
Di tempat lain.
Ari masih merasa sakit hati dan kecewa karena cerita cintanya yg kandas.
Setelah dari taman dia tidak pulang tapi melainkan pergi ketempat biasa dia bermain musik bersama temannya,tapi kali ini dia hanya sendiri.
Di sana dia bermain gitar dan bernyanyi meluapkan emosi dan kekesalannya.
"sayang terima kasih tuk semua"
"selama ini kau telah menyakitiku"
"ku terima semua keputusanmu di dalam hidupku"
Ari bernyanyi dengan penuh penghayatan karena suasana hatinya memang sedang melow.
Setelah puas bernyanyi akhirnya dia memilih pulang dan di perjalanan saat ari sedang fokus mengendarai motor bebeknya dia melihat ada gadis sedang berjalan kaki sendirian di sebuah gang sempit padahal hari udah mulai gelap.
karena kasian dia menghampiri dan menawarkan tumpangan pada gadis itu.
"hey mau kemana lo??"ucap ari sambil berkendara pelan mengikuti langkah kaki gadis itu
"mau pulang"jawab Arsyi sedikit ketus karena dia tidak mengenali orang itu apalagi ari sudah berganti seragam dan menggunakan helm dengan kaca tertutup.
"pulangnya kemana?? Kalo jauh sini biar ak antarin"ucap ari to the point.
mendengar pertanyaan seperti itu arsyi pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada ari.
"Emangnya kenapa sih???"ucap arsyi ketus sambil memanyunkan bibirnya.
Ari memghentikan motornya.
Bukannya menjawab ari malah terkejut sekaligus terpesona melihat wajah gadis yg agak jutek tapi cantik dan manis.
"imut banget muka"gumam ari tanpa di dengar oleh arsyi.
"kenapa dia diam aja,??jangan jangan dia ada niat jahat"ucap arsyi dalam hati.
Tanpa pikir panjang arsyi langsung berlari meninggalkan ari yg terdiam.
Ari pun terkejut kenapa gadis itu lari.
"apa dia kira gue orang jahat??"
Setelah ari melihatnya berlari jauh tidak lama kemudian.
"aduh"ucap arsyi yg tersandung dan jatuh.
Ari pun langsung menghampirinya.
"kenapa lo lari???ucap ari turun dari motor dan membuka helmnya.
__ADS_1
"Deg deg"suara jantung arsyi.
dia terkejut saat melihat cwok yg ada di hadapannya adalah cwok yg bertemu dengannya di taman tadi siang.
"hey kok diem aj lo??apa yg sakit sampe lo gak bisa ngomong gitu??ucap ari merasa khawatir.
"gak ada kok,aku gak papa"ucap arsyi.
Ari menatap tajam pada arsyi.
"gak papa giman??coba lo liat kaki lo berdarah tu..!!"ucap ari.
Arsyi baru menyadari jika kaki berdarah karema saat berlari dia tidak fokus karena takut dan akhirnya tersandung batu besar,lalu dia mencoba berdiri tapi tidak bisa karena kakinya terasa sakit.
"tu kan sakit,,lagian lo juga sih mau di tawarin tumpangan malah lari,kaya mau gue apain aja"ucap ari berkomentar.
"maaf"ucap arsyi dengan wajah sendu.
Melihat wajah arsyi yg seperti itu membuat ari tersenyum.
"ya udah gk usah masang muka gitu,sini gue bantu boleh gak??ucap ari dan di balas anggukan oleh arsyi..
"sebelum pulang kita obatin dulu tu kaki lo,gue ada obat di tas sama perban juga kebetulan tadi gue habis beli buat ngisi kotak p3k di rumah gue"ucap ari memaksa.
Akhirnya ari mengobati dan memperban kaki arsyi dengan telaten.
setelah itu arsyi bisa berdiri dengan bantuan ari,saat itu mereka saling menatap dan terdiam sejenak.
Ari segera melepas tangan arsyi dan mengalihkan pandangan lalu berkata.
"mau gue antar gak lo.??kayanya lo gak bisa jalan tu"ucap ari.
Arsyi masih sedikit ragu.
"gak usah,ak gak mau ngerepotin kamu"ucap arsyi menolak.
"udah,gak usah di pikirin,gue gak ngerasa di repotin kok"ucap ari langsung menggandeng tangan arsyi dan memasangkan helm cadangannya yg biasa di gunakan oleh Tina mantan kekasihnya.
"iya iya,tapi kamu jangan macam macam ya"ucap arsyi memperingatkan dengan polosnya.
Ari merasa tersinggung tapi dia pikir wajar lah kalo gadis itu takut karena mereka memang tidak saling kenal,akhirnya ari pun meyakinkan arsyi dengan sindiran juga.
"tenang aj,gue gak akan macam macam kok,lagian lo gak ada menarik menariknya juga jadi cwek jadi gak usah takut,gue gak bakal macam"ucap ari sambil terkekeh.
Arsyi mendengar kalo dia di bilang tidak menarik merasa sedikit tersinggung dan manyunkan bibirnya,tapi dia sedikit lega jika cwok itu gak bakal macam macam padanya.
Ari menyalakn sepeda motor dan menaikinya lalu arsyi ikut naik.
"bismillah"ucap ari sebelum tancap gas.
saat di jalan ari bertanya pada arsyi.
__ADS_1
"Alamat lo di mana??"tanya ari.
"di jalan.xxx "jawab arsyi.
"itu kan jauh banget,kenapa jalan kaki??"tanya ari heran kenapa arsyi lebih memilih jalan kaki dari pada naik angkot.
"gk papa"jawab arsyi singkat,, pdahal arsyi memang sengaja berjalan kaki buat ngehemat uangnya.
"ya udah,lo pegangan ya gue mau ngebut nih,soalnya udah mau maghrib"ucap ari yg siap melajukan motornya".
"iya,tapi hati hati ya"ucap arsyi langsung memegang tas yg ada di punggung ari.
setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah arsyi dan ia merasa lega ternyata cwok itu beneran berniat baik sejak awal.
Arsyi turun dari motor.
"mkasih ya,dan maaf udah ngeroptin kamu"ucap arayi merasa tidak enak.
"iya gk ngerepotin kok,ak cuma gak tega liat cwek jalan sendirian,mana hari udah mulai gelap"jawab ari sambil tersenyum.
setelah bebincang sebentar ari pun berpamitan kepada arsyi.
"gue pulang dulu ya"ucap ari.
"iya hati hati dan mkasih udah anterin ak"balas arsyi.
"assalamualaikum"ari mengucapkan salam"
"waalaikumsalam"balas arsyi.
setelah itu ari pergi dengan motornya..
Arsyi melihat kepergian ari dan merasa aneh karena hari ini dia bisa dua kali bertemu dengam cwok itu.
Arsyi mengetuk pintu rumahnya dan mengucap salam.
"Assallamualaikum bu...."salam arsyi.
Bu inah membuka pintu.
"waalaikum salam nak"balas bu inah ibunya arsyi.
Arsyi mencium punggung tangan bu inah.
"lo kok baru pulang nak, tumben pulang sampe jam segini,??itu juga kenapa kaki kamu di perban??dan itu helm siapa kamu pake"tanya bu inah beruntun.
Arsyi terkejut dengan pertanyaan terakhir ibunya,karena arsyi memang lupa melepas helm itu dari kepalanya.
"aduh kenapa bisa lupa sih ngelepas helm ini,,??cwok itu juga kayanya lupa deh"ucap arsyi dalam hati.
saat arsyi ingin bercerita dia mendengar adzan maghrib.
__ADS_1
"nanti ak ceritain bu,,ak mau mandi dulu habis itu sholat,soalnya udah maghrib bu"ucap arsyi. "dan ini hasil kerja arsyi hari ini bu lumayan banyak kan bisa di tabung"imbuhnya sambil tersenyum menyerahkan uang 75 ribu pada ibunya dan masuk ke dalam untuk mandi dan sholat.