Badboy Itu Cowokku

Badboy Itu Cowokku
Ciuman Pelepas Rindu


__ADS_3

...YUK VOTE CERITA INI DAN SEMUA KARYA AUTHOR,SUPAYA AUTHOR BISA TAMBAH SEMANGAT DAN TAU SIAPA AJA SIH YANG EXCITED BUAT MENANTI KARYA AUTHOR🥰🥰...


Sedangkan Putra,,Putra sudah di ajak ke kantin Rumah Sakit oleh bik Sumi agar tak mendengar dan tak melihat orang-orang menangis,,namun,,Putra untuk pertama kalinya tidak mau di berikan es krim stroberi,,tadi supir papa Ray yang di suruh beli es krim oleh Anya,,karena Anya tau Putra paling suka dengan es krim Stroberi,,nyatanya Putra mungkin mempunyai ikatan batin dengan Adind,,,


____________________________


Hari demi hari kian berlalu,,,,Adind sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit di karenakan kondisinya yang sudah stabil,,,tak terasa hari ini adalah Hari pernikahan Adind dan Ray,,,Sangat cepat bukan??Saat berada di Rumah Sakit,,,Ray selalu menemani Adind selama satu bulan lamanya,,bahkan saat sadar Adind sempat mengalami trauma dan gangguan pada otaknya,,namun Ray cepat-cepat mencari psikiater handal dan berupaya semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Adind


Flashback On


Jari-jari lentik milik cewek yang sedang terbaring lemah di brankar mulai bergerak


Adind


Ray yang melihat itu pun sontak memencet-mencet tombol panggil dokter,,,ia sangat khawatir sekaligus senang saat melihat pergerakan anggota tubuh pacarnya tersebut,,,bagaimana tidak sebulan bukan waktu yang sedikit untuk seseorang menemani orang yang sakit,,,,Ray tak pernah pasrah ia percaya Adind akan kembali,,Adind nya akan tersenyum kembali,,,namun munafik jika ia mengatakan dirinya tak pernah sedih melihat kondisinya pacarnya saat ini,,bahkan Ray sering menangis jika ia sedang berdua dan berbicara dengan Adind,,Adind juga ikut meneteskan air matanya namun matanya tak kunjung terbuka


Saya periksa kondisi pasien dulu"Ucap Dokter,,Ray segera memberi jarak dan berdiri agak jauh agar tidak mengganggu konsentrasi Dokter


Keadaannya sudah lebih baik,,,kemungkinan 1 jam lagi akan sadar,,,kami tidak memberikan obat apa pun,,dikarenakan kondisinya sudah mulai stabil,,dan usahakan jangan banyak di ajak bicara saat sadar nanti"Ucap Dokter memberi tau Ray


Baik dok,,terimakasih"Ucap Ray tersenyum


Saya permisi,,mari"Ucap Dokter lalu pergi keluar ruangan


Ray mengangguk



1Jam Kemudian



Adind masih belum sadar juga,,kali ini di ruangan tersebut ada Axcel,,Anya dan Darren,,mereka juga selalu mengunjungi Adind setiap hari walau tak sampai menginap,,bapak dan ibuk Adind juga tidak di biarkan oleh Ray menginap,,mengingat jika di Rumah Sakit pastinya tidur tak akan nyaman,,sedang orang tua Adind sudah tua,,jadi Ray melarang keras,,bukan bermaksud berani namun Ray khawatir terhadap kondisi orang tua Adind terlebih lagi dengan adanya Putra,,jika mereka sakit,,Putra akan merasa sendiri dan Ray tak pernah mau hal tersebut terjadi,,Orang tua Adind,, dan orang tua Ray selalu mengunjungi Adind,,dan selalu menanyakan perkembangan kesehatan Adind,,dengan mereka selalu menelan kekecewaan saat mendengar *Adind masih belum sadar,,,kondisi Adind memburuk*,,,Hanya itu yang mereka dapat..



Eungh"Lenguh Adind yang sedikit-sedikit mulai membuka matanya



Ray yang melihat itu pun langsung menghentikan obrolannya bersama sahabatnya dan langsung menghampiri Adind



Sayang"Ucap Ray lembut sambil mengelus tangan Adind



Haus"Ucap Adind lirih



Ray sigap mengambil air yang berada di atas nakas sebelah brankar dan membantu Adind meminumnya



Ini sayang"Ucap Ray setia membantu Adind minum



Emm"Suara Adind



Adind menatap Ray lekat-lekat,,,dan ia menatap ke arah sahabatnya lalu,,,



JANGAN!!JANGAN DEKET!!"Teriak Adind ketakutan langsung duduk di atas brankar,,,ia bahkan menunjuk-nunjuk Anya,,Axcel dan Darren



Ray kaget,,,reflek ia langsung memeluk Adind



Dia mau bunuh aku,,jangan deket!"Ucap Adind di pelukan Ray


__ADS_1


Anehnya Adind tak merasa takut dan risih saat Ray memeluknya,,,ia merasakan kenyamanan



Udah sayang,,ngga mereka bukan orang jahat sayang"Ucap Ray menenangkan Adind dengan mengelus-elus punggung Adind,,,posisinya Ray berdiri di samping brankar dan memeluk Adind yang duduk di brankar



Nggak!!mereka jahat!!mereka jahat hiks hiks"Ucap Adind sambil menggeleng-geleng dan menangis di pelukan Ray



Ray langsung mengkode mereka bertiga agar keluar dari ruangan itu sampai Adind lebih tenang



Setelah Anya,,Axcel dan Darren keluar Ray mengurai pelukannya dengan Adind namun Adind menolak dan malah memeluk Ray erat



Ngga mau lepas,,jangan"Ucap Adind menggeleng-geleng menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ray



Hey sayang,,mereka udah pergi jangan takut okay?ada aku di sini sayang"Ucap Ray lembut sambil mengecup-ecup pucuk kepala Adind



Ehmm,,bauk acem nih badannya kamu sayang"Goda Ray



Ihhh,,,jahat banget"Ucap Adind cemberut mengurai pelukannya



Adind merajuk



Sayang,,bercanda sini-sini peluk lagi"Ucap Ray merentangkan tangannya




Ya ampun kamu ngambek sayang?"Ucap Ray tak percaya,,tadi aja ngamuk-ngamuk ketakutan ehh sekarang kok bisa-bisanya ngambek"Batin Ray tak percaya



Sayang aku keluar nih kalo gitu,,ga di perduliin aku nya"Ucap Ray sok-sok ngambek dan berjalan ke arah pintu namun



HUAAAA"Tangis Adind pecah saat Ray mau meninggalkannya



Jahat!!"Teriak Adind langsung menutup seluruh badannya dari kaki sampek kepala dengan selimut



Adind menangis sesenggukan di dalam selimut tubuhnya bergetar



Ray yang melihat itu di buat bingung,,,kenapa kamu yang jadi manja begini"Batin Ray



Ray berjalan menghampiri Adind yang telungkup di bawah selimut



Sayang"Ucap Ray lembut sambil menyentuh kepala Adind yang tertutup selimut



Jangan sentuh"Ucap Adind ketus

__ADS_1



Ngambek hm?"Tanya Ray



Jangan deket-deket"Ucap Adind sombong padahal dalam hatinya ia ingin Ray merayunya agar ta ngambek lagi



Sayang ihh"Ucap Ray gemas lalu membuka selimut Adind seluruhnya dan langsung memasukkan tangannya di sela-sela ketek Adind,,ia mengangkat Adind perlahan dan memangku Adind



Kenapa ngambek?"Tanya Ray manis sambil menangkup kedua pipi Adind yang basah karena air matanya



Adind manyun,,matanya sembab hidungnya merah



Bisa-bisanya ya kamu udah buat aku khawatir ehh giliran sadar aku nya di ambekin"Ucap Ray pura-pura kesal



Adind tak peduli ia tetap dalam mode diam dengan bibir yang di manyunkan



Cup



Adind melotot namun,,,,entah kenapa ia merindukan sensasi kenyal dari bibir milik Ray yang terasa manis olehnya



Merasa tak ada penolakan Ray langsung melum\*at bibir pacarnya yang baru saja sadar,,,rasa manis itu yang Ray rindukan selama ini akhirnya bisa ia rasakan,,Ray terus mengabsen setiap rongga mulut Adind dan menautkan lidahnya dengan lidah milik Adin,,,



Adind yang merasa sudah mulai kehabisan pasokan oksigen,,,memukul-mukul dada Ray yang masih asik \*\*\*\*\*\*\* bibirnya itu



Emm emmm



Lep,,,\*\*\*"Ucap Adind terbata menggeleng-gelengkan kepala disela-sela ciumannya



Ray akhirnya sadar dan melepaskan tautan bibir mereka



Clap



Terimakasih sayang"Ucap Ray sambil mengusap bibir Adind yang basah dan bengkak karena ulahnya



Sedangkan Adind hanya bisa memanyunkan bibirnya,,ada rasa senang di dalam dirinya,,namun ia juga kesal dengan Ray,,,lambat sedikit tadi Ray melepaskan,,,bisa pingsan mungkin



Flashback Off



**Hi Riderin❤️ bonus deh hari ini,,Author ngerasa bersalah kalo ga dapet Up sama sekali sehari,,jadi ini Author Up buat kalian tapi satu episode aja ya🥰**



***YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️***

__ADS_1


__ADS_2