
BAB.6 ada di saat sedih
ke esokan harinya setelah pulang dari rumah sakit ari melakukan aktifitas seperti biasanya namun sebelum belerja ari memyempatkan diri ke rumah sakit untuk melihat perkembangan adiknya sekaligu mengantarkan makanan untuk orang tuanya.
bu titi juga di rawat di ruangan lain karena kelelahan dan syok karena mendengar penyakit yang arman derita.
setelah dari ruangan bu titi ari pun memasuki ruangan arman.
di ruangan pasien tempat arman di rawat ari memandangi adiknya yang tidak berdaya.
"man,cepatlah sembuh"ucap ari sambil menahan tangisnya.
"kalo kamu kaya gini terus kasian ibu man,ibu pasti khawatir sama kamu".imbuhnya.
sesudah melihat arman, ari pergi untuk bekerja tapi sebelumnya dia berpamitan kepada orang tuanya dulu..
di cafe and resto sedang ramai karena salah satu anak dari pelanggan merayakan ulang tahun di sana.
anak anak begitu ramai berkumpul dan bermain.
arsyi bertugas menghibur dan bermain bersama anak anak.
dia mengenakan kostum badut yang persis dengan kostumnya dulu.
banyak anak anak yang meminta untuk berfoto dengannya dan arsyi pun menuruti satu persatu permintaan mereka.
di bagian cafe,ari baru saja tiba dan langsung bersiap untuk bernyanyi.
seperti biasa saat dia bernyanyi dia mampu menghipnotis para pelanggan cafe dan membuat mereka merasa senang mendengarkan ari bernyanyi.
setelah bernyanyi beberapa lagu ari kembali ke ruangan ganti dan duduk termenung di sana.
tak lama arsyi yang hendak berganti kostum di ruangan sebelah melihat ari termenung karena saat itu pintu ruangannya tidak di tutup.
arsyi pun menghampirinya dan memegang bahu ari.
ari menoleh yang membuat arsyi sedikit terkejut,iya wajah itu sama persis seperti wajah ari di taman 3 tahun yang lalu saat ari menangisi tina.
"loh,koq ada badut?"ucap ari sambil mengusap air matanya.
tangan arsyi melakukan gerakan isyarat seperti dulu yaitu gerakan yang mengatakan jangan menangis.
"gue jadi inget sama badut yang dulu pernah ada di saat gue sedih"ucap ari.
"dan sekarang di saat gue sedih lo ada di sini lagi"imbuhnya
arsyi yang mengdengar ucapan ari pun merasa tersentuh,entah perasaan apa yang dia rasakan tapi melihat ari seperti ini membuat hati arsyi merasa perih.
entah dorongan dari mana arsyi berani menyentuh wajah ari dan menghapus sisa air mata di wajahnya.
ari memejamkan mata saat arsyi menyentuh wajahnya,namun saat ari membuka mata badut yang ada di hadapannya sudah menghilang.
"kemana dia,??apa tadi cuma halusinasi aja??tanya ari pada diri sendiri dan berdiri melihat sekeliling
"untuk ke dua kalinya badut itu datang di saat gue merasa sedih dan tertekan"imbuhnya.
sedangkan di ruang sebelah arsyi duduk dan melepas bagian kepala kostumnya.
tak terasa air matanya pun ikut menetes.
"ak gak tau kenapa saat melihat dia sedih hatiku terasa perih banget"ucap arsyi.
"dia pasti mikirin adiknya yang sakit dan pasti dia juga perlu biaya banyak untuk berobat adiknya"tiba tiba arsyi mengingat seauatu.
dia menyadari bahwa uang bonus yang dia terima kemarin sehatusnya di berikan kepada ari dan dia pun berniat memberikannya tapi dia bingung bagaimana caranya.
tiba tiba arsyi mendapat ide.
sebelum pulang arsyi mendatangi para pemain band dan meminta tolong pada mereka
"bang jon,boleh minta tolong gak.??"tanya arsyi.
"tolong apa,??tanya balik bang jon.
"ini uang bonus kemaren tolong kasiin ke orang yang seharusnya ya bang"ucap arsyi menyerahakan amplop berisi uang 1 juta.
"maksudnya gimana,??yang seharusnya dapat ya lo lah,kan lo yang nyayi"ucapnya.
"gak bang,ak kemarenkan cuma bantu aja buat gantiin nyanyi jadi uang itu kasih ke orang yang biasanya nyayi bang"ucao arsyi.
"tolong ya bang,ini amanah lo gak noleh di tolak,lagian ak bakal merasa bersalah kalo ngambil yang seharusnya jadiilik orang "imbuhnya dengan wajah memelas
"hmm,ya udah deh nanyi ak kasih ke ari,kan dia yang seharusnya nyanyi".ucap bang jon.
"oke bang,makasih"ucap arsyi sambil berlari kecil ke luar cafe.
"dasar cewek aneh,di kasih duit gak mau,"
"tapi dia baik juga"ucap bang jon tersnyum.
tak lama kemudian ari keluar dari ruang ganti dan pamit mau pulang,ari terlihat lemas dan pucat karena banyak pikiran apalagi masalah biaya untuk berobat adiknya.
"eh ar,jangan pulang dulu"ucap bang jon.
"emang kenapa bang?"tanya ari yang merasa heran.
"ni ada bonus buat lo"ucap bang jon menaruh amplop di tangan ari.
__ADS_1
"becanda aja lo bang,bonus apaan coba.??ucap ari mengembalikannya.
"ini bonus buat kita semua kemaren para personil udah dapat bagian semua.
"serius bang.??"ucap ari membuka amplop dan meihat uangnya.
"serius lah,ngapain juga gue bohong,??ya udah pulang sana gue juga mau pulang,capek"..ucap bang jon.
"iya bang,mkasih"ucap ari.
ari keluar dari cafe dengan perasaan senang dan ingin segera pergi ke rumah sakit agar bisa memberikan uang pada orang tuanya untuk membantu biaya berobat adiknya.
"alhamdulillah ya Allah,terima kasih atas apa yang telah Engkau berikan"ucap ari bersyukur.
setelah itu ari berang menuju rumah sakit
di tengah perjalanan ari melihat gadis berjilbab berjalan kaki sendirian.
ari merasa tidak asing dengannya dan menghampirinya.
"hey,lo mau kemana,??tanya ari yang membuat arsyi sedikit terkejut.
"mau pulang ke kosan,emang kenapa??jawab arsyi.
"emang alamatnya di mana"??
"di jalan cempaka"jawab arsyi.
"ya udah ayo ikut gue"ajak ari.
"emang kamu mau ajak ak kemana.??"tanya arsyi dengan polosnya.
"mau dugem"jawab ari yang sedikit jengkel karena arsyi tidak peka dengan niatan ari.
"ya mau ngajakin pulang lah,soalnya kosan gue juga ke arah situ"ucap ari.
"dan lo gak perlu takut dan gak usah lari kaya dulu lagi"ucapnya mengingatkan arsyi saat pertama kali di antar oleh ari..
"hehe,,iya maaf dulu kan ak masih lugu banget"ucap arsyi cengengesan dan sedikit malu mengingat kejadian itu.
"ayo cepetan naik,udah keburu malam nanti,"ucap ari yang di angguki oleh arsyi dan arsyi pun ikut menaiki motor ari.
di perjalanan ari bertanya.
"lo koq bisa di sini,?bukannya dulu lo di kota J??tanya ari.
"ak kuliah dan dapat beasiswa di kota ini jadi ak ngekost"ucap arsyi.
"oh gitu,pantesan kita bisa ketemu lagi disini,"ucap ari.
tiba tiba ari teringat sesuatu.
Arsyi yang sudah tau dengan keadaan adiknya ari pun menetujuinya.
sesampainya di rumah sakit ari mengajak arsyi masuk ke ruangan arman.
"assalamualaikum"salam arsyi dan ari.
"walaikumsalam"jawab ayah ibu dan ibu ari beserta arman yang sudah tersadar dan bangun.
saat ari melihat kondisi adiknya yang mulai membaik dia langsung menghampiri dan memeluk adiknya.
sedang kan arsyi menyalimi kedua orang tua ari dan membuat orang tua ari heran siapa gadis yang ari bawa ke sini.
"maafin mas ya man,mas gak bisa jagain kamu,"ucap ari merasa bersalah dan memeluk arman begitu erat.
"cepatlah sembuh,dan jangan sakit lagi"imbuhnya.
arman tersenyum kecil
"mas ari gak perlu minta maaf,arman yang seharusnya minta maaf karena selama ini udah nyusahin kalian semua"ucap arman.
"gak koq man,kamu gak pernah nyusahin siapa siapa,mas cuma gak tega aja kalo harus liat kamu kaya gini terus."ucap ari yang mulai meneteskan air mata.
"udah lah mas,,arman gak papa koq,arman masih kuat,dan mas gak boleh cengeng gitu,malu sama pacarnya tu"ucap arman melirik ke arsyi dan membuat ari terkejut dan heran dengan maksud adiknya.
"maafin ya mba,mas ari emang cengeng orangnya"ucap arman pada arsyi
"iya"jawab arsyi singkat karena dia tidak tau harus berkata apa.
"dia bukan pac...."ucapan ari terpotong oleh arman.
"mba,kalo boleh tau namanya siapa,??tanya arman yang membuat ari jengkel karena omongannya tidak di hiraukan,sebenarnya arman melakukan itu untuk mengalihkan pembicaraan tentang dirinya yang sakit.
"Arsyila putri bisa di panggil arsyi"jawabnya.
"jadi namanya arsyi"gumam ari dalam hati karena dia memang belum pernah menanyakannya.
"wah namanya cantik kaya orangnya,mas ari emang pinter cari pacar"ucap arman.
"kamu ini ngawur man,dia itu.."ucapan ari di potong lagi sama arman.
"mba arsyi tolong jagain mas ari ya,selain cengeng kadang dia juga cerewet dan suka marah,semoga mba bisa betah sama mas ari"ucap arman dan entah dorongan apa yang membuat arsyi menganggukan kepalanya begitu saja.
"aduh ni cewek dari tadi ngiyain terus apa kata arman,entar di kirain kami pacaran beneran"gumam ari dalam hati.
ayah dan ibu ari yang sedari tadi menyimak pun ikut angkat bicara.
__ADS_1
"sudah man,kamu baru sembuh jadi gak boleh banyak ngmong dulu"ucap bu titi.
"maafin kelakuan anak anak ibu,mereka memang kaya gitu orangnya"imbuhnya yang di angguki arsyi.
"sudah berapa lama kamu kenal sama ari nak??tanya bu titi pada arsyi.
arsyi bingung harus menjawab apa dan ternyata yang menjawab adalah ari.
"udah 3 tahun bu"jawab ari.
"udah lama juga ternyata,emangnya kalian kenal di mana?"tanya lagi bu titi.
"pertama ketemu di kota J bu"sekarang arsyi yang menjawab.
"apa kamu pernah di tolong ari dan di anterin pulang ke rumah?"tanya pak yoga yang mulai penasaran karena ari sedari dulu pernah bercerita tentang cewek cuma sekali aja dan itu saat dia menolong arsyi.
"iya pak,dulu saya pernah di antar pulang sama mas ari eh maksudnya ari..."ucap arsyi keceplosan gara gara arman sering nyebut ari dengan panggilan mas arsyi pun jadi ikutan manggil mas.
ari yang mendengar arsyi memanggilnya dengan sebutan mas pun ikut tercengang sedangkan orang tua ari biasa aja dengernya.
"berarti bener bu,dia ini yang dulu bikin anak kita senyam senyum sendiri kaya wong edan"ucap pak yoga yang langsung di cubit bu titi.
"bapak ini,masa anak sendiri di bilang edan(gila).ucap bu titi.
"coba ibu dulu tu liat ari kaya gitu,beneran kaya wong edan"ucap pak yoga meyakinkan dan malah mendapat cubitan lagi.
"aduh bu,cuil nanti kulitku di cubit terus"ucap pak yoga.
arsyi pun mendengarnya merasa malu berarti waktu itu ari juga mikirin dia.
sedangkan orang yang dati tadi di bicarakan mukanya sudah merah kuning hijau di langit yang biru menahan jengkel,malu,dan juga gengsi sama arsyi.
"jangan dengerin
"ibu kan tau sendiri bapak sama arman kan sama,"ucap ari membela diri.
"emang sama apanya??"tanya arman dan pak yoga bersamaan.
"ya itu,kalo ngomong sama sama suka ngawur"jawab ari yang membuat arsyi tertawa kecil dan hal itu tak luput dari pandangan ari.
"manis juga kalo ketawa gitu"gumam ari.
suasana di ruangan itu menjadi hangat dan arsyi merasa sperti dekat dengan keluarganya.
dan saat itu dia juga merindukan ibunya.
tak lama setelah mengobrol banyak,ari pun mengajak arsyi pulang.
namun sebelumnya mereka menjalankan sholat maghrib di mushola rumah sakit karena tak terasa mereka berada di rumah sakit sudah beberapa jam.p
"ayo kita pulang"ajak ari pada arsyi.
"iya"jawab ari singkat.
arsyi berdiri mendekati ibu dan ayah arsyi untuk berpamitan.
"pak,bu arsyi mau pulang dulu"ucap arsyi menyalimi tangan orang tua ari dan dia juga berpamitan kepada arman,
"mba pulang dulu,kamu cepet sembuh ya"ucap arsyi
"iya mba,mkasih buat doanya"ucap
arman mengambil tangan arsyi dan menyaliminya.
"mas,,kalo arman punya kakak ipar yang baik kaya gini arman pasti setuju mas"ucap arman sambil tersenyum.
"gak usah rese man,mas belum mikir kesana"jawab ari dengan ketus.
ari pun ikut menyalimi dan berpamitan kepada keluarganya sekaligus memyerahman uang untuk membamtu berobat arman karena sebelumnya arj sudah menelpon dan memberitahukan kalo dia mendapat bonus dan ingin dia berikan untul berobat arman.
"hati hati di jalan ya nak,jagain calon mantu bapak"ucap pak yoga dengan senyuman jail.
"bapak jangan kaya arman dong"ucap ari sedikit merengek kaya anak kecil dan membuat arsyi tersenyum.
"udah pak,jangan gangguin ari terus"ucap bu titi.
"ya udah kami pulang sekarang,"
"assalamualaikum"ucap ari dan arsyi bersamaan.
"walaikumsalam"jawab keluarga ari.
ari dan arsyi pun akhirnya pulang dari rumah sakit.
di perjalanan mereka hanya diam dan tidak ada yamg berbicara.
hingga tiba di jalan cempaka ari pun membuka omongan.
"di mana kosan lo?"tanya ari.
"di depan sana sedikit lagi sampai"jawab arsyi.
setelah sampai dan berhenti di kosan yang di arahkan oleh arsyi ari pun terheran karena dia pernah ke aini mengantar hendra.
"ini kan kosan temennya hendra,apa arsyi temennya hendra ya?"gumam ari pelan
"mungkin bukan,soalnya yang ngekost di sini pasti banyak kan."imbuhnya.
__ADS_1
saat arsyi turun arsyi pun mengucapkan terima kasih.
"makasih ya mas udah mau anterin"ucap arsyi.