dan Alexa tidak dapat bergerak.


" Alexa, aku punya berita bagus." ucap Lizzie sambil duduk di atas kursi satu-satunya milik Alexa.


"cepat, buat dirimu nyaman." gerutu Alexa dengan sinis, membuat Lizzie memberikan Alexa dengan tatapan mematikannya.


" maaf." ucap Alexa lagi.


" baiklah, oh ya tuhan, aku sangat gembira." ucap Lizzie dengan suara melengking yang sangat nyaring dan bahagia.


" bisakah kamu memberitahuku apa yang membuatmu gembira jadi aku juga akan ikut gembira?" tanya Alexa dengan sedikit masam. Alexa sebenarnya bukan orang yang suka bangun pagi jadi mood cerianya secara otomatis membuat Alexa jadi masam.


" aku tidak akan memberitahukan mu jika kamu wajahmu terlihat jadi masam." ucap Lizzie.


" baiklah, jadi apakah kamu ingat bahwa aku akan membantu mu mencari pekerjaan?" tanya Lizzie.


Alexa jelas sangat mengingat hal itu. itu terjadi lebih dari satu minggu yang lalu dan itu bahkan membuat Alexa merasa lebih buruk. Alexa hanya memiliki sisa pizza yang ada di dalam kulkasnya untuk di makan.


" iya Lizzie, aku ingat itu." ucap Alexa sembari menyandarkan tubuhnya di sofa miliknya.


" nah, aku sudah melakukannya." balas Lizzie dengan gembira sambil menggoyangkan kursinya seperti anak kecil.


" sungguh?" tanya Alexa. harinya tiba-tiba terasa menjadi cerah.


" iya dan coba tebak kamu akan bekerja dengan siapa?" ucap Lizzie dengan senyum lebar di wajahnya.

__ADS_1


" ehm, Leonardo DiCaprio?" tanya Alexa dengan bercanda.


" oh my god, itu bisa menjadi hal luar biasa tapi tidak." balas Lizzie dengan nada yang sama.


" lalu siapa?" tanya Alexa dengan tidak Sabar.


" Sean Hendrick! dan ya, Sean Hendrick pemilik Black Wolf Corporation." ucap Lizzie sembari loncat-loncat dan dengan penuh harap Alexa akan mengikuti tingkahnya.


" aku memang pernah mendengar tentang Black Wolf corporation tapi aku tidak mengetahui tentang pemiliknya." ucap Alexa tanpa ragu.


" tentu saja kamu tidak mengetahuinya karena kamu seperti hidup di bawah batu." ucap Lizzie dengan bercanda. Alexa hanya tersenyum karena ia tau Lizzie adalah orang yang humor.


" lebih baik mencarinya di internet dan kamu akan mengetahuinya." ucap Lizzie lalu mengeluarkan ponselnya dan mengetik nama Sean di situs pencarian.


******


Lahir di California, pada tanggal 20 juni 1989. Anak tunggal dari pasangan Brianna Hendrick dan John Hendrick.


Dia di besarkan dengan hidup sederhana, lebih memilih menghabiskan waktunya dengan membaca dan menonton tayangan yang mendidik.


saat berusia 12 tahun, Sean Hendrick memunculkan sebuah ide untuk Black Wolf, yang di anggap bodoh dan tidak menguntungkan bagi para investor yang menolak untuk berinvestasi.


Sean Hendrick terus berusaha dan pada tahun 2013, saat ia berusia 24 tahun, Black Wolf di luncurkan dengan tabungan yang dia punya.


pada akhirnya menjadi besar dan memiliki cabang, lalu secara resmi Black Wolf Corporation di luncurkan pada tahun 2014, di usianya yang ke 25 yang membuatnya menjadi salah satu milyarder termuda yang pernah ada... untuk info lebih lanjut silahkan klik.


*****

__ADS_1


# terima kasih. silahkan like dan komen


__ADS_2