
Kini luna tengah mondar mandir di depan pintu ruangan milik baskara
" aduh gimana ini ya allah hiks " ucap luna frustasi masi denga tangisan nya
" udah na lo tenang aja baskara bakal baik baik aja ko " ucap alan menenangi luna yang masih tampak gelisa
" bagaimana gue tenang lan baskara tadi keliatan nya kesakitan banget loh " jawab luna
" gue tau na tapi kalau lo kayak gini masalah nggk bakalan kelar " ucap alan
" sebener nya baskara itu sakit apa sih lan " ucap luna depresi
" sebener nya baskara itu sakit kordiomiopati" ucap alan membuat luna seketika terkejut
" k-kordio-kordiomiopati " ulang luna terbata bata
" iya, baskara sudah sakit kordiomiopati sejak kecil jatung nya lemah, waktu dia smp dia sering banget kambuh " jelas alan
" l-lo ngak bercanda kan lan " ucap luna nggk percaya sambil menentes kan air mata lalu alan hanya mengangguk mengiyakan
" baskara deket sama gue waktu smp jadi dia terbuka sama gue tentang penyakit nya, saat masuk SMA baskara nggak pernah kambuh lagi karna dia rutin minum obat nya mungkin dia telat atau nggk pernah minum obat nya lagi " jelas alan
" kenapa kenapa lo nggak ngomong dari dulu si lan gue jadi ngerasa jadi istri nggak berguna hiks hiks " ucap luna kini tangisan nya deras
" maaf " ucap alan
Tak lama kemudian orang tua luna dan baskara datang
" bundaaa hiks " lirih luna memeluk rani lalu di balas pelukan oleh rani
" kamu yang tenang ya una baskara nggk papa ko " ucap rani menenangi luna
" sekarang gimana baskara " tanya anggara pada alan
" masi di tanganin dokter om " jawab alan
" makasih ya alan kamu sudah bantu baskara" ucap susan
" iya tante sama sama " jawab baskara
" ma pa kenapa mama sama papa nggk ngasih tau luna tentang penyakit baskara ma pa hiks hiks " lirih luna
" mama sama papa minta maaf ya sayang karena nggak pernah cerita sama kamu, karena ini permintaan dari baskara dia nggak mau buat kamu khawatir nak " jelas susan
" t-tapi hiks luna merasa gagal jadi istri hiks " ucap luna yang tangisan nya semakin deras
__ADS_1
" nggk nggak kok sayang kamu itu istri yang hebat kamu nggak perlu merasa gagal " ucap susan sambil menghapus air mata luna
Akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba dokter keluar dari ruangan baskra luna langsung menghampiri dokter itu
" dok gimana keadaan su- baskara " ucap luna
" keadaan baskara sudah membaik tinggal pemulihan saja besok sore dia sudah boleh pulang " jelas dokter
" ALHAMDULILAH " ucap semuanya mendengar kabar baik itu
" saya boleh masuk dok? " tanya luna
" boleh kebetulan pasien sudah sadar " ucap dokter
" makasih dok " ucap luna lalu masuk kedalam ruangan baskara, disana luna sudah bisa dengan jelas melihat baskara tebaring lemah di ranjang
" baskara " lirih luna
baskara menoleh ke arah luna lalu tersenyum
" sini " panggil baskara luna pun langsung memeluk baskara
" maaf hiks maaf in gue hiks " lirih luna sambil menangis
Baskara mengusap kepala luna sambil tersenyum
" kenapa lo nggak ngasih tau gue hiks gue gagal jadi is-" blm selesai luna berbicara baskara meletakan jari nya di bibir luna
" sstt udh jangan di lanjutin gue nggak mau dengar itu, lo nggak salah, ini alasan gue nggak ngasih tau lo tentang penyakit gue ,karena gue nggak mau liat lo sedih kaya gini " jelas baskara, lalu berusaha untuk duduk dan dibantu oleh luna
" gue nggak suka liat istri gue nangis " ucap baskara menghapus air mata luna
Tampa di sadari di ambang pintu ada alan yang sedang melihat mereka dengan hati yang bercampur aduk
" jangan sekarang alan yang terpenting baskara baik baik aja " batin alan
" alan " panggil baskara
" hm " jawab alan lalu menghampiri baskara.
" thangks " ucap baskara
" you are welcom " jawab alan sambil tersenyum
" oh iya kayak nya gue izin nggak sekolah besok gue minta tolong jaga luna " ucap baskara
__ADS_1
" eh- enggak gue izin juga besok gue mau jaga lo " ucap luna menolak
" lo enggak boleh izin juga lo harus sekolah lagi bentar kita ujian lo nggk boleh ketinggalan materi " jelas baskara
" bener apa yang di bilang sama baskara na " ucap alan
" t-tapi " jawab luna
" luna " panggil baskara
" iya " jawab luna menyetujui
di sini luna dapat dengan jelas melihat sisi lemah baskara wajah yang terlihat pucat dan suara berat yang biasa ia dengar kini berubah menjadi suara yang lirih
Tak lama kemudian susan dan anggara pun masuk beserta rani dan andra
" baskara gimana keadaan kamu nak " ucap susan sambil mengusap kepala baskara
" baik ma " jawab baskara
" ya allah baskara kok bisa sampe kayak gini sih sayang " sahur rani lagi
" enggak papa kok bund " jawab baskara
" syukurlah kalau kayak gitu " ucap andra
" besok kmu sudah boleh pulang " ucap anggara
" iya pa baskara udah tau " jawab baskara
kini waktu sudah menunjukan pukul 19.00 luna masih setia menemani baskara di rumah sakit, luna tertidur di sisi ranjang baskara, baskara yang baru saja bangun dari tidur nya melihat luna membuat ya merasa bersalah, baskara mengusap kepala luna
" maaf udah nyusahin lo kayak gini " batin baskara, Karena merasa tidur nya terganggu luna jadi terbangun
" eh kamu udah bangun kamu lapar ya " tanya luna
" enggak kok aku masi kenyang " jawab baskara, lalu duduk
" ini udah jam berapa kok kamu masi disini besok kmu kan sekolah " ucap baskara lagi
" ya nggk apapa, emang salah ya kalau aku mau jaga suami aku " jawab luna dengan wajah yang cemberut membuat baskara tertawa
" bukan gitu luna kan besok kamu harus sekolah kalau kamu di sini terus kamu kapan siap siap nya " ucap baskara
" pokok nya aku mau di sini terus " jawab luna ngerengek sambil mengenggam tangan baskara, melihat tingkah laku luna membuat baskara tertawa dan gemas
__ADS_1
luna yang jarang melihat baskara tertawa membuat ya merasa bahagia, karena baskara kini sedikit terbuka tentang dirinya