BASKARLUNA ( ON GOING)

BASKARLUNA ( ON GOING)
17. KAMBUH


__ADS_3

Baskara masuk ke kelas mencari luna dan benar disana sudah ada luna, vanesha dan felisia


" udah gue bilang luna jangan untung lo nggak di tangkap tadi " ucap vanesha


" gue reflek cha " jawab luna


" LUNA " panggil baskara dengan nada sedikit tinggi


" eh baskara lo ngg-"


" LO GILA.... " ucap baskara memotong ucapan luna


" h-hah m-maksud lo " heran luna


" LO NEKAT ... KALAU LO KENAPA NAPA GIMANA HAH.. SEKARANG MEREKA JADI KENAL RUPA LO ..." Ucap baskara emosi membuat vanesha dan felisia tak berani menyahut


" ta-tapi tadi lo " lirih luna


" GUE TAU LO NIAT NYELAMATIN GUE TAPI DENGAN CARA KAYAK GITU LO DALAM BAHAYA LUNA.... GUE BISA BELA DIRI GUE LO BISA? ENGGAK KAN, KALAU ENGGAK ADA ALAN LO UDAH DI TANGKAP SAMA ANAK BUAH JOVAN " Ucap baskara yang masih emosi,


" Ba-baskara ini salah gue sama fell karena nggak bisa nahan luna jadi lo jangan salahin luna " ucap vansha


" AARRRRGGGHH.... INI BUKAN MASALAH SIAPA YANG SALAH SEKARANG GENK GALAXI UDAH TAU LUNA KALIAN TAU KAN MEREKA BENCI SAMA GUE " Ucap baskara frustasi


luna diam tak menjawab dia terlalu takut untuk melawan baskara bahkan hanya untuk bicara, dia terkejut dengan sikap baskara yang untuk pertama kalinya memarahinya


Baskara yang masih emosi pun lalu pergi meninggal kan luna, tampa di sadari luna meneteskan air matanya, vanesha dan felisia yang menyadari itu langsung memeluk luna seketika tangisan luna pecah saat itu juga


" mungkin baskara takut lo kenapa napa makanya dia sampe emosi kayak gitu naa..." ucap felisia


" dia nggak perlu bentak gue juga hiks hiks " ucap luna


" gue tau na... mungkin dia lagi emosi aja sampe ngebentak lo " jelas vanesha


" luna kenapa kok nangis? " tanya alan saat baru saja datang


" itu tadi baskara datang marahin luna karena nekat tadi ke lapangan " jelas vanesha


" baskara marah sama luna " ucap alan


" iya tapi nggak sampe mukul kok dia cuma marah sama frustasi gitu " jawab felisia


" lo tenang aja na... Baskara memang gitu dia marah karena khawatir sama lo " ucap alan


luna hanya mengangguk menjawab alan, saat memastikan luna sudah baik baik saja alan pun pergi berniat menemui baskara, alan pun pergi ke rofftop sekolah karena dia tau kalau seperti ini baskara pasti ada disana, saat sampai di sana alan melihat baskara yang sudah duduk menyandar di dinding pembatas terlihat seperti kesusahan bernafas, alan pun datang menghampirinya

__ADS_1


" lo kambuh lagi? " ucap alan


" hmm kayak yang lo liat " jawab baskra


" lo nggak bawa obat lo? " tanya alan


" nggak gue belum beli " jawab baskara, alan lalu menarik nafasnya lalu duduk di samping baskara


" luna nangis " ucapnya


" nangis? " heran baskara


" tadi waktu gue datang ke kelas gue liat dia udah nangis segugukan, lo tau, luna nggak bisa di bentak dia bakal nangis itu gara gara lo " jelas alan


" gue nggak bermaksud ngebentak dia, gue tadi takut alan gue takut dia kenapa napa gara gara tadi, lo liat kan dia di kejar, lo tau kan jovan mau ngehancurin gue lewat orang orang yang berharga bagi gue, gue takut nggak bisa ngejaga dia " ucap baskara lirih


Ini adalah pertama kali alan mendengar baskara mengucapkan kalimat yang panjang dan mengucap kan kata " Takut " alan terkejut baskara yang biasanya dia kenal dengan baskara yang dingin dan jarang bicara menjadi baskara yang mengeluh


" gue tau baskara lo khawatir sama luna gue bakal bantu lo buat ngejaga luna tenang aja " ucap baskara


" makasih alan " jawab baskara


" lo harus minta maaf juga sama luna " ucap nya lagi


" iya " jawab baskara


Saat sampai di apertemen pun tidak ada pembicaraan sampai malam ketika luna lagi masak baskara datang untuk meminta maaf


" maaf " ucap baskara, luna diam tak menjawab


" luna liat gua " ucap baskara membalik tubuh luna lalu mengangkat dagu luna membuat luna mendongak, disana bisa dengan jelas baskara melihat mata luna sudah berkaca kaca


" gue minta maaf " ucap baskara lalu memeluk luna


" gue nggak bermaksud bentak lo atau marahin lo gue cuma takut lo kenapa napa luna " lanjut nya lagi


" iya, gue juga minta maaf karena udah nekat " ucap luna


deg.....


" sstttt.....ah.." rintih baskara


" lo lo kenapa baskara


" Aaagggrrrrhhh " baskara lalu jatuh ke lantai sambil memegangi erat dadanya

__ADS_1


" baskara... baskara lo kenapa " tanya luna mulai panik melihat baskara yang semula merintih kini menjadi sesak nafas dan menahan rasa sakit di dadanya


Luna mengengam erat tangan baskara dan meletakan kepala baskara di pangkuanya


" lo kenapa baskara hiks hiks jangan buat gue takut hiks " ucap luna kini tangisan nya pecah


" akkkkhhh hah.... "


" baskara lo sakit ya? Lo sakit apa hiks " ucap luna panik


" l-lo k-kenp-pa n-nangiss hmm " ucap baskara terpatah patah kerena kesusahan bernafas


" lo kenapa hiks " ucap luna menangis


" gue nggak papa aakkkhhh " jawab baskara


" nggak ngakk alan, iya alan, gue harus telepon alan " ucap luna lalu mengambil handphone nya dan menelpon alan


" hallo kenapa na? " tanya alan dari sebrang


" alan alan tolong gue hiks hiks baskara hiks" ucap luna


" luna lo kenapa, lo di marah lagi " jawab alan khawatir


" enggak baskara hiks baskara kesakitan hiks alan tolong " ucap luna


" aakkkhh " rintih baskara yang mampu di dengar oleh alan


" iya iya gue datang sekarang " ucap alan


" cepat alan hiks " jawab luna, telepon pun dimatikan secara sepihak


" baskara lo tunggu bentar ya " ucap luna lalu menggenggam tangannya, tiba tiba baskara menghampus air mata luna


" g-gue ngak su-suka liat is-istri gue nangis g-gara gara gu-gue " ucap baskara lalu lama kelamaan kesadaran baskara hilang


tak lama kemudian alan pun datang dan melihat baskara sudah tak sadarkan diri


" alan hiks cepat baskara pingsan hiks " ucap luna


" iya iya ayo kita bawa ke rumah sakit gue bawa mobil gue " jawab alan


lalu alan dan luna pun membawa baskara ke rumah sakit


" cepatan alan bawa mobil nya gue takut sama baskara kenapa napa hiks " ucap luna yang masih nangis

__ADS_1


" iya una ini udah cepat sabar " jawab alan


" baskara gue ngak nyangka lo sampe kayak gini lo minum obat lo rutin nggak si ? " batin alan yang ikut panik melihat sahabat nya yang tidak sadarkan diri


__ADS_2