BADUT CANTIK Milik Sang MUSISI

BADUT CANTIK Milik Sang MUSISI
Tubuhku seperti bergerak sendiri


__ADS_3

BAB.8 Tubuhku seperti bergerak sendiri.


saat tengah berkelahi ari tak menyadari jika preman yang ambruk tadi sudah bangun lalu diam diam mengeluarkan pisau mendekati ari dan ingin menikamnya.


"sleepp" preman itu menusuk dan "sreeet"suara kulit yang ters*y*t oleh pisau..


"bruuk"suara tubuh yang ambruk begitu saja di atas tanah di sertai darah yang mengalir.


arsyi terjatuh di tanah dengan punggung yang berlumuran darah.


sebelumnya saat ari berkelahi arsyi melihat salah satu orang jahat itu mengeluarkan pisau dan ingin menikam ari dari belakang.


dengan cepat arsyi berlari dan langsung memeluk ari dari belakang hingga arsyi lah yang tertusuk.


kedua preman itu langsung berlari dan kabur meninggalkan lokasi.


ari nampak bingung dan begitu cemas saat melihat arsyi terluka ..


"hey bangun,lo harus kuat"ucap ari memukul pelan wajah arsyi.


namun asyi tak merespon dan ari pun langsung menggendong arsyi dan ingin membawanya ke rumah sakit.


ari berteriak di pinggir jalan untuk meminta bantuan karena tidak mungkin dia membawa arsyi dengan menggunakan motornya.


tidak ada satu pun mobil yang berhenti untuk menolong yang ada hanya pejalan kaki yang menghampirinya.


"ada apa dengan dia.??"tanya seseorang wanita pada ari.


"dia terluka bu,tadi ada orang jahat yang nusuk dia"ucap ari sedikit ngosngosan karena sedang menggendong arsyi ala bridle style.


ari berfikir sejenak lalu meminta tolong pada wanita itu.


"bu,tolong jagain dia bentar"ucap ari menurunkan dia dari gendongannya dan terlihat jelas saat itu ari menangisi arsyi.


wanita itu pun mengiyakan namun wanita itu juga heran dengan apa yang akan ari lakukan.


saat melihat apa yang di lakukan ari wanita itu terkejut dan berteriak.


"awas"teriak wanita itu saat melihat ari yang langsung berlari ke tengah jalan dan nekat menghadang sebuah mobil yang melaju karena ari berpikir cuma itu cara satu satunya untuk mencari tumpangan untuk membawa arsyi.


mobil itu langsung mengerem namun karena kecepatannya yang terlalu tinggi ari pun sempat tertabrak dan terpental..


ari yang terpental dan jatuh tidak lagi memghiraukan sakit padahal dahi ari mengeluarkan darah akibat terbentur di jalan,ari langsung berdiri menghampiri pengendara itu.


"kamu cari mati ya?"ucap pengendara mobil yang terlihat marah dan syok.


"saya mohon maaf pak,saya mau minta tolong"ucap ari sambil menunjuk ke arah arsyi dan setelah itu ari pun pingsan dan ambruk.


wanita yang bersama arsyi pun terkejut melihat kenekatan ari namun dia paham mengapa ari melakukan itu.


pria itu melihat keadaan ari dan sesaat melihat ke arah arsyi.


"tolong pak"ucap wanita yang menjaga arsyi.


"sebenarnya ada apa ini??tanya pria itu yang heran dengan semua ini.


"nanti saya jelaskan tapi tolong bawa mereka ke rumah sakit dulu."ucapnya dan langsung dia angguki oleh pria itu.


pria dan wanita itu pun saling membantu membawa arsyi dan ari ke rumah sakit.


setibanya di rumah sakit arsyi langsung mendapatkan penanganan terlebih dahulu karena lukanya yang lebih parah,lalu kemudian ari juga mendapat penanganan.


selama penanganan kedua orang yang membantu arsyi dan ari pun menunggu di luar.


pria itu heran dengan apa yang terjadi lalu bertanya.


"sebenarnya apa yang terjadi??"tanya pria itu.


"gadis itu korban penusukan dan pria muda itu ingin menolongnya"jawab wanita itu.


"sebelumnya pria muda itu meminta pertolongan pada pengendara mobil yang lewat namun tidak ada yang berhenti,jadi dia sengaja menghadang mobil tuan supaya bisa menolong gadis itu."imbuhnya.


mendengar ceritanya pria itu pun mengerti.


"lalu anda sendiri siapa?? apa anda kenal dengan mereka??"tanya pria itu


"nama saya kirana tuan,saya tidak kenal mereka karena saya hanya kebetulan lewat dan melihat mereka di sana"ucap bu kirana.


pria yang mendengar nama kirana merasa terkejut karena nama itu sama dengan nama mendiang istrinya namun dia sudah lupa dengan wajah istrinya karena semua itu terjadi sekitar 20 tahun yang lalu,


dia juga tidak bisa melihat wajah bu kirana dengan jelas karena bu kirana menggunakan kerudung dan bu kirana juga tidak mau menatap langsung pada pria itu.


pria itu pun langsung menutupi keterkejutannya dan bersikap biasa saja dan mengangguk angguk tanda seolah mengerti dengan cerita bu kirana..


"jadi begitu ceritanya bu kirana?"ucap pria itu memastikan.


"iya tuan,dan maaf kalo boleh tau nama tuan siapa,?"tanya bu kirana.


pria itu berpikir jika wanita itu adalah istrinya dia pasti mengenalinya.


"nama saya heru,,heru sanjaya"ucap pria itu dan penuh wibawa berharap bu kirana mengenalinya.

__ADS_1


"oh nama tuan pak heru,terima kasih ya sudah membantu mereka."ucap bu kirana berterima kasih dengan expresi biasa saja dan membuat wajah pak heru sedikit cemberut.


"iya bu,sama sama"ucap pak heru.


"ternyata ak salah,dia bukan kirana ku"gumam pak heru.


Tidak lama kemudian dokter yang menangani arsyi pun keluar.


"mohon maaf,apakah di sini ada keluarga dari pasien??"tanya dokter tersebut.


"tidak ada dok,kami hanya menolong mereka dan membawa mereka ke rumah sakit"ucap bu kirana.


"sayang sekali,karena pasien sedang kritis dan memerlukan donor darah golongan A,stok golongan darah A sini sedang kosong jika ada saudaranya atau orang tuanya kemungkinan besar bisa lebih mudah menanganinya karena golongan darahnya pasti sama."ucap dokter.


"ambil darah saya saja dok,golongam darah saya A"ucap pak heru.


"syukurlah,tapi sebelumnya kita periksa dulu,mari ikut saya tuan"ucap dokter.


pak heru pun mengikuti dokter untuk pemeriksaan dan beruntungnya darah mereka cocok.


akhirnya pak heru pun mendonorkan darahnya pada arsyi.


"terima kasih pak,anda begitu baik"ucap bu kirana yang membuat pak heru langsung bergaya sok keren membenarkan jas mewahnya.


"selama saya bisa membantu maka saya pasti akan bantu"ucap pak heru dengan penuh keyakinan.


pak heru sanjaya adalah seorang duda.


istrinya di kabarkan meninggal karena kecelakaan mobil.


istrinya yang di dampingi supir jatuh ke jurang yang sampai sekarang belum di temukan dan di nyatakan tewas dan hingga saat ini dia tak pernah lagi menikah karena di begitu mencintai mendiang istrinya.


setelah mengalami perawatan di IGD arsyi pun di pindahakn ke ruangan pasien.


sedangkan ari sudah terlebih dulu di pindahkan dan pak heru juga meminta mereka di rawat di ruangan yang sama.


setelah beberapa jam di rawat akhirnya ari pun sadar.


"di mana ini?"tanya ari yang nampak bingung.


"ini di rumah sakit nak"ucap bu kirana


"mana dia.?"tanya ari mencari arsyi dan bu kirana pun mengerti siapa yang di maksud oleh ari.


"dia belum sadar dan di rawat di sebelah kamu,di ruangan ini juga"ucap bu kirana.


"saya ingin melihatnya"ucap ari ingin bangun dari tempat tidur namun di tahan oleh bu kirana.


"kamu tenang dulu,dokter masih memeriksa keadaannya,setelah selesai kamu boleh melihatnya"ucap bu kirana dan di angguki oleh ari.


ari yang mendengar perkataan bu kirana pun merasa bingung juga dengan apa yang dia lakukan saat itu.


ari mengingat semuanya dan dia juga merasa heran kenapa dia melakukannya.


"saya juga tidak tau kenapa tubuh saya seperti bergerak sendiri untuk menghadang mobil itu"ucap ari yang membuat bu kirana tersenyum.


bu kirana meningalkan ari untuk melihat keadaan arsyi dan ternyata dokter sudah selesai memeriksa keadaannya.


bu kirana pun kembali menghampiri ari dan memberitahukan ari sekaligus membantu ari untuk melihat keadaan arsyi dengan memeganginya.


saat melihat keadaan arsyi yg begitu lemah entah kenapa dada ari terasa nyeri dan tanpa sadar ari meneteskan air matanya.


ari mendekati arsyi dan berkata.


"makasih udah nolong aku"ucap ari begitu lirih di dekat telinga arsyi.


"tolong bangun,jangan bikin aku khawatir dan jangan bikin arman dan orang tuaku marah karena gak bisa jagain kamu"ucap ari yang mulai menangis.


walaupun orang tua ari pernah meminta ari menjaga arsyi mungkin itu hanya gurauan ayah ari,namun entah kenapa di situasi seperti ini ari berkata seperti itu seolah dia benar benar merasa harus menjaga arsyi.


"kamu tenang aja,kata dokter kondisi dia udah mulai membaik koq."ucap bu kirana menenangkan ari.


bu kirana pun meminta ari untuk beristirahat lagi dan ari pun menurutinya dan kembali berbaring di tempat tidur pasien.


tak lama kemudian pak heru pun datang dari kantin membawa makanan untuk bu kirana dan dia tersenyum saat melihat ari sudah bangun dan menghampirinya.


bu kirana kembali ke tempat arsyi dan membiarkan kedua pria itu berbicara.


"gimana keadaan kamu nak??"tanya pak heru pada ari.


"saya udah baikan pak"ucap ari.


"saya berterima kasih karena bapak mau meluangkan waktu bapak untuk menolong kami,jika bapak tidak ada saya tidak tau lagi apa yang akan terjadi padanya"imbuh ari.


"udah,gak usah di pikirin yang penting kalian semua selamat dan kondisi kalian juga sudah membaik"ucap pak heru.


"lagian jika kamu tidak menghadang mungkin saya juga tidak akan berhenti karena waktu itu saya sedang buru buru."imbuhnya


saat ari dan pak heru sedang berbicara bu kirana menghampiri mereka dan berkata jika arsyi sudah sadar.


ari langsung menghampiri arsyi yang terlihat mulai menggerakan matanya.

__ADS_1


pak heru pun langsung ke luar ruangan untuk memanggil dokter.


saat arsyi membuka matanya yang pertama kali dia lihat adalah wajah ari yang membuat arsyi tersenyum.


"kamu gak apa apa mas??"tanya arsyi pada ari yang masih memanggilnya dengan sebutan mas.


"kamu ni bukannya mikirin keadaan diri sendiri malah nanyain keadanku."ucap ari yang sekarang bicara sedikit lebih lembut pada arsyi.


arsyi yang mendengar ari berkata seperti itu malah tersenyum dan membuat ari jengkel.


"kamu ini di bilangin malah senyum,"ucap ari kesal.


"kamu beneran ngebuat aku khawatir tau,kenapa kamu nekat melindungi aku tanpa memikirkan dirimu."ucap ari yang mulai emosi sedikit membentak arsyi dan matanya juga mulai berair mengingat bagaimana


keadaan arsyi sebelum di bawa ke rumah sakit.


arsyi yang merasa di marahi pun mulai menangis.


"maaf,aku gak bermaksud ngebuat kamu khawatir"ucap arsyi yang menangis karena di marahi oleh ari.


"sebenarnya aku juga gak tau kenapa tubuhku seperti bergerak sendiri buat ngelindungi kamu,maafin aku"ucap arsyi menjelaskan dan langsung menangis


"deg" ari terkejut dengan apa yang di ucapkan arsyi karena pada saat ari menghadang mobil itu pun tubuh ari seakan seperti bergerak sendiri..


Ari yang melihat arsyi menangis spontan memeluknya dan berkata.


"maaf kalo aku marahin kamu,aku cuma gak mau kalo hal seperti ini terjadi lagi sama kamu."ucap ari menenangkan arsyi dan arsyi mengangguk dan berhenti menangis.


bu kirana yang melihat dan mendengar percakapan kedua pemuda di hadapannya hanya bisa tersenyum.


bu kirana berpikir mereka berdua sepasang kekasih yang saling menyayangi dan memiliki ikatan batin yang kuat.


"mas ari,ibu itu siapa.??"tanya arsyi dan menatap pada bu kirana.


"ibu ini yang udah bantu kita dan membawa kita ke rumah sakit."jawab ari.


"terima kasih bu udah ngebantu saya"ucap arsyi tersenyum dan langsung menggenggam tangan bu kirana dan mencium tangannya.


bu kirana merasa senang melihat arsyi yang terlihat sopan dan ceria.


"sama sama nak,yang penting kamu selamat"ucap bu kirana.


"gimana apa punggungmu masih sakit nak,?tanya bu kirana.


"gak terlalu sakit koq bu"jawab arsyi yang membuat bu kirana tersenyum.


"alhamdulillah"ucap bu kirana.


tak lama kemudian datang lah pak heru bersama dokter wanita yang menangani arsyi.


"gimana perasaan anda nona,apa anda merasa lebih baik"tanya dokter dan di angguki oleh arsyi.


"untung saja mereka cepat membawa anda ke rumah sakit jika tidak mungkin anda bisa kehabisan darah saat itu"ucap dokter yang melihat ke arah pak heru dan bu kirana


arsyi yang baru tau jika pak heru juga membantunya langsung mencium tangan pak heru.


"terima kasih pak,bapak dan istri bapak sudah menolong saya."ucap arsyi yang memgira pak heru dan bu kirana sepasang suami istri.


pak heru yang mendengarnya pun langsung tersenyum dan merasa senang sambil melirik bu kirana namum berbeda dengan bu kirana yang tersipu malu sekaligus merasa tidak enak dengan pak heru.


"iya sama sama nak"ucap pak heru yang sedikitpun tidak merasa keberatan dengan ucapan arsyi yang mengira mereka adalah pasangan suami istri.


bu kirana dan ari tercengang karena pak heru tidak menjelaskan jika pak heru dan bu kirana bukan lah suami istri.


"ya sudah sekarang biar bu dokter memeriksa keadaan kamu"ucap pak heru yang langsung di angguki oleh arsyi.


dokter memeriksa keadaan arsyi dan mengatakan jika dia tidak boleh melakukan aktifitas dulu karena jahitan pada lukanya masih rentan dan belum kering dan dokter menyarankan sementara ini arsyi tetap di rawat di sini.


arsyi yang mendengarnya pun terkejut.


"tapi saya harus kuliah dan bekerja dok"ucap arsyi yang membuat ari jengkel sempat sempatnya dia masih mikirin kuliahnya namun ari juga terkejut karena arsyi ternyata juga bekerja.


"udah gak apa apa,kamu fokus sama kesembuhan kamu dulu,masalah pelajaran kuliah nanti kamu masih bisa mengejar ketertinggalannya koq"ucap ari


"nanti aku akan hubungi pihak kampus"imbuhnya.


"tapi mas,aku juga harus kerja"ucap arsyi lagi.


"udah jangan bawel,pokoknya kamu harus istirahat dulu."ucap ari menegaskan.


arsyi pun hanya bisa menurutinya.


semua orang yang melihat perdebatan kecil itu hanya bisa tersenyum.


mereka berdua memang terlihat seperti sepasang kekasih.


selesai memeriksa keadaan arsyi dokter itu pun memberikan obat lalu menyarankan istirahat yang cukup pada arsyi dan jangan terlalu banyak gerak.


mereka semua mengangguk paham dengan ucapan dokter itu.


"saya pamit dulu,karena masih ada pasien yang harus saya periksa"pamit dokter.

__ADS_1


"iya dok,terima kasih"ucap mereka bersamaan


"kalian sudah seperti keluarga"ucap dokter itu lalu keluar ruangan.


__ADS_2