
hari berikutnya ari pergi ke tempat kerjanya dan mengundurkan diri.
bu salma dan yang lain meraaa berat melepas ari karena ari sudah begitu populer dan membuat banyak pelanggan terhibur.
tapi bu salma tidak bisa memaksanya karena itu sudah jadi keputusan ari.
bu salam memberikan ari uang.
"uang untuk apa ini bu.??"tanya ari.
"ini gaji kamu selama kerja di sini"kawab bu salma.
"tapi saya bekerja belum genap seminggu,"ucap ari.
"tidak apa apa,karena saya pikir kamu sudah banyak membantu cafe and resto saya sehingga saya mempunyai banyak pelanggan."ucap bu salma.
"udah terima aja,"imbuhnya.
"terima kasih bu"ucap ari sambil menerima amplop yang di berikan bu salma.
tapi saat ari membukanya ari terkejut dengan nilai uangnya.
"kenpa banyak sekali bu,sama sekali gak sesuai sama kerjaan saya."ucap ari.
"udah kamu terima aja,lagian dari awal saya gak pernah bilang berapa gaji kamu di sini kan"ucap bu salam meyakinkan ari.
"iya bu,"ucap ari yang tidak tau lagi ingin berkata apa.
"ya sudah di syukuri saja"ucap bu salma.
"terima kasih banyak bu"ucap ari.
setelah itu ari pamit pulang dan pergi dari cafe and resto.
ari tidak langsung pulang namun dia pergi ke rumah sakit untuk menjemput adiknya.
setibanya ari di rumah sakit di lihat lnya arman dam kedua orang tuanya sudah siap dan semua barang yang di bawa sudah di kemasi.
"kita pulangnya naik apa ini"tanya ari pada orang tuanya.
"naik motor aja lah,udah lama juga arman gak di boncengi sama mas ari"jawab arman.
"iya gak apa apa juga naik motor ri,bapak kan juga bawa motor nanti biar arman sama kamu terus ibu sama bapak."ucap pak yoga.
"ya sudah kalo gitu"ucap ari.
"ari keluar dulu mau tanya biaya perawatan arman"ucap ari.
"gak usah ri"cegah bu titi yang membuat ari heran.
"kenpa gak usah bu"tanya ari.
"itu tadi bapak udah kesana terus bapak bilang biayanya gratis ri dan gak perlu bayar sma sekali"
"yang bener bu"ucap ari terkejut.
"koq bisa sih,giman ceritanya perawatam rumah sakit sebesar ini gratis apalagi dokternya specialis"ucap ari.
"udah lah,gak usah di pikirin,yang penting alhamdulilah kita gak perlu bayar"ucap pak yoga
Arman jug merasa heran kenapa bisa seperti itu namun dia hanya diam dan menyimak pembicaraan pak yoga dan ari.
"Alhamdulilah ya Allah,siapun yang ngebantu kita semoga di beri balasan yang lebih baik"ucap ari bersyukur.
"amiiin"ucap mereka serempak.
setelah siap mereka pun pergi meninggalakan rumah sakit.
ari berniat mampir di kosan untuk mengambil sedikit barang untuk dia bawa karena ari juga akan ikut mengantar arman dan kedua orang tuanya ke kampung tempat embahnya.
di perjalan arman buka suara.
"mas,gak mampir ke tempat mba ku ya??"tanya arman
"mba siapa man??"tanya ari merasa heran
"mba arsyi mas,"ucap arman tersenyum.
ari baru ingat jika dia sudah berjanji pada araman dan kedua orang tuanya.
"ya sudah nanti mampir bentar"ucap ari.
ari berhenti di sebuah kosan dan di ikuti oleh pak yoga dan bu titi.
"loh ari,katanya kosan kamu khusus buat laki laki aja,tapi itu koq banyak banget perempuannya,,laki lakinya malah gak keliatan."ucap pak yoga yang belum tau jika saat ini mereka berhenti di kosan arsyi
"ini bukan kosan ku pak,,ini kosannya arsyi"ucap
"oh bagus dong,ibu mau ketemu sama si nduk"ucap bu titi menyebut arsyi dengan sebutan nduk (anak cewek)
di kosan putri.
arsyi merasa gelisah karena sudah dua hari dia cuma diam di rumah.
__ADS_1
untuk mengisi kekosongan arsyi lebih memilih mengaji dan dan bersih bersih ringan agar tidak terlalu suntuk.
tidak lama setelah arsyi membersihkan kosannya terdengar suara ketukan pintu dan arsyi lamgsung bergegas menghampirinya dan membuka pintu
"asalamualaikum"salam serentak ari dan keluarganya.
"walaikumsalam"balas arsyi yang sedikit
terkejut melihat kedatangan mereka.
arman langsung menyalimi arsyi seperti kakaknya sendiri.
"gimana kabarnya mba??"tanya arman.
"alhamdulilah baik man,kamu sudah sehat man,??tanya arsyi dengen senyum manisnya.
"alhamdulilah arman sudah
mendingan dan sudah boleh pulang mba"jawab arman.
"silahkan masuk dulu"ucap arsyi pada mereka semua dan mereka menurutinya,
"maaf ya pak bu,ruanganya gak terlalu besar"ucap arsyi.
"gak apa apa koq nduk"ucap bu titi.
"oh iya,setelah ini kalian berencana mau kemana??"tanya arsyi.
"mau ke kampung ke tempat embahnya ari"jawab bu titi.
"jadi gak pulang ke kota J lagi??"tanya arsyi.
"enggak nduk,kami berencana mau netap di kampung aja sekalian jagain embah yang sudah sangat tua"jawab jawab pak yoga.
"oh iya pak"jawab arsyi.
"bentar ya arsyi mau bikin minum dulu"ucap arsyi.
"gak usah repot repot nduk"ucap bu titi.
"gak repot koq bu cuma minum aja gak bikin repot"ucap arsyi tersenyum.
arsyi pun membuatkan minum untuk mereka.
lama kemudian arsyi membawa minuman untuk mereka.
"ini minumnya pak,bu dan arman"ucap arsyi.
"aku gak di tawarin minum nih??"tanya ari karena ia merasa namanya tidak di sebut oleh arsyi.
"oh iya,aku lupa mas maaf,,"ucap arsyi.
"ini minumnya mas"imbuhnya menyodorkan gelas merah berbentuk hati pada ari.
"cieee,,gelasnya special nih,"ucap arman menggoda dan membuat arsyi malu.
"bukan gitu man,gelas di sini gak begitu banyak jadi mas ari aku kasih gelas itu,"ucap arsyi membela diri.
"masa sih,,??tapi koq gak di kasih ke aku atau yang lain aja mba,??tanya arman yang membuat arsyi bingung ingin menjawab apa.
"udah man,jangan ganggu dia terus"ucap ari yang juga merasa jengkel dengan arman..
"cie di belain sama yang punya"ucap arman lagi yang membuat wajah ari dan arsyi memerah menahan malu.
"man,kamu kalo mau ini gelasmya tukeran aja"ucap ari menyodorkan gelas itu.
"gak ah,itu kan special buat mas,, ya kan mba"ucap arman meminta pendapat arsyi.
"iya,,eh nggak koq"ucap arsyi keceplosan karena dia sudah mulai gugup karena malu.
"tu denger apa kata mba"ucap arman.
"udah man,kasian mereka kalo kamu ejekin terus"ucap pak yoga menegur arman.
"hehe,iya pak maaf"ucap arman cengengesan.
"maafin arman ya mba arsyi"imbuhnya.
"iya gak apa apa koq"ucap arsyi.
"sifat kamu tu hampir sama kaya adik angkatku yang ada di kota J."imbuhnya.
"sama kaya gimana mba??"tanya arman.
"ya sama sama jail dan gak bisa diam"ucap arsyi yang membuat mereka semua tertawa.
setelah lama berbincang akhirnya mereka pamit pulang.
namun saat ingin menaiki sepeda motornya ari teringat akan sesuatu lalu dia kembali menghampiri arsyi dan meminta arman dan orang tuanya menunggu sebentar.
ari menghampiri arsyi yang masih bersiri di depan pintu.
"koq balik lagi mas??"tanya arsyi yang heran kenapa ari kembali lagi.
__ADS_1
"ada yang mau aku omongin sama kamu"ucap ari dengan wajah serius.
"ngomong aja mas"ucap arsyi.
"aku hari ini mau ikut ke kampung embahku setelah itu aku akan langsung berangkat ke kota J"ucap ari.
"kamu jaga diri baik baik,jangan sampai kaejadian kemarin terulang lagi dan aku harap semoga kamu cepat sembuh"imbuhnya.
"iya mas aku pasti jaga diri koq,mas tenang aja."ucap arsyi tersenyum.
"emang berapa hari kamu di sana dan kapan ke sini lagi??"tanya arsyi.
"mungkin aku gak akan kembali ke sini lagi"ucap ari.
"deg"entah apa yang arsyi rasakan saat mendengarnya.
senyuman di wajah arsyi langsung memudar saat itu juga.
"maksud mas ari??"tanya arsyi
"aku pindah kuliah dan kerja di sana jadi kemungkinan besar aku gak akan kembali ke sini lagi."ucap ari
tidak tau kenapa buliran air mata sudah memenuhi mata arsyi.
entah mengapa mendengar ari akan pergi membuat hatinya terasa sakit.
arsyi hanya diam tidak tau ingin berkata apa.
"ya sudah,aku pergi dulu dan jaga diri kamu baik baik di sini"ucap ari.
arsyi hanya bisa mengangguk pelan.
sebenarnya ari juga merasa berat meninggalkan arsyi namum dia ingin fokus dengan karir dan cita citanya.
mereka masih belum sadar dengan perasaan mereka namun satu hal yamg mereka rasakan saat ini adalah mereka saling merasakan kenyamanan hati saat bersama.
setelah pamitan ari pun pergi ke kosannya setelah itu dia pergi ke kampung embahnya.
##di kota J
"plaakk"suara tamparam begitu keras di wajah seorang gadis remaja.
"sekarang udah pintar ngejawab kamu ya"ucap seorang lelaki.
"kamu tu anak ku nia jadi kamu harus nurut sama aku"ucap edi ayah dari nia.
"aku bisa saja nurutin apa mau bapak,tapi untuk yang satu ini aku gak mau,apalagi harus menikah sama lelaki tua hidung belang itu"ucap nia sambil menahan tangis.
"apa lagi semua cuma karena bapak gak bisa bayar hutang ke dia,bapak kejam"imbuhnya dengan berteriak memekan kata kejam
edi meminta nia menikah dengan juragan kaya karena dia memiliki banyak hutang pada juragan itu.
nia tidak ingin karena dia masih sekolah dan ingin meraih cita citanya.
"udah gak usah banyak omong kamu"ucap edi menarik tangan nia dan menyeretnya.
"lepasin pak,aku gak mau"ucap nia memohon.
namun edi tidak mendengarkan dan tetap menyeretnya.
nia memberontak dan melepaskan diri lalu dia berlari dan kabur dari bapaknya.
"niaaa,,anak sialan kamu"ucap edi yang begitu marah.
nia berlari tak tentu arah karena dia saat ini begitu jauh dari rumah.
FLASHBACK ON
orang tua nia telah berpisah dan nia lebih memilih ikut dengan ibunya yaitu bu iyem.
namun sering kali pak edi diam diam menemui nia dan meminta uang kepada nia.
dia mengancam jika nia tidak memberikannya uang maka pak edi akan membuat usaha ibunya hancur dan dia juga akan menyakiti ibunya.
nia terpaksa patuh dan memberikan uang setiap kali pak edi meminta.
nia pum bekerja di kios ibunya menggantikan arsyi dan dia memdapat uang saku lebih dari ibunya namun hasil dari kerjanya selalu dia berikan kepada bapaknya.
suatu hari pak edi datang menemui nia dalam keadaan menangis atau lebih tepatnya pura pura menangis.
dia meminta nia ikut denganya dan menolongnya.
nia yang merasa kasian pun akhirnya ikut dengan pak edi dan ternyata dia di bawa ke tempat juragan kaya dan ingin di nikahkan dengan juragan tua itu.
nia tidak mau dan akhirnya terjadi lah cek cok di antara nia dan pak edi.
FLASHBACK OFF.
nia berlari di pinggir jalan dan hampir saja tertabarak motor.
"astagfirullah,, lo gak liat jalan apa,??ucap ari yang baru saja tiba di kota J.
"maaf mas saya buru buru"ucap nia yang masih tetap berlari.
__ADS_1