Badboy Itu Cowokku

Badboy Itu Cowokku
Ray yang rapuh


__ADS_3

...YUK VOTE CERITA INI DAN SEMUA KARYA AUTHOR,SUPAYA AUTHOR BISA TAMBAH SEMANGAT DAN TAU SIAPA AJA SIH YANG EXCITED BUAT MENANTI KARYA AUTHOR🥰🥰...


Tapi sus,,saya gak akan ganggu,saya janji hanya akan menemani pacar saya di dalam"Ucap Ray panik dan terus berusaha untuk masuk menemani Adind


Maaf pak,ini sudah menjadi kebijakan Rumah Sakit mohon kerja samanya"Ucap Suster lalu menutup pintu


Arghhh"Teriak Ray


Selamatkan Adind tuhan,,selamatkan dia"Batin Ray


_________________________________


Sayang gimana keadaan Adind?"Tanya Mama Lina tergesa-gesa yang baru saja tiba bersama Pak Raka,Ibuk Adind,Putra dan Bik Sumi



Ray,Adind baik-baik aja kan?"Tanya Ibuk Adind lalu menggoyang-goyanhkan bahu Ray yang sedang duduk dan menunduk



Ray menangis



Buk,,udah jangan di bebali Ray nya,,dia masih shock itu"Bisik Pak Raka di telinga buk Adind



Pak hiks hiks"Ucap Buk Adind tak kuat melanjutkan ucapannya,,ia terlalu lemah saat ini membayangkan anaknya yang paling ia cintai dalam keadaan ahh,,



Kenapa semua nangis bik?"Tanya Putra memecahkan keheningan



Em,,nak Putra Nyonya sama ibuknya Putra bukan menangis,,tapi em,,"Ucap Bik Sumi bingung ingin memberikan alasan apa



Emm,,Putra sayang sini nak"Ucap Pak Raka



Putra berdoa ya,,sekarang kak Adind lagi sakit,,Putra harus kuat supaya kak Adind juga kuat"Ucap Pak Raka tak mau menyembunyikan hal ini lebih lama dari putra,,



Huaaaaaa"Tangis Putra pecah



Kak Ayin sakit,,,Putla gak mau!!Putla gak mau kak Ayin sakit,,nanti Putla main sama siapa huaa,kak Ayin kakak yang baik Putla gak mau kak Ayin sakit huaa"Ucap Putra sambil menangis tersedu-sedu sesekali meluapkan kesedihannya dengan menangis meraung-raung



Hey,,Putra ini Rumah Sakit sayang inget!ga boleh ribut"Ucap Pak Raka berusaha menenangkan Putra



Sedangkan Ray,Mama Lina dan Ibuk Adind masih setia menangis dalam diam,,Ray menunduk,Mama Lina dengan tatapan kosongnya tetapi masih menangis,sedangkan Ibuk Adind menengadah sambil memejamkan matanya,,air mata terus keluar membasahi pipinya

__ADS_1



~~



Ceklek



Semua yang berada di depan ruang UGD menoleh ke arah suara



Dokter,,gimana keadaan Adind?"Tanya khawatir,memang tempat Ray yang paling dekat dengan pintu ruang UGD



Maaf keluarga pasien,,ada yang perlu kami bicarakan"Ucap Dokter serius



Saya bapaknya dok"Ucap Pak Raka



Tolong urus biaya administrasinya terlebih dahulu"Ucap Dokter



Baik pak"Saut Mama Lina,,kemudian ia langsung berlalu pergi menuju meja resepsionis




Maaf,untuk saat ini pasien masih membutuhkan perawatan yang intensif,,jadi lebih baik untuk tunggu perkembangan kondisinya hingga lebih baik"Ucap Dokter



Ray tak bergeming,dalam hatinya separah itu kamu sekarang sayang,,



Mari ikut ke ruangan saya"Ucap Dokter yang ditujukan kepada Pak Raka lalu berjalan ke arah Ruangannya



Pak gimana?apa kata dokter?"Tanya Ibuk Adind khawatir langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Pak Raka


Emm,,,begini"Ucap Pak Raka menggantung setelah ia duduk di bangku


Dokter bilang keadaan Adind kritis"Ucap Pak Raka lirih


Dia kehilangan banyak darah,,di tambah banyaknya luka-luka di sekujur tubuh Adind,,di tambah lagi,,"Ucap Pak Raka tak sanggup menyelesaikan kata-katanya


Pak Raka menangis


Ray merasa sangat bersalah kepada orang tua Adind yang sudah mempercayakan Adind kepadanya namun malah seperti ini jadinya,,,


Ray langsung bangun dari duduknya dan bersimpuh di kaki Pak Raka

__ADS_1


Pak,,maafin Ray,,Ray gak bisa jaga Adind dengan baik,,,Ray lengah,,Ray minta maaf,,Ray salah Ray,,,Ga becus jagain Adind,,,Maafin Ray pak buk"Ucap Ray memohon sambil berlutut di kaki Pak Raka sambil memandang Ibuk Adind sekilas untuk meminta maaf


Sudah,,Ray ini takdir,,Bapak yakin Adind bakal baik-baik aja,,bapak cuman belum percaya aja Adind anak bapak yang sangat bapak sayang,,mengalami kekerasan fisik seperti ini,,bahkan bapak dan ibuk saja yang sudah merawatnya selama 17 tahun sama sekali tak pernah memukulnya,,,sudah bangun nak"Ucap Pak Raka menahan tangisnya terus namun tetap air mata itu terus turun membasahi pipinya,,Pak Raka selalu berusaha untuk terlihat tegar,,namun sebenarnya ia sangat rapuh,,bahkan di Ruangan dokter saja ia tadi menangis


Ray bakal pastiin Angel dapet ganjaran yang setimpal Pak buk,,Ray janji akan hal itu"Ucap Ray tegas


Selepas itu tak ada lagi yang bicara di sana?


Mama Lina datang dan langsung menanyakan kondisi Adind


Ray,,gimana Adind?"Tanya Mama Lina yang sudah tak menangis lagi namun matanya sembab,,dan berwarna kemerahan di pinggir-pinggirnya


Ray langsung memeluk mamanya dan berkata,,


Adin kritis ma hiks,,Ray,,Ray ga kuat Ray ga bisa liat keadaan Adind kaya gitu,,,Adind gak berdaya mahh,,Ray pengen liat Adind senyum pengen liat dia marah pengen liat dia ngambek sama Ray mah,,hiks Ray ga kuat liat Adind kondisinya kaya gitu"Ucap Ray rapuh,,ia benar-benar menangis meraung-raung sambil memeluk mamanya meluapkan semua kekesalan kekhawatiran kemarahan dan penyesalan semua ia luapkan tak peduli dengan harga diri dan martabat,,Ray yang sekarang bukanlah Ray si Bad Boy melainkan Ray yang rapuh yang tak bisa melakukan apa pun untuk Adind kecuali berdoa,,hanya itu selebihnya hanya kehendak tuhan


Ya ampun hiks,,Ray maafin mama,,maaf"Ucap Mama Lina kembali menangis dan memeluk Ray erat,,ia benar-benar turut andil dalam penculikan Adin,,andai waktu itu ia tidak mengajak Adind ke Mall pasti ini semua tak akan terjadi,,Penyesalan memang terjadi di akhir,,kita hanya bisa berharap dan berharap saat ini




Papa Ray datang,,bersama Axcel Darren dan Anya,,tadi Anya ikut andil di sana ia mengecek dan mencari bukti-bukti kuat untuk melaporkan tindak kriminal Angel,,dan Angel sekarang sedang di kurung dan akan di laporkan ke pihak berwajib namun Papa Ray tetap akan bertanya kepada Ray apa hukuman yang akan di berikan kepada Angel



Pah"Ucap Mama Lina bangun dari duduknya dan langsung memeluk Papa Ray



Pahh,,hiks Adind kritis pah mama salah huhu"Ucap Mama Lina sambil menangis tersedu-sedu



Udah mah tenang,,kita berikan perawatan terbaik buat Adind,,papa juga gak mau Adind kenapa-kenapa,,kamu ga boleh lemah seperti ini sayang,,kamu liat Ray dia rapuh,,beri dia kekuatan,kita ga boleh membuat dia semakin bingung,,,dia pasti bingung melihat kamu yang terus menerus menangis di tambah lagi sekarang Adind kritis dia bisa stress nanti kalo kita ga beri dia semangat mah"Ucap Papa Ray tegar,,padahal ia sebenarnya juga sangat khawatir



Adind kritis Ray?Adind Adind beneran kritis??huhu"Tanya Anya bergetar menghampiri Ray yang duduk termenung dengan tatapan mata kosong,,air mata sudah tak terbendung lagi oleh Anya



Ray mengangguk



Ray saat ini benar-benar kacau,,hanya jiwa nya saja,,raganya telah pergi meninggalkan jiwanya,,seperti hidup tanpa tujuan itu lah Ray sekarang,,,



Axcel dan Darren di buat kaget saat melihat Ray dengan tampilan kacau rambut acak-acakan dan matanya yang sembab serta masih ada isak-isak tangis yang keluar dari bibirnya,mereka tak pernah melihat Ray serapuh ini,,namun kali ini jelas terlihat bahwa Ray benar-benar cinta kepada Adind



Sedangkan Putra,,Putra sudah di ajak ke kantin Rumah Sakit oleh bik Sumi agar tak mendengar dan tak melihat orang-orang menangis,,namun,,Putra untuk pertama kalinya tidak mau di berikan es krim stroberi,,tadi supir papa Ray yang di suruh beli es krim oleh Anya,,karena Anya tau Putra paling suka dengan es krim Stroberi,,nyatanya Putra mungkin mempunyai ikatan batin dengan Adind,,,



**Hi Riderin❤️ Author udah Up nih,,Have fun🥰**


__ADS_1


***YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️***


__ADS_2