
Kini luna tengah menyiap kan sarapan buat suaminya, memang setelah ia pulang saat mengunjungi anak jalanan itu ia menyuruh baskara untuk mampir di mini makret untuk membeli bahan buat sarapan,
baskara turun sudah siap dengan seragamnya
" eh lo sudah selesai, ini sarapan nya udah siap, nasi goreng aja nggak papa kan " ucap luna lalu meletakan piring itu di meja makan
" iya " jawab baskara
" ya udah lo duluan aja sarapan nya gue mau mandi " ucap luna lalu pergi meninggal kan baskara di meja makan
15 menit kemudian luna sudah siap dengan seragam nya, ia melihat baskara masih duduk di meja makan dengan nasi goreng yang tidak di sentuh
" loh kok lo belum makan, nasi goreng nya enggak enak ya atau terlalu asin at- "
" duduk " ucap baskara memotong ucapan luna, luna langsung terdiam lalu duduk di samping baskara
" ke-kenapa bas " tanya luna takut
" gue buat salah apa? anjir " batin luna
" makan " suruh baskara
" ya ta- tapi ini punya lo " jawab luna
" nasi nya ada lagi hmm? " tanya baskara sambil menatap luna
" nggk ada gue cuma masak dikit takut nya lama " jawab luna sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
" ya udah makan " suruh baskara lalu menggeser piring itu ke arah luna
" lo? " heran luna melihat baskara mengambil sendok lagi satu
" cepatan keburu telat " suruh baskara lalu memakan nasi nya
" ya allah baskara baik banget, padahal tadi gue pikir di mau lempar gue pake piring karena nasi nya nggak enak ;) " batin luna
Lalu ikut makan bersama baskara di satu piring, setelah selesai sarapan basakra dan luna pun beeangkat ke sekolah mereka
Sorak sorai genk thunder melihat kehadiran ketuanya kembali begitu juga dengan vanesha dan felisia melihat kehadiran luna
" apa kabar bro? 5 hari lo kagak ada kabar " ucap samudra merangkul baskara
" baik " jawabnya
" iya nih kita nggak bisa ngehubungin lo nomor lo nggak aktif " ucap alden
baskara sengaja tidak mengaktifkan handphone nya karena ia tau teman teman nya akan selalu menelpon nya, bahkan saat ia mengaktifkan handphone nya tadi pagi ada banyak panggilan tak terjawab dari teman teman nya ada sekitar tiga puluan panggilan
" gue izin ada urusan " jawab nya
" gue tau lo izin ada urusan tapi, dimana? Kenapa? Tentang apa? ,lo kagak ngasih tau kita yang jelas " gerutu samudra
" sorry " jawabnya singkat
" urusan lo dah selesai kan? " tanya el
" hmm " jawab baskara
__ADS_1
jangan tanyakan gibran ia tengah asik mengobrol bersama luna vanesha dan felisia
" luna lo ke bamdung ngapain? Lo kagak bawa oleh oleh apa " ucap gibran sambil mengelilingi luna
" yah sorry gue lupa " jawab luna berbohong
" apaan sih lo, sok akrab banget sama luna mana minta oleh oleh lagi banci " ucap vanesha marah
" lah kenapa? luna teman gue juga ya " jawab gibran tak mau kalah
" udah udah kok kalian malah berantem sih " ucap felisia
"btw kok lo ama baskara bisa samaan gitu enggak sekolah " celetuk felisia
deg....
" eh iya ya kok kalian bisa barengan gitu si " ucap samudra yang mendengar percakan felisia
" ee itu gu- gue enggak tau paling cuma kebetulan " elak luna
" masa sih? " ucap alden tak yakin
Seketika semuanya perhatian tertuju pada mereka berdua
" aduh gimana nih " batin luna
" palingan juga kebetulan itu aja lo pada pusingin " ucap alan lalu pergi
" iya, sebenernya gue sekolah kemarin tapi badan gue pegel trus waktu gue mau berangkat tadi tiba tiba ada baskara lewat deh trus gue nebeng " ucap luna sambil cengir
" iyakan baskara " ucap luna melihat baskara
" ouh iya ya, mangkanya tadi lo samaan sama baskara " ucap samudra
" iya " jawab luna
" hmm, sorry ya gue udah negatif thinking sama lo dan baskara " ucap samudra
" iya " jawab luna
Di sisi lain alan sedang di roftop menahan sesak di hatinya, tiba tiba seseorang menepuk pundak nya ternyata itu adalah abel
" gue udah tau lo suka sama luna kan " ucap abel, alan diam tak menjawab
" udah alan lo jujur aja, lo suka kan " ucap abel sekali lagi
" kalau emang iya kenapa " jawab alan tegas
" gue mau ajak lo kerja sama " ucap abel
" maksud lo " heran alan
" gue suka sama baskara lo suka sama luna, bagaimana kalau kita sama sama misahin mereka deal " jelas abel menjulurkan tanganya
" hem.... Lo pikir gue selicik lo sampe mau rebut jodoh orang " jawab alan menempis kasar tangan abel
" lo yakin nggak mau, lo bakalan nyesel lan " ucap abel
__ADS_1
" gue nggak bakalan menyesal, gue bahagia kalau luna bahagia, gue nggak se egois lo " jawab alan menunjuk abel
" dan satu lagi lo nggak bakalan miliki baskara karena dia sudah punya luna " lanjut alan lalu meninggal kan abel
" TAU APA LO " teriak abel
alan berhenti dan membalik kepalanya sambil menarap abel dengan senyum miring
" semuanya " ucap alan lalu pergi meninggal kan abel
" apa maksud nya alan? " batin abel
Kini luna tengah menonton baskara yang sedang bermain basket
" baskra jago juga ya main basket " ucap luna
" iya selain itu dia juga jago balapan, beladiri, pintar lagi" jawab felisia
" fell menurut lo gue cocok nggak sama baskara " tanya luna
" cocok lah lo itu cantik baskara ganteng pasti nanti kalau kalian nikah terus punya anak pasti anak nya keren " jawab felisia sambil tertawa dan luna ikut tertawa
" eh gue ke toilet bentar ya " ucap luna
" okey cepat ya " jawba felisia
luna pun pergi ke toilet tampa di sengaja abel melihat nya
" itu dia " batin abel lalu mengikuti luna
" tuh kan bener gue datang bulan pantes perut gue sakit " batin luna di dalam toilet
kebetulan vanesha juga lagi datang bulan jadi ya meminta nya 1, setelah selesai memasang kebutuhanya itu luna mencuci tangan nya di wastafel, tiba tiba seseorang menjambak rbut nya
" awwww saaakiittttt " rengek luna
" ada hubungan apa lo sama baskara " ucap abel lalu menghempas kan rambut luna
" JAWWAABB " teriak luna
" kamu nanya? " ucap luna yang mengikuti trend tik tok
" lo jangan main main ya atau gue siram lo, gue tanya lagi sekali ada hubungan apa lo ama baskara " ucap abel
" gue pacar nya kan dulu baskara pernah bilang di depan lo " jawab luna
" gue istrinya tolol mau apa lo " batin luna
" seberapa dekat lo sama baskara " tanya abel
" hmm...dekaaatt banget " jawab luna membuat luna emosi
" gue kasih lo peringatan kalau gue bakal biat baskara suka sama gue " ucap abel
" ouh ya kita liat aja " jawab luna sambil tersenyum
" liat aja nanti, ingat jangan nangis kalau gue berhasil " ucap abel lalu meninggal kan luna
__ADS_1
" dasar nenek sihir gila yang ada lo yang nangis nggak bisa miliki baskara orang dia suami gue " batin luna tertawa