
setelah sampai di cafe ari menghampiri pemilik cafe dan ingin meminta maaf karena dia tidak bekerja dan tidak sempat izin atau mengabari.
"seharusnya kamu kabari saya atau teman teman kamu ar"ucap bu salma pemilik cafe and resto.
"iya bu maafin saya,lain kali saya tidak akan seperti itu lagi"ucap ari.
"ya sudah,sekarang kamu kembali kerja dan jangan terlalu di pikir karena saya tidak marah,tapi bukan berarti kamu boleh ngulangin kesalahan kamu."ucap bu salma sambil tersenyum.
ari pun ikut tersenyum.
"makasih bu,kalo begitu saya lanjutkan pekerjaan saya"ucap ari undur diri dan di angguki oleh bu salma.
ari pun meninggalkan ruangan bu salma.
setelah ari keluar bu salma pun memikirkan satu lagi karyawannya yang tidak masuk tanpa kabar bahkan hari ini pun dia tidak masuk.
di kosan putri.
arsyi merasa tidak enak jika harus berdiam diri di rumah apa lagi sherly pergi kuliah dan dia hanya sendiri saja.
dia juga merasa tidak enak dengan bu salma karena sudah 2 hari tidak pergi bekerja.
saat arsyi larut dalam pikirannya dia di kejutkan dengan suara ketukan pintu dan salam dari seorang wanita.
"asalamuaikum"ucapnya mengetuk pintu.
"walaikumsalam"ucap arsyi berjalan menghampiri pintu.
setelah arsyi membuka pintu dia terkejut karena wanita itu adalah bu ana atau kirana.
"hai arsyi"ucap bu ana tersenyum.
"loh,ibu koq bisa ada di sini.??"tanya arsyi heran namun bu ana hanya tersenyum tanpa menjawab.
"masuk dulu bu"imbuhnya dan bu ana pun mengikutinya.
"ibu tadi ketemu sherly di jalan dekat kampus kalian dan ibu tanya kabar kamu dia bilang kamu belum pulih dan gak masuk kuliah jadi ibu tanya aja alamat kos kalian terus mampir"ucap bu ana.
"jadi ibu tau dari sherly"ucap arsyi.
"iya ibu sengaja mau ke sini buat nengokin kamu,kata sherly kamu sendirian jadi ibu mau temani kamu dan sherly juga bilang katanya hari ini di pulang agak sore"ucap bu ana.
"terima kasih bu,tapi apa ibu tidak bekerja"tanya arsyi.
"tidak nak,ibu tidak kerja hari ini"jawab bu ana
"hari ini ibu mau ajak kamu jalan jalan"imbuhnya.
"kemana bu,??"tanya arsyi
"udah kamu ikut aja nanti kamu pasti tau koq dan kamu tenang aja,kita gak akan nglakuin kegiatan yang berat juga koq kan kamu lagi sakit"ucap bu ana dan arsyi mengiyakannya
akhirnya mereka pergi ke sebuah taman di kota itu dan duduk bersantai di sana dan membeli beberapa cemilan.
di cafe and resto.
ari malakukan aktifasnya yang membuat para pengunjung selalu terpukau dengan nyanyiannya.
tapi tidak lama kemudian ada pelanggan datang,mereka pria paruh baya menggunakan setelan jas mahal.
ari merasa tidak asing dengan orang itu namun dia tidak terlalu menghiraukannya.
tidak lama salah satu pria berjas itu menghampiri ari dan kawanannya.
"maaf saya mau tanya,kamu bisa gak nyanyiin lagu lagu jaman dulu??"tanya pria itu pada ari.
"bisa pak,tapi gak banyak sih yang saya tau"ucap ari.
"ya udah,kamu coba aja nyanyikan lagu yang kamu tau"ucap pria itu dan ari mengiyakannya.
setelah pria itu kembali ari dan band langsung bersiap menyanyikan lagu.
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau kutinggalkan
__ADS_1
Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanmu kepadaku
Engkau 'kan menunggu
Andaikan kau datang ke mari
Jawaban mana yang 'kan kuberi
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi?
Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini kuakhiri
"koesplus"
para pria itu begitu senang mendengarnya bahkan ada juga yang ikut bernyanyi.
tapi salah satu dari ke empat pria itu sepertinya terlihat sedih.
dia adalah pak heru sanjaya dan beberapa rekan bisnisnya.
lagu yang di nyanyikan oleh ari membuat dia teringat dengan mendiang istrinya dan itu yang membuat dia bersedih.
karena lagu itu adalah lagu yang sering dia dengarkan setelah istrinya tiada.
setelah ari menyelesaikan lagu itu para rekan dari pak heru memberikan tepuk tangan yang meriah..
pak heru merasa sedih,namun dia berusaha tersenyum dan dia berfikir untuk menghampiri sang penyanyi.
saat pak heru melihat siapa penyanyi itu dia pun terkejut.
"loh pak heru di sini juga"ucap ari terkejut.
"maaf saya tidak menyapa bapak,soalnya saya tadi fokus nyanyi."imbuhnya.
"tidak apa,saya tau paham kalo kamu fokus karena kamu memang menyanyikan lagu itu dengan luar biasa"puji pak heru.
"biasa aja pak,jangan terlalu memuji saya"ucap ari merasa tidak enak.
"saya sebenarnya gak nyangka kalo itu kamu,dan saya menghampiri kamu ke sini karena ingin berterima kasih."ucap pak heru.
"terima kasih untuk apa pak.??"tanya ari.
"terima kasih karena kamu menyanyikan lagu itu dengan baik,"jawab pak heru.
"sebenarnya lagu itu adalah lagu favorit saya dan lagu itu selalu membuat saya teringat dengan mendiang istri saya yang begitu saya cinta."imbuhnya.
"maaf pak,berarti bapak sedih mendengar lagu itu??"tanya ari.
"gak juga,tapi saya berterima kasih karena setelah mendengar lagu itu saya menyadari walaupun sudah begitu lama dia pergi tapi hati dan cinta bapak masih tetap untuk dia,terima kasih nak"ucap pak heru yang membuat ari tertegun.
"bapak memang laki laki setia,saya salut pak"ucap ari yang membuat pak heru tersenyum.
"ya sudah saya kembali ke sana dulu"ucap pak heru.
"iya pak"balas ari.
pak heru pun kembali ke tempat duduknya.
di taman kota
bu ana dan arsyi sedang memgobrol dan saling bercerita.
"kamu aslinya dari kota mana?"tanya bu ana pada arsyi.
"saya besar di kota j bu"jawab arsyi.
"koq kuliahnya jauh banget sampe kesini??"tanya bu ana.
__ADS_1
"saya dapat beasiswa bu dan sebenarnya saya hampir menolak tapi ibu saya bersi keras meminta saya tetap kuliah bu"jawab arsyi.
"mungkin ibu kamu pngen kamu jadi orang yang sukses nak"ucap bu ana.
"seorang ibu pasti tau mana yang terbaik untuk anaknya,tapi sayang ibu gak tau bagaimana rasanya memiliki anak."ucap bu ana yang terlihat sedih.
"memangnya ibu tidak memiliki anak"tanya arsyi.
"ibu tidak tau,orang tua ibu tidak mau menceritakan semuanya pada ibu,,andai ibu sudah mempunyai anak ibu harap anak ibu pasti cantik dan solehah kaya kamu nak"ucap bu ana memegang pipi arsyi yang membuat arsyi teersenyum.
"kenapa harus seperti saya bu?"tanya arsyi.
"gak tau kenapa di saat ibu melihat kamu ibu merasa sudah begitu dekat dengan kamu nak"ucap bu ana.
arsyi hanya tersenyum mnanggapi ucapan bu ana.
setelah begitu lama mengobrol bu ana pun mengantar arsyi pulang setelah itu dia juga pamit pulang dan pergi dari kosan arsyi.
di cafe and resto.
selesai bekerja ari keluar dari cafe dan ingin pulang ke kos.
namun sebelum dia menaiki kendaraannya seseorang memanggilnya dan ternyata dia adalah pak heru.
"ada apa pak,apa tadi ada sesuatu yang ketinggalan di cafe"tanya ari.
"gak ada koq,bapak ke sini mau bertemu kamu."jawab pak heru.
"deg"ari terkejut saat pak heru berkata seperti itu.
seketika ari berfikirungkin pak heru akan menagih uang biayaperawatan arsyi di rumah sakit kemarin karena ari yakin yang membayar semua biayanya pasti pak heru."
"bapak mau nagih uang biaya perawatan arsyi kemaren ya..?"tanya ari yang terlihat mulai khawatir.
pak heru yang mendengarnya malah tertawa.
"kenapa kamu berfikir seperti itu,,lagian yang menanggung semua biayanya bukan saya,tapi bu kirana."jawab pak heru dan membuat ari terkejut.
"maaf pak,habisnya saya gak tau siapa yang sudah membayar biaya rumah sakitnya"ucap ari menggaruk punggung lehernya.
"tapi ada apa bapak mencari saya ya.??"tanya ari lagi.
"saya mau menawarkan sesuatu sama kamu."ucap pak heru.
"apa itu pak?"ucap ari penasaran.
"saya mau kamu mengelola cafe saya yang ada di kota J,saya udah minta anak saya untuk mengelolanya tapi dia9 memang tidak ada niat"ucap pak heru.
"kenapa harus saya pak,??"tanya ari yang merasa heran.
"karena saya percaya sama kamu dan saya tau kamu pasti bisa"ucap pak heru meyakinkan.
"kamu tenang saja,di sana juga sudah ada manager yang akan membantu kamu"imbuhnya.
ari berfikir lagi,dia sebenarnya tertarik dengan tawaran itu apa lagi lokasinya di kota tempat dia tinggal.
"tapi bagaimana dengan kuliah saya pak??"tanya ari.
"tenang saja,kamu bisa kuliah di sana dan saya yang akan menjamin semua biaya kamu sampai lulus"ucap pak heru.
ari semakin terkejut dan heran mengapa pak heru begitu ambisius meminta dia mengelola cafenya.
"biar saya pikirkan dulu pak,jika saya mendapatkan jawabannya nanti saya akan menghubungi bapak"ucap ari mengeluarkan ponselnya untuk meminta nomor ponsel pak heru dan pak heru memberikannya.
"baik,saya tunggu secepatnya nak"ucap pak heru
"ya sudah saya mau ada urusan dulu,lain kali kita mengobrol lagi"ucap pak heru berpamitan.
pak heru pun pergi dengan mobilnya dan ari juga pulang dengan motornya.
saat malam hari di kosan,ari termenung memikirkan tawaran pak heru.
akhirnya ari mendapat jawaban,dan dia berfikir mungkin semua ini adalah jalan yang sudah di takdirkan oleh Allah.
ari pun menghubungi pak heru dan menerima tawarannya.
"baik,kalo kamu mau lusa kita akan ke kota J."ucap pak heru..
setelah ari mengakhiri panggilannya dia sempat memikirkan arsyi.
__ADS_1