Badboy Itu Cowokku

Badboy Itu Cowokku
Khawatir


__ADS_3

Gila emang si Adind beneran ikut?"Tanya Darren


Iya gue jelas banget denger Adind minta tolong tadi"Ucap Axcel menendang ban mobilnya sendiri


Bisa mampus kita di amuk Ray nih kalo sampe Adind beneran hilang"Ucap Darren sembari mengacak-acak rambutnya kesal


-----------------------------------------------------




\-02:15 pagi



Gimana ni Darr?gue dari tadi telpon mulu sama mama Lina"Ucap Axcel



Angkat aja udah"Ucap Darren



Mereka pasti khawatir kenapa Ray ga balik-balik,sekalian minta tolong sama papa Ray buat bantu cari Adind,gue ga yakin nih kalo cuman anak buah yang cari"Tambah Darren



Ya udah"Ucap Axcel berlalu meninggalkan Darren untuk menelpon balik mama Lina



10 Menit Kemudian



Gimana?"Tanya Darren kepada Axcel yang sudah berdiri di sebelahnya



Mereka bakal ke sini,tadi mama Lina sampe nangis-nangis,gimana keadaan Ray?udah ada kabar?"Tanya Axcel



Belum ada kabar,lo udah kasi tau Adind hilang?"Tanya Darren



Ngga ada ngomong apa-apa gue soal Adind,kita kan ga tau orang tua Ray tau Adind apa gak"Ucap Axcel



Iya iya kenapa gue jadi bego begini ya kalo lagi panik"Ucap Darren konyol



Lo kan emang bego anj"Ucap Axcel



\----------



Axcel Darren gimana keadaan Ray?Ucap mama Lina dengan mata sembabnya



Emm,,mah Ray belum ada kabar dari tadi,masih di periksa sama dokter,tadi sih dokter sempet bilang Ray kehilangan banyak darah dan syukurnya Rumah Sakit ini ada stok darahnya"Ucap Axcel



Ya ampun pah gimana Ray sekarang"Ucap mama Lina mulai menangis lagi



Hiks hiks hiks



(Tiba-tiba mama Lina teringat dengan Adind)



Axcel Adind?Adind gimana?"Ucap mama Lina



Jadi mama Lina sama papa udah tau soal Adind?"Ucap Axcel



Sudah nak,gimana sekarang Adind?sudah di cek di rumahnya?"Tanya Papa Ray



Jadi gini pah,kemarin Ray sempet telfon Axcel sekitar jam setengah sebelas malem Ray bilang dia di tabrak dan dia suru Axcel buat cari tau tentang orang yang nabrak,tapi setelah itu Axcel denger suara Adind minta tolong Axcel yakin banget itu suara Adind,setelah itu gimana ceritanya Ray ga matiin sambungan telpon,setelah itu Axcel denger suara baku hantam yang Axcel yakin itu Ray,Axcel sama Darren kebetulan lagi kumpul waktu itu di markas jadi kita cepet-cepet buat cari lokasi Ray,dan pas sampek Ray udah terkapar dan orang itu kabur,Axcel curiga mereka culik Adind"Ucap Axcel panjang lebar



Yaa ampun pah Adind dia di culik pah"Ucap mama Lina semakin histeris,papa Ray langsung membawa mama Lina ke pelukannya guna menenangkannya


__ADS_1


Nanti papa yang akan urus pencarian Adind mah,udah ini di Rumah Sakit ga enak kalo ribut mah"Ucap Papa Ray



Mama Lina hanya mengangguk tetapi tetap dalam isak tangisnya



Ceklek



(keempat orang tersebut langsung mengalihkan pandangan saat mendengar pintu terbuka)



Dokter"Pekik mama Lina



Gimana keadaan Ray?"Tanya mama Lina kepada dokter sambil mengguncang-guncang bahu dokter tersebut



Mah jangan kaya gitu"Ucap papa Ray tegas menghampiri mama Lina dan menariknya lembut



Dok bagaimana keadaan anak saya?"Ucap papa Ray tegas



Anak bapak sudah melewati masa kritisnya saat ini masih belum sadar karena efek dari obat"Ucap Dokter tersebut



Boleh saya menjenguknya dok"Ucap mama Lina lirih



Silahkan,tetapi jangan terlalu diajak bicara banyak saat sadar nanti,karena kondisinya masih belum stabil untuk melakukan hal berat"Ucap Dokter



Baik dok,terimakasih"Ucap papa Ray tegas



Saya permisi"Pamit dokter tersebut



Papa Ray mengangguk



Ceklek




Ray"Ucap mama Lina lirih rasanya ga kuat hanya untuk sekedar berdiri,melihat keadaan anakku yang kacau wajah lebam dimana-mana luka di kaki dan ahh susah banget nahan nangis hiks"Batin mama Lina sembari meneteslah air mata ke pipinya



Pah"Ucap mama Lina



Papa Ray memeluk mama Lina memberikan semangat dan kekuatan sembari mengangguk-anggukkan kepalanya,sebenarnya papa Ray juga sangat sakit melihat anaknya dalam keadaan seperti ini,tetapi dia juga bangga kepada anaknya yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk seorang perempuan yang dicintainya"Pikir papa Ray



Udah mah,Ray anak yang kuat dia bakal baik-baik aja"Ucap papa Ray



(Axcel dan Darren yang menunggu di sofa tetapi tidak mendudukinya hanya berdiri memperhatikan mama Lina dan papa Ray,sangat terlihat jelas mereka terluka melihat Ray,terharu rasanya melihat adegan ini)



Tiba-tiba jari-jari Ray bergerak,Axcel yang turut melihat itupun langsung berlari untuk memanggil dokter karena Rumah Sakit terdekat ini bukanlah Rumah Sakit elite)



~~~Setelah dokter mengecek keadaan Ray dan Dokter keluar ruangan



Mah"Panggil Ray saat melihat mata sembab mamanya



Iya Ray?"Tanya mama Lina mendekat ke arah Ray sembari mengelus kepala anaknya tersebut



Jangan nangis,Ray ga apa-apa"Ucap Ray sembari berusaha memegang tangan mama nya



Udah sayang,jangan banyak bicara dulu ya,istirahat aja,jangan banyak gerak"Ucap mama Lina sembari meletakkan tangan Ray di sebelah badannya

__ADS_1



Ray menurut,Ray memejamkan matanya,tiba-tiba



Mah,Ade mana?"Tanya Ray dengan nada meninggi yang tiba-tiba teringat dengan Adind



(empat orang yang berada di ruangan Ray tersebut langsung gelagapan mendengar pertanyaan Ray)



Emm,,itu Ray Adind udah pulang dia istirahat di rumah kasian di-"Ucap mama Lina



Ngga!kalian ga usah bohong,dimana Ade dia di Rumah Sakit ini juga kan?dimana!!"Sentak Ray sembari berusaha bangun



(Mereka berempat sigap menahan Ray dan menyuruhnya istirahat)



LEPAS!"Teriak Ray



KALIAN MASIH SURUH GUE ISTIRAHAT DISINI?GUE HARUS TAU DIMANA ADE,GIMANA KEADAANYA!"Teriak Ray mulai ngamuk dan frustasi,keempat orang di ruangan tersebut kalang kabut dibuatnya



Ray,,Adind hilang kita ga bisa nemuin dia,kemungkin-"Ucap Axcel akhirnya karena tak kuat melihat Ray dengan kondisi lemahnya mengamuk



ALEXX!!!"Teriak Ray sambil bangun dari posisinya



Ga ada yang boleh halangin gue!kalo lo berdua mau bantu gue cari Ade silahkan tapi kalo lo berdua ga mau bantu gak masalah"Ucap Ray kepada dua sahabatnya sembari memberikan tatapan tajam



Ray,kamu masih sakit sayang,dengerin mama,papa udah suruh anak buahnya buat cari Adind kamu sekarang istirahat dulu ya"Ucap mama Lina menangis tersedu-sedu



Mah,Ray ga bisa diem aja,Alex itu licik,Ray ga mau Ade sampe di apa-apain,terakhir kali sebelum kesadaran Ray menghilang,Ray liat Ade dicekik ma sama iblis itu"Ucap Ray lembut kepada mamanya Ray bimbang dia khawatir akan Adind tetapi dia gak mau buat mamanya khawatir terhadap dirinya



Tes (satu air mata Ray jatuh membayangkan keadaan Adind saat ini)



Ray lo nangis?"Tanya Darren dan Axcel berbarengan karena terkejut melihat seorang Ray menangis,hal langka bagi mereka



Ray tidak perduli dengan apapun yang dikatakan oleh kedua sahabatnya itu yang ada dipikirannya saat ini hanya ada Adind Adind dan Adind



Ray,kejar,cari Adind bawa dia dengan selamat"Ucap papa Ray akhirnya yang sedari tadi diam menyimak perdebatan



(Ray langsung berlari ke luar ruangan dengan menggunakan pakaian pasiennya diikuti oleh Axcel dan Darren)



~~~Di Tempat Lain



Boss mau kita apain tuh cewek?"Tanya anak buah Alex



Kita liat apa yang bakal Ray lakuin buat nyelamatin cewek kesayangannya"Ucap Alex



\-Di dalam Sebuah Ruangan



Eungh"Lenguh Adind yang mulai sadar dari pingsannya



Auchh"Ringis Adind memegang lehernya yang terasa kebas dan sakit



**Gimana Riderin❤️kepo ga gimana selanjutnya?makanya jangan pernah bosen buat pantengin terus karya-karya Author ya,inget juga buat selalu komen dan kasi saran ke Author okay**?



***YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️***

__ADS_1


__ADS_2