
AKHH"Teriak Adind saat satu tamparan mendarat di pipinya yang jauh lebih keras dari sebelumnya
Ampun Al,,ex"Ucap Adind mengatupkan tangannya ke arah Alex
Dugh
Aww"Ringis Adind saat kepalanya kejedot di tembok saat dirinya di dorong oleh Alex
Alex langsung menghampiri Adind yang terduduk di lantai,dan mencengkram kedua pipi Adind mendongakkan kepala Adind agar melihat ke arahnya
Denger gue!gue baik sama lo,bukan berarti gue bakal diem saat lo maki gue!"Ucap Alex lantas menghempaskan tangannya
Ssstttt"Ringis Adind
Al,,ex"Panggil Adind lirih
Alex berbalik menghadap ke Adind dan menaikkan alisnya,pertanda bertanya "kenapa"
Jangan sakitin Ray,kamu boleh sakitin aku siksa aku ga apa,tapi plis jangan sakitin Ray"Ucap Adind lirih,disaat sekarat pun masih ingin melindungi Ray,sama halnya dengan Ray yang sedang di rawat masih memikirkan Adind
Lo!"Ucap Alex mendekat ke arah Adind dengan tatapan tajamnya
PLAKK
Aw sakit hiks hiks"Ucap Adind lirih sembari menangis dan menyentuh pipi yang habis ditampar oleh Alex,belum selesai sakit yang tadi sudah ditambah lagi"Batin Adind
Gue ga suka lo coba-coba lindungin atau peduli sama Ray,lo milik gue!inget lo punya gue!cuman gue!"Gertak Alex sambil menunjuk-nunjuk Adind
__ADS_1
Adind hanya bisa tersenyum miris mendengar kata-kata Alex dan perlahan kesadarannya memudar
tiba-tiba
BRAKK
BANGSAT"Ucap Ray yang mendobrak pintu tersebut dan melihat keadaan Adind yang mengenaskan,pipi lebam,leher lebam parah,kening berdarah-darah,bibir mengeluarkan darah,rambut acak-acakan,sangat miris
Ray dengan menggunakan pakaian pasiennya menghampiri Alex dan
BUGH
(Alex yang tidak siap akan itu semua,tersungkur)
Urusan lo sama gue BANCI!bukan sama Ade,kenapa lo buat dia kaya gitu hah?"Ucap Ray menekankan kata Banci dan langsung mencengkram kerah baju milik Alex
Alex tersenyum menyeringai
BUGH BUGH
BUGH BUGH
BUGH
Ray udah Ray"Ucap Darren dan Axcel yang sudah menahan Ray
Lo bangsat(menunjuk Alex)Banci anjing!urusan lo sama gue belum selesai *****!"Umpat Ray
Ray langsung menghampiri Adind yang tergeletak di lantai,dengan hati-hati membawa Adind ke pangkuannya berusaha membuat Adind sadar,sambil menunggu Axcel dan Darren yang sedang mengurus Alex,karena kondisi Ray yang belum stabil,ia ragu dan takut malah membuat Adind jatuh jika dia yang menggendongnya
__ADS_1
Ray"Ucap Axcel
Cepet Ax bawa ke mobil"Ucap Ray kepada Axcel dan sudah memindahkan Adind ke pangkuan Axcel
(Axcel langsung dengan sigap menggendong Adind dan membawanya ke Rumah Sakit)
Darren gimana?"Tanya Ray yang setia menjaga Adind di kursi belakang,sedangkan Axcel sebagai supirnya,,,-,
Darren udah urus si Alex sama komplotannya"Ucap Axcel
Ray"Panggil Axcel
Hm"Jawab Ray yang sedang fokus mengusap-usap kepala Adind tak mengalihkan sedikit pun pandangannya dari Adind
Lo gak akan bawa masalah ini ke jalur hukum kan?"Ucap Axcel
Bokap udah atur itu,gue udah suruh buat bawa ke jalur hukum"Ucap Ray
Tapi Ray-"Ucap Axcel
Lo tau?kalo si Alex and the geng itu cuma nyelakain gue,gue ga masalah dan akan lanjutin baku hantamnya secara jantan,tapi ini Ade Ax Ade dia ga salah apa pun dan bahkan gue ga tau apa aja yang udah Alex lakuin ke Ade waktu Ade di culik,gue rasa Alex nyium Adind,gue liat bibir Ade bengkakkan terus ada lukanya,gue yakin banget Adind disiksa secara mental dan fisik Ax,gimana gue bisa ga bawa masalah ini ke jalur hukum?"Ucap Ray kesal membayangkan Alex mencium bibir Adind,serta saat saat Alex menyiksa Adind
Gue bakal buat dia jera dan ga berbuat seenaknya"Ucap Ray tegas
Huftt(hembusan nafas Axcel)
Gue support apapun yang terbaik menurut lo"Ucap Axcel sembari membelokkan mobil ke arah kanan tempat Rumah Sakit berada
Gimana Riderin❤️suka ga bacanya?Ray pengertian banget ya,idaman😍 haha,jangan pernah bosen baca karya Author lo,dan jangan pernah lupa buat selalu komen dan kasi saran apapun yang menurut kalian bagus buat cerita ini ya,,,👍
__ADS_1
YUK DUKUNG AUTHOR,KASI LIKE KOMEN SAMA VOTE NYA SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGATTT BUAT UP🥰🥰❤️❤️