
kini luna sedang bersih bersih rumah selagi hari minggu, saat selesai bersih bersih luna lanjut memasak untuk makan siang
" istirahat aja dulu dari tadi pagi lo kerja " ucap baskara dari belakang
" enggak papa kok udh tugas gue lagi pula lagi bentar selesai kok " jawab luna yang masih sibuk memasak ayam kecap nya
Baskara hanya berdehem lalu pergi ke arah wastafel untuk mencuci piring dan di cegah oleh luna
" eh eh lo ngapain biar gue aja itu tugas gue " ucap luna mencegah baskara
" lo bukan pembantu yang ngurus semuanya lo istri gue, lo lanjut aja masak sana, gue yang cuci piring " jawab baskara
" makasih ya udah bantu gue, lo emang suami gue yang terbaik deh " ucap luna sambil tersenyum
" hmm " jawab baskara sambil mencuci piring kotor
Setelah selesai memasak dan mencuci piring tiba tiba handphone luna berderng yang ternyata itu adalah bundanya
" hallo bund kenapa ? " tanya luna
" ini bunda ayah km sama mertua km ada di depan kamar apertemen tapi nggak tau sandinya " jawab rani dari telepon
" ouh sandinya tanggal pernikahan aku sama baskara 140322 bund " jawab luna memberi tau rani sandi kamar apertemennya
" ouh iya iya bunda masuk ya " ucap rani
" iya bund " jawab luna lalu mematikan teleponnya
" bunda datang? " tanya baskara
" iyah sama mama papa " jawab luna
" hmm " ucap baskara
" HALLO NANTU BUNDAA YANG GANTENGGG APA KABAR " teriak rani
" iyah bund alhamdulilah baik " ucap baskara menyalimi tangan mertuanya dan orang tuanya begitu juga dengan luna
" ih bunda apa apaan sih masa cuma baskara aja yang di tanya anak nya enggak " ucap luna dengan muka cemberut
Sontak semuanya tertawa
" cemburu ya bunda lebih perhatian sama baskara " goda rani
" enggak kok, aku kan anak nya mama " ucap luna lalu mengandeng tangan susan
" kamu ini mau bunda kutuk jadi batu ya nggak ngangap bunda ini ibu km " jawab rani
" udah udah km ini apa apaan si berisik tau " tegur andra
" liat anak km itu " ucap rani menunjuk luna.
" anak km juga " jawab andra, semuanya sontak tertawa lagi
" kamu apa kabar sayang " tanya susan sambil mengelus pipi luna
__ADS_1
" baik mama " jawab luna
" syukur deh kalau kaya gitu " ucap luna
" ya udah semua nya ayo duduk aku sama baskara baru selesai masak, kita makan sama sama " ucap luna mengajak semuanya duduk
" wah asik dong kebetulan bunda belum makan " jawab rani
" yeh bunda , ya udah ayo duduk duduk " ucap luna, lalu mengatur piring di meja makan dan di bantu oleh baskara
" liat deh rani mereka kompak banget " bisik susan pada rani
" iyah kompak banget " jawab rani
Melihat itu anggara dan andra hanya tersenyum melihat tingkah laku istri nya
Setelah selesai mengatur makanan di meja baskara dan luna pun duduk untuk begabung
" ya udah ayo makan " ucap luna pada semunya
luna pun menaruh nasi dan lauk di piring baskara
" ini " ucap luna memberi piring itu pada baskara
" makasih " jawab baskara
Melihat tingkah laku anak dan menantu nya susan dan rani pun tersenyum diam diam
" bund taruhin ayah juga dong " ucap andra pada rani
saat sedang asyik makan tiba tiba rani nyeletuk
" kalian enggak ada niatan punya anak gitu " ucap rani tampa dosa, mendengar itu luna langsung tersedak makanan nya lalu di beri air oleh baskara
" bunda apaan si" jawab luna
" kenapa nggak ada salah nya juga kan kalian udah halal " ucap rani
" luna sama baskara masih sekolah tau " jelas luna memarahi rani
" enggk papa lagi bentar kalian juga lulus bulan depan kalian ujian kan " ucap susan
" yah tapi kan " lirih luna
" enggak usah di paksain mungkin baskara sama luna belum siap aja ntar kalau udah siap pasti bisa kok " jelas andra
" bener apa yang di bilang ama ayah tu " jawab luna
"halah kamu ini aku itu pingin punya cucu tau" ucap rani memarahi andra
" ayah lagi ayah lagi yang di salahin " pasrah andra yang selalu di marahi oleh rani
setelah selesai makan dan berbincang akhirnya rani, andra, susan, dan anggara pun pulang karena sudah sore
" ya udah papa sama mama pamit ya kalian baik baik di sini harus saling melengkapi " ucap anggara pada baskara dan luna
__ADS_1
" iya pa " jawab basakara dan luna
" iya bunda sama ayah juga mau pamit ya udah sore " ucap rani
" iya bund " jawab luna dan baskara lalu menyalimi tangan orang tua dan mertuanya sebelum pulang rani memeluk luna
" sebenarnya bunda itu rindu sama kamu nak kalau enggak ada km rumah rasanya sepi enggak ada yang bunda teriakin " ucap rani
" luna juga bund, luna rindu omelan bunda " jawab luna
" ya udah kita pamit ya assalamualaikum " ucap rani
" waalaikumsalam " jawab luna dan baskara kompak
Setelah semuanya pulang kini hanya ada luna dan baskara, ucapan rani selalu terngiang ngiang di kepala luna
" kalian enggak ada niatan punya anak gitu "
" astaga kenapa ucapan bunda selalu ada di pikiran gue sih " batin luna
" luna " panggil baskara
" anu baskara itu soal apa yang ucapin bunda itu anu gu-gue belum siap tapi gue jadi merasa bersalah sama lo " lirih luna dengan kepala yang menunduk, baskara mendekat ke luna memegang dagu luna agar luna melihat nya
" nggak papa gue bakal nunggu lo siap, dan lo nggak perlu merasa bersalah karena itu " jawab baskara sambil tersenyum dan di balas senyuman oleh luna
Tiba tiba handphone baskara berdering memecahkan suasana hangat ini
" hallo " ucap baskara
" baskara ntar malam ke beskem ya ajak luna deh soalnya ada venesha sama felisia ikut kita bakar bakar " ucap samudra dari sebrang telepon
" hmm " jawab baskara lalu mematikan teleponnya
" siapa? " tanya luna
" samudra, lo ikut gue ntar malam " ucap baskara
" kemana? " tanya luna lagi
" ke beskem gue disana ada vanesha dan felisia juga " jawab baskara
" lo punya beskem? Oh iya lo kan ketua genk " ucap luan sambil tertawa karena ucapannya sendiri, baskara hanya tersenyum melihat luna
" ouh iya emang ada acara apa di sana " tanya luna kesekian kalinya, luna memang suka seperti itu jika di ajak kemana mana, oleh karena itu rani suka memarahi nya dan malas mengajak nya untuk pergi
" mereka mau bakar bakar ikan katanya " jawab baskara
" oh ya, asyikk makan makan " ucap luna kegirangan
" ya udah lo ntar siap siap ya selesai sholat isya kita pergi " ucap baskara
" siap pak komandan " jawab luna dengan gerakan hormat
baskara tersenyum sambil mengelus kepala luna
__ADS_1