
Lo tau?kalo si Alex and the geng itu cuma nyelakain gue,gue ga masalah dan akan lanjutin baku hantamnya secara jantan,tapi ini Ade Ax Ade dia ga salah apa pun dan bahkan gue ga tau apa aja yang udah Alex lakuin ke Ade waktu Ade di culik,gue rasa Alex nyium Adind,gue liat bibir Ade bengkakkan terus ada lukanya,gue yakin banget Adind disiksa secara mental dan fisik Ax,gimana gue bisa ga bawa masalah ini ke jalur hukum?"Ucap Ray kesal membayangkan Alex mencium bibir Adind,serta saat saat Alex menyiksa Adind
Gue bakal buat dia jera dan ga berbuat seenaknya"Ucap Ray tegas
Huftt(hembusan nafas Axcel)
Gue support apapun yang terbaik menurut lo"Ucap Axcel sembari membelokkan mobil ke arah kanan tempat Rumah Sakit berada
---------------------------------------------------------
(Adind sudah pulang dari Rumah sakit,saat di rawat di Rumah Sakit,Ray selalu siap siaga menjaganya padahal kondisi dirinya sendiri belum pulih stabil tetapi sudah mementingkan Adind di atas dirinya sendiri,pernah waktu itu Adind menyuruh Ray untuk istirahat di rumah jangan nginap di Rumah Sakit terus karena Adind khawatir Ray kondisinya memburuk,tapi Ray tetaplah Ray bukannya menurut ucapan pacarnya justru Adind malah mendapat ocehan dari pria tampan yang sekarang menjadi pacarnya tersebut)
Flashback On
Sayang"Panggil Adind dengan nada manja dan mata yang dikedip-kedipkan ,Ray yang mendengar itupun tau bahwa ada maksud tersembunyi karena Adind hanya akan memanggilnya sayang jika ada maunya,dulu Adind memang selalu memanggilnya baby,by,tapi setelah kejadian ini,Adind ga pernah mau lagi memanggil Ray dengan sebutan baby katanya malu
Hm"Jawab Ray males,karena jujur dalam hatinya kesal
Iiihh kok gitu sih jawabnya kan aku panggil jawab apa kek iya kenapa gitu kek ini malah ham hem ham hem"Rengek Adind
Iya sayang kenapa hm?"Ucap Ray sembari mengelus kepala pacarnya yang sedang berbaring di ranjang Rumah Sakit itu
Emm,,janji ya harus nurut"Ucap Adind sembari memberikan jari kelingkingnya kepada Ray
Janji?"Tanya Ray
Iya janji,ya ya"Ucap Adind imut,menggemaskan di mata Ray
Apa dulu?hm?kalo belum tau apa,aku ga bisa janji"Ucap Ray
Iss males ah,di suruh janji aja gak mau"Ucap Adind manyun
Apa?hm?"Ucap Ray gemas sembari mengecup bibir manyun Adind sekilas "Chup"
Pulang ya"Ucap Adind ambigu
Pulang?ngapain?kamu belum boleh pulang sayang,dua hari lagi baru boleh,aku ga bisa janji kalo ini,keadaan kamu belum pulih total"Omel Ray yang salah mengartikan ucapan Adind
Iiihh Ray mah,bukan gitu maksud aku,Ray yang pulang,istirahat di rumah,Ray juga belum pulih total kan?makanya kita sama-sama istirahat,Adind gak mau Ray sakit gara-gara terus ngerawat Adind di sini,apalagi Ray ga nyenyak tidur di sini,kurang tidur terus ntar ga vit kondisinya"Rengek Adind kepada Ray
Ray yang mendengar itupun melototkan matanya kaget,bisa-bisanya Adind menyuruhnya pulang,padahal pada saat ini mereka hanya berdua di ruangan ini,kalo ia pulang lalu siapa yang menjaga Adind,sabar-sabar"Pikir Ray
__ADS_1
Sayang,kita berdua lo disini,kalo aku pulang kamu sama siapa?"Tanya Ray
Ya ya nanti minta tolong Anyak buat nemenin,Adind gak mau ibuk bapak yang nemenin,takut mereka sakit,apalagi mereka harus kerja"Ucap Adind yang mengira bahwa Ray akan menurut
Ohh kamu lebih mending di sini sama Anya iya?gak suka kalo aku ada di sini iya?ya udah"Ucap Ray lalu berdiri dari duduknya hendak keluar ruangan dengan wajah dinginnya
Grep
Ehh jangan ngga ngga gitu maksud Adind Ray,emm,,gimana ya"Ucap Adind bingung,yang sudah dengan keadaan duduk di atas ranjang
Apa?aku nemenin kamu di sini itu karena kemauan aku sayang,kalo emang kamu ga suka,aku ga masalah,tapi aku harus mastiin keadaan kamu selalu,aku gak mau kamu kenapa-kenapa lagi,dua kali lo sayang dua kali kamu masuk Rumah Sakit gara-gara aku,apa aku salah hm?rawat pacar aku sendiri?pacar yang baik itu kaya gimana sih menurut kamu?yang cuek gitu?yang ga peduli sama pacarnya sendiri iya?yang jalan-jalan diluar sana seneng-seneng nongkrong sama temen tongkrongannya sedangkan pacarnya lagi di Rumah Sakit iya?hem?yang kaya gitu pacar baik?"Ucap Ray halus tetapi penuh dengan penekanan di setiap katanya
(Sedangkan Adind yang mendengar omelan Ray menunduk menahan tangisnya,maksudnya tadi adalah ia mengkhawatirkan Ray bukan gak mau ditemenin)
Huft(hembusan nafas Ray)
Maaf"Ucap Adind lirih masih menunduk ngga berani menatap Ray
Kenapa minta maaf?"Tanya Ray sarkas
Ray yang mendengar itu langsung membawa Adind ke pelukannya
Maaf,aku kasar ya?maaf aku ga bisa ngontrol emosi aku lagi sayang"Ucap Ray ditengah pelukan mereka,Ray sadar saat ini Adind masih menangis di pelukannya,walaupun tidak bersuara tetapi baju Ray sudah basah dengan air mata Adind
Hiks maaf Adind minta maaf,Adind salah,Adind buat Ray tersinggung ya?"Ucap Adind masih dengan isak tangisnya
Hey(mengurai pelukan)aku ga tersinggung,kamu ga salah sayang(mencium bibir Adind sekilas,karena tak tahan melihat wajah gemas Adind yang mendongak ke arahnya) Chup"Ucap Ray
Terus kenapa tadi marah?"Ucap Adind mendongak menatap Ray yang berdiri di hadapannya
Aku gak marah,aku cuman ga suka kamu selalu mentingin orang lain"Ucap Ray
Tapi kamu yang gitu"Ucap Adind manyun
Chup
Jangan kaya gitu sayang,suka ga tahan akunya buat ga cium bibir kamu yang kaya bebek"Ucap Ray setelah mencium bibir Adind sekilas sembari terkekeh
__ADS_1
Ga lucu"Ucap Adind kesal
Emang kapan aku gitu hm?Tanya Ray
Sekarang,buktinya kamu kan belum pulih total tapi udah rawat aku di sini terus nginap di sini,selalu nemenin aku kalo aku kebangun pas malem-malem"Ucap Adind kesal
(Ray malah terkekeh melihat wajah kesal Adind dan tak tahan,,
Chup
(Ray langsung mencium dan tak lupa memberi sedikit lum\*tan pada bibir manis pacarnyavtersebut)
Uhmmm mm R,,ayy"Ucap Adind di sela ciumannya
\-5 menit kemudian
Uhmm mmm"Ucap Adind ga jelas sembari memukul-mukul dada Ray saat merasa pasokan oksigen dalam tubuhnya semakin menipis
Clap
Hah hah hah(Adind kehabisan nafas)
Bugh Bugh BUgh
Jahat jahat jahat ihh"Rengek Adind kepada Ray sambil memukul-mukul Ray yang hampir membuatnya mati kehabisan nafas
Ehh diem-diem nanti infusnya lepas yang"Ucap Ray membenarkan infus di tangan Adind tetapi Adind langsung menepisnya
Biarin"Ucap Adind sembari mengalihkan pandangannya ke arah berlawanan tempat Ray berada sembari melipat tangannya di dada
(Ray membalik tubuh Adind,mengelap bibir Adind yang membengkak dan basah karena ulahnya tadi,Ray tau Adind memang akan sangat kesal jika Ray menciumnya tanpa aba-aba,karena Adind tak pandai sama sekali berciuman,dan pasti akan kehabisan nafas)
Maaf ya,abisnya aku tu gemes liat kamu,ga tahan akunya,apa lagi bibir kamu manis sayang"Ucap Ray tanpa dosa
Adind melirik Ray tajam mendengar ucapan frontal Ray,yang sangat menyebalkan baginya
**Gimana seru ga episode ini?jangan lupa komen dan sarannya selalu Riderin❤️**
***YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️***
__ADS_1