BASKARLUNA ( ON GOING)

BASKARLUNA ( ON GOING)
20. PULANG


__ADS_3

Setelah alan pamit baskara masuk ke dalam menyusul luna


" baskara luna kenapa kok murung sih keliatan nya " tanya susan


" nggk tau ma mungkin ada masalah sekolah, baskara mau cek kedalam kamar dulu ya ma " ucap baskara


" iya, mama sama papa kayak nya langsung balik deh soalnya papa kamu ada urusan kantor, kamu nggk papa kan disini " tanya susan


" iya ma nggak papa kok, mama ngak pamitan sama luna " ucap baskara


" udah kok tadi pamitan sama mama " ucap susan


" ya udah mama sama papa balik ya jaga kesehatan kamu " ucap anggara


" iya pa " jawab baskara lalu mencium tangan anggara dan susan


tak lama kemudian luna keluar dari kamar ia mengganti pakaian nya


" loh mama sama papa mana? " tanya luna


" udh balik " jawab baskara


" padahal aku suruh tunggu tadi biar kita makan malam bareng " ucap luna


" ya udah makan nya sama aku aja " goda baskara


" ih apaan si kamu ini baru juga sembuh " ucap luna


" kamu tadi nangis ya? " tanya baskara


" pasti alan yang kasih tau " ucap luna


" hmm jadi kenapa? " tanya baskara


" kalau gue kasi tau kalau gue di tampar sama abel pasti baskara nggk bakal diem " batin luna


" nggk ada kok " jawab luna


" aku nggk suka kalau kamu bohong " ucap baskara


" beneran suami ku sayang nggak ada kok aku cuma pusing aja tadi sedikit " ucap luna mengibuli baskara


" ya udah aku percaya " jawab baskara yang sebenarnya tau kalau luna berbohong pada nya


" sekarang kamu istirahat di kamar ya aku mau masak yang enak kamu " ucap luna


" aku istirahat di sofa aja aku bosan sendirian di kamar biar bisa liatin istri aku masak " ucap baskara lalu duduk di sofa


" ya udah aku masak dulu ya " jawab luna


" baskara kok makin romantis ya " batin luna yang mulai salting


Luna pun memulai acara memasak nya dengan di lihat oleh baskara, baskara yang melihat luna memasak pun tersenyum


" mau nya ayam kecap atau sambal? " tanya luna

__ADS_1


" bayi kembar " ucap baskara tampa sadar


" bayi kembar? Kan aku tanya kamu mau ayam kecap atau sambal kok bayi kembar sih " ucap luna keheranan


" eh maksudnya ayam kecap aja " jawab baskara


" baskara lo baik baik aja kan? " tanya luna


" iya gue baik baik aja kok " jawab baskara


Sekitar 30 menit kemudian luna telah selesai memasak semua makanan nya, ternyata baskara tertidur di sofa melihat itu luna pun tak tega karena posisi tidur baskara, ia pun membangunkan baskara untuk makan lalu pindah ke kamar


" baskara baskara bangun baskara " ucap luna membangunkan baskara


" bayi nya lucu " ucap baskara yang mengigau


" bayi? Kok dari tadi baskara sebut bayi terus ya " heran luna


" baskara baskara " ucap luna yang mencoba membangunkan baskara tak lama kemudian baskara pun terbangun


" tadi kamu ngigau bayi nya lucu kamu mimpiin apaan si " tanya luna yang sedikit tertawa


" luna " panggil baskara


" iya kenapa " tanya luna


" aku mau makan " ucap baskara


" ya udah ayo aku ngebangunin kamu juga itu karena makanan nya udh masak ayok " ajak luna


" bukan? Terus apa kamu makan apa? " tanya luna baskara tak menjawab melainkan bangun dan memeluk luna


" aku mau baskara junior tapi yang kembar " jawab baskara


" baskara junior? kembar? Maksudnya apa si, kamu baik baik aja kan baskara, kamu kayaknya kesambet deh di rumah sakit " ucap luna yang enggak ngerti ucapan baskara


baskara pun melepas pelukan nya dan memegang pundak luna


" nggk ada kok ya udah kita makan yuk aku udah lapar " ucap baskara yang kini membohongi luna


" ya udah ayo " jawab luna


Setelah selesai makan luna menyuruh baskara untuk istirahat di kamar sedangkan luna memutuskan untuk belajar sebentar


kini waktu menunjukan pukul 04.15 baskara terbangun karena ingin bersiap siap untuk solat, namun ketika ia sadar ternyata luna tidak ada di samping nya, baskara keluar kamar ternyata luna ada di sofa tertidur dengan buku buku nya,


" matematika? " batin baskara


" luna luna bangun " ucap baskara membangun kan luna tak lama luna pun bangun


" eh astaga aku ke tiduran ya " ucap luna


" kok belajar sampai ketiduran di sini sih hm" tanya baskara


" iya soalnya sekarang ulangan harian matematika, kamu tau kan aku paling nggk tau yang nama nya matematika " jelas luna

__ADS_1


" ya udah kita sholat subuh ya " ajak baskara


" iya " jawab luna menganguk lalu pergi whudu bersama baskara setelah itu baskara memulai sholat nya


" Allahuakbar " takbir baskara yang menjadi iman luna


Setelah selesai sholat baskara berdoa sangat lama melihat itu luna menjadi kagum dan bersyukur memiliki suami kayak baskara


" aku bersyukur punya suami kayak kamu baskara " batin luna yang masih memandang kagum baskara


kini baskara dan luna sampai di sekolah genk thuder yang rindu akan ketua nya pun langsung menghampiri baskara


" wih ketua kita udah sembuh nih asek " ucap gibran


" enggak seru tau nggk ada lo " sahut alden


" bener tuh sampai luna kagak mau duduk di kantin bareng kita " lanjut samudra


" ih kan gue bilang kemarin itu karena berisik " ucap luna tak terima


" udah udah yang penting sekarang ketua kita udah sekalah lagi " ucap el


" lunaaa " tetiak vanesha dari jauh


" heh toa berisik banget pagi pagi lo " marah samudra


" berani lo marah pacar gue ya " ucap alden tak terima


" udah diem, luna lo nggk papa kan kata nya panda kemarin lo nangis waktu masuk kelas terus waktu di hubungi hp lo nggk aktif " tanya felisia


" enggak kok kemarin gue itu jatuh di kamar mandi terus kepala gue kena wastafel deh jadi gue pusing mangka nya gue nangis " jelas luna yang berbohong


" ouh jadi itu gara gar lo jatuh " ucap alden


" iya " jawab luna


" gue kira lo di ganggu sama si kutu kupret abel dia kan benci ama lo " ucap alden


" nggak kok " jawab luna


" yang bener lo nggk di ganggu kan na, kalaau berani tu anak gue smakdown dia biar tau rasa " ucap vanesha kesal


" bener dia kagak tau kalau baskara marah " ucap samudra


Di sisi lain alan ingin pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ya pinjam, namun tak sengaja ya mendengar percakapan abel dengan vania dan clara


" puas banget gue rasa nya udah nampar tu luna 2 kali di jamin tu anak nggk bakal berani lawan gue " ucap abel


" di jamin lah tamparan lo itu kayak tamparan maut soalnya " sahut clara


" bener sampe dua dua pipi nya luna merah gara gara lo hahaha " lanjut vania lalu tertawa bersama clara dan abel


" rasain luna siapa suruh berani lawan gue " ucap abel


" ratu abel di lawan " ucap vania dan clara kompak

__ADS_1


" jadi luna nangis gara gara lo abel " batin alan lalu pergi dari situ


__ADS_2