Badboy Itu Cowokku

Badboy Itu Cowokku
Ketahuan (2)


__ADS_3

Eghhh arghhhh aku ga suka"Teriak Adind memukul-mukul punggung Ray


Hiks


Setelah itu hanya ada tangisan Adind hanya itu,Ray berusaha mengerti pacarnya yang sedang rapuh saat ini,karena sejujurnya tadi Ray benar-benar emosi tingkat atas,tapi ketika melihat wajah rapuh Adind seketika emosi yang mencuat hilang seketika


Udah lebih tenang hm?"Tanya Ray yang masih setia memeluk Adind


Tak ada jawaban dari Adind


_____________________________


Lalu Ray inisiatif mengendurkan pelukannya untuk melihat sang kekasih


Tidur


Adind tidur di pelukan Ray,entah karena capek menangis,atau memang ia capek fisik itulah yang menjadi pikiran Ray


Lalu Ray menyenderkan Adind di kursi


Sayang,maaf Chup"Ucap Ray lalu memberikan kecupan singkat di bibir pacarnya tersebut


Tapi aku juga ga bisa boong,aku kecewa sama kamu aku egois memang,tapi aku ga pernah nutupin apa pun dari kamu,sedangkan kamu hal sebesar ini di tutupin huft"Ucap Ray kepada Adind yang terlelap


Lalu Ray menjalankan mobilnya setelah merasa lebih tenang,,,,


~~Di Depan Rumah Adind


Sayang hey,bangun udah sampek rumah by"Ucap Ray mentoel-toel pipi chubby pacarnya yang sekarang semakin tirus


By"Ucap Ray memencet hidung Adind


Eungh jangan ganggu kakak Putra"Lenguh Adind mengigau,karena merasa tidurnya di ganggu,dan dia kira yang mengganggu adalah Putra,karena biasanya jika Putra membangunkan dia pasti dengan memencet hidung


Ray tersenyum dikulum mendengar ucapan pacarnya di saat tidak sadar


Lalu Ray inisiatif menggendong Adind,sepertinya jika menunggu bangun,besok pagi kali ya"Pikir Ray


Om Swastyastu"Ucap Ray sembari menggendong Adind yang sedang tidur di pelukannya


Om Swastyastu,lho kok Adind-"Ucap Ibuk Adind


Iya buk tadi ketiduran di mobil"Ucap Ray


Ray taruh di kamarnya saja ya"Ucap Ibuk Adind menunjuk kamar Adind


Ceklek


Ray meletakkan Adind di atas ranjang dengan perlahan,Ray juga membuka sepatu dan kaos yang kemungkinan mengganggu pacarnya saat tidur,ia juga merapikan rambut Adind yang acak-acakan


Ray memperhatikan setiap sisi kamar Adind,kecil memang tetapi elegant dan gak munafik kalo Ray di beri kamar seperti ini mungkin ga sanggup karena hanya sepetak,salut aku sama kamu yang"Batin Ray mengelus-elus pipi pacarnya tersebut


Eungh"Lenguh Adind yang merasa tidurnya terusik,,,


Entah sadar atau tidak Adind menarik Ray ke pelukannya,Adind memeluk Ray seakan-akan Ray adalah guling miliknya


Putra jangan ambil guling kakak"Ucap Adind mengigau

__ADS_1


Ray tersenyum di kulum,Ray menghirup aroma tubuh Adind yang akhir-akhir ini menjadi candunya,Ray yang jahil lalu menghisap leher Adind hingga menyisakan bercak merah di sana


Aww"Pekik Adind yang memang sangat sensitif saat tidur tetapi tetap tidak bangun juga,begitulah Adind hanya dengan alarm suara ibu dia bisa bangun,kecuali memang dia bertekad sendiri untuk bangun,Putra saja sering kesal dengannya karena Putra sering kali di peluk Adind jika membangunkannya,di kira guling mungkin


By,aku pulang dulu ya Chup"Ucap Ray mencium sekilas bibir Adind setelah puas berpeluk manja dengan pacarnya


Besok aku jemput"Bisik Ray di telinga Adind


Eunghh"Lenguh Adind berpindah posisi membelakangi Ray


Ray tersenyum lalu memilih keluar


Buk,Putra di mana?"Ucap Ray kepada Ibuk Adind yang sibuk membuat kue


Di kamarnya lagi main,dari siang ga tidur malamnya juga begadang itu anak"Ucap Ibuk Adind gemas


Buk Ray bisa bicara sama ibuk sebentar?"Ucap Ray


Iya nak bisa"Ucap Ibuk Adind lalu mengajak Ray duduk di ruang tamu


~~Di Ruang Tamu


Buk Ray mau tanya"Ucap Ray mengawali pembicaraan


Sejak kapan buk Adind kerja?"Tanya Ray


Huft(Hembusan nafas Ibuk Adind)


Ibuk minta maaf sebelumnya Ray,ibuk sama bapak sudah bilang sama Adind untuk cerita sama kamu,tetapi Adind kekeh dia tetap gak mau,katanya biar ga jadi beban dan biar ga ngerepotin kamunya,sudah 4 hari ini Adind kerja,dia ambil part time,pulang sekolah paling dia dapet makan mandi sama main sebentar sama Putra,terus jam setengah 4 sore dia berangkat pulangnya jam 9 tapi sampai rumah jam setengah sepuluh,ibuk sama bapak minta maaf ya,tadi kamu sama Adind bertengkar hm?ibuk udah feeling ga enak dan ternyata bener kan kamu tau semuanya,ibuk sudah menduga,ibuk pun kalau di posisi kamu pasti marah secara pacar kita sendiri berbohong,tidak terbuka sama kita,tapi Adind memang seperti itu dia ga suka buat orang repot dia lebih suka ngelakuin apa pun sendiri dan lebih suka memendam,makanya ibuk sama bapak wanti-wanti dia kalo memang mau kerja harus jujur kalo capek bilang,jangan dipaksa,setiap pulang kerja selalu ibuk pijitin dia,dia selalu ngeluh capek,ibuk suruh berhenti dianya tetep gak mau,Adind jiwanya keras,tetapi kalo kita bisa meluluhkan dia,dia bakal jadi anak yang lembut,kita harus perlahan sama dia,dia pantang yang namanya merepotkan orang nak"Ucap Ibuk Adind dengan mata berkaca-kaca


Buk,ga usah minta maaf,Ray cuman kecewa sama Adind dia mikul semua sendiri,dia ga pernah cerita apa pun sama Ray seperti kata ibuk,dia lebih suka memendam,coba kalo sekarang Ray ga berencana kesini pasti sampai saat ini pun Ray ga akan tau soal pekerjaan Adind"Ucap Ray kesal


Tadi di perjalan Ray mau ke sini,Ray ga sengaja liat Adind naik angkot,Ray ikutin sampai di tempat kerja,pas sampai Ray bingung kenapa Adind lewat belakang masuknya,dari situ Ray udah curiga di tambah saat Ray suruh pelayan buat bawain pesanan Ray harus yang namanya Adind dia bilang ada yang namanya gitu,jujur dari situ Ray pengen marah Buk,sampai Ray tutup itu Cafe,Ray kesel,mama sama papa Ray juga udah ga bolehin Adind kerja mereka sayang Adind buk,mereka udah kasi Adind pengertian"Ucap Ray tak jaim di depan ibuk dari pacarnya


Maafin Adind ya nak"Ucap Ibuk Adind


Buk,apa benar Adind bekerja untuk membiayai Putra?"Tanya Ray hati-hati


Ibuk Adind mengangguk


Adind bersikeras bekerja,jujur nak kalo di tambah Putra uang kerja bapak sama ibuk minus,makanya dari situ Adind minta kerja dia bilang gak mau Putra di balikin Adind udah sayang sama Putra begitupun sebaliknya,Ibuk juga ga setega itu sama anak kecil,terlebih Putra bilang kalo dia dibalikin mama nya bakal marah bakal pukul dia,miris nak kasian sekali dia,masih kecil cobaannya berat sekali"Ucap Ibuk Adind menangis


Udah buk jangan nangis"Ucap Ray setelah berpindah duduk di sebelah Ibuk Adind dan inisiatif memeluknya


Jangan sakitin Adind,bahagiain dia ya Ray"Ucap Ibuk Adind sambil menunduk


Iya buk pasti,Ray janji"Ucap Ray mantap


Kak Leyy"Teriak Putra yang datang membawa mainan dan langsung memeluk Ray yang sedang duduk


Hey anak ganteng kok belum tidur?"Tanya Ray sembari mendudukan Putra di pangkuannya


Beyum mengantuk"Ucap Putra menguap-uap


Lho itu udah uap-uap terus masak belum ngantuk hm?"Ucap Ray memeluk Putra


Putra cengengesan

__ADS_1


Kak Ley timaci es klim tobelinya Putla suka banget,enakk"Ucap Putra antusias


Iya sama-sama sayang"Ucap Ray


Mau dibeliin lagi gak?"Tambah Ray


Putra menggeleng


Kenapa?"Bingung Ray


Masih banyak setayi di kukas,Putla beyum abisin semua"Ucap Putra cedal


Ray terkekeh


Ya udah nanti kalo udah abis bilang sama Kak Ray ok?"Ucap Ray


Ok kak Ley ganteng pacalna kak Ayin cantik hahahah"Ucap Putra sembari tertawa lebar


Kak Ayin mana kok gak ada?"Ucap Putra yang baru menyadari bahwa Adind tidak ada di sini


Udah tidur dia "Ucap Ray


Bapak mana hm?"Tanya Ray


Bapak tadi main sama Putla,tapi bapak kayah,tidul duyuan bapak,Putla menang"Ucap Putra senang


Selamat ya,sekarang Putra tidur dulu gih,udah malem,besok lanjut main,besok Kak Ray ke sini paginya supaya Putra udah bangun ya"Ucap Ray


Kak Ley besok ke sini?"Ucap Putra


Ray mengangguk


Mau jemput pacalna ya?"Tanya Putra


Ray tersenyum


Ciee,kak Aykn sering sebut-sebut kak Ley lo kalo tidul"Ucap Putra mengadu


Masa sih?"Ucap Ray ta percaya


Iya kaya gini,"ley ley ihh" Kaya gitu ngelengek ngelengek aja Kak Ayin telus,Putla senyum-senyum aja dengel hihi"Ucap Putra mengadu sembarj terkikik


Buk Adind dan Ray tersenyum melihatnya


,,,,


Ya udah buk Ray pulang deh,udah malem juga,nitip salam buat bapak ya"Ucap Ray sembari mencium tangan Ibuk Adind


Putra kak Ray pulang ya"Ucap Ray tapi Putra tak menyaut


Pas Ray menengok,ya ampun kayak Adind,,,


Dia tidur


Gimana Riderin❤️suka ga sama Cerita ini,vote komen sarannya yuk gercep hahhhah,have fun ya kalian🥰


YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2