
...YUK VOTE CERITA INI DAN SEMUA KARYA AUTHOR,SUPAYA AUTHOR BISA TAMBAH SEMANGAT DAN TAU SIAPA AJA SIH YANG EXCITED BUAT MENANTI KARYA AUTHOR🥰🥰...
Sedangkan Putra,,Putra sudah di ajak ke kantin Rumah Sakit oleh bik Sumi agar tak mendengar dan tak melihat orang-orang menangis,,namun,,Putra untuk pertama kalinya tidak mau di berikan es krim stroberi,,tadi supir papa Ray yang di suruh beli es krim oleh Anya,,karena Anya tau Putra paling suka dengan es krim Stroberi,,nyatanya Putra mungkin mempunyai ikatan batin dengan Adind,,,
____________________________
Hari demi hari kian berlalu,,,,Adind sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit di karenakan kondisinya yang sudah stabil,,,tak terasa hari ini adalah Hari pernikahan Adind dan Ray,,,Sangat cepat bukan??Saat berada di Rumah Sakit,,,Ray selalu menemani Adind selama satu bulan lamanya,,bahkan saat sadar Adind sempat mengalami trauma dan gangguan pada otaknya,,namun Ray cepat-cepat mencari psikiater handal dan berupaya semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Adind
Flashback On
Jari-jari lentik milik cewek yang sedang terbaring lemah di brankar mulai bergerak
Adind
Ray yang melihat itu pun sontak memencet-mencet tombol panggil dokter,,,ia sangat khawatir sekaligus senang saat melihat pergerakan anggota tubuh pacarnya tersebut,,,bagaimana tidak sebulan bukan waktu yang sedikit untuk seseorang menemani orang yang sakit,,,,Ray tak pernah pasrah ia percaya Adind akan kembali,,Adind nya akan tersenyum kembali,,,namun munafik jika ia mengatakan dirinya tak pernah sedih melihat kondisinya pacarnya saat ini,,bahkan Ray sering menangis jika ia sedang berdua dan berbicara dengan Adind,,Adind juga ikut meneteskan air matanya namun matanya tak kunjung terbuka
Saya periksa kondisi pasien dulu"Ucap Dokter,,Ray segera memberi jarak dan berdiri agak jauh agar tidak mengganggu konsentrasi Dokter
Keadaannya sudah lebih baik,,,kemungkinan 1 jam lagi akan sadar,,,kami tidak memberikan obat apa pun,,dikarenakan kondisinya sudah mulai stabil,,dan usahakan jangan banyak di ajak bicara saat sadar nanti"Ucap Dokter memberi tau Ray
Baik dok,,terimakasih"Ucap Ray tersenyum
Saya permisi,,mari"Ucap Dokter lalu pergi keluar ruangan
Ray mengangguk
1Jam Kemudian
Adind masih belum sadar juga,,kali ini di ruangan tersebut ada Axcel,,Anya dan Darren,,mereka juga selalu mengunjungi Adind setiap hari walau tak sampai menginap,,bapak dan ibuk Adind juga tidak di biarkan oleh Ray menginap,,mengingat jika di Rumah Sakit pastinya tidur tak akan nyaman,,sedang orang tua Adind sudah tua,,jadi Ray melarang keras,,bukan bermaksud berani namun Ray khawatir terhadap kondisi orang tua Adind terlebih lagi dengan adanya Putra,,jika mereka sakit,,Putra akan merasa sendiri dan Ray tak pernah mau hal tersebut terjadi,,Orang tua Adind,, dan orang tua Ray selalu mengunjungi Adind,,dan selalu menanyakan perkembangan kesehatan Adind,,dengan mereka selalu menelan kekecewaan saat mendengar *Adind masih belum sadar,,,kondisi Adind memburuk*,,,Hanya itu yang mereka dapat..
Eungh"Lenguh Adind yang sedikit-sedikit mulai membuka matanya
Ray yang melihat itu pun langsung menghentikan obrolannya bersama sahabatnya dan langsung menghampiri Adind
Sayang"Ucap Ray lembut sambil mengelus tangan Adind
Haus"Ucap Adind lirih
Ray sigap mengambil air yang berada di atas nakas sebelah brankar dan membantu Adind meminumnya
Ini sayang"Ucap Ray setia membantu Adind minum
Emm"Suara Adind
Adind menatap Ray lekat-lekat,,,dan ia menatap ke arah sahabatnya lalu,,,
JANGAN!!JANGAN DEKET!!"Teriak Adind ketakutan langsung duduk di atas brankar,,,ia bahkan menunjuk-nunjuk Anya,,Axcel dan Darren
Ray kaget,,,reflek ia langsung memeluk Adind
Dia mau bunuh aku,,jangan deket!"Ucap Adind di pelukan Ray
__ADS_1
Anehnya Adind tak merasa takut dan risih saat Ray memeluknya,,,ia merasakan kenyamanan
Udah sayang,,ngga mereka bukan orang jahat sayang"Ucap Ray menenangkan Adind dengan mengelus-elus punggung Adind,,,posisinya Ray berdiri di samping brankar dan memeluk Adind yang duduk di brankar
Nggak!!mereka jahat!!mereka jahat hiks hiks"Ucap Adind sambil menggeleng-geleng dan menangis di pelukan Ray
Ray langsung mengkode mereka bertiga agar keluar dari ruangan itu sampai Adind lebih tenang
Setelah Anya,,Axcel dan Darren keluar Ray mengurai pelukannya dengan Adind namun Adind menolak dan malah memeluk Ray erat
Ngga mau lepas,,jangan"Ucap Adind menggeleng-geleng menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ray
Hey sayang,,mereka udah pergi jangan takut okay?ada aku di sini sayang"Ucap Ray lembut sambil mengecup-ecup pucuk kepala Adind
Ehmm,,bauk acem nih badannya kamu sayang"Goda Ray
Ihhh,,,jahat banget"Ucap Adind cemberut mengurai pelukannya
Adind merajuk
Sayang,,bercanda sini-sini peluk lagi"Ucap Ray merentangkan tangannya
Ya ampun kamu ngambek sayang?"Ucap Ray tak percaya,,tadi aja ngamuk-ngamuk ketakutan ehh sekarang kok bisa-bisanya ngambek"Batin Ray tak percaya
Sayang aku keluar nih kalo gitu,,ga di perduliin aku nya"Ucap Ray sok-sok ngambek dan berjalan ke arah pintu namun
HUAAAA"Tangis Adind pecah saat Ray mau meninggalkannya
Jahat!!"Teriak Adind langsung menutup seluruh badannya dari kaki sampek kepala dengan selimut
Adind menangis sesenggukan di dalam selimut tubuhnya bergetar
Ray yang melihat itu di buat bingung,,,kenapa kamu yang jadi manja begini"Batin Ray
Ray berjalan menghampiri Adind yang telungkup di bawah selimut
Sayang"Ucap Ray lembut sambil menyentuh kepala Adind yang tertutup selimut
Jangan sentuh"Ucap Adind ketus
__ADS_1
Ngambek hm?"Tanya Ray
Jangan deket-deket"Ucap Adind sombong padahal dalam hatinya ia ingin Ray merayunya agar ta ngambek lagi
Sayang ihh"Ucap Ray gemas lalu membuka selimut Adind seluruhnya dan langsung memasukkan tangannya di sela-sela ketek Adind,,ia mengangkat Adind perlahan dan memangku Adind
Kenapa ngambek?"Tanya Ray manis sambil menangkup kedua pipi Adind yang basah karena air matanya
Adind manyun,,matanya sembab hidungnya merah
Bisa-bisanya ya kamu udah buat aku khawatir ehh giliran sadar aku nya di ambekin"Ucap Ray pura-pura kesal
Adind tak peduli ia tetap dalam mode diam dengan bibir yang di manyunkan
Cup
Adind melotot namun,,,,entah kenapa ia merindukan sensasi kenyal dari bibir milik Ray yang terasa manis olehnya
Merasa tak ada penolakan Ray langsung melum\*at bibir pacarnya yang baru saja sadar,,,rasa manis itu yang Ray rindukan selama ini akhirnya bisa ia rasakan,,Ray terus mengabsen setiap rongga mulut Adind dan menautkan lidahnya dengan lidah milik Adin,,,
Adind yang merasa sudah mulai kehabisan pasokan oksigen,,,memukul-mukul dada Ray yang masih asik \*\*\*\*\*\*\* bibirnya itu
Emm emmm
Lep,,,\*\*\*"Ucap Adind terbata menggeleng-gelengkan kepala disela-sela ciumannya
Ray akhirnya sadar dan melepaskan tautan bibir mereka
Clap
Terimakasih sayang"Ucap Ray sambil mengusap bibir Adind yang basah dan bengkak karena ulahnya
Sedangkan Adind hanya bisa memanyunkan bibirnya,,ada rasa senang di dalam dirinya,,namun ia juga kesal dengan Ray,,,lambat sedikit tadi Ray melepaskan,,,bisa pingsan mungkin
Flashback Off
**Hi Riderin❤️ bonus deh hari ini,,Author ngerasa bersalah kalo ga dapet Up sama sekali sehari,,jadi ini Author Up buat kalian tapi satu episode aja ya🥰**
***YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️***
__ADS_1