
Ibuk kenapa teltawa?"Tanya Putra yang baru datang dengan wajah cemongnya belepotan kemana-mana itu es krim,banyakan yang kebuang kalo di liat-liat
Ngga apa sayang,lanjut deh mamam es krim tapi lagi satu aja,sisanya kasi ibuk ya,dimamam besok-besok supaya ga sakit"Ucap Ibuk Adind
Putra mengangguk
Posesif ya kak calon mantu ibuk"Ucap Buk Adind menggoda Adind
Ih ibuk calon mantu katanya"Ucap Adind malu
_________________________
Buk,Adind kerja dulu ya"Ucap Adind kepada Ibuknya sembari salam kepada ibuknya
Iya kak, hati-hati ya di jalan"Ucap Buk Adind mengusap kepala Adind
Pak Adind kerja ya"Ucap Adind sembari salam kepada bapaknya
Hati-hati ya kak,jangan capek-capek,kalo udah capek,istirahat dulu jangan dipaksa"Ucap Pak Raka
Saat di Perjalanan menuju CS ada seseorang yang melihat Adind,lalu mengikuti Adind dibelakangnya menggunakan mobil,hingga angkot yang ditumpangi Adind berhenti di sebuah Coffee Shop,orang tersebut mengernyit saat melihat Adind yang masuk lewat belakang,orang tersebut inisiatif untuk memesan Coffee dan menyuruh pelayan agar Adind lah yang mengantar pesanannya
Permisi"Ucap ???
Ada yang bisa saya bantu?"Ucap pelayan tersebut
Saya mau pesan Hot Coffee,dan saya mau harus yang bernama Adind yang mengantarkan bisa?"Tanya ???
Adinda maksudnya?"Tanya Pelayan tersebut
Iya Adinda"Ucap ????
Siap,ditunggu pesanannya"Ucap pelayan tersebut
Setelah memesan orang tersebut menutup wajahnya dengan buku menu
Permisi,pesanannya,selamat menikmati"Ucap Adind ramah hendak pergi tetapi
Grepp
Adind berbalik
R,,,Ray"Ucap Adind gugup
Ray memandang Adind tajam,wajahnya memerah,rahangnya mengetat,,,
Ikut aku!"Ucap Ray
Rayy,ray ga bisa"Ucap Adind
Ray menghentikan jalannya
ak,,aku aku lagi kerja"Ucap Adind gugup
Kerja?"Tanya Ray ketus sembari tersenyum miris
Dimana Manager Cafe ini?"Teriak Ray membuat kegaduhan
Maaf kak,ada yang bisa dibantu?"Tanya Manager Cafe
Gue mau ketemu sama pemilik Cafe ini!"Sentak Ray dengan wajah sangarnya dan tak melepaskan tangan Adind sama sekali
Mari pak ikut saya!"Ucap Manager Cafe
__ADS_1
~Di Ruangan Pemilik Coffee Shop
Siapa yang nerima dia kerja di sini?"Sentak Ray gak ada sopan-sopannya
Santai dulu,kita bicarain baik-baik,apa yang pegawai saya lakukan?maksud saya kesalahan pegawai saya apa?sampai anda semarah ini?"Tanya pemilik Cafe
Siapa yang nerima dia kerja disini"Sentak Ray lagi
Saya!"Ucap Pemilik Cafe dengan suara yang tak kalah keras karena kesal dengan Ray yang datang-datang membuat ribut
Lo berani sama gue hah?"Sentak Ray
Ray,,udah"Ucap Adind menenangkan Ray yang lagi emosi
KAMU DIEM!"Bentak Ray
Adind terkejut
Tes
satu air mata lolos begitu saja padahal sudah ditahan dengan sangat kuat oleh Adind
Gue bakal tutup ni Cafe!"Ucap Ray keras lalu pergi begitu saja tak lupa menggenggam tangan Adind
,,,,
Ray mendorong Adind keras di tempat duduk sebelah tempatnya menyetir
Lalu dia masuk ke sebelahnya
R,,Ray maaf"Ucap Adind terbata
hiks hiks
Maaf"Ucap Adind dengan matanya yang sudah sembab dengan hidung yang memerah
Berapa banyak lagi kebohongan Dind?berapa banyak lagi hal yang kamu sembunyiin dari aku?"Ucap Ray melemah tetapi penuh penekanan
Adind menggeleng
Ak,,Aku gak mau ngerepotin kamu"Ucap Adind menunduk
Ngerepotin apa sih hah?"Ucap Ray emosi
Bisa ga sih kamu terbuka,kamu jujur sama aku!mana janji kamu waktu itu hah?mana?"Sentak Ray
Adind hanya terisak dan tak bisa menjawab ucapan Ray
Hening,,,
Ray mengacak rambutnya kasar
Arggghhhh"Ucapnya
Kalo aku bilang sama kamu,kamu juga gak akan kasi ijin kan?"Tanya Adind memberanikan diri
Itu kamu tau!terus kenapa masih hah?"Ucap Ray
Ini sebabnya kamu selalu capek saat di sekolah selalu lemes selalu ga semangat akhir-akhir ini?iya ini sebabnya hah?"Tanya Ray
__ADS_1
Adind diam tak menjawab
(Karena memang itu lah kenyataannya,ia selalu capek,lemas dan tak semangat ke sekolah karena tubuhnya merasa lelah bekerja,tetapi Adind tak pernah menceritakan itu semua kepada siapapun,hanya ia pendam sendiri)
Ray aku kerja karena aku perlu"Ucap Adind sembari terisak
Perlu apa sih dind?Bapak kamu udah kerja ibuk kamu udah kerja,kamu tinggal belajar biar bisa jadi anak yang sukses,fokus belajar bukannya malah kerja"Sentak Ray kesal sembari memukul-mukul setir mobil di depannya
Aku salah"Batin Adind
Iya kamu salah!emang!kapan sih kamu bisa jujur-jujur sama aku dind,kapan?kapan kamu bisa percaya sama aku buat ceritain suka duka tentang kamu hah kapan?"Tanya Ray gregetan bercampur emosi
Ak,,aku"Ucap Adind terbata
Mau alasan apa lagi hah?"Ucap Ray emosi
Aku kerja karena aku butuh uang Ray! hiks"Ucap Adind keras
Butuh buat apa sih yang"Ucap Ray melemah
Aku,kamu tau ekonomi keluarga aku gimana Ray,aku kerja buat Putra,ak,aku"Ucap Adind tak sanggup melanjutkan ceritanya,sebenarnya Putra ada menceritakan hal yang memilukan kepadanya dan Adind benar-benar prihatin dengan Putra,seorang anak kecil yang tak bersalah harus menjadi pelampiasan amarah orang tuanya
Jelasin"Ucap Ray tegas
Ibuk,ibuk sama bapak sebenarnya gak ijinin,tapi aku paksa,karena aku tau,kalo nambah Putra di rumah,uang gak akan cukup!Sedangkan aku gak mau Putra dibalikin!aku gak mau dia jadi pelampiasan,aku gak mau dia disakitin aku ga tega,dia ga salah dia,,dia masih kecil tapi cobaan dia besar dan dia masih bisa senyum"Ucap Adind dengan terisak
Hik hiks aku ga tega,aku belain kerja cuman buat dia,aku ga mau repotin bapak sama ibuk,tapi aku gak mau Putra balik ke mamanya karena Putra sendiri yang bilang,dia hanya akan disiksa di sana,dan,,dan cuman ini jalan satu-satunya"Ucap Adind mengacak-acak rambutnya
Hiks hiks
Aku tau aku salah"Ucap Adind memang merasa bersalah
Kamu ga pernah tau Ray,rasanya jadi aku,Bapak selalu bilang uang yang bapak dapet cukup buat keperluan selalu gitu,aku pernah ga sengaja denger bapak sama ibuk ngobrol bilang mau jual rumah cuman karena pengeluaran yang membengkak,aku ga mungkin diem aja Ray"Ucap Adind lirih
Ray yang melihat Adind serapuh ini lalu memeluk Adind
Maaf"Ucap Ray bersalah
Aku ga pernah tau kamu,aku ga pernah ngerti kamu"Ucap Ray
Hiks
Adind nangis kejer di pelukan Ray,ia benar-benar menumpahkan seluruh kesedihannya yang ia pendam selama ini
Aku,,aku ga suka Ray liat ibuk sama bapak pura-pura baik-baik aja di depan aku,tapi di belakangku mereka pusing mikirin masalah uang uang dan uang terus"Ucap Adind mumukul-mukul punggung Ray
Lampiasin sayang pukul aku pukul"Ucap Ray mengelus-elus punggung Adind mencoba memberikan ketenangan kepada orang yang ia sayang ini
Eghhh arghhhh aku ga suka"Teriak Adind memukul-mukul punggung Ray
Hiks
Setelah itu hanya ada tangisan Adind hanya itu,Ray berusaha mengerti pacarnya yang sedang rapuh saat ini,karena sejujurnya tadi Ray benar-benar emosi tingkat atas,tapi ketika melihat wajah rapuh Adind seketika emosi yang mencuat hilang seketika
Udah lebih tenang hm?"Tanya Ray yang masih setia memeluk Adind
Tak ada jawaban dari Adind
**Gimana Riderin❤️penuh kejutan kan**?
__ADS_1
***YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️***