BASKARLUNA ( ON GOING)

BASKARLUNA ( ON GOING)
9. FITTING BAJU


__ADS_3

luna sedang bersiap siap karena hari ini ia akan fitting baju pernikahanya sekaligus membeli cincin pernikahan nya, setelah siap ia turun ke bawah disana sudah ada baskara, susan, anggara dan orang tuanya


" pagi semuanya " ucap luna tersenyum lebar


" pagi " jawab semua serempak


" wih menantu mama cantik banget " ucap susan


" makasih ma " luna memeluk susan


" bunda di lupain deh " ucap rani karena ya tak dipeluk


" bunda juga dong " ucap luna lalu memeluk rani


" kayaknya anak ayah bahagia banget hari ini " ucap andra


" iya dong ntar kalo luna nangis bakal jadi hujan badai angin ribut halilintar, makanya luna harus senyum " jawab luna sambil menampakan senyumanya membuat semuanya tertawa


" ya udah kalian pergi gih ambil fitting baju nya kalau ada yang mau di tambah model baju nya atau di ubah bilang aja ke pemilik butik nya, kalau masalah biaya nya udah mama urus , baskara kamu tau kan di mana? " tanya susan pada baskara


" iya ma " jawab baskara


" yaudah pergi gih, kalau udh selsei kalian jalan jalan aja kemana gitu, biar urusan selanjutnya kita yang urus "ucap andra


" iya yah " jawab luna dan baskara


" kita pamit ya assalamualaikum " ucap luna lalu menyalami orang tuanya serta susan dan anggara begitu juga dengan baskara


" waalaikumsalam " jawab mereka serempak


luna dan baskara pun pergi ke tempat salon langganan susan untuk menfitting baju


saat diperjalan menuju salon luna bertanya pada baskara


" baskara " panggil luna


" hmm " jawab baskara


" ini beneran enggak papa kita nikah waktu SMA " tanya luna


" hmm " jawab nya singkat


" gue takut ada yang tau terus ngebocorin ke satu sekolah terus gue di.... akhh gue nggak bisa bayangin " ucap luna histeris


" itu alasan gue suruh lo rahasiain " jawab baskara datar


" iya deh " ucap luna lalu memeluk baskara, membuat baskara terkejut


" lepas " perintah baskara


" apa? " tanya luna


" tangan lo " jawab baskara


" enggak mau " ucap luna malah makin mempererat pelukannya, baskara hanya bisa pasrah dan membiarkan luna memeluknya


" keknya gue udah mulai cinta deh ama lo " ucap luna seketika membuat baskara terkejut


deg...


kini jantung baskara bedetak sangat kencang


" gue kenapa? " batin baskara


sampai nya di butik untuk fitting baju mereka, luna langsung masuk dan melihat ada banyak pakaian pernikahan yang indah


" mau ambil baju nya ya? " tanya pemilik butik

__ADS_1


" iya" jawab baskara


" kalau begitu mari ikut saya " ucap pemilik butik lalu diikuti oleh luna dan baskara


" ini Ada 2 gaun dengan penampilan terbaik, sesuai dengan pesanan " ucap pemilik salon


sebelum baskara dan luna datang susan memang telah datang 1 minggu yang lalu untuk memberi tau kalau akan menfitting baju untuk pernikahan dan yang mendisain modelnya adalah susan jadi luna hanya tinggal memilih dari keduanya


" hmm menurut lo bagusan yang mana? " tanya luna


" yang mana aja dua duanya bagus " jawab baskara


" gue juga tau baskara tapi bagusan yang mana " ucap luna yang gemas dengan sifat baskara yang tak peduli


melihat tingkah laku luna dan baskara membuat pemilik toko itu menahan tawanya


" gue mohon bagusan yang mana " tanya luna


" itu " tunjuk baskara pada salah satu gaun yang sebenarnya dia tunjuk asal


" bener " tanya luna


" hmm " jawab nya singkat


" yaudah deh bu saya mau coba yang itu " ucap luna


" baik mari ikut saya " jawab pemilik salon itu



visual model baju luna


" baskara cantik nggak " tanya luna


" hmm " jawab baskara


" baik, kalau mas nya baju nya juga sudah selsai mau di coba " tanya pemilik butik sambil menunjuk arah baju


" enggak usah " jawab baskara


" loh kenapa siapa tau ukurannya atau modalnya lo nggak suka " ucap luna


" ukuran sama model nya udah pas buat gue " jawab baskara


" ya udah kalau gitu " ucap luna pasrah


setelah selesai dengan urusan baju baskara dan luna pun pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin


" mbak nya berminat yang mana ini kalung, cincin, anting " tawar mas pedagang perhiasan


" cincin " jawab luna


" ouh cincin tunangan ya " tanya mas


" iya " jawab luna


" ini ada banyak model nya mau pilih yang mana " ucap mas


" hmm yang mana ya? " ucap luna berfikir


" ini juga bagus mba " tawar mas


" iya bagus, baskara lu pilih yang mana" tanya luna pada baskara


" semu-" belum selesai baskara berbicara luna langsung memotongnya


" gue nggak suka ya lo bilang semuanya bagus, gue tau semuanya bagus tapi yang lebih bagus yang mana " jelas luna pada baskara, baskara hanya diam saja lalu melihat satu demi satu dan akhirnya ya memilih 1 pasang cincin pernikahan

__ADS_1


" ini " ucap nya datar


" bener " tanya luna meyakinkan


" hmm" jawab nya singkat


" ya udah mas yang ini " ucap luna pada mas


" oke Mba saya siapkan dulu " ucap mas nya


" iya " jawab luna ,saat sedang menunggu luna melirik ada liontin berwarna yang cantik ya menjadi tertarik dengan liontin itu


" gue mau deh tapi gue nggak bawa uang gue aduhhh " batin luna


baskara yang melihat luna sedang memperhatikan liontin itu seperti tau bahwa luna menginginkannya


" dia suka? " batin baskara



cincin pernikahan baskara dan luna



liontin yang diinginkan luna


" ini mas mba cincinnya " ucap mas


" iya liontin itu juga " ucap baskara menunjuk liontin


" ini liontin dulu jadi harganya mahal dan berlianya nya juga asli " ucap mas


" saya beli " jawab baskara datar


" baik mas " ucap mas lalu mengambil liontin itu


" baskara lu ngapain beli itu? " tanya luna


" lu mau itu kan " jawab baskara


" kok lo tau, berarti itu untuk gue " tanya luna kegirangan


" hmm " jawab baskara


" aaa makasih banyak baskara " ucap luna sambil memeluk tangan baskara


tampa mereka sadari ada yang sedang memperhatikan mereka dengan perasaan yang sangat hancur, benar alan sedang ada di belakang mereka


" lu kayaknya bahagia Na... , gue ikut seneng liat lo bahagia walau hati ini perih Na... " batin alan, lalu berbalik badan dan pergi


" ini semua nya sudah selsai " ucap mas penjual perhiasan


" ini " ucap baskara menyerahkan blackcard pada mas penjual perhiasan


" whattt.... bla-blackcard sumpah walaupun gue orang kaya gue nggak pernah yang namanya punya kartu itu " batin luna yang syok melihat blackcard milik baskara


" oke terimakasih karena telah berbelanja ditoko kami " ucap mas penjual perhiasan


baskara dan luna pergi ,saat diperjalanan luna mengeluh karena lapar


" baskara gue laper sekarang usah jam 3 sore kita belum makan siang " ucap luna


" lo mau makan apa " tanya baskara


" gue mau seblak kemarin makan dirumah aja" jawab luna


" hmm " seperti biasa baskara hanya berdekhem menjawab pertanyaan luna, mereka berdua pun pergi membeli seblak dan pulang karena luna selalu mengeluh kelaparan pada baskara

__ADS_1


( untung baskara sabar 😂 )


__ADS_2