BADUT CANTIK Milik Sang MUSISI

BADUT CANTIK Milik Sang MUSISI
belum menyadari perasaan mereka


__ADS_3

hendra begitu emosi langsung memukul ari.


ari yang terjatuh merasakan sakit di wajahnya dan sekaligus merasa bingung mengapa hendra langsung memukulnya.


"lo udah berani bawa pengaruh buruk buat arsyi,lo udah apain dia selama kalian nginep berdua??"ucap hendra yang sudah berfikir macam macam tentang ari dan arsyi.


"lo juga,,gue gak nyangka ternyata penampilan lo aja yang keliatan alim tapi kelakuan lo sama aja kaya perempuan nakal di luar sana,gampang banget di rayu sama laki laki."imbuhnya sambil menunjuk arsyi.


hendra merasa di bohongi karena dulu arsyi berulang kali menolak hendra karena alasan tidak mau pacaran tapi ternyata dia malah menginap dengan cowok lain.


arsyi begitu terkejut dengan perkataan hendra.


ari yang juga mendengar ucapan hendra pun tidak tinggal diam dan langsung berdiri mendekati hendra.


"bukk"ari membalas pukulan hendra dan membuat hendra ambruk.


"gue bisa terima kalo lo ngomongin hal buruk tentang gue,tapi gue gak akan diam kalo lo ngatain arsyi yang enggak enggak."ucap ari menegaskan..


bu ana yang di sana pun takut melihat perkelahian itu lalu berteriak memanggil penjaga.


datanglah dua penjaga bertubuh kekar dan bu ana meminta mereka menahan hendra.


"lepasin gue,gue mau hajar tu bajingan yang seenaknya aja bawa anak gadis orang,"ucap hendra masih mengoceh dalam pegangan penjaga.


tidak lama kemudian sherly pun mulai membuka suara.


"udah hen,lo tenang dulu,kita masih belum dengerin penjelasan mereka"ucap sherly menenangkan hendra.


sebenarnya sherly juga kesal membayangkan jika ari dan arsyi menginap bersama.


"gue mau tanya sama kalian,tadi malam kalian nginep di mana dan apa yang udah kalian lakukan??"tanya sherly yang membuat arsyi bingung ingin menceritakannya.


tapi setelah itu bu kirana mendekati sherly.


"sebenarnya kemarin mereka berdua menginap di rumah sakit"bu ana yang menjawab pertanyaan sherly.


"ngapain mereka menginap di sana,??emang ada yang sakit.??hendra bertanya dengan sedikit berteriak.


"lo diem dulu,gak usah banyak omong,"ucap ari kesal menunjuk ke arah wajah hendra dan menatapnya dengan begitu tajam membuat nyali hendra sedikit menciut.


"udah jangan debat dulu,saya ceritakan terlebih dahulu biar kalian gak salah paham."ucap bu ana ingin menjelaskan.


"sebenarnya kemaren arsyi terkena musibah dan dia hampir saja tewas karena di lukai oleh orang jahat"bu ana menceritakan semuanya secara detail dan sherly pun mendengarkan dengan serius.


"begitu lah ceritanya,dan jangan salah paham dengan ari,karena ari udah berani melakukan hal yang membahayakan dirinya sendiri saat menghadang mobil yang melaju demi menyelamatkan arsyi"imbuhnya bu ana.


arsyi yang mendengarnya pun terkejut karena dia memang belum tau jika ari telah menghadang mobil demi menyelamatlan dia dia pikir bekas luka di yubuh ari itu di karenakan perkelahian demgan dua preman jahat itu.


"apakah itu benar bu,??"ucap arsyi yang di angguki oleh bu ana.


arsyi yang mendapat jawaban dari bu ana malah menatap ari dengan tajam dan mendekatinya.


"plaak"tanpa di duga arsyi memukul lengan ari dan membuat ari kesakitan.


mereka yang melihat arsyi memukul ari merasa heran dengan apa yang di lakukan arsyi.


ari juga merasa terkejut sekaligus sakit dan mengusap usap lengannya.


"kenapa mukul aku sih..??"tanya ari.


arsyi tidak menjawab dan hanya menundukan wajahnya.


"hey,kenapa diam aja.??tanya ari lagi namun arsyi tetap menundukan kepalanya.


ari yang penasaran pun mencoba lebih dekat lagi dengan arsyi dan ternyata ari terkejut saat mendengar arsyi menangis.


"loh,loh yang di pukul aku koq yang nangis kamu,"ucap ari memegang kedua bahu arsyi.


arsyi mengangkat kepalanya dan menatap ari sambil menangis.


"kenapa kamu ngelakuin hal bodoh kaya gitu,,kalo sampe terjadi apa apa sama kamu gimana,, keluargamu pasti sedih banget dan aku pun gak akan mungkin bisa memaafkan diriku sendiri mas."ucap arsyi panjang lebar sambil menangis sesenggukan.


ari tersenyum mendengar ucapan arsyi entah kenapa rasa kepedulian di antara mereka semakin besar sudah seperti sepasang kekasih.


yang lain pun heran melihat kedekatan ari dan arsyi.


hendra sedikit merasakan panas di hatinya karena cemburu melihat ari dan arsyi namun dia juga merasa begitu malu karena sudah salah paham dengan ari.


arsyi masih saja menangis hingga akhirnya ari memeluknya dan menenangkannya.


"udah gak usah kamu pikirin lagi,yang jelas sekarang kita ada di sini dan masih bisa menghirup udara segar dan yang jelas kita masih bisa makan dan minum kan"ucap ari bergurau sambil cengengesan.


arsyi yang mendengarnya sedikit jengkel lalu menatap ari dan mengerucutkan bibirnya dengan pipi sedikit gembung.


ari yang melihatnya menjadi begitu gemas dan mencubit hidung arsyi.


"udah gak usah nangis lagi,jadi orang koq cengeng banget"ucap ari sambil tertawa dan membuat arsyi semakin jengkel.


"bukannya dia juga cengeng"ucap arsyi dalam hati.


kebetulan bu kirana/ana juga mengingat sesuatu.

__ADS_1


"bukannya nak ari kemarin juga menangis saat menggendong arsyi waktu itu."ucap bu ana terkekeh yang membuat ari jadi malu mengingatnya dan dia juga heran kenapa waktu itu dia begitu takut kehilangan arsyi.


arsyi pun jadi tertawa mendengarnya.


"jadi sekarang yang harus di bilang cengeng siapa mas,??ucap arsyi menggoda ari dan membuat ari bungkam karena malu.


arsyi merasa senang karena dapat pembelaan dari bu ana.


"kayanya mereka memang saling menyanyangi tapi mereka belum menyadarinya"gumam bu ana dalam hati.


hendra yang semakin cemburu memilih pergi dari situ dan dia tidak menghiraukan sherly yang memanggilnya.


"maaf ya ar,hendra kaya gitu karena dia khawatir sama lo"ucap sherly pada arsyi.


"iya aku ngerti koq sher"ucap arsyi.


"gue juga minta maaf karena gue juga sempat salah laham sama kalian"ucap sherly lagi dan di angguki oleh ari dan arsyi.


selesai pembicaraan mereka bu ana mengajak mereka masuk ke rumahnya untuk makan karena bu ana sudah menyiapkan semuanya.


bu ana menyiapkan banyak hidangan yang mewah yang membuat ari dan arsyi terkagum karena banyaknya makanan di meja makan,apalagi ada banyak juga makanan yang sebelumnya tidak pernah di makan oleh mereka.


sedangkan sherly merasa biasa karena dia anak orang kaya dan pernah memakan apa saja yang dia mau.


"udah jangan di liatin terus,ayo makan sekarang,"ucap bu ana.


"iya bu"ucap mereka serentak.


mereka berempat pun menikmati hidangan itu.


setelah selesai menyantap semua makanan mereka pun berpamitan untuk kembali kosan mereka.


bu ana memasang wajah sedih seolah tak rela jika para anak muda itu pergi karena dia pasti akan merasa kesepian lagi.


bu ana mendekati arsyi dan kembali memintanya untuk tinggal di sini namun arsyi tetap menolaknya secara halus.


"ya sudah kalo gitu kalian hati hati ya."ucap bu ana.


"iya bu,maafin saya ya bu gak bisa lama lama di sini,"ucap arsyi yamg merasa tidak enak pada bu ana.


bu ana hanya tersenyum.


arsyi dan yamg lain menyalimi tangan bu


ana setelah itu mereka pulang.


sebelummya ari mengingatkan pada arsyi agar tidak beraktifitas berat dulu karena dia belum sembuh total..


setibanya mereka di kosan putri mereka membersihkan diri dan melaksanakan sholat setelah itu beristirahat.


sedangkan ari saat dia tiba di kosan dia terkejut melihat kamarnya.


dia tidak melihat barang barang hendra dan pakaiannya lagi.


ari berfikir apa mungkin dia masih begitu marah hingga memilih pergi dari kosan.


ari pun yang juga masih sedikit kesal pada hendra tidak begitu peduli dan memilih mebersihkan diri dan beristirahat.


keesokan harinya mereka melakukan aktifitas seperti biasa.


setelah selesai dengan kegiataan kampusnya ari pun harus pergi bekerja.


tapi sebelumnya dia harus pergi ke rumah sakit tempat arman dirawat.


setibanya di rumah sakit ari terburu buru karena setelah dari rumah sakit dia harus bekerja.


ari memasuki rumah sakit dan menabrak seseorang pria paruh baya hingga membuat pria itu terjatuh dan dudul di lantai.


semua mata melihat ke arahnya dengan tatapan terkejut karena semua karyawan dan orang orang di sana tau siapa yang ari tabrak danereka juga tidak neraniendekat.


"habis tu orang udah bikin bos besar jatuh,"gumam salah satu karyawan..


ari tersadar dari keterkejutannya langsung menghampiri orang itu dan membantunya berdiri.


"maaf pak saya tadi buru buru."ucap ari menyesal.


lebih terkejut lagi saat ari melihat wajah orang yang sudah di tabraknya tadi.


"bapak yang udah nyelametin teman saya kan.??"tanya ari pada pak heru.


pria itu adalah pak heru orang yang sudah membantu ari membawa arsyi ke rumah sakit.


"loh,ternyata kamu lagi,"ucap pak heru yang juga sedikit terkejut.


"emang hobi kamu suka nabrak nabrak orang ya,??sudah dua kali ini kamu nabrak saya lo"canda pak heru sambil tertawa kecil dan membuat para karyawan di sana heran.


"ada apa sama bos killer kita,??koq tumben gak marah marah"gumam salah satu karyawan.


ari pun ikut tertawa mendengar candaan pak heru.


"maaf pak saya tadi buru buru,bapak gak apa apa kan??"tanya ari sambil meriksa tubuh pak heru.

__ADS_1


"udah tenang aja,saya tidak apa apa"jawab pak heru.


"kamu ada urusan apa ke rumah sakit ini,??apa ada teman atau keluarga yang sakit lagi.??"tanya pak heru.


"iya pak,sebenarnya adik saya sudah satu minggu di rawat di sini"jawab ari.


"sakit apa adik kamu"tanya nya lagi.


"saya kurang tau dan tidak terlalu memgerti tentang penyakitnya pak,tapi yang jelas adik saya mempunyai kelainan pada fisiknya hang membuatnya jadi lemah dan gampang capek pak"jawab ari.


"oh begitu,kalo boleh tau nama adik kamu siapa nak??"tanya pak heru.


"arman prayoga pak"jawab ari.


"maaf pak saya permisi lebih dulu,soalnya setelah dari sini saya juga harus bekerja jadi saya pamit mau masuk ke ruangan adik saya"ucap ari yang langsung menyalimi tangan pak heru.


"iya nak,kamu hati hati jangam sampai nabrak lagi"ucap pak heru tertawa.


ari pun pergi menuji ruangan arman di rawat.


setelah kepergian ari pak heru memghampiri bagian administrasi.


"tolong cari dat pasien atas nama arman prayoga dan bebaskan biaya perawatannya selama di sini"ucap apk heru tegas pada karyawan itu.


pak heru adalah pemilik rumah sakit di man arman di rawat jadi dia ingin membantu ari membayar biaya rumah sakit.


bukan tanpa alasan pak heru melakukanya,pak heru begitu salut dengan ari dan merasa seperti melihat dirinya saat muda dulu.


setelah berkata seperti iti pada karyawan ia pun keluar dari rumah sakit.


ari yang sampai di ruangan arman merasa begitu senang karena adiknya sudah membaik dan besok sudah boleh pulang.


"mas ari koq gak ajak mbak arsyi sih??"tanya arman dengan nada kecewa.


"apa sih,koq jadi nanyain dia.??"ucap ari yang seolah tak suka dengan pertanyaan arman.


"kan mbak arsyi calon kakak iparku yang paling cantik,masa gak di ajak sih mas,nanti kalo aku pulang ke kota J aku gak bisa ketemu dia lagi mas"imbuhnya.


"dia lagi kurang enak badan jadi gak bisa ikut."jawab ari.


orang tua ari yang mendengar arsyi sakit langsung menghampiri ari dan menanyakan arsyi.


"calon mantuku sakit apa ri"tanya pak yoga.


"calon mantu calon mantu,emangnya dia mau jadi calon mantu bapak.??"tanya ari yang jengkel dengan ayahnya.


sebenarnya ada perasaan senang saat keluarganya menanyakan arsyi karena dia memang gadis baik dan cantik,apa lagi dia begitu ramah dan sopan kepada orang lain.


"mana bapak tau,coba kamu saja yang tanya sama dia"ucap pak yoga sambil tersenyum meledek.


"iya mas ari,coba mas tanyain saja ke dia"imbuh arman membuat ari semakin jengkel.


"udah ah,kenpa jadi ngebahas itu sih,?"ucap ari yang sudah mulai kesal.


"rencananya kapan kamu mau pulang man,??"tanya ari.


"kata bapak sama ibu mungkin besok baru pulang mas"jawab arman.


"nanti kalo pulang mau langsung ke kota J atau ke tempat embah pak???"ari kini bertanya pada bapaknya.


"kayanya ke tempat embah saja ri,soalnya kasian embah udah lama pengen ketemu sama kami"jawab pak yoga.


"bagus deh kalo gitu,kasian embah di sana sendiri,waktu ari mau kesini aja rasanya berat banget mau ninggalin embah"ucap ari.


saat tengah berbicara arman tiba tiba tersenyum seperti memikirkan seauatu yang menyenangkan.


"mas ari,nanti sebelum pulang arman mau ketemu sama mba arsyi boleh kan"ucap arman tersenyum memperlihatkan giginya.


"aduh,mulai lagi becandanya,gak lucu man"ucap ari.


"tapi arman gak becanda mas,arman betulan pengen ketemu sama mba arsyi."ucap arman yang kini masang wajah memelas.


"emang ada apa sih sama kamu man,tiba tiba pengen ketemu sama arsyi??tanya ari yang mulai pusing dengan permintaam adiknya.


"pengen aja ketemu sama calon mba ku yang cantik,pliees ya mas"jawab arman dengan wajah yang bersemangat.


"bener kata arman,kalo nisa ajak arsyi lagi ri,ibu juga pengen ketemu sama dia"ucap ibu titi.


ari pun merasa kasian melihat arman memohon apalagi ibunya juga mendukungnya.


"iya udah liat aja nanti kalo dia bisa kesini mas ajak kesini"jawab ari.


lalu ari melirik jam tangannya.


"eh mas kerja dulu ya,udah mau telat nih"ucap ari yang langsung berpamitan.


ari memcium tangan kedua orang tuanya


setelah itu pergi untuk bekerja.


di perjalanan ari bingung memikirkan cara untuk membayar biaya rumah sakit arman.

__ADS_1


ari belum tau jika biaya rumah sakit sudah di tanggung oleh pak heru sanjaya.


__ADS_2