BADUT CANTIK Milik Sang MUSISI

BADUT CANTIK Milik Sang MUSISI
Mencari arsyi


__ADS_3

"saya pamit dulu,karena masih ada pasien yang harus saya periksa"pamit dokter.


"iya dok,terima kasih"ucap mereka bersamaan


"kalian sudah seperti keluarga"ucap dokter itu lalu keluar ruangan.


tak lama kemudian bu kirana juga pamit ke luar ruangan dan di susul oleh pak heru yang hendak tau bu kirana mau pergi kemana.


setelah kedua orang yang arsyi kira sepasang suami istri itu keluar arsyi pun menanyakan sesuatu pada ari.


"mas ari,nanti perawatan rumah sakit ini siapa yang bayarin mas,aku gak punya uang,semua udah di ambil sama kedua orang jahat itu"ucap arsyi yang mulai bingung.


"kamu gak usah mikirin itu,kamu cukup beristirahat aja."jawab ari.


sebenarnya ari juga bingung bagaimana cara mereka membayar biaya rumah sakit.


# malam hari di kosan putri sherly sedang kebingungan dan kesal pada arsyi.


"kemana lagi si arsyi,??bilangnya kemaren gak bakal pulang malam tapi jam segini belum datang juga"ucap sherly sambil melirik jam tamgannya yang menunjukan pukul 23.45


sherly khawatir karena dia memang masih belum tau keadaan arsyi.


sherly mengambil ponselnya dan menelpon hendra.


"tuut"panggilan masuk.


"halo sher,tumben nelpon gue jam segini??"tanya hendra.


"lo tau arsyi di mana??"tanya sherly.


"jam segini lo tanyain arsyi ke gue,maksud lo dia sekarang gak ada juga di kosan.??"ucap hendra yang sekarang juga sedang mikirin ari yang tak kunjung pulang


"gak ada hen,mangkanya gue tanya ama lo,ucap sherly.


"eh tadi lo bilang juga,emang selain arsyi ada juga yang belum pulang jam segini."tanya sherly.


"iya nih,temen satu kos gue juga belum pulang kerja dan sampe sekarang gak bisa di hubungi."jawab hendra.


sedari tadi hendra tidak bisa menghubungi ponsel ari karena ponsel ari baterainya habis.


"koq bisa barengan gitu,??"heran sherly.


"emang nama temen lo siapa?"imbuhnya penasaran.


"temen gue namanya ari,dia juga kuliah di kampus kita"jawab hendra dan.


"APAAAAAAA..???"teriak sherly saat mendengar orang yang di maksud hendra adalah ari,yaitu laki laki yang menolong arsyi dan dia juga yang sudah membuat arsyi kemaren pulang kemalaman.


sherly mulai khawatir dan berfikir macam macam,dia takut ari berbuat yangbtidak tidak pada arsyi.


hendra


"hey,kenapa lo teriak teriak.???emangnya ada apa??"tanya hendra yang terkejut saat sherly berteriak.


sherly tersadar namun dia tidak menjawab pertanyaan hendra.


"kita samperin ke tempat kerja arsyi aja"ucap sherly yang berinisiatif mencari arsyi.


"emang bisa,??pasti bakal di larang sama ibu kos"ucap hendra.


"terus gimana dong,??"tanya sherly cemas.


"kita tunggu aja,dan semoga aja arsyi gak apa apa"jawab hendra.


setelah itu sherly mematikan panggilannya.


hendra memikirkan kenapa bisa kebetulan sekali arsyi dan ari sama sama belum pulang dan kenapa sherly berteriak saat mendengar nama ari.


Di rumah sakit.


ari merasa bingung harus bagaimana.


belum kelar masalah biaya adiknya di rumah sakit sekarang dia juga harus memikirkan biaya perawatan untuk arsyi.


ari merebahkan dirinya karena merasakan sakit akibat teratabrak mobil.


"untuk saat ini bagaimana aku bisa mendapatkan uang,sedangkan untuk berjalan sendiri saja sulit."gumam ari.


ari mulai mengantuk dan hampir terlelap,tapi tiba tiba dia di kejutkan oleh suara arsyi.


"jangan,jangan"ucap arsyi yang mengigau dengan sedikit berteriak.


ari yang mendengar pun langsung beranjak dari kasurnya dan menghampiri tempat tidur arsyi.


"hey,bangun"ucap ari sambil memukul pelan pipi arsyi dan membuat arsyi terbangun dan langsung memeluk ari sambil menangis ketakutan.


"mas,aku takut,jangan tinggalin aku,mereka nanti mau ngebawa aku lagi."ucap arsyi menangis.


"deg deg"jantung ari berdebar saat arsyi memeluknya begitu saja.


namun ari tau jika arsyi begitu ketakutan hingga tak sadar jika memeluk seseorang yang bilan muhrim.


"udah kamu tenang aja,aku gak akan pernah ninggalin kamu koq"ucap ari menenangkan.


arsyi menangis sesenggukan di pelukan ari.


ari mengusap kepala arsyi yang di balut kerudung itu sambil menyanyikan sedikit lagu agar arsyi bisa sedikit tenang.


ku akan menjagamu.


di bangun dan tidurmu


di semua mimpi dan nyatamu


ku akan menjagamu


tuk hidup dan matiku


tak ingin


tak ingin kau rapuh


ari menyanyikannya begitu merdu dan membuat arsyi tertidur di pelukannya.


perlahan ari merebahkan arsyi di tempat tidur setelah itu ari memandang wajah arsyi.


"kenapa pada saat aku melihatmu menangis seperti ini hatiku rasanya begitu sakit"ucap ari memandang wajah arsyi yang masih basah oleh air mata.


perlahan ari mengusap sisa air mata di wajah arsyi.


saat tengah memandangi wajah arsyi,ari teringat dengan ponselnya.

__ADS_1


ari mengambil ponsel di tasnya dan dia lihat ternyata baterai ponselnya habis,untung saja dia membawa charger dan bisa mengisi baterai ponselnya.


setelah baterainya sedikit terisi dia menyalakan ponselnya dan melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab di aplikasi chatnya.


hendra yang berulang kali menelpon dan mengirim pesan.


"lo lembur ar.?,jam segini koq belum balik ke kos"itu lah isi pesan hendra.


ari mencoba menelpon hendra berulang kali namun tidak ada jawaban.


"mungkin dia sudah tidur"gumam ari.


setelah berulang kali tidak ada jawaban akhirnya dia mengirim pesan pada hendra.


"gue gak balik ke kos hen,gue nginep di rumah temen gue"isi pesan ari.


setelah mengirim pesan ari yang tidak ingim membuat teman kosnya khawatir,setelah itu dia pun memilih untuk tidur dan beristirahat karena bagian kepalanya yang bekas terbentur mulai terasa sakit lagi.


di kosan putri


pagi pagi sekali sherly sudah menelpon hendra dan mengajaknya mencari arsyi dan juga ari.


karena hari ini hari libur jadi mereka berinisiatif mencari mereka.


"kita fokus cari arsyi aja,temen gue tadi malam udah balas pesan gue dan dia bilang dia lagi nginep di tempat temennya jadi gak usah di cari."ucap hendra yang membuat sherly semakin terkejut,


sherly berfikir arsyi juga ikut menginap di sana.


"lo tanya lagi sama temen lo itu,rumah temennya di mana,??kita samperin sekarang."ucap sherly yang membuat hendra terkejut.


"koq kita jadi ngurusin si ari sih,??,katanya mau nyari arsyi.?ucap hendra yang masih bingung.


"udah nurut aja,tanyain sekarang"ucap sherly.


"iya,iya"ucap hendra.


pagi hari di rumah sakit


keadaan arsyi sudah mulai membaik dan sudah di perbolehkan pulang.


"tolong,jangan melakukan aktifitas berat dulu karena jahitan di lukanya masih belum kering."ucap dokter yang di amgguki oleh arsyi.


dokter mengambil sesuatu di meja dan memberikannya pada arsyi.


"ini obat harus di minum sesuai anjuran jadi jangan sampai tidak di minum ya."ucap dokter.


"iya dok,terima kasih"ucap arsyi.


ari pun juga di periksa dan di berikan obat nyeri karena keadaan dia memang tidak terlalu parah.


setelah dokter ke luar ruangan ari pun merasa resah dengan biaya administrasinya nanti.


untuk menjawab keresahan hatinya ari pun keluar ruangan dan menghampiri tempat administrasi.


"maaf,saya mau tanya biaya administrasi atas nama arsyila putri dan ari prayoga."ucap ari.


"sebentar ya mas saya liat dulu"ucap perawat yang berjaga di sana.


setelah dapat perawat itu tersenyum.


"biaya perawatan ari prayoga dan arsyila putri sudah di bayar lunas mas."ucap perawat itu sambil tersenyum.


"hah,serius mba,,siapa yang membayarnya.??"tanya ari.


"ya sudah mba terima kasih banyak atas informasinya"ucap ari tersenyum senang.


ari meninggalkan tempat itu dan ingin kembali ke ruangan arsyi.


"alhamdulillah,terima kasih ya Allah"ucap ari bersyukur.


setelah ari sampai di ruangan dia melihat arsyi yang memegang infus dan hendak bangun dari tempat tidur.


namun sepertinya dia kesusahan dan ari menghampirinya.


"kamu mau ngapain??"tanya ari pada arsyi.


arsyi hanya tersenyum seperti malu malu dan menunjuk arah kamar mandi.


"ya udah,sini aku bantu."ucap ari langsung menggendong arsyi di punggungnya.


arsyi terkejut saat ari menarik tubuhnya dan langsung menggendongnya.


"ih,jangan mas aku berat,nanti kamu capek."ucap arsyi yang tidak enak sekaligus malu.


"udah nurut aj"ucap ari yang membawa arsyi ke kamar mandi.


setelah masuk ke kamar mandi ari menurunkannya dan setelah itu ari berdiam diri memandangi arsyi.


"koq kamu diem aja mas??"tanya arsyi


ari yang mendengar merasa terkejut karena dia pikir apa mungkin arsyi memintanya untuk membantu dia mandi atau buang air.


"emang aku harus ngapain,??"ucap ari mulai berdebar dan pikirannya mulai ngawur.


"ya keluar lah mas,mana bisa aku pipis kalo mas ada di sini"ucap arsyi yang mulai jengkel.


ari tersadar dan menyadari kebodohannya.


"astagfirullah,maaf aku lupa"ucap ari langsung keluar dari kamar mandi dengan muka merah menahan malu.


Ari pun kembali ke tempat tidur dan menyiapkan tas dan barang barang arsyi karena mereka akan pulang hari ini.


setelah


Arsyi keluar dari kamar mandi dan tersenyum saat melihat semua sudah di siapkan oleh ari.


"ayo kita pulang"ucap ari dan di angguki oleh arsyi.


setelah itu mereka menuju ke pintu keluar rumah sakit.


ari bingung ingin pulang menggunakan apa sedangkan motornya masih di tempat kejadian kemaren dan dia pun tidak tau bagaimana keadaan motornya.


tidak lama setelah mereka keluar dari rumah sakit tiba tiba ada mobil yang menghampiri mereka.


mereka terkejut dan merasa heran siapa pemilik mobil tersebut,ternyata pemilik mobil itu adalah bu kirana.


bu kirana tersenyum saat melihat arsyi dan ari.


"kalian sudah mau pulang ya.??"tanya bu kirana.


"iya bu,kata dokter arsyi sudah boleh pulang karena keadaannya sudah membaik bu"ucap ari tidak meneruskan karema dia memang belum tau nama bu kirana

__ADS_1


"Alhamdulillah kalo gitu,


nama ibu kirana,pangiil aja bu ana"ucap bu ana.


"ayo ibu antar pulang,hari ini ibu bawa mobil tapi maaf saat kalian kena musibah waktu itu ibu gak bawa mobil jadi ibu gak bisa langsung antar kalian ke rumah sakit."ucap bu kirana tidak enak kepada ari.


"apa tidak merepotkan ibu.??"tanya ari.


"tidak koq,ibu memang sengaja ke sini untuk menjemput kalian dan mengantar kalian pulang,karema tadi ibu memghubungi pihak rumah sakit dan mereka bilang kalian akan pulang hari ini"ucap bu kirana tersenyum.


"terima kasih bu dan maaf kalo saya sudah banyak merepotkan"ucap arsyi.


"gak koq,ya udah ayo masuk"ucap bu kirana memintaereka memasuki mobil dan mereka menurutunya.


akhirnya mereka di antar oleh bu kirana.


saat di perjalanan ari memikirkan motornya.


"maaf bu,boleh antar saya ke tempat kejadian kemaren,saya mau melihat motor saya bu"ucap ari.


"gak perlu,kemaren saya sudah menyuruh karyawan saya membawa motor kamu ke rumah saya"ucap bu kirana.


"jadi motor saya sekarang di rumah ibu??"tanya ari.


"iya nak,nanti kita ke rumah ibu biar kamu bisa ambil motor kamu."ucap bu kirana dan ari menurutinya.


tidak lama kemudian ponsel ari berdering karena mendapat panggilan dari hendra dan ari mengangkatnya.


"halo,assalamualikum hen"salam ari yang membuat arsyi dan bu kirana menoleh padanya .


"walaikumsalam ar,lo dimana sekarang"tanya hendra


"gue lagi di jalan mau ambil motor"ucap hendra


"emang di mana lo ngambinya"tanya hendra


"ngambilnya di tempat temen gue"ucap ari asal dan melirik bu kirana yang tersenyum.


"alamatnya di mana,gue mau nyusul lo ke sana,soalnya gue mau ada urusan penting sama lo."ucap hendra yang membuat ari bingung.


"alamatnya..."ari nampak berfikir karena dia juga tidak tau alamat bu kirana.


bu kirana menyadarinya dan mengatakan pada ari di mana alamat rumahnya.


"alamatnya di komplek mawar no xxx"ucap ari menjelaskan pada hendra.


"oke bro,gue ke sana"ucap hendra


hendra mengakhiri panggilannya.


"siapa yang telpon mas"tanya arsyi penasaran.


"temen kos"ucap ari dan di angguki oleh arsyi.


hendra dan sherly bersiap menuju alamat yang di tujukan ari dengan menggunakan taksi.


di perjalanan hendra penasaran kenpa sherly meminta dia mencari ari.


"emang kenapa sih kita harus cari si ari..??"tanya hendra.


"gue curiga temen lo yang udah bawa arsyi"ucap sherly penuh keyakinan dan membuat hendra terkejut


"gak mungkin sher,mereka kan gak saling kenal"ucap hendra.


"udah lo gak usah banyak tanya,kita liat aja nanti."ucap sherly.


hendra mulai kesal antara percaya dan tidak percaya dengan penuturan dari sherly.


ari dan arsyi sudah sampai di kediaman bu kirana.


dan bu langsung membawa mereka ke garasi dan melihat motor ari.


Ari dan arsyi terpukau melihat rumah bu kirana yang begitu besar dan mewah.


garasinya juga di penuhi mobil dan motor termasuk motor ari.


ari langsung menghampiri motornya sedangkan arsyi masih terdiam mengamati rumah bu kirana


"ini rumah ibu..??"tanya arsyi sambil mengamati rumah besar bu kirana


"iya nak"ucap bu kirana tersenyum.


"bagus banget bu"ucap arsyi kagum.


"kamu suka,??kalo kamu mau kamu boleh tinggal di sini"ucap bu kirana.


"ibu becanda,mana mungkin saya tinggal di sini."ucap arsyi yang menganggap bu kirana hanya bercanda.


"gak koq,ibu serius karena ibu di sini sendirian dan cuma ada pembantu sama sopir aja nak"ucap bu kirana.


"kalo kamu mau tinggal di sini gak apa apa koq,ibu senang karena ada yang nemenin ibu di rumah."ucap bu kirana meyakinkan.


"emangnya suami ibu jarang pulang ya??"tanya arsyi yang mengira pak heru adalah suami bu kirana.


"suami yang mana,??ibu gak punya suami nak"ucap bu kirana.


"loh,terus yang kemaren di rumah sakit itu siapa??"tanya kirana yang mulai sedikit bingung.


"itu pak heru sanjaya dan dia bukan suami ibu,dia ada di situ karena pada saat itu dia yang membawa kalian ke rumah sakit."ucap bu kirana menjelaskan.


"saya kira dia suami ibu,"ucap arsyi cengengesan


"koq ibu gak bersuami sih"tanya arsyi dengan polosnya


"ibu juga gak tau"ucap bu kirana yang terlihat sedih.


"dulu ayahnya ibu bilang ibu pernah mengalami kecelakaan yang membuat ibu tidak mengingat kejadian kecelakaan dan ibu juga tidak bisa mengingat masa lalu ibu."imbuhnya.


arsyi melihat ibu kirana bersedih spontan memeluknya dan berusaha menenangkannya.


"udah bu gak usah di ingat lagi,mungkin ini sudah jadi jalan yang di takdirkan oleh Allah"ucap arsyi memeluk bu ana.


"iya arsyi"ucap bu ana.


arsyi dan bu ana melerai pelukan mereka ketika ada sebuah taksi yang datang.


hendra dan sherly tiba di kediaman bu kirana.


hendra yang melihat ada arsyi di sana merasa begitu kesal,kenapa ari begitu berani membawa anak gadis orang sampai menginap semalam.


tanpa bertanya hendra langsung menghampiri ari dan

__ADS_1


"bukkk"hendra meninju ari begitu keras hingga ari jatuh.


__ADS_2